
"Ahhhh.....my bed is my paradise"pekik Abel melompat merebahkan dirinya di kasur empuk kesayangan nya,
Di Surabaya dia tinggal di apartemen sederhana dengan satu kamar,ruang tamu toilet dan balkon yang di manjakan dengan view pemandangan kota Surabaya.
Selesai memainkan ponselnya,mengabari semua keluarga nya di Bogor dan Dwi di Jakarta tak lupa Rendra juga,kalo dia sudah sampai dengan selamat.
Tak lama dia tertidur tanpa makan malam, seperti biasanya Abel memang suka sekali melupakan makan kalau sudah lelah.
"Pagi.....mbak kuhhhhh"pekik Asri memeluk atasan nya yang baru saja sampai di lobi kantor.
"Pagi Asri.....loh numben lobby rame?"tanya Abel membalas pelukan sang asisten.
"Loh....mbak gak buka GC ???"tanya Asri bingung...
"Hehehehe pulang langsung molor aku,kagak buka hp,ini aku bawa aja belum aku nyalain"jawab Abel dengan menggaruk kepalanya.
"CEO baru bakal inspeksi katanya mba,bebenah struktur katanya...eh eh eh....oleh oleh aku mba gak lupa kan?"jawab Asri melotot karena dia mau oleh oleh dari sang atasan.
"Oleh oleh nya aku tf ke rekening kamu nanti,beli sendiri ya sayang,,,,udah aku mau masukin tas dulu,"Abel berlalu dan Asri hanya cemberut,
"Mba ntar kesini lagi...! seluruh staf harus hadir soalnya"pekik Asri dan Abel hanya tersenyum dan mengacungkan jempolnya tanda paham.
Beberapa menit kemudian Abel kembali,di sebelah Asri, memainkan ponselnya sesekali tersenyum terkikik geli.
"Mbak....mbak Abel kenapa seh???ayoooo dapet cowok baru ya??"Asri menyelidik menatap Abel.
"Ni....si Dwi riweuh katanya dia mau lahiran di Surabaya, karena mau gue temenin....gila kan tu anak"tunjuk Abel pada sang asisten yang keppo, Asri hanya manggut manggut .
"Mbak pasti belum sarapan kan???aku udah siapin sandwich dan coffelate,ada di meja aku nanti aku anter ke meja mbak"jelas Asri karena mengetahui kebiasaan Abel.
"Asri memang terbest...muach...muach..."jawab Abel terkekeh.
Asisten wakil direktur mengintruksikan agar semua staf rapi dalam berbaris, karena sang CEO yang di tunggu sudah tiba di pelataran kantor.
Abel merapikan rambut kuncir kuda nya, serta blouse dengan lengan di gulung ke atas.
Asri pun sama, merapikan rok selutut nya dan tak lupa menebali lip mate di bibirnya.
Staf perempuan lain berlomba menata penampilan mereka,dan memperlihatkan keseksian mereka.
Hening.....
Tap...tap...tap.....
Suara pantofel pria berjalan mendekati ke arah karyawan yang berjajar menyambut CEO mereka, CEO mereka yang terkenal dingin,kejam dan tanpa ampun dengan sejuta pesona serta ketampanan yang memukau di umurnya yang ke 32tahun.
Lelaki itu berhenti dan memandang satu persatu karyawan yang ada di depannya, setelah dia menemukan objek yang ia cari, senyuman smirk tersungging di bibirnya.
Abel merasakan pegal di kaki dan mendongak,tanpa sengaja dan.
Deg......
Tatapan nya bertabrakan dengan tatapan pria tampan yang menatap nya dengan santai serta senyum yang tak dapat di artikan.
Abel hanya memiringkan kepalanya dengan mata melotot karena tak percaya pria yang di ribut kan oleh para karyawan wanita di kantornya adalah Zain,sahabat dari Andrian yang tadi malam ia tabrak dan akhirnya melakukan perjalanan bersama kembali ke Surabaya.
Sungguh kebetulan yang awakward menurut nya.
Asri,sang asisten keppo yang memperhatikan Abel dan CEO secara bergantian menaruh curiga.
"Mbak kenal sama pak Bowo???"tanya nya penuh selidik!
"Hah??? Pak Bowo....."tanya Abel bingung.
"Iya.... Pak Zain Adiguna Wibowo,,, CEO kita!!!
__ADS_1
Putra tunggal Adiguna Wibowo... pemilik perusahaan ini"jawab Asri lugas . Abel hanya bertepuk tangan lirih,,,,
"Wah...... asisten ku mmg best,,,,dia tau segalanya ...ckckckckck!!!"goda Abel mengalihkan pertanyaan Asri.
"Uh.... Asri gitu loh"Abel berlalu dan menggeleng kan kepala nya,dia dan Asri beserta Kawan yang lain memasuki lift untuk naik ke lantai 6 keruangan mereka tentunya.
