Andai Dia Memiliki Rasa Yang Sama

Andai Dia Memiliki Rasa Yang Sama
Bab 32 In Sha Allah


__ADS_3

Sasya datang dengan merangkul tangan Andrian dan menyalami calon mertuanya.


"Udah sampe Bogor lagi dek???"tanya Andrian pada Abel, Abel tersenyum manis dan mengangguk.


Abel di tarik Dwi ke ruang keluarga untuk menonton on going drakor yang lagi hits saat Ini, sekalian mengenang masa SMA dulu katanya.


Sasya mendekati Abel dan Dwi yang fokus dengan tontonan dan cemilan nya itu, karena Andrian kembali ke kantor.


"Kok kamu di Bogor???bukan nya kamu kerja di Surabaya"tanya Sasya dengan nada sok akrabnya


"Eh....iya kak,,,,aku sengaja cuti buat nyambut baby boy...."jawab Abel antusias dengan mengelus perut Dwi, Dwi hanya melirik sekilas karena dia tak pernah sreg dengan calon kakak ipar nya itu.


Sasya pun hanya ber oh ria.


Sore hari Abel memutuskan pulang kerumahnya, meskipun Dwi kekeuh pengen Abel menginap tapi Abel menolak dengan halus.


"Gue besok kesini lagi,gue pen bobok sama si Freya ....ya...ya...ya....."rayu Abel dengan senyuman maut nya.


"Besok ke sini pagi ya...janji....!!"rengek Dwi dengan bergelayut di lengan Abel.


"Iya...iya...ih...lu tu udah mau jadi mommy...masa kelakuan kek bocah...!!"pekik Abel dengan terkekeh.


"Assalamualaikum..."sapa Andrian yang masuk ke dalam rumah dan mata Abel membulat sempurna karena melihat sosok di samping Andrian,siapa lagi kalau bukan sang CEO Zain AW.


Zain hanya tersenyum simpul dengan tatapan Abel yang menurut nya menggemaskan.


Ingin sekali Zain memeluk gadis itu dan berkata kalo ia sangat merindukan nya,tapi apa daya lamaran nya saja belum dia jawab,jadi Zain harus terus bersabar.


"Unchhhh....ada siapa tuh???"goda Dwi yang menyikut lengan Abel.


Abel menoleh dengan pelototan sebal pada sang sahabat.


"Gue pamit dulu ya... Freya udah nunggu pasti,dia minta jalan malam ini....ma pa Abel pamit yak!!besok Abel ke sini lagi"pamit Abel pada orang tua Dwi dan Dwi.


"Permisi bang, Abel pulang dulu...."pamit Abel pada Andrian dan tak lupa mengangguk pada sang atasan.


Abel berjalan melewati Andrian yang sedari tadi meledek sahabat nya dengan senyumnya, Zain tak mau kehilangan kesempatan segera menyusul Abel keluar dari rumah.


"Iya sayang....ini udah mau keluar kok....kamu tunggu ya!!!nanti kita jalan bareng!!love you"jawab Abel pada telfon di seberang jalan.


"Sibuk sekali manager pemasaran satu ini....!!"ucap lelaki di belakang Abel,dan refleks Abel hampir menjatuhkan ponselnya karena hampir terjatuh.


"Aah.... selamat sore pak...!! Lama tak bertemu,"sapa Abel sopan dan menerima ponsel yang hampir jatuh dari tangan Zain.


"Eummm....kalo gitu saya permisi pak,,,"Abel hendak pergi tapi tangan nya di cekal oleh Zain.


"Mau kemana kamu???"tanya Zain dengan wajah dingin.


Abel menyerngit heran,dan mencoba melepaskan cekalan kencang itu.


"Ma....mau pulang pak,,,,aduh pak,lepas sakit..!"Abel mencoba melepaskan dan Zain melepaskan cekalan itu


"Maaf....kamu tadi janjian sama siapa???"


Tanya Zain lagi dengan wajah yag tetap dingin dan dengan nada yang agak tinggi.


"Ih...kok bapak gini sih, terserah saya dong pak,mau saya janjian sama siapa aja...saya janjian sama keponakan saya,dia minta quality time sama saya...!!!...puas???"jawab Abel kesal, sebenarnya Abel tak tau apa yang ia rasakan entah bahagia atau kesal,tapi tadi ia sempat senang melihat wajah tampan itu, setelah beberapa hari tak melihat nya.


"Oh....oke,...hati hati"jawab Zain santai


Abel pun mendengus kesal dan segera melajukan motornya, untuk pulang kerumahnya yang memang jarak nya tidak terlalu jauh dari kediaman Dwi.


"Dri...kue kejar masa depan dulu,,,,mari om,tan..."pamit Zain pada keluarga Andrian.


"Bang....emang bang Zain serius sama Abel???"tanya Dwi dengan sedang memakan cemilan kesukaan nya.


"Seperti nya iy,,,,,dia terlihat sangat menyukai Abel, sejak pertama kali dia liat Abel nginep di sini pas acara 7 bulanan kemaren"jawab Andrian.


