Andai Dia Memiliki Rasa Yang Sama

Andai Dia Memiliki Rasa Yang Sama
Bab 23 truth or dare


__ADS_3

Abel mengenakan dress selutut berwarna peach dengan lengan panjang bermotif garis, hels 10 centi berwarna senada dan rambut yang di catok sebelum di kuncir kuda,


Terlihat sederhana tapi, sangat cantik!!!! Ia memandang pantulan dirinya sendiri dan berulang kali mengatakan kata semangat dalam hati,ini akan berakhir akan segera berakhir gumam nya dalam hati, sesekali dia memandang wajah cantik sahabat itu yang sebentar lagi akan ia tinggalkan sendiri di kota Bogor ini.


#flasback on


Abel meminta bantuan pada papa dan mama Dwi agar dia bisa meneruskan sekolah nya di Surabaya,dia berjanji akan membayar Semua hutang budinya nanti, ketika dia sudah bekerja dan tidak akan mengecewakan orang yang telah membantu nya,dia juga meminta izin pada sang ibu dan bapak nya untuk meneruskan sekolah nya di Surabaya dengan tidak akan merepotkan orang tuanya tentunya.


Orang tua Dwi benar benar kaget pada awalnya tapi pada akhirnya mereka setuju membantu Abel dengan tidak banyak bertanya apa masalah sebenarnya,tapi Abel meminta mereka merahasiakan hal tersebut sampai nanti saat Abel benar benar akan pergi.


#flashback off


Kembali ke hari ini malam itu tepat pukul tujuh malam, Abel berangkat ke gedung di mana acara anniversary kedua orang tua Rendra di adakan,dia duduk manis di kursi belakang karena dia nebeng mobil David yang menjemput Dwi tadi.


Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di tempat tujuan


Abel turun dengan tatapan minder dengan orang orang di sekitar, tapi saat matanya mengarah ke pintu masuk dia Melihat pemandangan indah seorang Lelaki tampak gagah dengan balutan kemeja senada dengan dress milik nya tersenyum ke arah nya dan berjalan mendekati nya,


"Lama sekali kalian"sapa Rendra pada nya dan tanpa aba-aba mengalungkan tangan kiri Abel ke lengannya, Abel memandang aneh pada Rendra seperti tak percaya dengan apa yang dia alami saat ini.


"Hei....kamu cantik..."bisik nya lagi hingga membangun kan Abel dari lamunannya.


"Terimakasih"jawab Abel dan berjalan berdampingan dengan Rendra masuk ke dalam aula pesta mewah itu.


Dwi dan David hanya menggeleng tersenyum melihat kelakuan Abel yang tampak seperti orang bodoh.


Abel dan Dwi sedang menikmati hidangan dengan hikmat setelah tadi ia sudah menyapa orang tua Rendra, karena ia memang sudah mengenal nya karena Abel mantan pegawai kakak ipar Rendra.


Rendra mendekati Abel yang sedang berada di dekat meja jamuan bersama Dwi,dengan kedua temannya yang pernah Abel lihat saat Rendra melakukan taruhan konyol ya itu.


Abel hanya memandang datar kepada keempat cowok itu karena kelihatan nya mereka sangat dekat,


Hingga hari semakin larut,tapi ke enam muda mudi itu masih duduk melingkar di meja tamu yang di sediakan, orang orang yang tadi tampak riuh terlihat satu persatu pulang karena pesta memang telah usai.


"Gimana kalo kita main game"pekik Dwi pada ke lima orang yang duduk melingkar di situ.


"Khull....gue setuju"Abel tersenyum manis,ada dua pasang mata yang melihat nya siapa lagi kalo bukan Rendra salah satunya.


Dan di angguki semua orang yang ada di situ, mereka melakukan permainan truth or dare yang biasa muda mudi sekarang lakukan.


Botol mulai di putar,dan pertama mengarah ke arah David.


"******.... truth or dare???"pekik Rendra antusias.