"Ini sarapan nya,,,dan ini laporan yang sudah mbak tinggal kan menjomblo selama tiga hari...!"kekeh Asri sembari memberikan beberapa map dan satu pack sarapan berisi sandwich dan coffelate kesukaan Abel.
"Gommapta goo... Asri zeyenk...."jawab Abel dengan senyum sejuta watt nya.
"Syama syama Bu Abel...."sambung Asri tak kalah kocak.
"Em....dan ini tadi ada pemberitahuan meeting, bersama CEO baru dengan semua kepala bagian beserta staf penting Bu...!"
Sambung nya lagi sambil berpamitan keluar ruangan Abel, Abel pun mengangguk tanda paham.
Dua jam berkutat dengan laporan yang ia tinggalkan beberapa hari itu, akhirnya Abel selesai dengan kepala dan tangan yang di rentangkan,,,,
"Gak sia sia aku pilih kamu Sri....kamu emang best....."gumam Asri tersenyum dengan sambil menekan interkom"Asri bisa ke ruangan saya"panggilnya pada Asri.
Asri masuk dan segera mengambil berkas-berkas yang sudah di tandatangani dan di periksa oleh Abel.
"Nanti mau makan siang di mana mba???"
Tanya Asri sembari merapikan berkas.
"Go food aja ah,males kemana mana aku tuh"
Jawab Abel dengan bermain ponsel.
"Aku yang pesen yah....tapi mbak yang bayar wkwkwkkwk...."jawab Asri cengengesan.
"Dasar.....emh....oke oke...jangan makanan berlemak banget ya sri....!!!!emh....ayam geprek aja deh sambel mbak tau sendiri dong level nya....!"sambung Abel lagi....!.
Makan siang pun selesai, Abel meneguk lemon tea panas kesukaan nya,sembari menunggu waktu meeting yang tadi di ingatkan oleh Asri.
Memandang,jendela besar di depan nya fikiran nya menerawang jauh memandang pemandangan kota Surabaya siang itu.
Drrrttt.... drtttt..... drtttt Ponsel Abel bergetar di meja kerjanya.
Abel mendekat dan melihat siapa yang memanggil nya saat itu, teryata Rendra melakukan video call.
"Rendra....."batin Abel menautkan alisnya.
"Assalamu...."ucapan Abel terpotong karena suara melengking dari telefon nya.
"Mamaaaaaaa........alfen tangen.....!!!"teriak Arfen di seberang sana...
"Salam nya dulu sayang..... Assalamualaikum....ganteng"sapa Abel pada bocah tampan itu.
"Eh iya...alfen lupa.... walaikum salam aunty mama.... aunty mama lagi apa???alfen tangen"sapa arfen manja pada Abel.
"Aunty mama abis makan sayang,kamu udah makan belum??"tanya Abel pada sang bocah
"Ini Agi nunggu pecen makan Aunt....aunty mama,,,,kata papa,papa kangen... hehehehe...ini papa"goda sang bocah. Abel hanya menggeleng dan tersenyum, Rendra pun tersenyum di seberang sana,dia tampak tampan dengan setelan jas lengkap dengan rambut klimis dan senyum yang tersungging.
"Udah makan bel??? kemaren nyampe langsung istirahat kan?"tanya Rendra di seberang sana,dengan memangku sang putra tampan nya.
"Udah kak!!!kakak lagi nunggu order makan???gak ke resto aja???kasian Arfen kan kalo nunggu lama kak...!"jawab Abel.
"Arfen mau makan di kantor,sambil telfon aunty mama nya"jawab Rendra terkekeh.
"Ish....bener apa yang papa bilang sayang???"tanya Abel pada Arfen yang sedang melihat nya.
"Iya ma....atu tangen banget,,,,kalo aku main ke Sulabaya gimana???boleh gak ??"tanya nya merengek.
__ADS_1
"Boleh dong sayang,tapi janji dulu sama aunty...gak boleh bandel,patuh sama papa oma dan opa,maem nya tepat waktu dan rajin sekolah juga"papar Abel pada Arfen.
"Ciap...aunty mama.... liburan atu mau kecana sama papa,,,udah dulu ya mah... makanan udah datang atu mau maem duyu"pekik Arfen pada Abel dan Abel tersenyum mengangguk
"Kita makan dulu ya bel....kamu jaga diri,dan jaga hati....tunggu kita di sana... Assalamualaikum"pamit Rendra...
Abel hanya tersenyum dan menjawab salam Rendra dan mematikan panggilan nya.
sambil menghela nafas berat pastinya.
"apa maksudnya coba Rendra....huh....."
gumam Abel dalam hati.
"Dor....hayo...mbak Abel hutang cerita,masa ke Jakarta 3 hari udah punya anak yang udah pinter"kekeh Asri menggoda Abel.
