Anakku Mak'Comblangku

Anakku Mak'Comblangku
03. Tetangga rasa Saudara


__ADS_3

“ Den Adit, nanti ada rencan mau keluar lagi nggak, den?” tanya pak Min di balik setir sambil melirik Adit yang ada di sebelahnya.


“ Enggak pak, saya mau belajar nanti. Enggak ada rencana mau kemana-mana. Emang kenapa pak?”


“ Tuan besar nyuruh saya jemput tuan Rio di bandaran den.”


“ Oyaaa...!!! Saya ikut dong pak.” Adit bersemangat.


“ Adit !! besok ulangan matematika Diiiittt...” Sisil mengingatkan.


" Oh iyaaa pak, saya mau belajar sama Sisil....” Adit menjawab lesu.


🚗🚗🚗


Setelah mengendarai mobil selama kuang lebih 20 menit, Sisil dan Adit sampai dirumah Adit. Pintu gerbang dibuka oleh satpam, membiarkan mobil berwarna putih yang mereka naiki masuk ke dalam halaman.


“ Makasih ya pak Min... Hati-hati dijalan pak. " ucap Adit saat keluar dari mobil putih nya.


“ Sama-sama den. Pak Min pamit ya den Adit, mbak Sisil... " Sahut pak Min yang masih ada di dalam mobil.


“ Dadah pak Min. ” Jawab Sisil yang sudah ada di luar mobil sambil melambaikan tangan.


“ Dit, aku ganti baju dlu ya, nanti aku balik lagi ke sini. ” Pamit Sisil.

__ADS_1


“ Oke. Nanti makan disini aja Sil. Jgn lama-lama ya, laper nih... ”


Sisil yang sudah berjalan menuju gerbang masih sempat mendengar jawaban Adit. Sisil mengangkat tangan nya, menyatukan jari telunjuk dan jempolnya, menyetujui jawaban Adit.


Tidak butuh waktu lama, Sisil sudah ada di rumah Adit lagi. Pakainnya sudah berganti. Atasan kaos hijau lengan pendek dan celana pendek se dengkul, dengan tas kain di pundaknya.


“ Selamat siang tante... ” sapa Sisil saat melihat mamanya Adit di ruang keluarga sedang nonton tv.


“ Ehhh... Ada Sisil... ” Shinta bangun dari duduknya, menghampiri Sisil. Mencium punggung tangan kanan Shinta. Shinta tersenyum, dia senang melihat Adit bergaul dengan Sisil. Karna Sisil gadis yang sopan. Dirangkul nya pundak Sisil.


“ Kamu pasti belum makan siang kan ?"


" Belum tante."


" Ayo, ikut makan disini yaaa... ” Ajak Shinta.


“ Bibi, tolong panggilin Adit di kamar nya yaaa, bilang Sisil udah dateng. " Perintah Shinta ke pada asisten rumah tangganya.


Belum sempat bibi mengiyakan, Adit sudah turun dari lantai 2.


“ Adit di sini maaa...”


“ Yuk kita makan...!” ajak Sinta saat melihat Adit.

__ADS_1


“Tante bikin perkedel kesukaan mu, makan yang banyak yaaa... ” kata Shinta ke Sisil.


“ Maaaa !!! Anak mama tu Adit bukan Sisil. Kok cuma Sisil yang di bikinin makanan kesukaan ? ” protes Adit .


" Duh... anak mama gitu aja kok baper sih... Ayam goreng kecap kaaannn?” sambil menunjuk ke arah Adit.


“ Tenang ajah... Sudah mama siapin di meja makan tuaaaannnn....” ledek Shinta.


Sisil dan Shinta tersenyum lucu melihat Adit yang memajukan bibirnya beberapa senti karena mengira mama nya lebih perhatian ke Sisil dari pada anaknya sendiri.


...


Adit, Sisil dan Shinta sudah mulai menyantap makanan yang ada di meja makan.


" Gimana kabar ibu Sil ?" tanya Shinta.


" Ibu baik tante, hari ini pulang nya agak sore. Ada lembur di toko buku katanya tante." cerita Sisil.


" Nanti pas pulang, tante titip ini ya buat Ibu." kata Shinta sambil menepuk sebuah kotak.


" Tadi tante sengaja masak rendang banyak, buat kamu sama ibu, trus nanti juga ada om nya Adit mau datang dari Australi, katanya kangen sama rendang buatan tante yang super enak..." cerita Shinta, membanggakan masakan buatannya.


" Makasih ya tante..." Sisil tersenyum.

__ADS_1


Meskipun Keluarga Adit sangat kaya, tapi tidak pernah sekalipun mereka merendahkan Sisil dan ibunya. Bahkan tidak jarang mereka mengundang Sisil dan ibu untuk makan atau sekedar ngobrol dengan mamanya Adit di rumah. Mereka sudah seperti tetangga rasa saudara.


🍽🍽🍽


__ADS_2