"Truth dong. . . gue kan gentleman"jawab David bangga

__ADS_1


"Oke.....gue yang tanya!!!!"Rendra tersenyum smirk ke arah David"siapa ciuman pertama lu???"Rendra terkekeh dengan pertanyaan nya sendiri.


"Sialan lu...ganti dare aja ah"sambil takut melirik ke arah Dwi yang menatap nya tajam"santuyyyy yank semua nya masa lalu masa kini dan masa depan hanya kamu seorang"goda David yang sebenarnya ketakutan.


Anabella hanya menampilkan mimik akan muntah, dengan kelakuan kekasih sahabat nya itu.


Botol di putar kembali,dan mengarah ke arah Rendra.


Abel dengan gesit melambaikan tangan"aku yang nanya ato kasih tantangan"pekik Abel antusias.


"Dengan senang hati,,,, sayang"goda Rendra dengan tatapan penuh arti tapi Abel menatap dengan datar tanpa ekspresi.


"Oke... truth or dare??"tanya Abel lagi.


"Truth... "Jawab Rendra singkat


"Oke...siap??"Rendra pun mengangguk"apa alasan elu nembak Gue???"Abel menatap intens manik mata Rendra dan Rendra tampak menyerngit kan alis, keempat manusia di situ juga tak kalah kaget dengan pertanyaan Abel terutama Dwi.


"Heh.... kenapa??? pertanyaan gue gak aneh kan???Hem???"Abel dengan polos menatap wajah Dwi yang keheranan dengan pertanyaan Abel.


"Pertanyaan kamu....dan jawaban nya karena aku suka sama kamu,dan pen bareng kamu, makanya aku nembak kamu"jawab Rendra santai dengan senyum yang Masya Allah bikin author pen karungin tu bocah trus bawa pulang... hehehehe...ngaco!!!! kembali ke cerita.


Abel tersenyum Kecut mendengar jawaban Rendra yang seperti nya dari hatinya itu.


"Kalian kaget???"Abel tersenyum kecut dan menahan tangisnya"biasa aja kali... kan udah biasa juga kalian nyakitin seseorang buat kesenangan kalian"papar Abel lagi dan kini di sela oleh David.


"Tunggu tunggu....gue masih belum tau apa maksud lu bel,,,, please lu jelaskan apa yang lu katakan dan...mobil?? jadian??apa semua ini???"Dwi pun mengangguk setuju karena masih memperhatikan Abel lekat.


"Gimana Rendra???mau aku yang jelasin??ato kamu???hhhehhh....oke gue jelasin vid....!!!"Abel menjeda untuk mengambil nafas.


"Jadi.... sahabat mu ini, taruhan dengan dua temannya ini yang ada bareng kita sekarang,kalo dalam waktu sebulan dia bisa macarin anak SMK gue dan bertahan satu bulan,salah satu temen nya itu bakal kasih mobil terbaru nya buat Rendra secara CUMA_CUMA,dan gue dengan mata kepala gue mendengar semua kesepakatan mereka, dannnnnnnnnnn"Abel kembali mengambil nafas dalam ia melihat Rendra menunduk dan memejamkan mata"naas nya gue yang jadi objek taruhan mereka,,,,, hehehehe gak aneh deh,secara gue gadis miskin dengan sejuta kekurangan dan gak bakal juga gue berani protes saat nanti Rendra ninggalin gue"papar Abel tetap dengan senyuman manis,tapi kali ini air mata nya meluncur tanpa komando.


Dwi yang menutup mulutnya tak kalah shock dan menggeleng keras kearah Rendra dan David bergantian.


