Andai Dia Memiliki Rasa Yang Sama

Andai Dia Memiliki Rasa Yang Sama
qBab 13 canggung dan kaku


__ADS_3

Β 


Abel berjalan dengan merapikan kembali rambut nya yang sempat tergerai gara gara kelakuan sang kakak kelas tadi.


Β 


"loh..... kenapa??? lutut kamu memar,siku kamu berdarah bel!!"pekik Dwi khawatir dengan keadaan sahabat nya itu.


"gue di serang Niken tadi,,,,, gila tu anak! padahal gue udah ngehindar sejauh mungkin biar gak ada urusan sama dia....tetep aja dia gak suka ama Gue!!"Abel menghembuskan nafas panjang....


"ya Allah.....obatin dulu tuh, dan beresin tu rambut!!"Dwi khawatir dengan mengambil buku yang Abel bawa membantu nya untuk mengobati luka dan membawa nya ke perpustakaan.


Sampai di perpustakaan,Dimas yang kaget segera mendatangi Abel dengan raut muka cemas.


"kamu kenapa bel????"Dimas mengambil buku yang Dwi dan Abel bawa.


"ehehehehheheh...jatuh mas,gpp kok!!! Abel mau balik in buku,"jawab Abel santai dan Dimas percaya saja tapi tetap ada gurat khawatir pada wajahnya. sedangkan Dwi hanya diam menahan kesal dan menggeleng.


Dwi mengoles salep memar pada lutut,dan memasang hansaplast pada siku Abel yang terkena cakaran kuku kakak kelas nya tadi.


"apa mungkin dia masih dendam tentang Aslan???"tanya Dwi tiba tiba, Abel hanya mengendikan bahu masa bodo.


Niken adalah mantan kekasih Aslan tetangga Abel yang sering bgt rusuh sama Abel, awalnya Abel dan Aslan seperti kakak ber adik yang rukun dan meskipun Abel sering di gangguin Aslan tapi dia tetap saja dekat dan tidak menjauhi Aslan seperti saat ini.


Niken yang salah paham pada Abel karena di putuskan oleh Aslan,mengira Abel lah yang menyebabkan hal itu terjadi.


sejak kejadian itu, Abel jadi lebih memilih menjauhi Aslan karena Abel selalu jadi kemarahan Niken.


Dan yang tidak Abel habis pikir, kenapa Niken selalu membencinya... padahal Abel sudah tidak lagi dekat dengan mantan kekasih nya itu.


"wi'.....lu gak usah ngomong apa apa sama bang Aslan ya!!gue gak mau makin rudet!"


mohon Abel pada sahabat nya itu,dan Dwi pun meng iyakan permintaan sahabat nya itu.


"owh...ya....lu mau ajakin gue kemana???"


tanya Abel lagi.


"jalan jalan dong, setelah dua Minggu stress liatin materi, gue butuh penyegaran!!"pekik Dwi antusias.

__ADS_1


Ting....


satu pesan masuk ke ponsel Dwi


πŸ“© lovely : sayang aku udah di depan!!!


πŸ“¨me:ok....one minute πŸ€—πŸ€—πŸ€—


selesai membalas pesan, Dwi menarik tangan Abel.


"yuk!!!! time to seneng seneng!!ingetin,gak boleh nolak, apapun itu!"perintah Dwi terkesan memaksa dan di ikuti seringainya.


"kenapa perasaan gue gak enak ya???"tanya Abel polos dan Dwi hanya terkekeh.


mereka sampai di depan gerbang sekolah dan seperti yang Abel pikir, perasaan nya benar.


Abel memandang motor David dan Rendra bergantian, David yang mengulum senyum melihat tingkah Abel yang seperti ingin memakannya itu geli. sedangkan Rendra tetap cuek meskipun bingung kenapa Abel belum juga naik ke atas motor nya. Ia Dwi benar benar mengerjainya saat ini, dengan posisi dia sudah menempel pada sang kekasih dengan motor sport nya,dan membawa Rendra agar dapat berdua denga Abel. dalam hati Abel merutuki sahabat nya itu dengan umpatan umpatan kesal,tapi tetap setenang mungkin di perlihatkan ekspresi wajahnya.


