
Senja menampakkan sinarnya, Karena gelap hampir tiba. Mereka ber empat meninggalkan tempat makan yang mereka singgah i barusan.
"pulang ke rumah gue ya bell!!! besok baru balik ke rumah lu, kan baju nya masih di rumah gue" Dwi menggandeng sahabat nya itu.
"Ok!!!"jawab Abel singkat dengan mengacungkan jempol nya.
Abel kembali membonceng Rendra, sedangkan Dwi tentu saja bersama David sang kekasih. hening,itu yang terjadi selama perjalanan pulang ke rumah Dwi,tak ada percakapan antara Abel dan Rendra.
mereka sibuk dengan fikiran mereka masing masing.
sampai di rumah Dwi Abel turun dan mengucapkan terima kasih pada Rendra.
"thanks ya rend!!!!maaf ngrepotin"sapa Abel pada Rendra dan ia pun mengangguk berpamitan kepada Dwi lalu meninggalkan tempat itu.
"lu suka???"tiba tiba Dwi berada di depan mengagetkan nya.
"maksudnya???"tanya Abel bingung
"jalan jalan kita tadi,???"jawab dwi dengan menaik turun kan alis nya.
"ahahhahah....biasa aja! Alhamdulillah stress gue ilang... makasih ya sayangku"jawab Abel sambil memeluk pelan tubuh sahabat nya
__ADS_1
dan sang sahabat pun menepuk pundak nya sambil tersenyum.
Seminggu kemudian,saat nya mereka menerima hasil laporan selama Enam bulan mereka menuntut ilmu,dan juga mereka akan mengetahui naik atau tidak nya mereka ke kelas XII.
"Bunda.... ambil rapot ya bunda!!! hari ini juga upacara kenaikan kelas."pinta Abel lembut pada ibu nya, pasalnya sang Bunda jarang mau datang ke sekolah Abel meskipun hanya untuk ambil rapot.
"Bunda jualan pagi bel,kamu ambil sendiri aja
lagian kenaikan kelas,kamu gak punya tunggakan kan???"jawab sang bunda dan Abel hanya menghembuskan nafas berat, sembari menahan bulir air matanya.
"gak usah cengeng kamu,,,, timbang ambil rapot aja di bikin ribet,udah Bunda udah mau berangkat nanti bangunin adek mu, suruh mereka sarapan!! kalo mau berangkat jan lupa kunci pintu dan taruh kunci nya di atas pintu...
assalamualaikum" pamit ibunda Abel panjang lebar dan Abel hanya mengangguk pelan sambil membalas salam dari ibunya, sambil melangkah kembali ke kamarnya.
rasanya dia tak mau ke sekolah hari itu, karena terlalu malas dengan pertanyaan yang pastinya akan di lontarkan oleh sang wali kelas,dan ibu ibu lain wali murid kawan sekelas nya.
Anabella melangkah gontai ke sekolah, dia memilih berjalan menyusuri trotoar.
langkah nya pelan dengan muka datar dan gontai dengan earphone terpasang di telinga, rambut cepol asal asalan, dengan seragam lengkap di balut cardigan panjanng Rok abu di atas lutut.
Abel tampak manis, polos tanpa sapuan make up!!!boro boro beli make up, jajan aja Abel kadang kadang.
"Abel......"pekik seseorang dari belakang, Abel menoleh dengan senyum mengembang teryata itu Dwi and the families.
For your information, keluarga Dwi itu sangat sangat best, ambil rapot aja mama papa nya datang semua, jadi kalo nilai Dwi jeblok langsung deh tuh di marahin nya dobel wkwkwkkwk di tempat lagi.
__ADS_1
"anyeong 👋👋👋 jeonha-achim...mama papa"Abel menyapa dan menyalami kedua orang dewasa itu.
"mana bunda kamu nak???"tanya papa Harso pada Abel.
Abel menunduk,dan kembali tersenyum memandang kedepan lagi,
"Bunda jualan pagi pagi!!!jadi gak bisa ambil, Abel nanti ambil rapot Abel sendiri lah, seperti biasanya... hehe"jawab Abel cengingisan, papa dan mama Dwi hanya saling pandang dan menggeleng kepala,
"nanti biar papa yang ambil nak, jangan khawatir!!!"Harso menenangkan Abel sambil mengelus punggung nya,wajah Abel pun berbinar seketika.
"bener pah???gak ngrepotin???"tanya Abel berkaca kaca.
"hust....gak ada yang ngrepotin buat anak pintar kayak Abel"jawab Rani mama Dwi dengan mengelus rambut Abel.
Dwi pun tersenyum menaikkan kedua alisnya dan bergandengan dengan Abel dan kedua orang tuanya.
kedua orangtua Dwi selesai mengambil hasil laporan belajar Dwi,dan Alhamdulillah Dwi mendapatkan nilai cukup dan tidak memalukan tentunya.
Rani dan Harso ber iringan masuk ke kelas Abel, Dimana mereka bertemu wali kelas dan menerima hasil laporan milik Abel.
"Alhamdulillah.... selamat ya nak,kamu naik kelas dengan nilai sempurna, wali kelas mu bilang kalo kamu pertahankan terus nilai mu sampai nanti kelulusan,kamu bakal dapat beasiswa penuh ke perguruan tinggi"papar papa Harso pada Abel seketika Abel mencium punggung tangan lelaki paruh baya tersebut.
"terimakasih pah,,,,,mAh,,,,, Abel janji bakalan serius dan dapetin beasiswa penuh,biar bisa bales budi mama dan papa...hiks....hiks.... hiks..."tangis Abel haru di depan ruang kelas,
yang di saksikan oleh hampir semua wali murid teman sekelasnya.
__ADS_1