Anakku Mak'Comblangku

Anakku Mak'Comblangku
06. Mogok


__ADS_3

Suara mobil menderu, berbaur dengan kesibukan semua orang yang ada di jalan raya. Pemandangan yang selalu berulang di setiap pagi.


Disalah satu mobil di jalan raya itu, ada Adit dan Rio.


“Nanti pulang sekolah, Adit dijemput Pak Min, apa dijemput sama Om Rio?”


tanya Adit.


“Kamu maunya sama siapa?” Rio balik bertanya, dan masih fokus dengan jalan raya yang macet.


“Ya sama Om Rio lah...hehe”


“Siap laksanakan!!!” Rio melirik ke arah Adit disebelahnya.


Mobil yang Rio kendarai mulai melambat memasuki kawasan persekolahan, kemudian berhenti didekat gerbang sekolah Adit.


“Itu Sisil....” Tunjuk Adit ke arah depan mobil


Rio mengikuti arah yang ditunjuk Adit. Dia melihat seorang anak perempuan sedang turun dari motornya, anak itu memperlihatkan senyum yang cerah ke pengemudi motor, kemudian mencium punggung tangan pengemudi itu. Mereka saling melambaikan tangan sesaat, sebelum akhirnya si anak perempuan memasuki gerbang sekolah. Sang pengemudi motor pun berlalu.


Adit yang ternyata sudah ada di luar mobil, mengetuk kaca jendela pintu mobil.


kaca mobil di buka otomatis oleh Rio yang ada di balik kemudi.


“Om Rio, Adit masuk dulu yaa... Makasih Om udah nganterin Adit... Daaahh....” Adit melambaikan tangan ke arah Rio. slSetelah berpamitan, Adit menyusul Sisil masuk ke dalam gerbang sekolah.


✋✋✋

__ADS_1


Cuaca pagi ini sangat cerah. Tapi tidak dengan Lala.


Jam ditangan nya menunjukan pukul setengah delapan.


Lala menatap motornya yang dia parkir dipinggir jalan. Motornya mogok. Entah apa yang salah. Lala sama sekali tidak paham. Lala mencoba menghubungi seseorang lewat ponsel nya.


“Hallo, selamat pagi Pak. Ini saya Lala, Pak.....” kata Lala saat ada suara pria di ponselnya.


"...."


“Maap Pak, motor saya mogok, sepertinya saya akan terlambat Pak....” Lala mendengarkan suara pria dengan seksama.


"....."


“ Trimakasih Pak. Selamat pagi.” Setelah menutup sambungan ponselnya. Lala menghela nafas lesu.


Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Jalanan tampak sepi, Lala Mendorong maju, menuntun motornya yang mogok. Berharap ada bengkel di depan sana.


Kaya pernah lihat....tapi siapa yaa....kayaknya motornya mogok.... batin Rio.


Rio melihat motor yang sedang didorong di depannya. Ia berinisiatif membantu.


Setelah memarkirkan mobilnya beberapa meter didepan motor yg sedang didorong, Rio mendekati perempuan yang sedang mendorong motor.


“Maaf, motornya kenapa? boleh saya bantu?”

__ADS_1


“ehh... iya boleh banget...” Lala tidak menolak.


“Enggak tau kenapa nih mas. Bensinnya full kok.” Nafas nya terengah-engah. Wajahnya memerah terpapar sinar matahari. Lala sudah cukup jauh mendorong motornya.


Rio mengamati Lala yang sudah bermandi keringat.


Berantakan gini aja cakep, ya ampuuunnn... Suara hati Rio.


“Boleh saya cek?” tanya Rio sambil mengambil alih motor Lala.


Kembali berusaha fokus pada motor yang mogok.


“Silahkan mas.” Lala membiarkan Rio memeriksa motornya mendudukan dirinya di pinggiran trotoar.


Setelah beberapa saat Rio mengotak atik motor. Motor Lala pun bisa hidup kembali. Mata Lala terbelalak tak bisa menutupi rasa senangnya.


“makasih banyak ya mas...” ucap Lala.


“Rio... nama saya Rio.” Rio memperkenalkan diri.


“Ooo... Makasih banyak ya mas Rio buat bantuannya, saya Lala.” Mereka pun berkenalan.


“Mudah-mudahan tidak mogok lagi yaa.” Rio menepuk motor disampingnya.


“Amiiinnn.... Saya permisi duluan mas Rio. Terima kasih sekali lagi.” Senyum Lala tulus.


Rio pun membalas senyum Lala dengan senyum manisnya.

__ADS_1


🆘🆘🆘


__ADS_2