Andai Dia Memiliki Rasa Yang Sama

Andai Dia Memiliki Rasa Yang Sama
Bab 22 andaikan semua nya nyata


__ADS_3

"Eh....gak kok...aku gak enak aja, nngrepotin kamu"jawab Abel dengan masih memandang lurus ke depan.


"kalo di ajak ngomong itu pandang orang nya, jangan kek gitu,,,,,,!"jawab Rendra dengan mimik Santai.


"Maaf"jawab Abel dengan memandang wajah Rendra.


"Kok jadi minta maaf!!!"Rendra meminggirkan mobil nya,dan kembali menatap Abel.


"Abel.... please...gue punya salah ama lu?? ngomong bel,lu aneh sejak kita jadian,lu gak pernah telfon atau kirim chat ke gue dulu,lu gak pernah senyum seperti lu senyum ke temen temen lu kalo pas sama gue,terus lu sekaku ini kalo lagi berdua sama gue!!"papar Rendra panjang lebar.


Abel yang sedari tadi diam sekuat tenaga menahan air mata,hanya menggeleng dan tersenyum, kembali meminta maaf pada Rendra.


"Maaf... mungkin aku belum terbiasa, karena pengalaman pertama dan dengan seseorang yang luar biasa seperti kamu,"Abel menjeda"jadi aku agak masih seperti mimpi,belum terlalu percaya kalo kita udah jadian....maaf kalo aku canggung"ucap Abel lagi dengan seuntas senyum yang di paksakan.


Rendra pun mengelus pipi Abel dan tersenyum, mereka kembali melajukan mobilnya dengan keadaan hening seperti tadi,hanya saling lirik dan memandang dengan senyum yang entah tulus atau tidak.


35 menit kemudian mereka sampai di parkiran mall yang sudah di tunggu oleh sepasang manusia yang terlihat kesal karena menunggu terlalu lama.


"Ya Allah.... akhirnya sampai juga kalian ya!😒😒😒😒


Sampai kering kita nungguin"sewot Dwi menggandeng lengan Abel yang baru saja turun dari mobil Rendra.


"Macet beb"jawab Abel dengan cengiran dan berjalan di depan kedua lelaki yang berjalan di belakang mereka.


Mereka berjalan, sesekali masuk ke counter baju yang hanya melihat tanpa membeli tentunya, karena Abel tidak akan pernah mau di belikan oleh Dwi ataupun Rendra.


"Gue yang beli ticket,elu yang beli cemilan vid"pukas Rendra pada David,dan David mengangguk patuh segera mengantre di stan popcorn dan soft drink.


Mereka memilih film horor kali ini,dengan posisi duduk Rendra, Abel Dwi dan David.


Mereka fokus dengan film yang mereka tonton tapi tidak dengan Rendra yang melihat ke arah Abel, dengan tatapan tak dapat di artikan.


Abel sebenarnya menyadari hal tersebut tapi dia memilih fokus ke film yang mereka tonton tanpa menoleh sedikit pun.


Selesai acara nonton yang aneh tadi mereka berjalan ke arah food court yang ada di mall tersebut,


"Film nya keren,gue syuka...."celoteh Abel membuka percakapan kepada Dwi,

__ADS_1


"Gue mah kalo setan nya muncul gue milih merem.....ngeri,takut gak bisa tidur"jawab Dwi dengan menggosok lengan nya merinding.


"Gue malah suka banget... makanya gue nonton terus kalo film ini keluar per chapter"bangga Anabell pada dirinya sendiri yang sebenarnya sejak tadi dia menghindari pandangan Rendra.


"Kalo gue sibuk liatin Rendra yang gak nonton film,,,,,!!! Tapi nontonin Annabella..... Padahal di film itu kan juga ada Annabelle... ahahhahah"kekeh David meledek Rendra yang hanya di beri lirikan tajam oleh Rendra.


"Serah gue....mata mata gue....repot amat lu"jawab Rendra dengan meminum minuman kesukaannya dan tetap dengan mencuri pandang ke arah Abel dengan tatapan tak perduli Abel yang asik dengan Dwi.


Mereka meneruskan jalan jalan mereka, Abel menemani Rendra membeli sepatu resmi untuk acara kantor ayah nya,dan David serta Dwi entah kemana mereka.


"Kamu pilih satu gih, rencananya aku mau bawa kamu ke acara bokap,,,,"Rendra menarik tangan Abel mendekat ke arah sepatu wanita.


"Acaranya kapan?"tanya Abel dengan tatapan datar.


"Tiga mingguan lagi tanggal 24 ......tapi kan kita jarang keluar!jadi mumpung di luar kita cari sepatu dan baju sekalian"jawab Rendra yang sedang memilih heils yang akan ia berikan pada Abel.


