
Saat Lia akan memegang bahu nyonya Alexander iya pun langsung di peluk oleh nyonya Alexander dan semua yang ada di ruangan tersebut terheran heran melihat nyonya Alexander. Lia pun membalas pelukan nyonya Alexander karena entah mengapa iya juga merasa hangat karena pelukannya dan air mata Lia pun juga jatuh.
"apakah anda baik-baik saja nyonya" kata Lia di dalam pelukan nyonya Alexander
"Jangan memanggilku nyonya sayang,," kata nyonya Alexander tanpa melepaskan pelukannya
"Istri ku coba jelaskan apa yang terjadi" kata tuan Alexander
kini nyonya Alexander pun melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya tapi air matanya kembali turun melihat Lia dan kalung yang Lia pakai
Bunda dan ayah Lia pun bingung melihat tingkah laku nyonya arnanda Alexander
"Anda kenapa nyonya" kata bunda Lia kepada nyonya arnanda
"Bisakah saya bertanya nyonya Wijaya,," kata nyonya arnanda dengan sesegukan
bunda Lia pun mendekati nyonya arnanda dan memeluknya dan berkata
"Bertanyalah nyonya" kata nyonya Wijaya
__ADS_1
"Saya mohon tolong jawablah dengan jujur" kata nyonya arnanda dengan tangan yang menyatuh dan memohon
tuan Alexander dan Wijaya pun hanya bingung melihat alur dari percakapan istri mereka
"Baiklah tanyakan lah nyonya"
"Apa yang sebenarnya yang ingin engkau tanyakan sayang" kata tuan Alexander sambil menyentuh pundak istrinya
"suamiku dengarkanlah pertanyaan ku saja" kata nyonya arnanda dengan air mata yang kembali jatuh
"Lia sayang mendekat lah" kata nyonya arnanda sambil menyentuh tangan Lia agar mendekat
bunda dan ayah yang baik mendengar pertanyaan tersebutpun saling menatap dan bunda pun menangis tuan Alexander kemudian melihat kalung tersebut pun Mundur dan ambruk di tempatnya dan menangis
"Apa yang sebenarnya terjadi ayah bunda,, ada apa dengan kalung ini,, JAWAB BUNDA AYAH!!!" kata Lia membentak dan kini di banjir juga dengan air mata
"Maafkan bunda Lia,, bunda tidak pernah jujur tentang kalung itu,," kata bunda menangis dan air mata yang bercucuran Sangat deras
"Ceritakanlah nyonya Wijaya saya mohon" kata nyonya arnanda dengan bermohon
__ADS_1
"Saya menemukan kalung itu saat menemukan Lia" kata bunda sambil menangis
duaaaaarrrrrr!!! bagai di sambar petir di siang hari Lia pun langsung ambruk seketika mendengarkan penuturan bundanya
"Ja...ja..jadi ak...ku bukan anak ka..n..dung bunda" kata Lia dengan suara berat dan sesegukan
"Iy Lia,, ma..af kan bunda sayang" kata bunda sambil memegang tangan Lia
Lia pun menangis histeris
"bu..bu..bunda Jahat kenapa bunda membohongi lai,, hikss....hikss....hikss" kata Lia sambil membenamkan wajahnya di lututnya sambil menangis.
"Sa..sa..sayang apa kau membenci bun..bu.. Bunda" kata bunda dengan suara terpotong-potong gara-gara sesegukan
Lia tidak menjawab bundanya dan hanya menangis dan truss menangis dan mereka pun semua telah berada di lantai menangis dan ayah langsung memeluk bunda dan akhirnya Lia mengangkat kepalanya dan menatap orang tua kandungnya
"Aku Ibu Kandung Mu Sayang" kata nyonya arnanda dengan suara berat dan air matanya terus mengalir
,, tuan dan nyonya Alexander pun menyuruh tuan dan nyonya Wijaya berdiri
__ADS_1
akhirnya mereka pun berdiri dan duduk di kursi kembali nyonya Wijaya pun menarik nafas dalam-dalam dan mereka semua pun mulai duduk di kursi dan nyonya Wijaya pun mulai bercerita tentang bagaimana menemukan Lia dan kalung yang di pakai lia