"Rend... jelasin ke gue!!!ini gak bener kan??"tanya David frustasi mengacak rambut nya kasar, Rendra Tampak menghela nafas,


"Gue akuin,gue emang taruhan sama mereka,tapi gue udah batalin taruhan itu seminggu sejak kita jadian,,,,,gue beneran suka sama lu,gue beneran pen bareng lu bel,,maaf kalo awal nya gue brengsek, tapi sumpah demi apapun gue udah gak taruhan lagi,udah gak ada kesepakatan lagi dengan mereka!!!"jawab Rendra pasrah dan mengiba, kedua temannya yang diam pun ikut mengangguk dan menjelaskan,tapi Abel hanya tersenyum dan sesekali menghapus bulir air mata nya yang tak berhenti meskipun abel menahan nya sekuat tenaga.


"Rend....mau ada,atau gak ada kesepakatan itu pada akhirnya,,,,,gue berterima kasih atas segalanya, terimakasih udah ngasih kenangan indah sekaligus pahit dalam waktu yang bersamaan, terimakasih telah membawa terbang gue ke tempat yang gak pernah gue bayang kan, seperti jalan jalan dengan mobil mewah dan makan di tempat mahal bahkan nonton gratis hehehehe"Rendra menggeleng dengan wajah pias sedang Dwi meremas tangan nya dengan muka merah padam.


"Ini....semua biaya makan,dan biaya jalan jalan yang pernah lu keluarin buat gue...."


seraya memberikan amplop berisi uang yang abel kumpulkan dari hasil jiri payah nya bekerja paruh waktu" mungkin bagi lu uang segini gak ada artinya,tapi buat gue...ini beban yang bakal gue tanggung sampai kapan pun kalo gue gak balikin ini semua sekarang!!!


Dan lagi,maaf untuk semua dan terimakasih...gue pamit dan mulai malam ini....kita selsai Rendra, kita putus"

__ADS_1


Abel melangkah dan tangan nya di cekal oleh Rendra yang sudah tampak berantakan"bel please.... dengerin gue...gue tau gue salah,gue brengsek...gue salah!!!gak ada kata kata yang bisa gue ucapin untuk yang bisa buat lu maafin Gue!!!tapi gue mohon Bel....gue gak mau putus sama lu,,, please bel,hukum gue tapi bukan kek gini,bukan udahan kek gini"pinta Rendra dan Abel hanya tersenyum melepaskan tangan Rendra pelan dan ber jalan keluar,menaiki Ojol yang ia pesan 10 menit yang lalu, Dwi tergopoh menghampiri Rendra dengan tatapan matanya yang ingin mencabik"gue gak akan maafin lu rend,.....gue bersumpah kalo terjadi apa apa sama Abel,gue bakal bikin perhitungan sama lu" Dwi berlari mengejar Abel tapi Abel sudah tak terlihat lagi, David menepuk pundak Rendra lemas dan pergi mengejar sang kekasih.


Rendra pun terdiam,dia menjabak rambut nya berkali kali,saat ini dia sadar, kenapa Abel tak pernah melihat nya dengan tatapan hangat selama mereka jadian, Abel selalu memberikan tatapan datar tanpa ekspresi meskipun mereka hanya berdua.


Di mobil David....


"Yank...kamu yang tenang ya!!!kita bakal liat ke rumah Abel dulu buat pastiin dia udah nyampe apa belum!!!"David sambil mengusap halus pucuk rambut sang kekasih.


"Mau tenang gimana!!!dia pasti di rumah aku,dan pasti lagi ngelamun di jendela kiri sambil natap pohon di samping kamar aku,itu spot favorit dia pas lagi hancur kek gini,tapi kenapa musti matiin hp coba!!!dan lagi,,,aku gak abis pikir dengan Rendra,dia boleh gak suka sama Abel ataupun tapi jangan gini caranya,,,,gue gak terima apapun itu alasannya!!"jawab Dwi dengan terus menekan tombol dial memanggil Abel.


30menit mereka sampai di rumah Dwi, David langsung pamit pulang karena dia juga tak bisa meninggalkan Rendra di saat seperti ini,


"Assalamualaikum....mah... Abel udah dikamar???"tanya Dwi dengan berlari ke arah sang mama yang duduk di ruang TV.


