Andai Dia Memiliki Rasa Yang Sama

Andai Dia Memiliki Rasa Yang Sama
Bab 31 Dilema


__ADS_3

Dalam sebulan hati Anabell yang cukup tenang selama enam tahun belakangan ini mulai di rundung kecemasan dan terusik ketenangan nya.


Pasalnya....dua minggu lalu,dia bertemu sang mantan yang teryata telah menjadi duda,dan aneh nya sang anak sangat menyukai nya.


Di tambah lagi Abel bertemu bos unik yang bernama Zain yang tiba-tiba melamarnya Padahal hanya bertemu beberapa kali.


Rasanya Abel ingin lari ketempat yang lebih jauh lagi,agar terhindar dari orang orang yang mengusik hati Abel.


Seperti Rendra contoh nya,yang berlebihan memperhatikan Abel,dengan satu jam sekali menanyakan kabarnya lah,atau hal apapun itu yang menurut Abel berlebihan.


Bohong kalau Abel tidak takut goyah dan akan kembali menaruh hati kembali pada Rendra,tapi Abel masih merasakan sakit ketika mengingat dirinya dulu yang di pandang rendah oleh sang mantan kekasih.


Di tambah lagi rasa nyaman yang Zain berikan pada nya,bukan perhatian muluk muluk atau tingkah romantis,tapi entah mengapa Abel yang dingin dengan semua lelaki menjadi tak berkutik ketika di dekat Zain!! apakah Abel mulai menyukai Zain???atau hanya karena dia adalah bos nya jadi Abel menghormati nya...entah lah hanya Abel dan Tuhan yang tau.


Seperti saat ini,dia merasa ada yang hilang ketika sudah beberapa hari Zain tidak menunjukkan batang hidungnya, mengirim pesan pun tidak, Abel tidak pernah berani mengirim pesan dahulu,dia berfikir apakah Zain marah karena Abel tak menjawab lamaran yang Zain sampaikan beberapa Minggu yang lalu.


Entahlah......


Setelah Abel menceritakan segalanya pada sang sahabat,dia pun sedikit merasa lega, karena seperti biasa dia akan sedikit kehilangan beban ketika bercerita dengan sahabat nya itu.


"Mbak...rapat di mulai jam dua setelah makan siang,mba Abel bisa hadir kan??"Tanya Asri merapikan dokumen di meja Abel yang terlihat berantakan.


"Bisa lah....kapan saya tidak menghadiri rapat Asri???"jawab Abel dengan masih fokus ke arah layar komputer.


"Oh....kirain,,,,soal nya akhir akhir ini,aku liat mbak ku yang satu ini kek kurang bersemangat sih"celoteh Asri dengan menoel pipi Abel.


"Ah....ngarang kamu,aku justru ngebut nie kerjaan,biar bisa ambil cuti tahunan...aku bakal ambil libur setengah bulan,buat pulang ke Bogor!!!!kangen kampung halaman"jawab Abel dengan tetap fokus ke layar komputer.


"Mbak.....tega ninggalin aku????"jawab Asri sedih dengan menekuk wajah nya.


Abel terkekeh dan menoleh dengan senyuman.


"Kita bisa Video call an kan Sri???kamu lebay banget,dan saya sudah selesaikan program buat kerjaan kita hingga dua bulan ke depan,makanya saya berani ambil cuti tahunan saya"Abel tersenyum dengan memberikan sebuah flashdisk yang di berikan kepada sang asisten.


"Semua program pemasaran ada di dalam beserta rincian biaya, produk dan konsumen yang akan kita tuju,kamu tinggal menjabarkan dan mempresentasikan dengan baik apa yang saya sudah rangkum di dalam situ,saya percaya sama kamu oke!!"ucap Abel dengan mengelus pundak sang asisten.


"Mbak....usia kandungan mba Dwi pasti kan udah jalan sembilan bulan kan???kalo belum keluar sampe masa cuti mba Abis gimana???"tanya Asri dengan wajah polos nya.


"Dwi pilih jalan Cesar Sri, mempunyai pinggang sempit,jadi agak berbahaya kalo dia milih jalan normal.!!!dan dia bakal Cesar di tanggal HPL,dan di tanggal itu baru tiga hari saya jalani cuti... hehehehe"jawab Abel cengengesan.


