Andai Dia Memiliki Rasa Yang Sama

Andai Dia Memiliki Rasa Yang Sama
Bab 19 masih di Jogja


__ADS_3

Anabella masih sibuk dengan laptop Dwi yang sejak kelar mandi tadi dia otak Atik, Dwi yang baru kelar mandi dan mengering kan rambut nya pun berjalan ke ranjang Abel


Ia penasaran apa yang di lakukan oleh sahabat nya itu.


"Lu ngapain se bel???"tanya Dwi sambil memakan camilan yang berbeda ia beli tadi.


"Browsing kampus dengan jurusan manajemen dengan jalur beasiswa penuh"jawab Abel dengan tidak mengalihkan perhatian nya dari laptop.


"Gila lu bel!! Kita masuk kelas aja baru satu Minggu lagi!!!!elu udah cari kampus aja... ckckck gak ada istirahat nya otak lu bell"Jawab Dwi dengan gelengan kepala heran.


"Istirahat itu adalah untuk orang yang punya duit kek kamu sayang!!!....kalo aku istirahat,bisa bisa peluang aku di ambil orang!!!....lu tau sendiri gimana bunda gue kan???gue gak mau nngrepotin bunda ma bapak setelah lulus SMK" papar Abel dengan pandangan pada laptop.


"Kenapa mau masuk management???kan lu kecantikan???gak ke desain futuristik atau sekolah tinggi make up mungkin???"tanya Dwi lagi


"Wkwkwkwkkw lu udah gila'???mana ada jurusan elite pake jalur beasiswa???.... dan kalopun ada gue belum berminat,


Kalo di management setelah lulus seenggaknya gue mudah cari kerja sebagai staf kantor apapun,biar gue bisa cepetan bantu adek dan orang tua gue wi'"Jawab Abel menerawang.


"Gue bangga punya elu...."peluk Dwi pada Abel


"Karena gue punya seseorang yang mandiri yang ada di sebelah gue,,,,di samping gue.... jangan pernah tinggalin gue ya bel!!! apapun itu masalah nya,elu harus dan wajib ngomong ama gue 😘"papar Dwi dengan mata berkaca-kaca.


"In sha Allah....gue selalu ada buat elu sayang kuhhhhh.... selalu kapan pun,dan dimana pun... ehehehehheheh"jawab Abel sambil membalas pelukan sahabat nya itu.


"Terus????udah nemu??? dimana?dan apa coba"Tanya Dwi lagi.


"Udinnnnn dong....nich.... STIE PERBANAS Surabaya, gak negeri tapi terakreditasi A,dan jurusan management nya terbaik,,,,, doain gue bisa jadi salah satu siswa yang beruntung yak!!! Biar bisa masuk situ"jawab Abel dan mohon Abel.


"Aamiin.... always beib....eh tunggu! Surabaya??? Lo gak waras???terus gue mau lu tinggal di Bogor sendirian????wah apa apa an lu???"kesal Dwi yang tak terima.


"Wkwkwkwkkw dasar bocah!!!!kan ada Abang sama orang tua elu,kok sendiri????


Meskipun berjauhan,hati dan segalanya yang ada di diri gue selalu siap 24 jam ketika lu butuh gue.... ih!"jawab Abel terkekeh.


"Gak....gue gak setuju !!!?? Gue juga kudu dapet universitas di Surabaya, bareng elu....titik?!!!!"jawab Dwi


"Ahahahhaha.... udah ah.... istirahat, besok kita bahas lagi,gue ngantuk"serang Abel pada Dwi dan Dwi pun mengangguk dengan menaiki ranjang nya sendiri.


Tak perlu waktu lama mereka masuk ke alam mimpi mereka masing masing.


Pagi menyapa, destinasi wisata hari ke empat ini adalah Malioboro.....


Tapi mereka akan berangkat sore nanti, karena Malioboro lebih indah di malam hari.


Siang ini, kedua gadis itu diam dan asik dengan dunia nya masing-masing di kamar.


Abel yang sedang sibuk nonton drama Korea dan Dwi yang sibuk dengan ponsel nya karena sedang ber chat ria bersama sang kekasih.


Makan siang mereka pun mereka hanya memesan grab food,dan mereka memilih makan di kamar mereka,


"Bel.......gue udah bilang sama mama,kalo gue mau kuliah di Surabaya bareng elo"Dwi membuka suara di sela sela makan mereka.

__ADS_1


"Hah????....kan gue juga beloman tentu masuk wi' itu tes masuk juga masih empat bulan kedepan" papar Abel terkekeh.


"tapi gue kok yakin,kalo elu lolos ya"jawab Dwi santai


Anabell hanya menggeleng, dengan senyum dia menanggapi celoteh sahabat nya itu.


Menjelang sore mereka bersiap menikmati indahnya Malioboro,


Abel yang sore itu memakai outfit kemeja lengan panjang, bermotif garis yang di padupadan kan dengan celana panjang belel, sneaker putih andalan dan Sling bag yang berwarna senada dengan kemeja nya yaitu biru.


Dwi memakai outfit kaus rajut full neck, lengan panjang dengan celana belel dan sneaker putih ber motif manis, dengan sling bag berwarna senada dengan sneaker nya yaitu putih.


