
Kini papi-nya memeluk Lia dan mencium puncak kepala sang anak dan menitikkan air mata
"Papi, boleh Lia bertanya..? " kata Lia menatap papi-nya
"Tentu saja sayang" kata papi sambil tersenyum hangat
"Kenapa bisa begitu banyak foto masa kecilku di mansion ini" kata lia
"Waktu bencana itu terjadi umurmu sudah 6 bulan sayang, mami dan grandmother sangat antusias jika kau ingin di potret makannya setiap bulan iy akan melakukan pemotretan mu sayang" kata papi sambil mengelus puncak kepala Lia lembut
"Baiklah mami akan memperkenalkan anggota keluarga besar Alexander dan Sukmaja" kata mami
"Lia ini grandfather Alexander"
lia langsung memeluknya dan mencium punggung tangannya
bunda Lia memperkenalkan anggota keluarga Alexander grandpa dan grandma Alexander, lalu opa dan Oma sukmaja, dan paman, aunty dan uncle Alexander. Lia pun menangis di pelukannya masing-masing karena saat Lia memeluk satu persatu Lia merasakan kehangatan di pelukannya. kini jam menunjukkan pukul 9 malam Lia pun di antara oleh semua anggota keluarga besar tersebut ke kamarnya
Lia tercengang melihat luas dan betapa mewahnya kamarnya perpaduan warna gold dan putih ditambah dengan warna hitam menambah kemewahan kamar tersebut
"Bunda, ini terlalu berlebih-lebihan" kata Lia
__ADS_1
"No, tuan putri ini memang kamarmu sejak dulu. masuklah sayang" kata mami
"baiklah mami"
Lia pun bangun jam 07 karena halangan jadi dia tidak Solat dan Lia pun turun ke lantai satu dan ia melihat bundanya menyiapkan sarapan pagi bersama pelayan lainnya, Lia pun mengetuska untuk membantu bundany tapi mami Lia tidak ingin Lia memasak nanti iy terkena pisau
"mami, aku sudah terbiasa melakukannya aku akan memasak yah. pliss" kata Lia sambil memeluk maminya dari belakang
"Tidak nanti kau terkena pisau," kata mami
"Mami kumohon, apa mami tidak mau mencoba masakan ku" kata Lia dengan akting sedihnya
"Baik, baik awas hati-hati"
para pelayan pun tersenyum melihat tingkah anak dan maminya tersebut mereka bahagia melihat nyonya besarnya kembali ceria lagi. Lia pun langsung memasak tanpa di bantu pelayan karena Lia tidak suka di ganggu jika memasak makannya ia sendiri yang nemasak
kini masakan Lia telah siap dan para pelayan takjub melihat keahlian Lia dalam memasak, Lia memasak nasi goreng rendah lemak dan dia sendiri yang membuatkan kopi untuk ayah dan Uncle nya
Kini para anggota keluarga pun duduk di meja makan dan mencicipi nasi goreng rendah lemak tersebut
"Wahh,, kakak ipar siapa yang memasak nasi goreng ini" kata aunty
__ADS_1
"Bagaimana rasanya" kata bunda
"Ini enak sekali" kata grandma
"Iy bu, ini enak sekali. siapa yang memasak istriku ini pertama kalinya lidah ku mencicipi nasi goreng seenak ini" kata ayah
"Siapa lagi kalau bukan,, tuan putri kecil kesayanganmu" kata bunda sambil mengelus puncak kepala Lia
mereka pun semua pun kaget bahwa tuan putrinya lah yang memasak seenak ini
"Apa!!, benarkah itu putri kecil" kata aunty
"Yes, aunty" kata Lia sambil tersenyum
"Maukah kau mengajarkan aunty mu"
"Itu sangat mudah, bunda yang mengajarkan ku" kata Lia
"Bunda mu memang orang yang baik" kata mami
"Yah, tapi apakah mami tau dia selalu saja mengatakan jangan terlalu lama di dapur nanti kau kepanasan, jangan mencuci nanti tanganmu mengelupas, jangan itu nanti itu dan banyak hal lainnya" kata Lia panjang lebar
__ADS_1
anggota keluarga yang melihat Lia bercerita antusias pun bahagia dan maminya langsung memeluk Lia dan menangis di pelukan putrinya.
setelah sarapan pagi Lia langsung masuk ke kamarnya dan menghubungi sahabatnya.