"Wah....kalian luar biasa, beneran di rencanakan astagah...."jawab Asri dengan heran dan menggeleng kan kepala nya.


"Bukan di rencana,tapi kebetulan aja.... kerjaan saya kelar,dan saya bisa refresh liat bayi yang masih misterius itu,,, hehehehe kira kira mirip siapa dia???"Abel terkekeh sambil menerawang jauh.


"Pasti mirip mbak....."jawab antusias Asri Abel seketika memandang Asri heran.

__ADS_1


"Soalnya mba Dwi demen bgt nyiksa mba bolak balik Jakarta Surabaya buat nemenin dia... ahahhahah"tawa Asri pecah dengan gelengan Abel yang memukul pelan lengan Asri.


Siang itu,setelah rapat selesai Abel dan Asri kembali ke ruangan nya masing masing, sebelum Abel masuk ke ruangan nya dia memesan satu tea susu dengan sedikit es batu untuk di bawa ke ruangan nya, pasalnya hari ini benar benar panas menurut nya.


Setelah Asri memberikan pesanan Abel, Abel meminum tea itu dengan memandang jauh ke luar jendela dengan bergumam dalam hati.


"Kemana dia???"


Pertanyaan itu yang ada di fikiran Abel, pasalnya di rapat tadi hanya ada Arfan sang sekretaris, meskipun sebelumnya memang hanya Arfan yang menghadle semua rapat,tapi kehadiran Zain beberapa kali itu mampu membuat para karyawan bertanya di mana bos nya itu,tidak terkecuali Abel,tapi dia tak berani bertanya langsung pada Arfan karena Abel merasa itu bukan urusan dia.


(gengsi tapi rindu ya bel 😜😜😜😜)


Di tempat lain.....


"Kondisi ayah udah stabil,kamu bisa kerja lagi Nang....."ucap lembut sang ibunda dengan mengelus puncak kepala sang putra dengan senyum dan logat ke Jawa jawa an.


"Gpp bund....para orang kepercayaan aku bisa di andelin kok,aku mau deket ayah sampe ayah sembuh!!!!"jawab Zain dengan tetap menatap wajah lemah sang ayah yang beberapa minggu yang lalu terkena serangan jantung,dan itu yang membuat nya panik dan langsung pulang ke Bandung, untuk menemani sang Ayah, meskipun saat itu dia juga ada dalam kondisi sakit karena terkena asam lambung akut.


"Hemmm....terus....gimana calon mantu bunda???kamu udah janji to?mau kenalin Bunda sama dia,,,,???"tanya sang Bunda Ambigu, pasalnya Zain belum pernah membahas hal itu.


"Bunda mata mata in aku lagi???dasar Arfan brengsek!!!"jawab Zain dan membuat kekehan sang ibu menambah nya kesal.


"Siapa namanya???"tanya sang bunda lagi!!!


"Dia belom jawab lamaran Zain bund,jadi gak usah keppo deh!!!"jawab sang anak dan dapat cubitan keras di lemgan nya.


"Kalo gitu bunda panggil Cecil buat temenin kamu!!!biar kamu lupa sama yang kamu lamar itu,toh dia belum jawab lamaran kamu!!!"goda bunda yang langsung di jawab kata jangan dengan lantang oleh Zain.


Bunda terkekeh, karena bunda tak akan benar benar memanggil Cecil yang adalah anak temen nya yang tergila-gila pada Zain sejak lama.


Bunda ingin menantu santun, dan tidak royal, sederhana dan sayang orang tua.


meskipun Cecil dari keluarga yang tak jauh beda dengan Zain,dan jangan tanya kesantunan dan kesopanan nya.


Tapi dia tipe gadis manja dan sudah bergonta ganti pria karena menunggu Zain yang tak pernah merespon nya.


Tapi dia tak akan menyia nyiakan kesempatan bila bunda Zain memberikan peluang.


Zain menghembuskan nafas lega nya dengan melirik sang bunda.


"Bunda....aku janji...bunda gak akan kecewa sama pilihan aku,,,emh... pastinya mata mata bunda kan sudah menceritakan!!!"Zain demgan muka datar menyindir sang Bunda.


