
Sampai di rumah Zain turun lebih dulu untuk mengambil alih Freya dari gendongan Abel.
"Kamu bawa mainan aja aku yang bawa masuk si cantik"perintah Zain pada Abel dan Abel mengangguk.
"Assalamualaikum...."sapa Zain pada kedua pria yang ada di ruang tamu itu,
"Walaikum salam"sambung Bapak Abel dan Anton bersamaan sambil menoleh ke pintu.
"Eh.... Freya tidur...maaf Pak Zain jadi ngrepotin...."Anton segera mengambil anaknya dari gendongan dan membawa nya ke kamar.
"Santai aja bang,,,,dan panggil saja saya Zain...."jawab Zain agar terlihat akrab Bapak hanya tersenyum dan mengangguk.
"Kalau begitu saya pamit Pak, Bu...."pamit Zain yang langsung akan pulang karena memang dia akan ke Bandung saat itu juga.
"Loh...nak Zain,,,tidak minum dulu???"tanya ibu Abel.
"Lain kali Bu,,,,,saya harus pergi karena ada hal mendesak"pamit Zain sopan.
"Baiklah...hati hati di jalan nak"sambung Bapak dan ibu Abel.
Zain mengangguk dan menemui Abel yang ada di depan rumah.
"Aku langsung balik ke Bandung,,,,,kamu besok jadi nemenin Dwi ke RS???"
Tanya Zain sembari membantu Abel meletakkan beberapa paper bag di meja teras.
"Kan aku emang pulang buat dia,,,,jam segini langsung ke Bandung apa gak capek???kan bahaya"ucap Abel khawatir.
"Cieeeeee... seneng deh ada yang khawatir,jadi pen cepetan halalin"goda Zain menoel hidung Abel.
"Ish....pede amat"jawab Abel memberengut dengan muka merah.
"Aku bawa supir kok,,,tenang aja...!aku pamit ya, jangan tidur malem...."Zain mengelus pipi Abel dan
Cup....
Di kecuplah kening Abel.
Abel membelalakkan matanya, Zain terkekeh.
"Biar gak kangen"ucap Zain.
"Kabari setelah sampai. . ."ucap Abel pada Zain, Zain mengangguk dan berjalan menuju mobilnya dan dia pun meninggalkan tempat Abel.
Abel tak habis pikir,itu semua seperti mimpi untuk nya,dia mempunyai kekasih sekarang.
Dia masuk ke dalam rumah dan memberikan beberapa paper bag buat sang keponakan yang sangat ia sayangi itu.
"Bunda suka dia bel.... ketimbang si duda yang anak nya lengket sama kamu itu"ucap sang bunda yang mengagetkan Abel.
"Bunda berharap kamu gak salah pilih"ucap bunda lagi dan berlalu menuju kamar nya.
Abel sedikit tersenyum, setidaknya Bunda nya seperti mendukung nya saat ini,dan entah apa yang ada fikiran bunda,sejak dulu dia seperti tak menyukai Rendra.
Dan....
Rendra dia kalah start kali ini......
Di rumah Rendra..
Rendra yang mendengar kabar Abel berada di Bogor, sangat antusias dan akan segera menyusul, Arfen juga tak kalah bahagia nya mendengar aunty mama nya berada dekat dengan tempat tinggal nya.
Rendra yang bersemangat akan memberikan kejutan pada Abel,nanti saat dia berkunjung ke RS untuk memberikan semangat pada istri sahabatnya yang akan melahirkan itu.
Pagi harinya.....
Abel sudah sampai di rumah Dwi petang tadi,
Dia sengaja pergi pagi agar sang keponakan tidak menangis saat dia pergi.
"Udah siap????gue bawa tas lu ya???"ucap Abel yang mulai menutup tas jinjing yang sudah Abel batu bereskan.
"Bel...."Dwi menghentikan langkahnya .
"Waeo???? kenapa?hem??"Tanya Abel bingug.
"Gue takut,,,,gue deg degan.... hufttt"jawab Dwi dengan muka pucat.
"Ih.... istighfar yang banyak,,,,,biara si dedek tenang juga ntar pas lahiran....lu kuat kok yakin deh..."Abel terus menyemangati sahabat nya itu.
Dwi pun mengangguk yakin dan mengekori Abel, diikuti kedua orang tua nya yang sedari tadi menunggu di bawah tangga.
__ADS_1
Wajah mereka nampak bahagia menyambut kedatangan cucu pertama mereka.
