Anak Sang Penguasa Kembali

Anak Sang Penguasa Kembali
Panik


__ADS_3

"Baik tuan*"


Arlan pun langsung memutuskan telpon dengan sepihak dan pak delvin pun dengan segera mengirim lokasi rumah sakit tersebut


 


Arlan segeraâ menarik tangan Daren dan refan dan dengan cepat melajukan mobilnya, refan pun membuka suara dan bertanya apa yang terjadi kepada Arlan


"Lan,, Ada apa si kok panik gitu," refan yang melihat arlan sangat panik


"Iy lan,, hati-hati nyetirnya Lo mau kita mati muda" kata Daren yang masih sempat bercanda


"Li...Lia dar, fan,, dia masuk RS" kata arlan mempercepat mobilnya dan berbicara terbata-bata


Dan berhasil membuat kedua orang yang berada di mobil tersebut terkejut dan panik


"APA!!!, kalo gitu cepettan arlannn" kata Daren dengan panik dan setengah berteriak ke arlan


Tidak beberapa menit mereka pun sampai di RS tempat Lia di rawat, jalan yang semestinya di lalui 30 menit dengan kecepatan tinggi Arlan melaluinya hanya 15 menit, mereka pun langsung menuju ke tempat suster dan bertanya ruang Lia di rawat.


Dengan langkah setengah berlari iy melihat pak delvin dan langsung menanyai pak delvin keadaan Lia,


"Pak, Lia baik\-baik saja kan" kata refan dengan mata yang berkaca\-kaca yang hampir menangis


"Pak bagaimana keadaan tuan putri kecil" kata daren dengan mengelap kasar air matanya


"Tenanglah tuan, dokter belum keluar dari ruangan perawatan nona" kata pak delvin


"Pak siapa dia" kata arlan yang melihat Henry dengan raut wajah yang khawatir


"Oh,, dia Tuan Henry Albert Clinton" kata pak delvin sambil melihat ke arah Henry


"Waktu nona pingsan dia yang mengangkat dan membawa nona ke rumah sakit"


Arlan berjalan ke Henry dan liat juga iy sangat khawatir sama Lia


"Hay, tuan Henry" kata arlan sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, Henry mendongakkan kepalanya dan menatap tangan yang ada terulur di depannya


"Perkenalkan nama saya Arlan Aryan Revano, aku sahabatnya Lia" tambah refan dengan datar


"Henry Albert Clinton" kata Henry sambil membalas jabatan tangan Arlan


"Terimakasih telah menolongnya"


"Tidak masalah"

__ADS_1


saat keduanya mengobrol singkat dokter pun keluar dari ruangan perawatan Lia dan refan dengan terburu-buru menghampiri dokter tersebut dan menanyakan keadaan Lia


"Dok gimana keadaan Lia" kata refan


"Begini, nona Lia hanya terlambat sarapan pagi dan terlebih hanya memakan makanan sedikit dan belum makan siang jadi asam lambungnya kumat lagi" kata dokter itu menjelaskan


"Apakah sekarang baik-baik saja, apa boleh kami melihatnya sekarang..?"


"Tentu tapi biarkan pasien istirahat dengan tenang" kata dokter


Refan pun langsung masuk dan di ikuti oleh ke-5 pria tersebut beserta pak delvin, refan langsung mencium dahi Lia arlan dan Daren pun ikut dan memegangi tangannya yang tertancap jarum infus.


"Putri kecil ayo bangun, aku tidak akan memanggilmu putri kecil lagi aku tidak akan mengganggumu lagi, aku janji" kata daren sambil menitikkan air mata


"Iy Li, aku akan membelikan mu semua jenis es krim apa pun yang kau mau aku akan memberikannya, tapi bangun dulu yah" kata arlan


"Harusnya aku menemani mu sampai selesai bekerja, ini semua terjadi karena ku" kata refan yang menyalahkan dirinya


"baiklah bolehkah saya melihatnya" kata Henry


"Tentu" kata arlan


Henry pun mendekati Lia dan mengelus puncak kepala Lia lembut dan mengatakan dengan lembut


"Baiklah, aku akan pulang dulu besok aku pasti akan menjenguk mu lagi" kata Henry sambil memegang tangan Lia


Dan semua pun hanya meng-iykan dan melihat Henry telah menghilang dari pandangan mereka


