
Menikmati indahnya pantai mereka hampir melupakan perut mereka yang kelaparan. Para pria mendekati dua gadis yang senang dengan bermain ombak dengan saling ciprat layaknya anak SD.
Abel dan Dwi terlihat gembira, terlebih untuk Abel karena ini merupakan pengalaman pertama nya,di bonceng laki laki dan membawa nya ke pantai.
Tapi ketika hati nya baper dan menaruh harapan harapan,dia mulai menggeleng dan coba menepis harapan harapan itu.
"kalian gak laper???"teriak David mengalihkan perhatian dua gadis itu.
"laper dong!!!!mau makan kemana???"jawab Dwi pada sang kekasih.
"ayo dong... udah main nya!!! kalo emang laper yank!!" David pun menggandeng Dwi untuk memakai kembali sepatu nya.
"geli gue..liat bucin bertebaran"beo Abel pada sepasang kekasih di depan muka
"duh.... jomblo ngiri yank !!!!!!... makanya mumpung ada sikat Sono"jawab Dwi pada Abel sambil menuding Rendra yang sedang asyik dengan ponselnya.
"khayalan anda berlebihan nona"jawab Abel memutar bola matanya jengah dan mendekati Rendra dan memakai sepatunya.
Sepatu nya ada di samping Rendra karena dia ber telanjang kaki memainkan pasir tadi bersama sahabat nya itu.
__ADS_1
Rendra menatap nya dengan tatapan mengejek
"ada sesuatu di muka gue???....biasa aja dong anda liatin nya"kesal Abel karena di pandang Rendra,tentu karena jantung nya sedang senam saat ini.
"lu sama cewek nya David emang cocok !!!.."
ucap Rendra
"maksudnya???"beo Abel bingung.
"sama sama kek bocah!!... ahahahahhahah"
Rendra sambil berlalu meninggalkan Abel menuju motor sport nya karena mereka akan melanjutkan jalan jalan mereka dengan mencari makan.
"gue denger.....!"jawab Rendra dengan tetap berjalan.
"bodo amat"beo Abel.
Mereka sampai di rumah makan yang menyediakan berbagai macam jenis sea food.
"bel lu mau apa???"tanya Dwi dengan memberikan menu pada Abel.
"gue capjae sea food,sama lemon tea panas aja"jawab Abel dengan masih sibuk dengan ponselnya. kebiasaan Abel adalah makan sambil mendengarkan music dengan tenang menggunakan earphone nya.
__ADS_1
"temen lu unik ya wi'....di sini lagi makan bareng eh dia pasang earphone" sindir Rendra pada Abel,dan Abel melirik sekilas tak perduli.
"biarin aja!!!itu emang kebiasaan dia, dia nyaman ketika makan dengan mendengarkan musik,dan pasti makanan nya abis"jawab Dwi dengan masih sibuk memilih menu.
Rendra menatap Abel,dan Abel merasa ada yang menatap tapi pura pura tak memperdulikan nya, dengan terus cuek dan menggonta-ganti lagu yang ia dengar karena sebenarnya dia amat grogi saat ini.
Pesanan pun datang, Abel langsung melahap makanan nya dengan mata fokus pada ponsel. David dan Dwi hanya saling lirik pada Abel.
"yank....temen kamu"bisik David pada Dwi dan Dwi hanya mengendikan bahunya.
"gak usah di waro dia.... lebih baik kita makan dengan tenang,aku lapar"jawab Dwi dengan kembali berbisik.
"oke sayang!!!makan lah!!!biar kamu tumbuh!!!" jawab David dengan menepuk nepuk puncak kepala Dwi dan di beri tatapan horor oleh Dwi, David pun hanya bisa terkekeh.
Rendra yang menyingkirkan wortel dari piring nya menjadi perhatian Abel saat ini,tapi Abel terlalu malas untuk menanyakan alasan nya.
dia hanya memandang Rendra dengan penuh tanya.
"gue gak suka wortel,bau nya aneh"jawab Rendra yang tau dengan tatapan Abel.
Abel yang ketahuan memandang Rendra pun seketika mengalihkan pandangannya pada ponsel nya kembali.
"wi'.... periksa ponsel lu!...mama telfon gak lu angkat???"tanya Abel dengan memandang Dwi.
__ADS_1
"hah!!! masa seh mama telfon??...hp gue silent tadi,lupa gue aktivin.....gue telfon mama balik dulu"jawab Dwi dan segera menelfon sang mama untuk menanyakan kabarnya.