
Fajar menyingsing memperlihatkan sinar indah yang menembus ke jendela kedua gadis yang tertidur pulas.
Pagi ini Abel dan Dwi berencana untuk mengunjungi pantai Parangtritis.
",Hoaammm......"Abel meregang kan tubuh nya yang dia merasa aneh,senyenyak itu kah dia tertidur hingga pukul tujuh pagi dia baru terbangun.
"Hehehehe . . .ya Allah gini bgt gue yak !!!tidur di hotel sangking nyaman nya bangun kesiangan sampai lupa waktu subuh 🙏🙏🙏 maafkan aku Ya Allah" gumam Abel merasa bersalah juga geli.
Dia memutuskan ber joging ria sebelum mandi, tidak lupa dia juga pergi membeli dua sandwich dan dua coffe untuk nya dan untuk sang sahabat, karena dia memutuskan untuk tidak sarapan bersama mama papa Dwi dan kedua lelaki itu siapa lagi kalo bukan Andrian dan Aslan,pukul delapan dia sampai di kamar, menghabiskan sandwich dan segera beranjak ke kamar mandi,20 menit kemudian Abel keluar dengan berpakaian rapi dengan handuk melilit rambut. Ia menoleh ranjang sahabat nya dan menggeleng karena Dwi masih ternganga dan di alam mimpi.
"Wi'.... Dwi..... bangun luh!!!! woi....hp lu bunyi tu!!"pekik Abel keras dengan menepuk pipi sahabat nya itu.
"Emmmmm...... jam berapa???"tanya sang sahabat.
"Setengah sembilan"jawab Abel singkat dengan menyisir rambut nya, menggelung nya berantakan.
"What's????kok lu gak bangunin gue seh...." Dwi berlari menuju kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya.
"Kita kemana dulu???"tanya Abel pada Dwi seusai Dwi keluar dari ritual mandinya.
"Kita ke Parang Tritis dulu😎...tapi kita sarapan dulu,gue laper banget"jawab Dwi dengan masih sibuk mengeringkan rambutnya.
"Gue udah beliin lu sandwich, tanpa mayo dengan hot americano.....tu di meja"Abel menunjukkan dengan dagu nya sarapan untuk sahabat nya.
"Unchhhh....love you bel....eh bentar!!!!kapan lu kluar nya???
Dan aku lu bangun jam berapa???"tanya Dwi Bingung.
"Gue juga kesiangan, sampe gak sholat subuh,gue joging muter halaman hotel terus gue beli sandwich di cafe hotel,"
Jawab Abel dengan mengaitkan tali sepatu.
Setelah mereka selesai, mereka siap dengan Abel menggunakan celana belel,kaos lengan pendek,tidak lupa kemeja garis garis yang tak di kancing serta kacamata hitam yang ber tengger di kepala nya, dengan rambut cepol berantakan tapi tetap manis di lihat.
Sedangkan Dwi menggunakan celana hot pant super belel, dengan kaos lengan pendek berwarna putih sama seperti yang Abel kenakan, dengan kemeja kotak yang dia lilit kan di pinggang, serta kamera Canon PIXMA iP2770 yang ia kalung kan di leher dengan kacamata yang nangkring di atas hidung.
Mereka berjalan sedikit menarik perhatian, pasalnya Abel dengan kulit exotic yang tak putih berjalan dengan Dwi yang berkulit putih seperti kutup utara dan selatan.
Tapi mereka sama sama cantik dengan pembawaan diri masing-masing.
Dengan menggunakan taxi Mereka sampai di pantai Parangtritis yang indah dalam waktu 20 menit,panas nya matahari tak membuat mereka gentar.
Berfoto, merekam video,dan bermain pasir layaknya anak SD.
Mereka tertawa bahagia, sambil menyantap makanan yang mereka pesan di pinggir pantai.
mereka tak sadar hari sudah mulai sore, dengan antusias Dwi mengarahkan lensa kamera digital Canon PIXMA iP2770 menghadap sang fajar yang mulai menghilang, karena siang akan berubah menjadi malam.
"Puas gue... main di pantai seharian.... meskipun tambah gosong"😂😂😂😂
Pekik Abel dan di beri anggukan oleh Dwi.
"Gue juga.... rasanya semua beban berat,yang gue rasakan selama UAS hilang bel,,,,terefresh otak gue"tambah Dwi dan Abel pun melakukan hal yang sama yaitu mengangguk.
"Kita pulang sekarang??? udah jam setengah tujuh wi'...ntar mama khawatir,"tanya Abel pada sahabat nya itu.
"Oke...gue juga mau makan malem di hotel aja bareng mereka"jawab Dwi singkat.
__ADS_1
Mereka pergi meninggalkan area parkir pantai, dengan menggunakan taxi online Mereka kembali ke hotel.