"Aku akan menelpon Lexi dulu agar membawa beberapa baju ganti dan makanan" kata Daren


"Oky, aku juga minta sama refan" kata arlan dan melihat refan terus mengusap puncak kepala Lia dengan lembut


"Darenn,, telpon juga om dan Tante Alexander" kata refan


"Astagaaa,, gue lupa, yaudah gue nelpon di luar yah" kata daren sambil berjalan keluar kamar Lia


Tidak lama setelah Daren selesai menelpon Lia pun sadar, refan pun langsung mengambil air dan memberikannya segera pada Lia


"Aku dimana,...Refann, kenapa kau disini bukankah aku sedang meeting bersama tuan Henry,, auuhh" kata Lia sambil meringis karena merasa peri di bagian lambungnya


"Bisa tidak si kau jangan memikirkan tentang kerjaan dulu, dan yah mulai sekarang urusan kantor Lexi yang mengambil, tunggu saja Lexi datang dan memarahi mu dan tentu saja kami pasti juga akan menjadi korbannya" kaya arlan dengan raut wajah sedihnya


"CK, kan aku tidak papa" kata Lia


"Apa kau bilang kau tidak apa-apa, heyy kau tadi pingsan dan tidak sadarkan diri selama 4 jam, dan yah jelas kenapa kau tidak sarapan dan makan siang tadi" kata arlan dengan tatapan tajamnya dan membuat semua takut

__ADS_1


saat Lia ingin menjawab,,


Ceklekk, pintu ruangan perawatan Lia pun terbuka dan menampilkan 2 wanita cantik dan sepasang suami istri dan semua dengan wajah khawatir.


"Lia sayang kau tidak apa-apa kan,"


"Mana yang sakit,"


"Apakah kau masih mengenal kami


"Apakah kau sudah memakan obat mu"


Beribu pertanyaan menghampiri Lia dan para laki-laki dan tuan Alexander pun berdecak kesal.


"Bagaimana dia bisa menjawab kalau kalian telah memberikan beribu-ribu pertanyaan" kata tuan Alexander dan para wanita itupun berbalik menatapnya dengan tajam dan tuan Alexander pun cepat mengalihkan pandangannya


"Cihh, dasar paman" kata Daren dan tertawa dan diikuti 2 laki-laki lain nya


"Kenapa kau tidak sarapan" kata Clara dengan serius dan membuat orang yang ada di ruangan tersebut merinding


"A..A..Aku t..tadi buru-buru" kata Lia terbata-bata dengan tatapan mengintimidasi Lia


"Aku yang akan mengerjakan tugas di kantor mu 5 bulan terakhir" kata Clara dan Lia pun pasrah karena takut membantah Clara saat ini


Tiba-tiba ruangan mendadak sepi dan canggung, dan refan pun membuka suara


"Eh, apa kalian membawakan Kami baju ganti" katanya dengan ragu-ragu


"Ada di paper bag" kata Lexi


"Sayang apa kau telah makan" kata mami Lia


"Sudah mi, tadi refan telah memberikan bubur dan telah memakan obat"


waktu pun menunjukkan pukul 10 malam dan Daren pun menyuruh orang tua Lia untuk kembali saja karena pasti mereka sangat lelah, mereka sempat menolak tapi Lia pun menyakinkannya, akhirnya mereka pun pulang dan istirahat


"Lia minum susu rendah lemak ini, itu baik untuk lambung mu" kata lexi sambil mengelus puncak kepala Lia dengan lembut


"Baiklah,"


Kini Lia sebenarnya belum tidur iy hanya memejamkan matanya, dan iy pun mendengarkan pembicaraan sahabatnya itu


"Daren, refan, dan kau arlan" kata Clara dengan tatapan mata tajam dan mengintimidasi. mereka bertiga pun langsung mengetahui apa yang akan terjadi berjalan lemas ke arah Clara dan Lexi yang duduk di sofa ruang Lia yang sedikit jauh dari kasur Lia


"Yah, kami tau kami yang salah" kata Daren dengan suara lirih

__ADS_1


"Dan kau tau apa yang terjadi pada kalian kan" kata Lexi acu tak acuh


"Yah, kami akan menerima apapun hukumannya" kata refan


__ADS_2