
Hari ini Lia memiliki jam kuliah siang hari jadi iy seharian di kamar untuk istirahat dan tidak ikut sarapan pagi bersama kedua orang tuanya,, orang tuanya pun kini sedang berada di kantor tuan Alexander untuk membahas tentang kerja sama bisnis mereka, ayah Lia membahas tentang perusahaan mereka bersama tuan Alexander sementara bunda dan nyonya Alexander membahas tentang butik terbaik di kota A dan mereka berencana bersama-sama untuk berbelanja bersama di butik tersebut.
"Ayah,, boleh bunda bertanya" kata bunda Lia kepada suaminya tiba-tiba
"Ada apa bun,,, tanyak aja" kata ayah
"Siapa pemilik butik Queen ALX sih..?" kata bunda
"Memangnya kenapa bun..??" kata ayah bertanya kembali
"Is ayah aku yang bertanya malah bertanya kembali sih" kata bunda yang memasang muka kesalnya pada suaminya dan tuan dan nyonya Alexander pun tertawa kecil melihat tingkah laku Suami istri itu
"Iy, Suamiku memang siapa sih pemilik butik itu. dan itu pun butik terbaik di kota A ini" kini nyonya Alexander bertanya kepada suaminya
"Sebentar aku akan menghubungi orang ku untuk mencari tahu tentang butik itu untuk kalian para wanita agar kami bisa tenang membicarakan bisnis kita para laki-laki" kata tuan Alexander dengan tawa
__ADS_1
Mereka pun tertawa mendengar jawaban tuan Alexander. tuan Idrus Alexander pun menelpon asistennya untuk mencari tahu tentang butik tersebut,, Beberapa jam kemudian setelah memberitahukan kepada asistennya,, asistennya pun masuk keruang tempat dimana ada tuan Alexander dan tuan Wijaya bersama istrinya
"Maaf tuan sepertinya pemilik butik tersebut sudah menyembunyikan identitas dirinya dari publik dan saya hanya mendapatkan informasi bahwa pak Delvin hanya direktur pelaksana di butik tersebut" kata asisten tersebut sambil menunduk
"Baiklah ajak butik tersebut kerjasama bersama dengan perusahaan kita tapi dengan satu syarat kita hanya mau membahas kerjasama asalkan bersama direktur utama butik tersebut" kata tuan Alexander
Itu pertama kalinya iy tidak menerima informasi yang tidak akurat dari asistennya dan membuatnya tertarik menjalin kerjasama dengan butik tersebut
"Apakah keputusan tuan Alexander tidak salah" kata ayah yang mendengar pembicaraan tuan Alexander dan asistennya tadi
"Tentu tidak tuan Wijaya,, itu pertama kalinya saya menerima informasi yang tidak akurat dari asisten ku. dari dulu sampai sekarang iy tidak pernah gagal tentang menyelidiki sesuatu untuk saya" kata tuan Alexander dengan tenang dan datar
"Ada apa pak delvin" kata Lia get to the point
"Begini nona,, perusahaan Alexander mengajukan kerjasama dengan butik anda" kata pak delvin
__ADS_1
"Yah bagus dong pak apalagi perusahaan Alexander itu sangat berpengaruh dalam dunia bisnis" kata Lia sambil turun dari kamarnya ke dapur untuk mengambil air minum
"Tapi nona perusahaan Alexander memiliki satu syarat" kata pak delvin dengan ragu-ragu
" katakan saja pak,, apa syaratnya" kata Lia sambil meminum air putih
" Iy ingin jika membahas tentang kerjasama tersebut anda selaku direktur utama bertemu dengannya" kata pak delvin
Lia pun yang sedang meminum air putih tersebut dengan tidak sengaja tersedak air
" apa anda tidak apa-apa nona" kata pak delvin panik di sebrang telpon
"saya tidak apa-apa pak,, kenapa bukan bapak saja si yang bertemu dengannya" kata Lia dengan dingin dan ekspresi datarnya
"Saya sudah mengatakannya nona tapi asisten yang juga mengetahui bahwa saya hanyalah seorang direktur pelaksana anda tau kan tuan Alexander di kenal dalam dunia bisnis dengan sikap yang dingin dan tegas dalam kerjasama bisnis" kata pak delvin
__ADS_1
"Baiklah pak aku akan memikirkannya" kata Lia
"Baiklah nona" Dan akhirnya panggilan tersebut berakhir