Andai Dia Memiliki Rasa Yang Sama

Andai Dia Memiliki Rasa Yang Sama
Bab 26 Keterkejutan rasa aneh tapi seperti angin segar.


__ADS_3

Abel memutuskan untuk singgah di rumah sang Bunda dan bapak nya sebelum dia berangkat ke Jakarta dan kembali ke Surabaya besok pagi.


"Yaudah bund,,,Pak.... Abel pamit ya!!besok Abel harus udah balik ke Surabaya kerjaan Abel menanti di sana"pamit Abel pada kedua orang tua nya.


"Bel.... Bunda mau tanya,"Abel mengangguk tanda dia paham.


"Yang kamu pangku di acara tadi anak siapa??? seperti nya dia akrab dan lulut banget sama kamu"tanya Bunda dengan nada datar sambil memandang Abel.


Deg ...


Abel mengatur nafas dengan santai,dia berharap sang ibu tak mengingat laki laki yang Pernah menyakiti nya 6 tahun lalu.


"Anak temen Abel Bun, kebetulan dia datang dan gak sama ibu nya,gak tau padahal Abel juga baru liat tu anak tapi nemplok aja sama Abel... hehehehe"jawab Abel santai Sambil memijat kaki sang bapak.


"Ibu nya kemana?? Kenapa cuma sama ayahnya?inget bel jangan jadi pelakor"ucap Bunda enteng.


"Bunda..."sergah bapak dengan nada keras tidak terima.


Abel memejamkan mata,dan mengatur nafas nya agar tidak menangis,entah kenapa kata kata yang Keluar dari mulut sang ibu pasti akan menyakiti nya.


"Gpp pak...bapak jangan emosi,ingat penyakit bapak ya....dan buat Bunda...tenang bund...aku gak ada hubungan sama ayah anak itu kok,aku suka sama anak kecil karena lucu,dan masalah pelakor,in sha Allah gak akan kok Bun"jawab Abel dengan menahan segala rasa yang sesak di dada nya.


Abel pun berpamitan,sang bapak yang sepertinya tak rela hanya menatap Abel nanar dari kejauhan hingga Abel lenyap di belokan GG rumah nya.


Dua puluh menit perjalanan menggunakan motor matic milik Dwi, Abel terngiang kata kata sang ibunda,yang selalu saja sepertinya sangat membencinya.


Dia hanya mampu menghela nafas panjang dan tersenyum untuk menguatkan dirinya sendiri.


Sampai di kediaman Dwi yang masih cukup rame, karena malam itu teman teman sekantor Rendra yang juga bawahan sang papa berada di teras rumah untuk mengadakan barbeque.


Abel menunduk sopan,tak ada yang memperhatikan karena Abel mengenakan masker dan hoddie kebesaran serta celana jeans di atas lutut.


Setelah dia memarkirkan motor ke garasi,dia berlalu masuk Tanpa menyapa orang orang di situ, karena dia memamg tak mengenali orang orang yang ada di situ.


"Siapa tu beb.... sombong bgt"tanya salah satu gadis di situ entah siapa.


"Sahabat adek nya cowok gue....yah sahabat rasa kacung mungkin,tadi aja gue liat dia mijit kaki si Dwi"jawab Sasya kekasih Adrian.


"Jangan ngomong gitu sya..., Abel juga adek gue,dia juga masuk dalam lingkup orang yang harus gue lindungi,jadi kamu gak boleh bicara sembarangan tentang Abel"sarkas Andrian yang baru saja datang dari dalam membawa beberapa sayuran.


"Eh....emh... maksudnya aku bukan gitu yank..."elak Sasya"appapun maksud kamu,,,,jangan berfikir buruk tentang Abel, karena dia keluarga aku"jawab Andrian pada Sasya dan semua temen nya.

__ADS_1


"Maafkan dia kalo gak nyapa kalian, karena dia gak kenal kalian,dia baru kembali dari Surabaya dan itupun demi acara adek gue siang tadi, makanya dia cuman melewati kalian tanpa menyapa"sambung Andri pada semua temannya dan mereka pun mengangguk mengerti.


Sasya terlihat tidak terima dan hanya duduk memainkan ponselnya.


Di kamar...


"Bumil.....minum susu nya dan bobok,....."sapa Abel yang masuk kedalam kamar Dwi, karena hari ini David tidur di rumah orang tuanya yang kediaman nya memang tak jauh dari rumah Dwi, sekaligus bersua dengan Rendra dan kawan kawan nya yang lain.


"Bel...."jawab nya manja...


"Perasaan gue gak enak"sambung Abel dengan menggosok lengan nya.


"Ish...."Dwi meninju lengan Abel manja.


"Bel....di bawah pada barbeque an yak??ada sosis jumbo gak??kok gue pengen,minta gih...dua aja deh...baunya yassalam sampe sini dan dedek meronta ini"manja Dwi bergelayut di lengan Abel yang sedang berdiri di spot favorit nya sejak dulu yaitu di jendela besar kamar Dwi.


Abel terkekeh dan menggeleng,dia segera turun dan menuju keluar rumah,kali ini dia keluar tanpa masker dan hoddie,dia tetap menggunakan celana selutut nya dan kaos oblong kebesaran.


"Permisi..."sapa Abel menunduk malu pada teman teman Andri yang kompak menoleh,ada yang menganga terkesima,ada yang jutek karena iri dengan kemanisan wajah Anabell.


