Anak Sang Penguasa Kembali

Anak Sang Penguasa Kembali
Jengkel


__ADS_3

Kini waktu berjalan dan tak terasa kini tinggal menghitung bulan lagi Lia akan wisuda, dan Lia pun meminta agar orang tuanya tidak mempublikasikan tentang dirinya dan Lia pun tidak tinggal di mansion mewah milik keluarganya, dia bahkan memiliki tinggal di apartemennya kembali karena dia tidak ingin di anggap anak yang tidak mandiri dan hanya mengandalkan harta orang tuanya.


 


Sebenarnya orang tuanya tidak mengijinkannya tinggal di apartemennya kembali apalagi dia sendiri tapi, Lia trus membujuk orang tuanya hingga akhirnya mereka luluh


kini Lia memanggil ke-2 sahabat perempuannya untuk menginap di apartemennya dan mereka pun mengiyakan,, karena mereka juga bosan tinggal sendiri di apartemennya sendiri masing-masing.


Clara dan Lexi pun sampai di apartemen Lia dan membawakan Lia beberapa cemilan sehat, bahan masakan, dan beberapa makan dan bahan lainnya meskipun mami Lia sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan sempurna hingga Lia yang merasa sangat pusing di buatnya.


gak sahabat gak orang tuanya selalu saja memanjakannya walaupun sudah berjuta-juta kali dan beribu-ribu kali katakan jangan terlalu memanjakannya tapi mereka selalu tidak mempedulikannya.


"Li,, nih beberapa bahan dapur," Clara


"itu untuk stok satu bulan mu" Lexi


Lia pun jengkel melihat tingkah laku sahabatnya itu gak laki-laki gak perempuan mereka semua sama selalu memanjakan Lia


"Kalian ini yah, aku sudah bilang jangan berlebih-lebihan kau tau tidak mami juga mengirimkan persediaan bulan. bisa tidak si jangan terlalu memanjakan ku, aku sudah dewasa aku kini bisa bekerja" kata lia jengkel


tapi Lexi dan Clara pun tidak mempedulikan perkataan Lia, iy hanya langsung duduk di sofa dan menghidupkan TV dan menonton film kartun lucu. akhirnya mereka bertiga menonton film kartun lucu tersebut dan berlarut dalam tawa terbahak-bahak


Tidak berselang beberapa jam ada orang yang mengetuk pintu apartemen Lia,


"Siapa si yang datang malam-malam begini" gerutu Clara


"Sudahlah, biar aku yang membukanya" kata Lexi


Lexi pun berjalan dan membukakan pintu apartemen Lia dan ternyata 3 pemuda tampan dan hampir sempurna di mata wanita tersebut berdiri di depan pintu apartemen dan membawa beberapa box makan dan kantongan belanjaan, siapa lagi kalau bukan daren, refan, dan arlan


Mereka bertiga pun langsung masuk dan berteriak seperti orang gila dan berhasil membuat Lia jengkel dan melemparkan bantal sofa ke arah ketiga pria tersebut.


"Kalian kalo masuk bisa gak si pake salam dulu" kata Lia kesal tanpa melepaskan pandangannya ke arah TV

__ADS_1


"Maaf yah, tuan putri kecil" kata Daren sambil tertawa terbahak-bahak dan ketiga pria tersebut tertawa


"Nih, makan ada tahu kukus gandum, puding, salad buah, dan popcorn untuk kalian" kata refan


"Wahh,, aku mau makan tahu kukus gandum" kata Lia sambil mengambil kantong belanjaan para pria tersebut


Mereka pun tersenyum ketika Lia memakan tahu kukus tersebut dengan lahap dan mereka pun menonton film kartun lucu tersebut dan selang beberapa menit Lexi dan Clara masuk dalam dapur dan membuat susu kunyit untuk mereka bersama karena Lexi memang selalu minum susu kunyit sebelum tidur


setelah selesai membuat susu kunyit 6 gelas mereka pun keluar dan menyuruh meminum susu tersebut sebelum pulang tapi, Lia tidak meminumnya


" Kenapa kau tidak minum, putri kecil" kata Daren


"Aii Daren berhenti memanggilku putri kecil aku sudah dewasa" kata Lia sambil memasang muka cemburu tapi menggemaskannya dan membuat mereka gemas akan tingkah laku Lia, akhirnya refan dan arlan mencubit pipi Lia kanan dan kiri