"Tapi bunda tetep nunggu secepatnya,bawa dia kemari!!!bunda udah gak sabar,,,ayah juga pasti seneng denger kalo kamu kasih dia mantu"jawaban bunda dengan menerawang sambil tersenyum.


Dan Zain hanya mengangguk dengan mengucapkan In sha allah.

__ADS_1


Kembali ke Surabaya.... beberapa hari berikutnya.....


Surat permohonan cuti Abel sudah di setujui oleh bagian HRD, Abel yang sedang bersiap untuk ke bandara sedang sibuk memasukan satu koper dan satu ranselnya ke dalam taxi online yang ia pesan beberapa menit yang lalu.


Setelah perjalanan kurang lebih dua jam, Abel sampai di Bogor,dia sudah berada di rumah sederhana nya yang sudah ia renovasi dan nampak lebih bagus dari dulu.


Di rumah itu ada Anton dan keluarga nya, karena Anton sudah berkeluarga tapi tinggal serumah dengan orang tua nya, mungkin karena Anton tak semapan Abel, Angga adik bungsunya dan kedua orang tuanya.


Abel juga membantu mendanai proses renovasi rumah,dan membantu biaya kuliah Angga sang adik bungsu.


Sampai di rumah Abel masuk ke dalam kamar berukuran 2x3,sangat kecil memang tapi ini adalah kamar kesayangan Abel dari bentuk nya yang dulu hanya ada kasur tipis dan ranjang reot hingga saat ini menjadi kamar mungil khas gadis ABG meski Abel sudah tak ABG lagi.


Malam itu Abel makan dengan tenang Dengan beberapa anggota keluarga dan keponakan kecilnya yang berusia empat tahun, Abel memberikan berbagai maina untuk keponakan cantiknya itu,sang kakak ipar pun orang yang sangat baik,wanita muslimah tak pernah lepas jilbab dan berprofesi sebagai guru TK.


Keponakan cantiknya bernama Freya....yang mempunyai pipi gembul dan alis tebal seperti Anton sang ayah,meski Freya jarang bertemu sang Tante,dia tampak lengket dengan duduk di pangkuan Abel dengan bermain bonekanya,dan makan dengan di suapi Abel.


"Cuti nya lama bel???"tanya sang kakak....


"Dua minggu a'...."jawab Abel dengan masih menyuapi keponakan tersayang nya itu.


"Bos kamu gak papa dek emang kalo sampe setengah bulan cuti???"kini sang kakak ipar bertanya.


"Aku udah kelarin semua program pemasaran untuk dua bulan kedepan teh,dan itu udah dapet ACC dari wadirut...!!!jadi in sha Allah aman... hehehehe"jawab Abel terkekeh.


Bapak yang melihat hal itu hanya tersenyum melihat interaksi para anak dan menantu yang rukun itu.


Sang Bunda hanya diam datar seperti biasa tanpa ekspresi, sedangkan Angga terus mengusili keponakan tersayang nya dengan mengambil mainan kesukaan nya itu.


Sesekali bercanda tawa,dan Abel merasa agak tenang karena sang bunda tidak berkata sadis lagi kali ini,tapi entah besok Abel tak tau.


Keesokan harinya, Abel menaiki motor sang adik untuk pergi ke rumah orang tua Dwi,


Di juga sudah berada di situ, karena memang dia akan melahirkan di kota Bogor,dekat dengan sang orang tua dan mertua nya baru akan kembali ke Jakarta setelah bayi berumur 2 bulan.


"Assalamualaikum....."sapa Abel memasuki rumah besar itu.


"Walaikum salam....anak perawan mama...!!!kapan sampai sayang???"sapa mama sembari memeluk Abel.


"Tadi malem ma...''jawab Abel dengan mencium tangan papa dan mama Dwi bergantian.


"Alhamdulillah....pokok nya mama seneng kamu udah di sini,kamu cuti berapa hari nak???"tanya sang mama lagi.


"Abel dua minggu buat nemenin orok brojol ma"jawab Abel tertawa dan Dwi reflek memukul pundak Abel keras dengan kipas di tangan nya.


"Aughhh.... ahahahahhahah"Abel kesakitan tapi tetap dengan tawa pecah menggoda sahabat nya sampai kedatangan seseorang membuat mereka menoleh ke arah pintu serempak.

__ADS_1


__ADS_2