"Ih.... kamu ngagetin aja,....iya tadi dia pusing katanya...dia pasti udah tidur..udah sana"ucap mama pada Dwi, Dwi pun bergegas masuk ke kamar yang tak di kunci itu,ia melihat Abel benar benar ada di spot favorit nya di kamar Dwi.


Dwi memeluk Abel dari belakang dan meletakkan kepalanya di pundak sahabat nya itu, dengan mengusap lengan nya lembut, Abel pun menyambut dengan senyuman yang manis dan menarik sahabat nya untuk duduk di hadapan nya.


"Wi'.... sahabat karib ku,satu satunya, terimakasih karena sudah menjadi seseorang terpenting setelah keluarga ku ...."sambil mengusap telapak tangan Dwi pelan.


"Gue besok berangkat ke Surabaya,,,,dan mulai semester genap nanti gue sekolah dan menetap di sana,berkat bantuan papa kamu.... semuanya mudah,,, terimakasih"ucap Abel Pelan dan mengusap air mata nya"maaf.... karena gak ngasih tau kamu dulu,maaf... karena aku ke sana dulu!!!aku tetep tunggu kamu kok,kita akan tetap kuliah dan tinggal di tempat yang sama, hanya gue berangkat lebih dulu!!...gue mohon... jangan sedih,kita gak akan putus komunikasi oke!!!...pandang gue"Dwi hanya terisak mendengar penuturan sahabat sekaligus seseorang yang seperti seorang kakak perempuan yang selalu menenangkan dan selalu ada di saat Dwi membutuhkan nya.


"Hiks...hiks...hiks....apa harus sampai seperti ini bel???apa lu gak bisa patahin aja kaki si Rendra biar hati lu lega???biar lu gak pergi ninggalin gue???hiks... hiks... hiks..."rintih Abel dengan isak tangis.


Abel membawa Dwi ke pelukan nya,dan menepuk sayang punggung sahabat nya itu"hei...gak usah lebay...cuman 5 bulan ini,,,,sambil merem juga kelar"hibur Abel di sela tangisan Dwi dengan Abel menahan sekuat tenaga rasa sakit nya.


"Oke...besok naik apa???"jawab Dwi yang masih sesenggukan


"Ojol"jawab Abel nyleneh dan dapat timpukan di lengan dengan tangisan Dwi yang kembali pecah.


Abel terkekeh dan memeluk menenangkan sahabat nya itu"cup...cup...cup...ih udah ah,yang di tipu dan di **** begoin kan gue, kenapa lu yang histeris coba???"kekeh Abel dengan senyum.


Dwi menghabiskan malam dengan memeluk Abel, hingga subuh dia bangun dan melihat di samping nya sudah tidak ada Abel dia hendak menangis kembali tapi dia dengar suara gemericik air dari kamar mandi,hati nya kembali lega,dia akan mengantarkan Abel ke stasiun, karena Abel naik kereta untuk ke Surabaya.


Abel sudah berpamitan kepada kedua orangtuanya dan kakak, beserta adik nya,dia akan tinggal lama di Surabaya tanpa sanak saudara dan hanya mengenal orang orang dari keluarga Dwi, setelah berpamitan Abel di antarkan oleh Andrian dan Dwi,


Setelah Drama tangis Dwi yang seperti akan di tinggal ibunya , Abel melangkah dan meninggalkan kota Bogor


Dengan membawa sejuta kenangan indah akan persahabatan dan kisah pahit cinta pertama,pacar pertama dan apalah itu.


selama perjalanan Abel menatap kosong keluar jendela dengan buliran air mata dan rasa sakit yang ia rasakan tanpa mau ia lampiaskan pada siapapun.


"selamat tinggal kota ku, semoga dengan aku pergi...akan menjadi awal yang baik untuk diri ku dan mereka orang orang yang aku sayang.... Bogor anyeong 👋👋👋"gumam Abel dengan menatap jendela kosong.


Hingga kini enam tahun berlalu....

__ADS_1


__ADS_2