Anakku Mak'Comblangku

Anakku Mak'Comblangku
05. Om Rio


__ADS_3

“Om Rio..... Kapan nyampe?” Tanya Adit kepada pria yang lagi tiduran di kasurnya Adit.


Adit duduk di karpet yang ada di sebelah kasur.


“Udah dari tadi, pas kamu lagi sama pacar kamu di halaman belakang.” Pria yang disebut Om Rio menjawab.


“Ihhh bukan pacar tau.... Itu sahabat Adit. Namanya Sisil, Om.” Adit menjelaskan.


Rio menggunakan kedua tangannya sebagai bantalan kepala. Tidak tidur, karena tidak mengantuk. Hanya mengistirahatkan tubuhnya yang pegal karena perjalanan jauh.


“Om, lama kan disini?” tanya Adit lagi


“Adit maunya Om lama tinggal disini apa enggak?” Rio yang ditanya malah balik bertanya. Membalikkan badannya menghadap ke arah Adit.


“Ya maunya Adit sih, Om Rio tinggal aja disini terus.”


“Masa? Serius mau Om tinggal disini? Kenapa?”


“Iya Om, biar ada yang nemenin Adit main. Nemenin jalan-jalan. Soalnya Papa jarang ada waktu buat main sama Adit Om. Sibuuuk teruus... Rencana jalan-jalan ke Jogja, buat liburan besok juga batal gara Papa harus kerja.” Cerita Adit sedih, menghembuskan nafas dengan kasar. rasa kesalnya tadi pagi seolah dibangkitkan lagi.


“Maapin Om ya Dit.” Rio beranjak dari tidurnya, duduk dipinggiran kasur. Kemudian tangannya mengusap pucuk kepala Adit.


“Kenapa Om minta maap?” Adit mengeryitkan dahi nya.


“Om janji deh, mulai sekarang, Papanya Adit, bisa punya waktu main lagi sama Adit.”


“Emang bisa? Gimana caranya, Om?” Adit bersemangat.

__ADS_1


“Ada deehh...” Rio melangkah keluar kamar.


“Mau kemana Om?” Adit agak berteriak, agar Rio yang sudah diluar kamar mendengar.


“Mandi! Udah sore.” Rio juga mengeraskan suara.


“Kamu juga mandi gihh... Bau matahari tuuu....!!”


💦💦💦


Diruang keluarga, Rio dan Rama duduk di sofa, Shinta datang dengan Bi’Ijah sang asisten rumah tangga. Bi’Ijah membawa nampan berisi teh dan kue kering.


“ Rio besok kamu mulai ngantor ya !” Rama berbicara pada Rio yang duduk di sebelahnya.


“Aku enggak lama disini mas, mungkin Cuma sebulan.” Kata pria yang dipanggil Adit dengan sebutan Rio.


“ Enak ajaaa... Kamu harus masuk kantor Yoo. Aku enggak mau repot sendiri ngurusin perusahaan !” Rama langsung protes.


“Iyaaa...iyaa aku becanda kok. Aku udah siap masuk kantor. Tapi minggu depan aja ya mas.” Pinta Rio.


“Nah gitu dong. Oke, minggu depan aku tunggu aksi mu di kantor.” Rama tersenyum senang.


“Mas Rio mau tinggal dimana rencana nya?” tanya Shinta setelah menyesap teh hijau miliknya.


“Aku tinggal di apartemen aja. Sayang apartemen di tinggalin kosong terus.”


“Tapi apartemen mu itu jauh dari kantor lho mas, habis waktu di jalan. Apalagi jakarta macet.” Shinta mengingatkan.

__ADS_1


“Aku udah biasa hidup sendiri Shin.”


“Atau jangan-jangan.... kamu udah punya pacar yaa?” tanya Rama menyelidik. Menatap Rio lekat-lekat, berusaha membaca kejujuran dari gerak-gerik Rio.


“Belom ada Mas.” Rio menyenderkan punggungnya kasar di sofa.


“Perlu aku jodohkan sama temen-temenku??” Shinta dengan nada semangat.


“Enggak usah. Orang ganteng gini kok.” Sambil membuat lambang V dengan jari telunjuk dan jempolnya di dagu.


“Hellleeehhh.... Ganteng sih ganteng.... tapi jomblo.” sambil memalingkan wajah jengahnya, Shinta meletakkan cangkir tehnya yang sudah kosong.


“Jomblo bukan sembarang jomblo. Tapi jomblo berkualitas!!” Rio tidak mau mengalah.


“Preeet..!!” Shinta mencibir.


Rama menggelengkan kepala melihat kelakuan istri dan adik iparnya. mereka kalo jauh saling merindukan. tapi, kalo ketemu selalu saling meledek.


☕☕☕


Keesokan hari...


“Om, anterin Adit ke sekolah yaa.” pinta Adit.


“Oke, sekalian Om mau ngerapiin barang2 di apartemen.” Rio menyetujui.


“Nih, pake mobil ku aja Mas.” Shinta melemparkan kunci mobil ke arah Rio. Dengan tangkas Rio menangkapnya.

__ADS_1


“Adit berangkat ya Ma.” Adit mencium punggung tangan Mamanya.


🚗🚗🚗


__ADS_2