"Yah.....semoga mereka berjodoh deh,mama pengen liat Abel bahagia....yah meski sebenarnya mama masih berharap banget kalo yang jadi mantu terakhir mama itu Abel"giliran mama Dwi yang berbicara.


Dwi hanya tersenyum ke arah Andrian yang selalu kesal ketika mama nya membahas soal Abel dan dirinya lagi.


Abel sampai di rumah,dan sedang di tunggu oleh gadis kecil berumur empat tahun yang imut itu.Abel tersenyum dan mencium pipi sang keponakan.


"Lama ya sayang???? Tante mandi dulu ya sayang,baru kita nge mall okehhh"sapa Abel pada keponakan cantik nya itu.


Abel bergegas masuk dan membersihkan dirinya,dia tak sabar jalan berdua dengan sang keponakan.

__ADS_1


"Freya......ayo nak,tante si...."ucapan Abel terpotong melihat suasana ruang tamu sederhana milik nya.


"Pa... Pak Zain...?"Abel kaget dengan kedatangan sang atasan yang teryata sejak tadi membuntuti nya kerumah.


Zain tersenyum tanpa dosa dan itu membuat Abel semakin bingung dan menautkan alisnya.


"Kamu mau keluar sama nak Zain bel??"tanya bapak membuyar kan pandangan Abel pada Zain.


"Eh...."


"Iya pak,,,,tadi katanya Abel mau jalan sama si cantik,dan saya ..."jawab santai Zain dengan kedua alisnya naik menahan senyum pada Abel.


"Oh...hati hati kalo begitu,jangan pulang terlalu malam"ucap sang bunda yang sepertinya menyukai sosok Zain.


"Terimakasih atas izin nya, Pak buk....saya pamit dulu, Assalamualaikum"pamit Zain pada keluarga Abel.


Abel terdiam,dan keluar menuju mobil Zain dan memangku sang keponakan.


Anton dan sang istri hanya tersenyum melihat kelakuan Abel yang nampak kesal.


"Pasang seat belt nya"ucap Zain yang mengingatkan Abel.


"Sayang mau duduk di belakang???"tanya Abel pada Freya.


"Mau duduk cini aja ante,,,,boleh???"


Jawab Freya imut.


"Oh...oke cantik...."jawab Abel mencium gemas pipi sang keponakan.


Melihat hal itu, Zain tersenyum manis entah apa yang ada di fikiran nya hanya tuhan dan dia yang tau.


"Maaf,,,,"ucap Zain lembut sesekali menatap Abel dan kembali Fokus menyetir,


"Ayah ku kena serangan jantung,malam setelah aku ngelamar kamu,dan aku gak konsen sama sekali,aku sama sekali gak pegang hp karena panik beberapa hari"jeda Zain mengambil nafas.


"Hari ini kebetulan ada masalah sedikit di cabang Depok makanya aku mampir ke rumah Andrian karena katanya kamu ada di Bogor.... Padahal aku gak tega tinggalin Ayah yang lagi di ICU"papar Zain panjang lebar dan Abel yang memperhatikan sedari awal hanya memandang Zain iba,dia bingung apa yang harus ia lakukan dan katakan.


"Dan.... mengenai lamaran aku???"sambung Zain Abel refleks menoleh dan kembali menghadap ke depan,dia tampak gugup.


Freya menatap bergantian antara Abel dan Zain,dia tersenyum dan berkata"om ini pacal ante Abel yah???"tanya nya pada Abel.


Sedangkan Zain hanya tersenyum dengan manis mengacak rambut si cantik Freya.


"Kita ke mall ini aja..."Abel bersuara setelah diam selama perjalanan.


"Oke..."jawab Zain segera memarkir mobil ke arah parkiran mall tersebut.


Zain yang cekatan segera menggandeng tangan Freya yang seperti akan berlari masuk ke arah mall, Abel tersenyum melihat interaksi bos dan keponakan nya tersebut, Zain menggendong Freya agar Freya tenang dan tak berlari di dalam mall, karena berbahaya menurut nya.


"Bapak gak capek??? Freya berat loh pak,dia gembul gini"Abel tak enak sambil menoel pipi sang keponakan.


"Gpp...latihan,siapa tau anak kita gembul juga kek Freya"jawab Zain Ambigu.


"Ish...Bapak apaan sih..."ucap Abel kesal dan meninggalkan Zain dia berjalan menuju wahana anak anak.


Zain menurunkan Freya setelah memberikan ticket pada sang penjaga pintu.


"Bapak udah makan???"tanya Abel pada Zain dan Zain menggeleng Abel pun pamit untuk membeli makanan dan minuman,tapi Zain mencekal tangan Abel dia meminta Abel tetap di area bermain untuk menjaga Freya karena dia yang akan mencari makanan untuk mereka bertiga.


Setelah selesai memesan makanan Zain kembali dan duduk di samping Abel.


Abel yang sedang memandang Freya asik bermain kaget menoleh dan kembali memandang Freya setelah tau kalo Zain yang duduk di sebelah nya.