Sampai di hotel mereka membersihkan diri dan segera bergabung bersama di meja makan hotel yang memang sudah di tunggu oleh sang pap,mama,dan Andrian, Aslan.
"Wah...wah...wah.... yang tambah item gegara panas panasan"sapa Aslan usil dan di beri tatapan membunuh oleh Abel.
"Exotic tau.....bule aja mau nya kulit kek gini"jawab Dwi tak kalah sombong dan di beri acungan jempol oleh Abel.
Mama dan papa hanya tersenyum dan menggeleng melihat kelakuan keempat muda mudi itu.
Mama dan papa meskipun ikut bersama dalam rombongan holiday sebenarnya mereka sibuk dengan urusan pekerjaan di cabang Jogja.
Makanya anak anak di izinkan bepergian sepuasnya sendiri,tapi dengan keamanan terjamin tentunya.
"Oia....besok kemana lagi agenda nya dek???"tanya sang mama pada Dwi.
"Prambanan...."jawab Abel dan Dwi kompak,mama papa tersenyum dan mengangguk.
"Tapi kali kali ini Aslan dan Andrian ikut ya!!! soalnya bahaya'kalo kalian cuman berdua,agak jauh dari hotel soalnya kan??"tambah sang papa dan Dwi mengangguk patuh.
"Prambanan kan penuh mitos!!kalian gak takut??"jawab Andrian dan Aslan terkekeh.
"Ada mitos kalo kita bawa pacar!!!!ya gak bel???lah kita kan gak bawa pacar....kagak ada itu mitos mitosan"jawab Dwi lugas dan di beri anggukan oleh Abel.
Mereka selesai makan dan berbincang pada pukul setengah sembilan malam, mereka pun kembali ke kamar masing-masing.
Dwi sibuk dengan laptopnya,memgedit dan memposting segala nya yang telah ia lakukan tadi siang.
Abel membaca novel dengan sesekali melihat layar ponsel nya.
Sampai tak terasa mereka tertidur di posisi mereka masing masing.
Pagi hari...... Abel bangun subuh, karena jarak candi Prambanan dari hotel yang mereka tempati cukup jauh, mereka memutuskan bangun pagi-pagi buta dan berangkat pagi juga.
"Bangun dan Dwi....gue udah sholat subuh... buruan...ntar kesiangan kita!!!"pekik Abel dengan masih menggunakan handuk mandi nya. Dwi terbangun dengan gontai,dan berjalan mengambil wudhu di kamar mandi dan meneruskan nya dengan mandi dan bersiap.
Abel yang sudah siap dengan rambut ekor kuda nya,dan Dwi dengan rambut kepang menyamping dengan topi lebar tak lupa kacamata juga.
Kamera digital Canon di bawa oleh sang kakak Andrian,dan Aslan mengikuti mereka di belakang.
Dengan menggunakan taxi online Mereka berangkat ke candi Prambanan,dalam perjalanan Andrian dan Aslan tak lupa mengabadikan momen perjalanan dengan terus mengarahkan kamera mereka ke luar jendela mobil.
Abel dan Dwi, sibuk dengan berselfie ria di dalam mobil, sesekali juga Dwi membalas pesan dari kekasihnya yang sekarang berada di Singapura.
45menit mereka sampai pada tujuan, terlihat halaman luas Tanpa terlihat bangunan kokoh menjulang karena mereka harus melewati dulu beberapa gerbang, sebelum mencapai gerbang pembelian tiket.
Aslan membeli 4 ticket masuk, memberikan kepada petugas pintu masuk dan mereka berjalan melalui gerbang tersebut.
Mata Abel terperanjat melihat sosok bangunan yang terlihat kecil karena dari kejauhan, mereka berempat tak henti hentinya mengabadikan momen itu,
Semakin mendekat, semakin terlihat bangunan kuno, berupa tumpukan batu yang menjulang tinggi,tampak indah penuh dengan aura magis yang tak pernah Abel rasakan sebelumnya,air mata Abel menetes Tampa di komando dia terlihat kagum dan tidak percaya bahwa dia sampai di tempat di mana legenda paling dia kagumi berada.
Benar, legenda Raden Ayu Roro Jonggrang, perempuan tangguh,keras kepala tapi berjiwa besar dan halus tutur kata nya,yang di kutuk menjadi patung Karena keteguhan hati dan keyakinan dirinya membela sang ayahanda.
Meskipun sebenarnya ayah nya adalah seorang yang tidak bijaksana,tapi Roro Jonggrang sangat menghormati sang ayah,jadi ia enggan menerima pinangan lelaki yang sangat mencintai nya,tapi juga pembunuh sang Ayah.
"Gak....usah norak deh bel!! ngapain lu nangis???"sewot Dwi yang tak habis pikir dengan sahabat nya itu.