Andrian dan Aslan sudah siap di lobi hotel dengan mobil sewaan yang akan Andrian kendarai sendiri,


Pukul tiga sore mereka berangkat dari hotel tempat mereka menginap,hanya butuh waktu 40 menit mereka sampai di Malioboro,jalan penuh kenangan dan penuh dengan berbagai macam kebudayaan khas Jawa,dari campur sari,jejogetan sampai merdunya suara pengamen pengamen jalanan, mereka ber empat menelusuri jalan dengan sesekali mengabadikan foto, membeli beberapa macam aksesoris, berfoto dengan penduduk dan penghibur di daerah situ sampai makan di pinggir jalan Malioboro yang terkenal enak dan lesehan.


Sampai pukul sembilan mereka masih menyusuri jalanan Malioboro,yang dimana makin malam makin ramai dan makin riuh,


"Kita nyemil sate yuk bang!!"pinta Dwi pada Andrian


"Yassalam Dwi.....lu kan baru jam tujuh tadi makan pake ayam,sama ikan bakar....gak meledak tu perut???"tanya Abel heran.


"Bodo amat.... wkwkwkkwk kan gue makan gak pake nasi Abel sayang....!!"jawab Dwi santai"ya...bang ya...."pinta Dwi lagi, Andrian pun mengangguk dan menggeleng dengan kelakuan adik kesayangannya itu.


"Gue yang traktir kali ini"sela Aslan pada ketiga orang di depan nya itu.


"Oke....bang Aslan emang paling best"jawab Dwi yang girang Karena di traktir Aslan.


Setelah menikmati sate khas Jogja,,,,, mereka memutuskan pulang karena tubuh mereka lelah dan lengket, padahal sebenarnya sebelum pergi tadi mereka mandi.


Sampai di hotel mereka membawa barang mereka masing masing dan masuk ke kamar masing masing.


Abel melakukan ritual membersihkan dirinya terlebih dahulu,dan Dwi seperti biasa mengobrol dengan sang kekasih melalui aplikasi video call.


"Mandi wi'....ntar di sambung lagi"sela Abel pada Dwi yang sedang asyik mengobrol, Dwi pun beranjak dan menutup video call nya dengan sang kekasih.


30 menit, Dwi kluar kamar mandi dengan handuk melilit di kepala, sembari mengerikan rambut dia mendekati Abel yang melamun di depan balkon kamar mereka.


"...dor....."Abel menoleh dan tersenyum dengan tingkah konyol sahabat nya itu.


"Kok.... melamun,,,, kenapa???besok kita balik ke Bogor"papar Dwi sambil menggosok rambut nya dengan handuk.


"Semalem gue mimpi Rendra..."jawab Abel singkat


"Ecieeee.....udah di mimpiin aja bang Rendra nya"goda Dwi pada Abel


"Ck....apaan,....gak jelas"sambung Abel dengan menoyor pundak Dwi.


"Itu tandanya dia memikirkan elu,dan.... kangen maybe"sambil berlalu menuju ranjang.


Abel menyusul sahabat nya dan duduk di ranjang nya dengan kepala ia senderkan di kepala ranjang.

__ADS_1


Dan Dwi kembali dengan melakukan video call dengan kekasih nya.


.


.


.


Genap enam hari mereka berada di Jogja,dan mereka memutuskan untuk pulang ke Bogor karena hari senin nanti mulai masuk tahun ajaran baru.


"Udah ke bawa semua wi'??? Elu kan pelupa nauzubillah"Tanya Abel pada sahabat nya.


"Udinnnnn.... yuk,,,kita pulang berempat mama sama papa gak pulang, soalnya urusan papa beloman kelar"jawab Dwi panjang.


"Kita jadi naik kereta kan??"tanya Abel lagi.


"Yups...bang Aslan yang traktir... ahahahahhahah"jawab Dwi dengan kekehan.


Mereka berjalan menuju loby, berpamitan dengan kedua orang tua Dwi yang memang tak bisa pulang karena memang pekerjaan orang tua Dwi belum selesai.


Sampai di stasiun mereka bergegas ke arah kereta tujuan Bogor yang sudah siap berangkat.


Di dalam kereta....


"Bang.... tingkyuuuuuuuu yak"papar Abel pada Aslan di depannya yang sedang memainkan ponselnya.


"Untuk"Aslan menjawab heran.


"Yah.... untuk beberapa hari ini,udah traktir Abel... Abel janji nanti kalo Abel udah banyak duit, gantian Abel traktir Abang...dan yang lainnya."papar Abel dan di Amini oleh ketiga orang di situ sambil terkekeh.


Dwi terkantuk-kantuk, Abel pun dengan sigap menyandarkan kepalanya Dwi ke bahunya membiarkan sahabat nya itu tertidur di pundaknya itu.


Tujuh setengah jam mereka sampai di Bogor, Dwi yang masih belum tersadar sepenuhnya Abel menggandeng Dwi sedangkan koper mereka di bawa oleh Aslan dan Andrian.


.


.


.


.


.


tak Terasa hari ini adalah hari dimana tahun ajaran baru di mulai,ia hari Senin yang terik dan cerah dan sedang di lakukan upacara bendera rutin.


"wah......gue kangen Bu Ratih bell"pekik Dwi mengaitkan lengan nya ke lengan Abel.


"gila'lu mah... kangen sama ibu kantin,kangen sama masakan nya kali,"jawab Abel dengan terkekeh.


"cerdas"jawab Dwi singkat dengan terus berjalan dan akhirnya mereka terpisah karena kelas mereka emang terpisah.

__ADS_1


Abel berjalan menuju kelas,tidak ada yang spesial karena Abel memang gadis biasa yang malas bergaul dengan teman yang lain.


__ADS_2