Anak Sang Penguasa Kembali

Anak Sang Penguasa Kembali
sakit


__ADS_3

Hari ini pekerjaan di di kantor sangat menumpu, karena beberapa hari terakhir ini iy sangat sibuk dengan urusan keluarga dan masalah lainnya.


Lia pun menelpon refan agar mengantarnya ke kantor karena mobilnya sedang di bawa anak buahnya untuk di servis dan iy juga malas naik mobil lainnya, akhirnya iy meminta refan mengantarnya


"**Halo, fan anter gue ke kantor dulu dong" *Lia


"Oky, gue otw sama si Daren" *Refan


"Yaudah makasih ya*,"


"Oky*,"


Panggilan pun berakhir, beberapa menit kemudian refan dan Daren pun telah sampai di apartemen Lia dan Lia pun segera masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang mobil dan sedang fokus pada laptop canggihnya itu refan dan daren yang mengerti keadaan pun tidak banyak bicara dulu,


Saat sampai di butiknya Lia masi sibuk berkutat-atik dengan laptopnya dan refan yang melihat itu merasa khawatir, karena Lia pasti akan lupa istirahat jika bekerja


"Li, dah sampe" Daren


"Oh, maaf gue gak nyadar,, sibuk sama laptop soalnya" Lia


"Li, Jangan lupa istirahat, trus makan tepat waktu, dan bla...bla...blaa" refan trus mengoceh kepada Lia dan Lia pun menggeleng-geleng kepala terhadap sahabatnya yang satu ini. bagaimana tidak refan merupakan salah satu pria tertampan di kampus dan juga sangat dingin terhadap wanita.


"Wahh, Daren aku baru tahu ternyata pria tertampan di kampus dan kaya es balok ini sangat cerewet" kata Lia sambil menggoda refan


"Hahaha,, kau benar tuan putri kecil iy ternyata sangat cerewet" kata daren tertawa puas karena refan merupakan sedingin es balok


Lia pun masuk ke butiknya dan para karyawan pun langsung menyambutnya sopan dan ramah, karyawan pun tau tentang Lia pemilik butik Queen ALX dan sudah melakukan kontrak kerja sama dan merahasiakannya.


Dan kini refan masi khawatir karena takutnya Lia akan melupakan makan siang dan asam lambung Lia akan kambu jika telat makan, daren juga sama halnya jadi iy memutuskan ke kantor Arlan karena pekerjaan Daren dan refan telah selesai duluan.


"Arlaanannn,!!!!," Daren berteriak sangat keras saat masuk ke ruangan Arlan dan Arlan pun langsung melempar buku tebal ke arah Daren tapi malah mengenai refan


"Ehh,, maaf yah bro, tadi gue mau lempar ke daren malah kena ke elo" kata Arlan dan refan hanya menatap tajam Arlan


"Hm" singkat jelas dan padat Refan


"Oh iy, ada hal penting apa sehingga Lo kesini"

__ADS_1


"Gini tadi gue antar, Lia trus dia kayanya sibuk banget. gue takutnya nanti iy telat makan lagi."


"Lo ingat kan, saat iy telat makan saat bekerja waktu asam lambungnya kumat" tambah refan


"Iy sih, muda-mudah Lia baik-baik saja" kata arlan dan mereka pun membantu arlan dengan berkas-berkas miliknya karena mereka akan berangkat bersama untuk meeting bersama client di luar


kini jam menunjukkan pukul 1 siang dan Lia masih fokus di depan laptopnya, pak delvin pun telah memberitahukan Lia untuk istirahat dan makan siang terlebih dahulu tapi, iy tidak mempedulikannya


"Nona, istirahatlah sebentar ini waktunya makan siang nona" kata pak delvin


"bapak makan siang saja terlebih dahulu, oh iy pak apa saja hari ini" kata Lia tanpa mengalihkan perhatian ke laptopnya


"Jam makan siang ini nona akan bertemu client di restoran, iy ingin bertemu langsung dengan nona" kata pak delvin dengan sopan


"CK, siapa nama client tersebut" kata Lia kesal karena iy paling tidak suka jika ada yang mengetahui identitas dirinya