David yang sedari tadi bolak balik juga tak kalah gugup tapi dia selalu di tenangkan oleh kedua mertuanya.
Setengah jam perjalanan mereka sampai di RS Kasih Bunda,
David yang sudah memesan kamar menuju administrasi, meminta petugas menunjukkan ruangan yang akan di pakai oleh istrinya nanti.
Dan Abel kaget ketika melihat Rendra denga senyum sejuta watt nya, Arfen kecil berlari memeluk Abel yang saat itu memapah Dwi.
"Hai....jangan lari nak,,,nanti jatuh gimana????"pekik Abel dan Dwi hanya terkekeh.
"Hai...".sapa Rendra Abel hanya tersenyum.
Abel menjawab dengan senyum yang tak kalah manis.
Sampai di kamar inap, Abel membantu merapikan kamar itu.
"Lu kek mau honeymoon wi' ni kamar kek kamar hotel"ucap Abel mencibir kemewahan kamar Dwi.
Mama hanya menggeleng dan terkekeh dengan ocehan Abel, sedang Dwi dan David masih dengan wajah gugup menjelang persalinan Caesar nya nanti.
Rendra dan Arfen juga ada di situ dengan Arfen yang entah bagaimana ceritanya,sudah anteng di pangkuan papa Dwi.
Rendra yang sibuk berbincang dan menenangkan David,dan Dwi yang manja minta di suapi buah oleh Abel dengan sesekali menggoda Abel.
"Ada yang lagi usaha tuh....diem diem lirik lirik lu muluk,,,"goda Dwi pada sang sahabat.
"Diem lu....gue udah putusin pilih siapa"jawab Abel santai.
"What's....coba gue pen denger"pekik Dwi melupakan ke gugupan nya.
"Gue terima lamarannya Pak Zain"jawab Abel berbisik.
"Aaaaaaaaaaaa......gue sen..mmmmm"Abel membungkam mulut Dwi dengan melotot, mengisyaratkan kalau dia meminta diam.
Setelah Dwi mengangguk baru Abel melepaskan bekapan nya,mama papa dan Rendra maupun, David bingug memandang ke arah dua wanita yang heboh dengan perbincangan yang entah apa itu.
"Ceritakan.... gimana lu yakin??akhhh akhirnya....gue seneng bel...gue seneng bgt,,,,gue yakin dia lelaki baik"pekik Dwi pelan dengan memeluk Abel dan menangis.
"Ish...lu kok nangis...."Abel heran pada kelakuan Dwi.
"Gue bahagia taukkk....jadi sampai terharu"
"Wah....kalian kenapa???asik bgt,dan kamu Kenapa yank???kok nangis...."tanya David sambil mengelus punggung sang istri.
"Aku bahagia yank.... akhirnya...ab...."kata kata Dwi terpotong karena Rendra mendekati Abel dan berdiri di belakangnya.
"Akhirnya apa wi'???"tanya Rendra penasaran.
Abel hanya tersenyum mengendikan bahu.
Akhirnya jam menunjukkan pukul 3sore, Dwi yang sudah memakai baju operasi dengan wajah gugub masuk ke dalam ruang bersalin bersama David sang suami.
"Kamu yang tenang ya beib...kamu kuat,jangan lupa terus istighfar.... fighting"Abel terus menyemangati sahabat nya itu.
"Kamu akan menjadi wanita ****** sempurna sayang,,,,"sambung mama sembari menyeka air mata.
Abel, Rendra,mama dan papa menunggu di luar ruang operasi.
Sedangkan Arfen sudah di bawa pulang oleh supir, karena tidak baik lama lama di RS, meskipun itu rumasakit bersalin.
Setelah dua jam berada di ruang operasi....
Oekkkkk..... oekkkkk.....
Tangis bayi menggema tepat di tanggal yang diinginkan kedua orang tua bayi, Abel dan sang mama berpelukan.
"Alhamdulillah mah....baby boy udah launching"pekik Abel sambil menyeka air mata haru nya.
Sang mama berbalik memeluk papa.
"Akhirnya cucu kita lahir pa..."ucap mama menangis diperlukan papa,papa juga tersenyum dan mengelus punggung mama.
"Udah lahir mah???"tanya Andrian dengan ngos ngosan setelah berlari.
"Iya....baru san keponakan mu lahir, suaranya kenceng bgt sama seperti ibunya.
Tak lama mertua dari Dwi datang tergopoh-gopoh, mereka sedikit kaget karena di kabari ketika bayi sudah lahir.