"Bang Andri.... Dwi mau tiga sosis jumbo,dengan mayo dan saus katanya"sambung Abel pada Andri dan Andri langsung tersenyum mengiyakan permintaan Abel.


"Kamu gak pengen bel,abis ini gabung aja...."pinta Andrie dan Abel refleks menggeleng.


Pamit Abel membawa pesanan Dwi yang ileran di atas sana.


"Gila bro...manis amat....dia temen adek lu yang sering lu cerita in???jiwa jomblo gue Meronta sumpah"pekik Aldo teman dan juga Sahabat Andrian.


"Iya.... kenapa???gak usah macem macem lu,dia masih betah berkarir,gak ngegubris cowok"jawab Andrian santai sambil memakan sosis di tangan nya.


Sasya melirik tak suka dengan sikap Andri"gak usah cemburu....dia gak nganggep gue laki laki kok sya"jawab Andri yang di tatap aneh oleh sang kekasih.


Semuanya hanya terkekeh melihat tingkah Andrian.


Di sudut pembakaran ada seorang lelaki yang diam memandang arah jendela kamar lantai dua,sambil menarik sudut bibirnya.


"Cantik"gumam nya,


dia Zain yang adalah CEO sebuah perusahaan kosmetik ternama di Indonesia yang juga adalah sahabat Andrian sejak di bangku kuliah.


Di kamar....

__ADS_1


"Lu belum kasih tau gue tentang Rendra dan anak nya,"sela Abel mengelap sudut bibir Dwi yang belepotan mayonaise.


Dwi pun menceritakan tentang lima tahun lalu,tepat setahun Abel meninggalkan Bogor, Rendra yang di jodohkan dengan model bernama Agnes, hingga memiliki anak tampan bernama Arfenio putra Setyawan.


Entah kenapa Agnes di gugat cerai oleh Rendra karena diketahui berselingkuh dengan produser tempat nya bekerja dua tahun lalu tepatnya saat baby Arfen berusia dua tahun.


Abel mengangguk paham dan hanya tersenyum getir,"pasti Rendra cinta bgt yak sama mantan istrinya???anak nya aja berwajah sempurna gitu"tanya Abel


Dwi menggeleng cepat,"lu tau???dia hamil karena nge jebak Rendra dengan obat perangsang,tapi gak tau juga setelah nya Wallahu alam"jawab Dwi meneguk susu nya hingga tandas. Abel hanya mengendikan bahu tanda bodo amat.


kembali ke teras....


"Eh....dia asli sini kan??kok dia tadi bilang ke Jakarta"tanya Aldo keppo.


"Dia kemarin mendarat di Jakarta, langsung ke rumah adek Gue,dan dia kerja di Surabaya,jadi dia besok langsung dari Jakarta sore terbang ke Surabaya karena dia cuman cuti 3hari katanya."jawab Andri santai.


Aldo ber oh ria"dia kerja apa di sana???jauh bgt"kali ini Sasya keppo.


"Di mana ya....dia jadi kepala marketing di AW group kek nya,,,,eh itu kan perusahaan lu Zain??"tanya Andri dan Zain acuh tak acuh mengendikan bahu.


"Siapa nama panjangnya??"pertanyaan yang ingin sekali di tanyakan oleh Zain sebenarnya.


"Annabella Prastieka....ih lu comel ye....keppo"pekik Andri memukul sahabat nya "namanya serem tapi kok orang nya manis ****** yak"Aldo menggeleng dengan menatap jendela lantai dua yang hendak di tutup oleh Abel,tak sengaja Abel beradu pandang dengan Zain dan Aldo,ia hanya mengangguk sopan dan menutup jendela,tak lama lampu di matikan di ganti dengan lampu temaran.


Zain menyunggingkan senyumnya dan bergumam"menarik"sambil membalikkan daging yang ada di atas panggangan.


Pagi hari, setelah berpamitan dan ber drama ria dengan keluarga Dwi, Abel Dwi dan David memutuskan mengendarai mobil kembali untuk kembali ke Jakarta.


Dan alangkah kaget nya Abel,kalo teryata Rendra si duda ketche sudah tersenyum manis dengan kacamata coklat bertengger di hidung dan tak lupa laki laki kecil yang tampan yang memamerkan gigi putih nya di dalam mobil tepat di jok depan samping kemudi.


"Aunty.....hallo"sapa Arfen si tampan,


"Hai ganteng!!!.....kok kalian di sini??"tanya abel bingug.


"David gak ngomong kalo kita berangkat bareng ke Jakarta?"tanya Rendra santai dengan mengambil ransel Abel dari tangan Abel dan membawa nya ke bagasi belakang.


Abel menggeleng bingung.


"Aku sama Abel di belakang ya kak"teriak Dwi pada Rendra dan di beri anggukan tanda setuju"atu juga di belakang ya pa!!!sama aunty mama"sambung Arfen tak mau kalah.


Abel hanya menggeleng Canggung karena mendengar Arfen memanggil nya aunty mama,harus senang?terkejut?bangga?atau bahkan marah???

__ADS_1


Entah hanya Abel dan Tuhan yang tau.


"langsung berangkat yuk,keburu siang nih"panggil Rendra yang sudah membuka pintu belakang kemudi yang pastinya ia peruntukan untuk Annabella. Abel hanya menautkan alisnya dan masuk ke mobil tersebut,di susul Dwi di samping nya serta Arfen yang buru buru duduk di tengak antara Dwi dan Abel.


__ADS_2