"Ish...kamu tuh... kebiasaan keppo ya Masya Allah....,ini itu anak temen ku, kebetulan dia welcome bgt ma aku,anak nya juga ganteng dan pinter... namanya Arfen"jawab Abel dengan membereskan berkas yang akan ia bawa meeting, karena dia tau Asri pasti memanggil nya untuk ke ruang meeting karena waktu sudah menunjukkan pukul 12:46.
"Hemmm....bapak nya ganteng gak mbak"goda Asri mengulum senyum dan menggoda Abel.
"Mau tf an oleh oleh aku tarik gak??"jawab Abel menoleh datar pada sang asisten.
"Ah...hahah...sini berkas nya biar Asri yang bawa mba,dannnn jangan di tarik ya mbak...mbak Abel kan kesayangan akohhhh"
rayu sang asisten pada Abel sambil berjalan mendahului untuk menuju ruang meeting.
Sampai di ruang meeting, Abel dan staf penting bagian pemasaran lain nya memberi hormat pada semua yang sudah berada di ruangan tersebut,hanya CEO dan sekertaris nya yang belum hadir.
"Annabella.... apakabar?? sepertinya kamu semakin cantik"sapa salah satu petinggi perusahaan entah siapa namanya.
"Alhamdulillah saya baik pak, terimakasih atas pujian bapak"jawab Abel sopan tapi sebenarnya jengah, Abel jarang memakai rok atau pun dress untuk ke kantor di karena kan pandangan pandangan mesum dari beberapa orang pada nya.
Bukan hanya karena dia single,tapi karena dia mempunyai postur tubuh tinggi,dengan badan berisi tegap,dia lebih sering memakai stelan casual, seperti celana dan blouse dan sejenisnya, seperti hari ini,dia memakai celana bahan dengan blouse biru muda kerah pita besar tanpa aksesoris mencolok karena hanya jam tangan dan gelang pemberian Dwi saat dia pergi ke Surabaya untuk pertama kali nya dulu yang ia pakai.
Tapi dengan tampilan seperti itu,dia tetap cantik dan elegan,tak jarang banyak para lelaki mengagumi nya tidak terkecuali lelaki hidung belang yang barusan menyapa nya.
Sang CEO masuk ke ruang meeting Abel yang berdiri nampak canggung memandang sekilas lalu kembali duduk setelah di persilahkan.
"Saya tidak perlu mengucapkan selamat siang bukan, karena saya rasa anda sekalian juga sadar kalo memang sekarang sudah siang,tidak perlu berlama-lama saya akan memperkenalkan diri,saya Zain Adiguna Wibowo,putra tunggal Papi saya Arsan Adiguna Wibowo sekaligus CEO AW cosmetics.
Kedatangan saya ke kantor cabang Surabaya ini,ingin melihat, sebesar apa sih kerja keras anda semua ini untuk memajukan AW corp cabang Surabaya ini.
Dan poin penting nya adalah,saya akan mempertahankan kesetiaan dan membuang sampah yang suka dengan penghianatan.
Oke....saya musti kenal siapa saja kepala bagian yang ada di cabang Surabaya ini... silahkan...
Para kepala bagian memperkenalkan diri satu persatu,dari bagian Humas, HRD, keuangan sampai di bagian pemasaran atau marketing.
"Selamat siang Pak Zain Adiguna Wibowo, perkenalkan saya Annabella Prastieka,kepala bagian pemasaran,senang berkenalan demgan bapak, terimakasih....!"sapa Abel sopan, Zain tampak memperhatikan dengan wajah senyum yang tak dapat di artikan, padahal sejak perkenalan beberapa orang tadi memandang saja tidak,dasar bos aneh.
Seperti itulah hal yang di gumamkan oleh Abel dalam hati tentunya.
Setelah sesi perkenalan,masing masing bagian menjabarkan segala hal yang menguntungkan bagi perusahaan,tak jarang Zain mengerutkan dahi nya,dan kembali lagi dengan wajah datar yang dingin.
Rapat pun selesai,sang CEO meninggalkan ruangan dengan ancaman mengerikan untuk beberapa kepala bagian perusahaan beserta staf yang menurut nya kurang dalam kinerja.
Ia tetap menatap Abel yang menunduk sebelum keluar dari ruangan itu.
"Mbak....kek nya pak CEO naksir mbak deh"beo Asri di telinga Abel
"Husss...gila kamu,jaga bicara kamu kalo gak mau di omelin seperti pak Burhan tadi"jawab Abel mencubit lengan sang asisten.
"Ish....kan aku ngomong nya sama mba Abel doang"elak Asri mengelus lengan nya.
"Tetep aja....jangan ngomong macem macem"tegas Abel dan buru buru menuju ruangannya.
__ADS_1