
Riuh sudah sejak pagi Abel berjibaku di acara Dwi, setelah semalam dia tidur di rumah orang tuanya yang memang tak jauh dari rumah Dwi.
Dia berangkat pagi buta untuk membantu persiapan apapun di rumah sahabat nya itu.
Setelah selesai membantu dia bergegas ke kamar tamu untuk mengganti pakaian dan menyegarkan tubuh nya, karena sebentar lagi acara akan di mulai.
Tiga puluh menit Abel selesai bersiap dan kini ia ada di kamar Dwi membantu Dwi memakai hijab dan gamis untuk acara pengajian tujuh bulanan, Abel merias Dwi sedemikian rupa hingga tampak mangklingi.
Abel dan Dwi memakai gamis dengan warna senada tapi dengan model berbeda, David dan keluarga pun memakai pakaian dengan warna senada pakaian Dwi karena memang sudah di siapkan seragam sebelum nya.
Abel menggandeng Dwi untuk duduk di ruang tengah yang sudah di sulap sedemikian rupa oleh IO terpercaya keluarga Dwi. Setelah Abel mendudukkan Dwi di tengah tengah para ibu ibu yang akan memulai pengajian Abel permisi untuk mengangkat telfon yang sedari tadi bergerak di kantong gamis nya itu."gue angkat telfon dulu,ntar gue kesini lagi"
Pamit Abel pada sang sahabat, Dwi pun mengangguk.
Setelah beberapa menit kemudian Abel selesai mengangkat telepon dari Asri sang asisten dia bergegas kembali ke tengah acara,tiba tiba.....
Brrukkk....
"Aw....Sakit"teriak bocah laki laki tampan berumur tiga tahunan, berbadan gemuk putih.
"Aduh....maaf sayang...!!!ya Tante gak sengaja''sesal Abel membantu anak kecil itu bangun dengan mengelus rambut dan bokong nya yang kelihatan nya memang sangat sakit.
"Gapapa kok ante... Alfen yang salah,gak liat liat adi"jawab anak itu dengan nada khas anak kecil cedal. Abel gemas dan mencium pipi bocah tambun itu dan mengedarkan pandangannya.
"Loh...kamu sama siapa???mama kamu di mana??"tanya Abel pada sang bocah.
"Atu...gak punya mama ante,,,aku kecini ama papa,tu papa di cana ngobol cama om avid"Jawab anak itu lagi, menunjuk ke arah seseorang yang membelakangi mereka karena asyik ngobrol dengan David.
"Oh...anak temennya David!!! ganteng bgt"gumam Abel tersenyum pada sang anak.
"Sayang kamu sendiri an mau kemana??tante antar!"sambung Abel lagi pada sang bocah.
"Atu mau ambil tue itu ant..."sambil menunjuk kue strawberry di belakang Abel,dan Abel pun memberikan kue pada sang bocah,dan menyuruh nya kembali kepada orang tua nya, karena Abel harus menemui Dwi yang sedari tadi menelfon nya tak henti.
Di sisi lain....
"Rend.... thanks bgt udah datang ke acara Gue"sambut David pada sahabat nya itu,siapa lagi kalo bukan Narendra Setyawan.
"Kalo gue sempet itu pasti gue sempet sempetin kali vid...."jawab Rendra santai dengan senyum.
__ADS_1
"Lu sama Tante dan om??"tanya David lagi.
"Ah...aku sama Arfen tu dia..."menunjuk anak yang belepotan makan kue
"Wow...hai jagoan om"sapa David pada Arfen Rendra hanya menggeleng dan menghapus sisa sisa kue yang menempel di mulut anak nya itu.
"Papa... tadi ada ante cantik yang ambilin atu tue ini,,,, atu mau ia adi mama tu pa"oceh Arfen pada sang ayah.
"Hah???tante cantik mana???"tanya Rendra bingug.
David hanya tersenyum menggeleng dengan kelakuan bocah tambun itu.
"Itu....pah...yang Agi betuyin keludung ante wi'"sambil menunjuk ke arah Dwi yang tersenyum dengan Melihat ke arah Abel,tapi tentunya Rendra tak tau kalo itu Abel, David yang sedari tadi diam tersenyum tipis melihat ke arah yang di tunjuk oleh Arfen.
"Yuk Rend acara udah mau di mulai,kita duduk di sana gue mau duduk di sebelah bini gue"ajak David dengan senyum yang tak dapat di artikan Arfen hanya mengangguk pelan dan mengikuti David.
David duduk di samping Dwi dengan mengelus punggung istrinya itu, Abel tersenyum dan kembali duduk di samping kanan Dwi karena David ada di samping kiri Dwi,
Rendra yang tak sengaja mengikuti arah anak lelakinya itu duduk di samping Abel yang juga tak tau keberadaan Rendra di belakang nya, Dwi membulatkan mata sempurna karena melihat Rendra yang sudah berada di belakang Abel, Abel yang memandang nya heran dan tersenyum sambil menanyakan ada apa tapi dengan isyarat tentunya,dan Dwi hanya menggeleng pelan mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
"Ante....atu mau uduk ama ante"Abel di kagetkan dengan kedatangan anak kecil yang tadi tak sengaja di tabrak nya.
