
"Sayang siapa namamu..?" kata wanita yang sudah tidak muda lagi tetapi sangat anggun dan cantik itu
"Maaf nyonya saya terburu-buru"kata Lia tanpa berbalik untuk menjawab
Lia pun meninggalkan wanita paruh baya yang cantik itu
setelah mengatakan itu Lia pun pergi dan melajukan mobilnya dengan cepat,, wanita itu pun berdoa dalam hati
"Semoga saja Tuhan mempertemukan kita kembali sayang," kata nyonya arnanda norma Sukmaja,, entah mengapa tiba-tiba ada perasaan nyaman dan cinta yang ingin utarakan pada gadis tersebut rasanya dia adalah anaknya yang lama hilang itu
setelah berkata begitu nyonya besar Alexander pun menelpon suaminya kerena memang dia hanya sendirian tadi saat ada preman yang ingin merampoknya
"Ayah,, jemput bunda yah tadi bunda hampir dikrampok" kata istri Alexander
"Apa kau habis merampokan tunggu aku,, aku akan segera berangkat" kata suaminya dengan panik dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
~>`)~~~
"Apakah bunda baik baik saja,
__ADS_1
apa kau di sentuh oleh preman itu,,?
apakah dia menyakitimu,,??"
kata Alexander yang sudah sampai di mana istrinya sedikit di rampok
"Aku baik-baik saja ayah dia tidak melakukan apapun,, aku akan menceritakannya di rumah setelah sampai"
"Baiklah,, ayah sangat bersyukur kalo bunda tidak apa-apa. yah sudah ayo naik ke mobil ayah."
/_/_/_/_/_/_/_/_/_/_/_/_/_/_/_/
Flash back on
saat itu iy tengah sampai di mana kecelakaan pesawat itu terjadi iy pun teriak histeris karna pesawat tersebut kedua sayapnya patah dan pak Tono di luar pesawat dekat dengan sungai tersebut. istrinya pun membentak semua polisi detektif dan para penyelidik di sana
"DIMANA ANAKKU!!!,, kenapa kalian diam dimana dia..hah?, kata nyonya arnanda
"bunda redakan amarah bunda,, mereka sedang berusaha mencari anak kita" kata tuan besar Alexander sambil memeluk istrinya dia dan istrinya pun tak dapat lagi membendung air matanya
__ADS_1
"Ayah aku tidak mau kehilangan putriku,,hikss,,hikss. dia adalah nyawaku dan dunia ku. jika dia tidak ditemukan maka aku juga akan mati di sini" kata istri Alexander dengan airmata yang berjatuhan dan sesegukan
"Tidak kau tidak boleh berbicara begitu pasti anak kita ketemu,," kata Alexander meyakinkan istrinya
Semua orang yang ada di sana pun menitihkan air mata karena tak tahan dengan perkataan suami istri tersebut
2 jam pun berlalu
"Tuan Alexander boleh saya bicara pribadi dengan anda" kata kepala polisi tersebut dan di sampingnya ada detektif tersebut
"Baik boleh,, silahkan bicaralah," kata tuan Alexander
"Begini tuan,, sepertinya anak anda telah hanyut kesungai karna saat saya membongkar dan masuk kedal pesawat tersebut saya menemukan note yang isinya "Temukan anak di sungai" dan ini tak lain pak Tono lah yang menulis dan membuang anak anda di sungai dengan koper karna saya pun melihat hanya ada koper makanan ringan di dalam pesawat dan tak ada koper baju,, dan kemungkinan anak anda terbawa arus sungai yang cukup deras. para tim TNI AL pun ikut mencari mereka" kata sang detektif
"Ayah apakah tuan putriku akan di temuka hisk...hiks " kata nyonya arnanda
"Tenanglah sayang mereka akan menemukan putri kita" kata tuan Alexander
"Terima kasih atas laporan mu,, tapi aku mau kerahkan semua anak buah mu atau apapun untuk menemukan putriku" kata tuan Alexander dengan tegas kepada kepala polisi dan Tentara di sana
__ADS_1