"Sakit tau," kata Lia sambil mengelus pipinya yang memerah karena di cubit


"Dasar kalian, berhenti mengganggunya dan cepat minum susu mu Lia" kata Lexi


"Tapi aku tidak suka bau kunyitnya menusuk hidung ku" kata Lia


"Iy tuan putri kecil, ini sangat enak ko" kata Daren sambil meneguk habis susu kunyit tersebut


Lia pun mengambil susu tersebut dari tangan Lexi dan ragu-ragu untuk mencobanya dan dengan terpaksa mencicipi sedikit, dan yang di katakan Daren dan lainnya memang benar ini sangat enak. Lia pun langsung meneguk habis susu kunyit tersebut mereka pun langsung tersenyum, kini Daren Refan dan arlan pulang karena jam telah menunjukkan pukul 08:50 hampir jam tidur para wanita tersebut jadi mereka pun pamit agar para wanita tersebut istirahat dengan tenang.


 


Kini lagit masih gelap\-gelap dan jam menunjukkan pukul 04, kini Lia Lexi dan Clara sudah mandi dan kini mereka telah siap untuk solat, dan kini mereka telah selesai solat dan Lia kini telah berada di depan meja riasnya dan mempoles make up yang sangat tipis karena lia memang tidak terlalu suka kalau make\-upnya terlalu menor ke kampus


Mereka bertiga kini berada di depan meja makan dan sedang sarapan pagi bersama dan setelah sarapan mereka menunggu para sahabat laki\-lakinya dan selang beberapa menit mereka kemudian datang,, kali ini mereka hanya menggunakan mobil KIA Grand Sedona mobil itu merupakan refan dan itu salah satu koleksi mobil termurah refan dan mereka pun langsung menuju kampus.


Kini jam makan siang, lia and her best friend telah memutuskan untuk makan di apartemen Lia, karena iy sangat jengkel karena terlalu banyak bahan makan di dapurnya dan itu pasti akan rusak jika tidak segera di masak.


kini mereka sampai di apartemennya Lia Lexi dan Clara telah di dapur dan mulai memasak dan para laki-laki ada di ruang tamu dan sedang bermain game online bersama,, beberapa menit pun berlalu semua jenis makan telah tersedia dan ketiga pria itu langsung menuju ke meja makan karena dari harum makan tersebut.

__ADS_1


Tok...Tok...Tok,, Saat mereka asik menyantap tiba-tiba ada yang mengetuk pintu apartment Lia


"CK,, siapa sih" kata Daren kesal karena sangat menikmati makanannya


Lia pun baru saja ingin berdiri tapi Arlan sudah menyuruhnya duduk kembali,


"Biar aku yang bukain, makan saja Lia" kata Arlan dan lia pun akhirnya duduk


Saat arlan membukakan pintu iy pun kaget karena sosok pria dan wanita cantik nan anggun di sampingnya walaupun sudah berumur masih tampak aura kepemimpinannya memancar


"Eh, tu..tu..tuan silahkan ma..masuk" kata arlan dengan gugup


"Tidak usah gugup, panggil saya om saja" kata papi


"Iy tuan, eh.. maksud saya om" kata arlan yang masih gugup


"Nak, dimana Delia" kata mami Lia


"Oh, kami sedang makan siang Tante" kata Arlan sopan


"Oh, baiklah ayo kita liat Delia pih" kata mami


"Baiklah"


Kini Arlan menuju meja makan bersama orang tuanya Lia, saat Lia melihat Arlan masuk iy juga melihat papi dan mami-nya masuk


"Oh,, ternyata mami yah" kata Lia sambil ingin berdiri tapi mami-nya sudah menyuruhnya melanjutkan makannya bersama temannya


"Yasud, kalian lanjut makan mami mau ke ruang tamu" kata mami


"Oh, Oky mi."


Selang beberapa saat kini Lia keluar bersama dengan sahabatnya kini mereka tidak gugup lagi karena kehangatan orang tuanya Lia saat berbicara bersama sahabatnya dan orang tuanya Lia pun menganggap mereka semua seperti saudara Lia.

__ADS_1


 


__ADS_2