"bel....naik sono....! cepetan gue udah laper"


pekik Dwi santai sambil tersenyum mengangkat dagu nya menunjuk ke arah Rendra dan motor nya.


"maaf ngrepotin"itu kata kata yang keluar dari mulut Abel, sambil naik ke atas motor Narendra Setyawan.


"it's oke,....pegangan ntar kalo lu jatuh,,,,gue bisa di cincang ma soulmate lu!!!"jawab Rendra dan Abel pun mau tak mau mencengkeram jaket Rendra.


"jantung.... please ya,gak usah lebay!!!di bonceng doang ini,,,,,"


rancau Abel dalam hati,gugup tegang,dan entah apa lagi yang Abel rasakan.


Dan selama perjalanan pun tak ada yang membuka ataupun memulai percakapan selayaknya orang berboncengan lainnya.


Dengan helm yang tadi di pinjamkan oleh Rendra untuk nya,ia lama kelamaan menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya, meskipun terhalang oleh masker yang ia kenakan.


mereka tetap diam, selamat perjalanan,tak jarang Rendra melepaskan tangan kirinya karena kebas dan tak sengaja menyenggol lutut Abel yang sedang menempel di pinggang nya.


Ber kali kali wajah Abel bersemu merah karena hal itu, entah apa yang ia pikirkan dia selalu menggeleng berulang kali.


"eh...."Abel kaget ketika mereka berhenti mendadak karena lampu merah.

__ADS_1


"sorry...lampu merah"jawab Rendra yang menunjukkan lampu merah di depannya.


dan Abel ber o ria menanggapi jawaban Rendra itu.


Mereka kembali diam, melanjutkan perjalanan yang terasa jauh dan tak sampai sampai,


kesabaran Abel pun mungkin sudah di ambang batas dia pun memberanikan diri bertanya pada seseorang yang membonceng nya.


"eumm...maaf!!... kok gak nyampe nyampe sih??? sebenarnya kita mau kemana???"tanya Abel dengan sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah kiri Rendra yang ada di depannya.


"kita ikuti manusia di depan itu...!!!"sambil menunjuk David dan Dwi yang berceloteh ria di atas motor tepat di depannya."gue juga gak tau mau kemana,,,,mereka gak bilang apa apa...!"jawab Rendra dan Abel pun kembali memundurkan tubuhnya dan mengangguk.


"siku dan lutut kamu kenapa???"tanya Rendra sambil tetap fokus mengendarai motor nya.


"hah....oh ini??gak sengaja jatuh tadi"jawab Abel canggung dan kembali ke posisi semula.


"oohhh..."jawab Rendra sambil ngagguk paham.


mereka sampai di tempat tujuan yang adalah pantai pasir putih yang indah, dengan air laut berwarna biru.


"pantai..."gumam Rendra yang masih bisa di dengar oleh Abel.


Abel pun turun dari motor dengan berpegang pada bahu Rendra sambil canggung tentunya.


"Abelllll..... sini...ya Allah.....gue kangen pantai...."pekik Dwi riang dan membawa Abel berlarian menuju ujung pantai yang indah itu.


Abel mengekori Dwi malas, karena masih kesal dengan sahabat nya itu yang sengaja membuat nya berboncengan dengan Narendra.


"kok manyun!!!...gak suka???"tanya Dwi pada sang sahabat.


"arggggg..... ngapain lu bikin gue bonceng tu cowok sih??"kesal Abel sambil mencekek sahabat nya itu.


"tapi seneng kan???kan kan kan!!"goda Dwi pada Abel yang mukanya mulai seperti kepiting rebus.


"kagak.... biasa ajahhh"elak Abel dengan menahan senyum.


"sok sok an,,,,tapi mau"goda Dwi pada sahabat nya itu.


Abel hanya memutar mata malas dengan kelakuan sahabat nya itu, karena sekuat apapun dia ngelak,tetap tak akan menang melawan Dwi.

__ADS_1


__ADS_2