"Makasih udah nemenin kita pak,"sapa Abel memulai percakapan sambil sesekali melambaikan tangan pada sang keponakan.


"Em... bagaimana kabar ayah Bapak??"tanya Abel lagi,dan Zain memandang manik mata Abel, seperti tak dapat membendung hasrat nya Zain seketika memeluk Abel, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Abel, Abel yang membatu berlahan mengusap pelan punggung sang atasan.


"Bell...."ucap Zain pelan di leher Abel


"Hemmmm"gumam Abel.


"Jangan tinggalin saya"sambung Zain membuat nya membeku.


"In sha allah"jawab Abel dan Zain mengurai pelukan cepat,wajah berbinar dan Abel tersenyum canggung.


"Terimakasih"jawab Zain dengan senyum merekah dan memeluk Abel erat.

__ADS_1


Tak lama pesanan mereka datang, Zain memesan makanan Nusantara, seperti nasi pecel ayam,ikan kakap goreng tepung,sambal matah dan lain lain.


"Pesen nya banyak bgt pak"pekik Abel melotot pada makanan di depannya.


Zain menyerngit, memandang Abel.


"Kalo kamu panggil aku Pak lagi,,,aku cium kamu bel sumpah"gertak Zain dengan menatap lekat Abel, Abel hanya mematung bingung.


"Lah... terus aku panggil apa???"tanya Abel bingug.


"Mas"jawab Zain singkat dan langsung memakan makanan di depannya, Abel hanya melirik Zain dengan tatapan aneh.


Abel mendekati Freya dan mengajak nya makan terlebih dahulu,


Dengan telaten Abel menyuapi sang keponakan cantiknya itu, Zain yang sesekali menggoda Freya, dengan menoel pipi nya yang gembul karena Freya duduk di pangkuan nya.


"Udah sayang??... udah kenyang???ini minum dulu,nanti main lagi"Freya pun mengangguk tersenyum dan kembali ke area bermain.


Saat Abel tersenyum, sesekali memukul lengan Zain,dan kembali menatap si cantik Freya.


"Kamu panggil Freya,udah cukup main nya,ntar dia kecapean"perintah Zain pada Abel.


Abel pun membawa Freya dan merapikan rambut serta sepatu sang keponakan.


"Kita kemana lagi?"tanya Zain pada Abel.


"Aku mau beli mainan ante"si kecil Freya langsung menjawab pertanyaan Zain seketika Zain menggendong tubuh mungil gadis kecil itu.


Dan membawa nya masuk ke toko mainan kemauan.


Freya antusias memilih, Zain merangkul pinggang Abel posesif.


"Jan kek gini ah,,,,malu"Abel berusaha melepas tangan Zain.


Tanpa di duga, Zain malah memeluk nya erat dari belakang sambil terkekeh.


Abel yang kesal hanya menghentak kaki,dan mencubit tangan Zain dia pun berlalu menuju keponakan cantik nya .


Setelah kelelahan akhirnya si Kecil Freya tertidur di gendongan Zain,


Sampai di mobil Abel menggendong Freya dan memangku nya duduk di sebelah Zain di samping kemudi.


Hening di perjalanan, sesekali Zain menoleh tersenyum dengan behagia.


"Cuti nya dua Minggu???"tanya Zain tiba tiba.


"Iya....mau nemenin baby boy,biar emaknye gak riweuh"jawab Abel tersenyum.


"Setelah nanti baby boy lahir,,,,,kita ke Bandung ya..."pinta Zain dan Abel menoleh sembari menautkan alisnya.


"Ke Bandung???ada apa?"tanya Abel bingug.


"Ketemu Ayah dan Bunda "jawab Zain singkat dan santai.


Abel menoleh refleks dan membulatkan matanya.


"Cepet banget..."itu kata kata aneh yang keluar dari mulut Abel.


Zain terkekeh dan mengelus puncak kepala Abel sayang.


"Kamu pikir saat saya melamar kamu tempo hari saya itu main main..hum...???"


Ucap Zain dengan senyum sejuta watt nya.


"Tapi kan bapak sama bunda aku belum tau"


Abel mencoba bernegosiasi.


"Aku udah minta kamu,sama orang tua kamu tadi,dan mereka setuju apapun jawaban kamu..."


Abel melongo dengan jawaban Zain yang membuat nya kehabisan kata kata.


"Tapi.... tapi aku beloman siap mas....!!!!aku takut kalo orang tua kamu gak suka sama aku"Abel mencoba bernegosiasi lagi dan hanya dapat kekehan dari Zain.


"Kamu tenang aja,,,,, mereka pasti suka kok...kamu tenang aja"Zain pun masih betah dengan senyuman nya.


"Manis nya.....panggil mas lagi dong"goda Zain pada Abel dan menoel hidung nya.

__ADS_1


"Au ah....aku kesel...."Abel memalingkan muka memandang keluar.


Zain yang terkekeh menggeleng kepala nya melihat tingkah Abel.


__ADS_2