__ADS_1
"Gue terharu...hiks... hiks....hiks....gue bisa nginjekin kaki di tempat idola gue wi'"jawab Abel ambigu
Dwi memutar mata malas...dan melepaskan gandengan dari sahabat nya itu.
Kesal meninggalkan Abel, Dwi asik mengabadikan gambar kesana kemari.
"Woi.... kenapa nangisss!!!"Aslan yang awalnya mau mengagetkan Abel malah terkaget melihat Abel yang pipinya basah karena air mata.
"Ga...ga..papa kok"Abel ngeloyor begitu saja meninggalkan Aslan yang kebingungan dengan sikap Abel.
"Kenapa lu???"sapa Andrian menepuk pundak Aslan,
"GPP..... udah yuk.....kita ntar kehilangan dua bocah lagi"jawab Aslan dengan mengekori Abel dan Dwi.
Abel memang kampungan,dia kembali menangis setelah sampai di dalam candi Bima,candi terbesar yang ada di kompleks candi Prambanan.
Yang di dalamnya ada patung seorang dewi berdiri tegak dengan tangan gemulai menangkup di depan dada,
Abel begitu mengagumi sosok Roro Jonggrang,dia tak berhenti memeluk kaki patung yang tinggi nya kurang lebih 2meter itu sambil menangis haru.(Abel malu maluin ya gaes)
Dwi dan yang lainnya hanya menutup muka dengan masker dan kacamata mereka karena malu akan tingkah dan kelakuan Abel.
Setelah mereka keluar dari kompleks candi, mereka masuk museum di kawasan candi yang di dalamnya berisi tentang segala nya tentang candi Prambanan.
Setelah lelah, mereka memutuskan untuk istirahat di restoran laut yang menyediakan berbagai macam sea food.
"Liat lah....apa yang kau perbuat di dalam tadi markonah"
Kesal Dwi pada Abel dengan memperlihatkan fto fto dirinya yang seperti orang gila, menangis dan memeluk kaki patung Roro Jonggrang.
"Unchhhh..... Dwi manis bgt seh....kok aku lupa minta foto ya???,tapi gpp meskipun sedang nangisss berantakan tapi gue suka, kanjeng ratu Roro Jonggrang nya jelas!! gommawo ya sayang"jawab Abel antusias dan ketiga manusia normal di sebelah dan di depannya hanya menggeleng heran.
Dwi gemas ingin menjambak sahabat nya itu,karena kelebaian Abel sungguh luar biasa.
"Lu bener bener suka sama ceritanya rakyat tentang Roro Jonggrang bel???"tanya Andrian
"Heem...banget,aku lebih suka legenda yang meninggalkan bukti, seperti candi Prambanan, candi Mendut dan pantai Parangtritis bang.....!!! Meskipun mereka hanya saksi bisu kejadian di masa lalu seenggaknya kita bisa merasakan dan menikmati momen yang terjadi ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu itu"jawab Abel lugas dan antusias.
"Wah.... kenapa lu gak sekolah di SMA negeri aja se bel???bisa masuk IPS kan lu!!"timpa Aslan sambil mengunyah makanan nya.
"SMA mau gak mau Aku harus kuliah bang,,,dan ntar aku gak ada keahlian,kalo di SMK meskipun aku gak punya duit buat langsung kuliah aku masih punya keahlian dan bisa bekerja dulu,biar bisa kuliah nantinya"papar Abel bangga.
Tiga orang yang ada di situ ber oh ria dan mengangguk.
Setelah mereka selesai mengisi perut,
Mereka menghabiskan siang di toko souvernir, keluar masuk dan memilih berbagai macam souvernir yang mereka inginkan.
Menjelang senja, Andrian meminta adik dan semua nya kembali ke hotel untuk beristirahat, mereka pun memesan taxi online dan kembali ke hotel.
Sampai di hotel, mereka ber Istirahat tapi tidak dengan Dwi yang sedari tadi dia mengoceh ria bersama sang kekasih lewat video call,
"Ia.....yank!!jadi Abel tadi norak deh,masa iya dia nangis pas di Prambanan!!malu maluin,pen tampol tapi gak tega 😒😒😒😒..."adu Dwi pada sang kekasih dang sang kekasih hanya terkekeh di seberang sana, Abel hanya memutar mata malas mendengar hal itu saat dia keluar dari kamar mandi.
"Tu...tu... Yank....orang absurd yang liat patung Roro Jonggrang nangis meraung-raung histeris"adu Dwi lagi sambil mengarahkan kamera ponsel pintar nya ke arah sahabat nya itu.
"Cihhhh....aduan lu kek bocah" jawab Abel sambil mengeringkan rambut nya.
__ADS_1
Abel membuka laptop yang di bawa oleh Dwi,
Dwi masih sibuk dengan kekasih nya yang ada di seberang sana.