Senyum sumringah, terukir di wajah semua orang di situ, Abel pun bahagia, Bunda dan bapak pun teryata menyusul untuk melihat bayi dan Dwi di RS.
__ADS_1
Drtttt.... drtttt...
Boss Aneh is called.....
📱 Assalamualaikum....
📲 Walaikum Salam ....
📱Baby boy udah lahir,,tepat pukul 17:20 Alhamdulillah sehat mas.
Abel menyampaikan dengan gembira, menyampaikan dengan semangat sampai tak sadar ada Rendra di belakang nya.
📲 Alhamdulillah....kamu udah makan??
📱Udah tadi,,,,,mas???
📲Udah....jangan capek....aku merindukan mu.....
📱Dih..... gombal....mas kapan ke Bogor lagi??
📲Bilang kangen dulu,ntar aku ke sana... ahahhahah....
📱 Dih....gak...gausah kesini...weee...hihihi...
📲Dua hari lagi aku kesana, Ayah juga alhamdhulillah udah sadar,jadi aku mau bawa kamu ketemu mereka.
Abel tersenyum dan jantung nya berdetak.
📱 Alhamdulillah....yaudah jangan lupa makan,sehat selalu salam buat orang tua mas...aku mau temuin mama baru dulu...
Assalamualaikum.
📲 Walaikum salam....love you.
Abel tersenyum menutup telfonnya.
Dan berbalik
Deg....
Rendra menatap nya penuh pertanyaan, Abel melihat dengan tanya dan tatapan yang tak kalah membingungkan.
"Permisi....aku ke kamar Dwi Dul....."sebelum Abel melangkah Rendra mencekal tangan Abel dengan kencang, Abel meringis kesakitan.
"Rend....lepasin sakit,kamu apaan seh"Abel mencoba melepaskan tangan Rendra.
"Bisa kamu jelasin apa yang aku dengar tadi bel???"tanya Rendra dengan tatapan tajam
"Aku gak harus jawab pertanyaan kamu,dan suatu saat kamu juga akan tau apa yang aku bicarakan tadi...."jawab Abel.
"Apa aku masih tak termaafkan bel?
Apa kamu gak bisa kasih aku kesempatan? setidaknya demi Arfen...!!"rancau Rendra dengan menatap Abel sendu.
"Jangan bawa nama Arfen Rendra....!!!
Aku akan tetap menyayanginya, meskipun aku gak bisa jadi mama sambung nya..."jawab Abel kembali.
", Siapa dia??? apakah aku mengenalnya?"Tanya Rendra lagi.
"Suatu saat kamu akan tau siapa dia,dan mungkin kamu tak mengenal nya karena dia orang biasa,,, permisi...lepasin tangan aku...sakit"pamit Abel mencoba melepaskan tangan nya dari cekalan Rendra dan Rendra pun melepaskan cekalan itu.
Abel berlalu dengan memegang pergelangan tangan yang terasa panas akibat cekalan Rendra tadi.
Akhirnya setelah dua hari di RS bersalin, Dwi di perbolehkan pulang, karena dia dan bayi nya dalam keadaan sehat.
"Unchhhh.....betah banget seh dedek di gendong aunty Abel"ucap Dwi mengelus pipi sang putra yang ada di gendongan Abel.
"Iya dong....kan baby Putra jagoan nya aunty..."jawab Abel mencium gemas pipi Kautsar Putra Pratama putra dari Dwi dan David.
"Kapan nie aunty Abel nyusul...???"mama memeluk pinggang Abel dari belakang.
"Do'akan yang terbaik Oma....biar aunty cepet nyusul..."jawab Abel dengan senyum dan di Amini semua orang yang ada di dalam ruang jamar VIP itu.
Abel membawa tas ransel Dwi,sedang Dwi di dorong menggunakan kursi roda oleh sang SUAMI,dan baby Putra di gendong oleh sang Oma dari pihak Dwi.
Hari itu seperti pawai semua antusias menjemput pulang baby Putra dan sang Mommy. Hanya Rendra yang tak terlihat saat itu karena dia tiba tiba berangkat ke Singapura untuk menemui investor penting.
Abel sempat merasa bersalah mengingat kejadian sore itu,saat Rendra tak sengaja mendengar percakapan nya dengan sang atasan yang akan menjadi calon suaminya nanti.
Tapi dia berfikir kembali,dia harus cepat memutuskan untuk memberitahu Rendra agar dia tak berharap lebih nantinya.
__ADS_1
Dan sejak malam itu pula seorang Rendra Setyawan tidak ada kabar sama sekali,dia seperti menghindari Abel.