"Tu papa"si anak menunjuk sebelah Abel, seketika Abel menoleh dan mendapati Lelaki dengan tampilan menawan,tampan,mapan dengan rahang tegas! seketika Abel kaget.tak jauh beda dengan Rendra dia pun tak kalah kaget dengan apa yang ada di depannya kali ini.
Seorang Abel... seseorang yang dulu pernah ia kecewakan, seseorang yang menghilang tanpa kabar selama enam tahun belakangan, seseorang yang tak akan ia sangka bisa bertemu di acara ini.
Pasalnya saat pernikahan Dwi pun ia tak pernah bertemu dengan Abel.
"I...ini anak kamu???"tanya Abel kaget dan gagap seketika.
"Iya... Arfenio Putra Setyawan... anak aku"jawab Rendra tak kalah grogi.
"Ah....iya"jawab Abel bingug.
"Ante...enal papa ya??"tanya sang bocah yang entah sejak kapan duduk manis di pangkuan Abel.
"Ah...iya....tante dulu temen papa"jawab Abel dengan senyum manis yang membuat Rendra entah tersenyum dengan damai.
"Ante mau adi mama alfen???"pertanyaan anak kecil yang membuat Abel terbatuk.
__ADS_1
"Arfenio...kamu gak sopan,tu tante Abel jadi kaget kan!!!"bentak Rendra pada anak nya dengan pelototan mata,tapi dengan nada rendah yang tak begitu ketara,sang anak ketakutan memeluk Abel seketika.
"Ah...gpp sayang,tante gpp.... Rend gak usah gitu kali,dia anak kecil gak tau apa apa!!!"jawab Abel dan membalas pelukan bocah kecil itu.
Setelah drama kecil itu Rendra yang duduk di samping Abel tidak melewatkan kesempatan untuk sesekali memandang Abel,yang ia anggap makin cantik saat ini,sampai acara selesai,dan ajaib nya bocah kecil tambun itu tertidur di pangkuan Abel dengan nyenyak, Abel pun heran kenapa anak kecil itu begitu diam dan anteng dengan nya.
Selesai acara Rendra pamit dan mengucapkan terimakasih pada Abel karena sudah rela memangku anak laki laki nya di acara tadi. Dwi yang bingung dengan hal ini tentu tidak banyak berkomentar.
Abel yang malam itu berpenampilan cantik, muslimah karena dia memakai hijab tertutup dengan riasan natural,yang membuat seorang Rendra tak bosan menatap nya hingga saat ia akan pamit pulang.
"Maaf ya bel... makasih juga,udah mau di repotin...."ucap Rendra pada Abel.
"Gpp...hati hati ya,,,,bawa anak kecil tidur, jangan ngebut bahaya"ucap Abel sambil mengelus pipi gembul Arfen.
"Iya...gue pelan pelan kok,,,,,, makasih ya!!"ucap Rendra dengan senyum sumringah dan Dwi dan David melihat dengan nada bingug.
"gue kaget..... kenapa tiba tiba Rendra punya anak,dan anak nya udah empat tahun????
wah....banyak kejutan ye Khan???"pekik Abel
menggandeng tangan Dwi mengajak nya ke ruang tengah untuk ber Istirahat.
Mereka sampai di ruang tengah, Dwi duduk di sofa dan Abel selesai membersihkan dirinya dan berganti baju,dia memangku kaki Dwi dan memijat nya perlahan.
"kaki lu bengkak beb....lu harus sering jalan jalan,jangan rebahan muluk...."oceh Abel sambil memijat pelan kaki Dwi dengan minyak zaitun.
"gue jalan-jalan kok.....tapi gak tau dari enam bulan udah gini kalo capek dikit,"jawab Dwi santai dengan memakan cemilan. Abel mengangguk dan dengan sabar masih memijat kaki sahabat nya itu.
"bel..... Bunda mau pulang,kamu mau pulang sekalian ato gimana???"Tanya bunda Abel dari belakang karena beliau membantu mama Dwi di belakang dan menerima tamu tadi.
"biarin Abel di sini bunda....aku masih kangen,
besok dia udah balik ke Surabaya kan???"bukan Abel tapi Dwi merengek pada sang bunda. Bunda dan Abel hanya bisa tersenyum dan menggeleng.
tak lama Bunda Abel pamit untuk pulang,dan di antar oleh supir rumah Dwi.
"itu siapa sih yank???kok gitu bgt sama adik kamu???"tanya sasya yang adalah calon istri Andrian kakak Dwi.
"dia.....separuh aku nya Dwi,,,,kamu tau pas nikahan Dwi, Abel pulang tepat akad selesai, Dwi nangis nya kek di tinggal minggat David... ahahhahah,,,, Abel itu sahabat,rasa kakak,rasa kloningan...cuman dia yang bisa jadiin Dwi jinak."jelas Andrian sambil terkekeh,ada pandangan tak suka pada sasya, karena dia tak sedekat itu dengan keluarga Andrian.
__ADS_1