"Tuan Henry Albert Clinton,"


"Apa bapak sudah mencari tahu tentang client ini" kata Lia yang masih fokus pada laptopny


"Oky, baiklah kita berangkat sekarang ke restoran sekarang" kata Lia sambil membawa laptopnya


"Nona apa anda baik-baik saja, anda terlihat pucat dan lelah" kata pak delvin dengan raut wajah yang terlihat khawatir


"Saya tidak apa-apa mungkin karena lembur tadi malam, baiklah pak ayo jalan"


Lia kini telah sampai di restoran tempat iy membahas kerjasama dengan pengusaha tersebut, semua orang yang ada di restoran tersebut terkesima melihat Lia bagaimana tidak, Lia terlihat sangat cantik anggun dan dingin karena rambutnya terikat dan itu menambahkan kesan dewasa dan dingin Lia


Lia kini merasa lambungnya kumat lagi tapi iy masih berusaha terlihat baik-baik saja dengan ekspresi wajah yang dingin.


"Maaf membuat anda menunggu tuan Henry," kata Lia saat melihat Henry duduk di ruang VVIP di restoran tersebut


"Baiklah saya akan memaafkan anda kali ini, sekarang mari mulai membahas kerjasama tersebut" kata Henry dingin dan tanpa melihat Lia


Lia pun langsung duduk dan mulai membahas kerjasama tersebut tapi tiba-tiba saja, dadanya serasa terbakar dan tiba-tiba saja suaranya serak dan tenggorokannya sakit.


"Nona apa anda baik-baik saja" kata pak delvin yang melihat Lia memegang dadanya

__ADS_1


"uhuk...uhuk, tenggorokan saya hanya sedikit sakit pak" kata Lia


"Apakah anda telah sarapan nona" kata pak delvin karena iy mengetahui penyakit asam lambung Lia Kambu.


saat Lia ingin menjawab pak delvin tiba-tiba saja,,


Brukk..


Lia pun pingsan tapi untungnya dengan cepat Henry segera memegang Lia sehingga Lia tidak terjatuh ke bawah, Henry pun panik dan khatir langsung mengangkat Lia masuk ke mobilnya dan melajunya ke rumah sakit.


Tidak lama kemudian Lia akhirnya sampai di rumah sakit milik keluarga Henry di kota A, dan pak delvin dengan asisten Henry pun mengikuti Henry dari belakang dan Henry yang di kenal sangat dingin dan sangat tidak suka di dekat wanita akhinya khawatir gara-gara lia. Henry seperti menggila saat memanggil suster karena terlalu lama datang


Saat para perawat sampai iya langsung di maki-maki oleh Henry, asistennya yang melihat kejadian itupun langsung kaget karena tuannya itu tidak pernah sekhawatir itu terhadap wanita tapi sekarang seperti orang gila.


Saat Lia sedang di tangani oleh dokter, Henry sangat khawatir dengan kondisi Lia,


"Tuan, tenanglah" kata asisten Henry


"Pak delvin, apa yang sebenarnya terjadi terhadap Lia" kata Henry


"mungkin nona tidak sarapan pagi, mungkin lambungnya kumat" kata pak delvin sopan tapi terlihat sangat khawatir


"Saya akan menelpon seseorang dulu, tuan" kata pak delvin dan Henry pun hanya mengangguk


Pak delvin menelpon Arlan karena iy memang sempat menjalin kerjasama bersama dan mengetahui hubungan sahabat antara Lia dengan Arlan.


"Halo, pak Arlan" Pak delvin


"Iy, ada apa pak delvin. apa Lia baik-baik saja*" kata arlan khawatir karena mendapatkan telpon dari pak delvin yang menganggap asistennya Lia


"No..nona masuk rumah sakit" kata pak delvin sambil terbata-bata


"*A...A...APAAA!!!!, Rumah sakit mana tolong share lokasi cepat pak" kata arlan


"Baik tuan*"


Arlan pun langsung memutuskan telpon dengan sepihak dan pak delvin pun dengan segera mengirim lokasi rumah sakit tersebut

__ADS_1


__ADS_2