"Rendra....."Abel menarik tangan Rendra dan menjauh dari stan sepatu wanita,"aku udah punya flat shoes yang gak jelek jelek amat,terus aku juga ada kok baju untuk ke acara-acara formal,jadi maaf kamu jangan kesinggung ya!!aku gak usah di beliin,lagian nanti kalo aku pulang bawa macem macem bunda bisa tanya macem macem"papar Abel dengan muka memelas. Rendra hanya diam memperhatikan manik mata kekasih nya secara bergantian.


""Baru gue temuin cewek dengan berjuta alasa ini, padahal gue mau kasih yag yang terbaik buat dia karena dia cewek gue....hemm benar benar unik"


Abel hanya bisa memandang nanar tangan yang sedang ia gandeng itu.


Mereka benar benar terpisah dengan Dwi dan David,


"Kita pulang ya Rend....udah setengah sembilan"ajak Abel pada Rendra yang sedang mengemudi kan mobil nya.


"Oke...tapi mampir ke sana sebentar ya,"jawab Rendra dengan menunjuk ke arah toko kue.


"Lu tunggu di sini gue gak lama"perintah Rendra dan Abel pun mengangguk.


Dua puluh menit kemudian Rendra keluar dari toko roti dan menenteng dua tas berisi kue aneka rasa, Abel yang melihat hal itu hanya melihat sekilas dan tak ingin bertanya.


Sampai di depan rumah Abel pamit turun dan saat dia akan membuka pintu mobil Rendra mencekal tangan nya.


"Tunggu.....ini buat Bunda dan adek mu"Rendra memberikan satu tas besar berisi aneka macam roti tadi.


"Rend.....aduh gak perlu kayak gini kali,tau ini kamu kasih ke aku aku gak setuju tadi kamu beli kue"ucap Abel dengan nada agak kesal.

__ADS_1


"Hei.... kenapa lu sekesel itu sih,,,,,gue mau kasih ke adek lu, tapi gue yakin lu gak akan ijinin gue buat mampir!!! Makanya gue titip buat adek lu bukan buat elu,,, dah sana... makasih ya udah mau nemenin gue malam ini"jawab Rendra dengan nada manis yang bahkan membuat hati Abel semakin sakit


"Aku yang makasih....kamu udah repot traktir dan jemput aku,,,,di tambah kue kue ini.... makasih sekali lagi"ucap Abel dan keluar dari mobil Rendra, setelah mobil melesat pergi Abel menatap paper bag yang ada di tangan nya,dan membuang nafas nya kasar.


"Andaikan ini semuanya nyata ya Allah....."


gumam Abel pelan


Sampai di dalam rumah Abel di kagetkan dengan tatapan sang Bunda.


"Assalamualaikum....Malem...bund aku pulang...ini dari Rendra buat bund...."belum sempat Abel menerus kan kata kata nya paper bag itu di minta oleh sang adik dan membawa nya ke tempat dia nonton TV, Abel menggeleng dan beranjak ke arah kamar nya tapi.


"Bel ....apa hubungan kamu sama anak itu?"


Tanya sang Bunda dengan tatapan aneh.


"Sekolah dulu... fokus,,,kamu bukan anak orang kaya yang bisa santai dan ha ha he he Bel,,,"tekan ibunya lagi.


Abel hanya menghela nafas panjang dan menoleh kembali dengan wajah seceria mungkin.


"Bunda tenang aja...dia temen Abel,dan lagi Abel juga gak akan kok Bun pacar pacaran"bohong Abel


"Kan gak ada juga bund yang mau sama gadis biasa kek Abel,,, hehehehe yaudah ya bunda Abel mau masuk dulu selamat malam bund"


Malam itu di lalui Abel dengan hati perih,sakit tapi dia tak gentar dan dia harus tetap menjadi Annabella yang sekuat baja tanpa memperlihatkan sisi terapuhnya,dia berharap mempunyai seorang ibu yang mau berbagi suka duka tapi pada kenyataannya ibunya hanya sosok ibu cuek yang bahkan tak tau apa kemauan anak Perempuan satu satunya itu.


Hari berlalu, sebulan sudah dia jadian dengan Rendra... bukan tepatnya sehari menjelang sebulan hari jadian nya mereka,dan siang itu Abel meminta cuti nya pada sang bos minimarket.


"Bel...lu pake baju ini ya???gue pake yang toska... wkwkwkkwk kan mau datang ke anniversary nya calon mertuanya elu!!!"


Kelakar Dwi dengan masih sibuk menyiapkan segala sesuatunya karena ia ingin tampil sempurna di mata semua orang, lain dengan Abel yang hanya tersenyum kecut mendengar ocehan sahabat satu satunya itu,dan bergumam


"Apa-apa???calon mertua???ya Allah....semoga nanti lu gak pingsan saat gue ngasih kejutan besar buat kalian"


gumam Abel dan menahan bulir air matanya di ujung matanya.


Abel mengenakan dress selutut berwarna peach dengan lengan panjang bermotif garis, hels 10 centi berwarna senada dan rambut yang di catok sebelum di kuncir kuda,

__ADS_1


__ADS_2