Andari

Andari
CHAPTER 20: THE END


__ADS_3

Wedding party Dina dan Reza hari itu sangatlah meriah, indah, dan romantis. Dina dan Reza mengangkat konsep pernikahan outdoor beach.


Dina dan Reza langsung berangkat honeymoon ke Benua Eropa, lebih tepatnya ke Paris. Katanya negara yang penuh cinta. Kalau tidak salah ya... 😁✌️


Sedangkan Banyu dan Andari pun melakukan honeymoon. Ke Benua Eropa, lebih tepatnya ke Madrid, Spanyol.


Andari ingin sekali ke Andalucia, melihat istana Alhambra di Granada. Ia ingin kesana karena sebelumnya pernah menonton drama korea "Memories of The Alhambra".


Sedangkan Banyu, pastinya ingin berkunjung ke Madrid, Spain. Berkunjung ke klub sepak bola kesukaannya, Real Madrid.


Perjalanan panjang mereka terbayar dengan pemandangan Madrid yang penuh dengan arsitektur unik di setiap bangunan.


Banyu merebahkan tubuhnya di kasur di susul dengan Andari yang menghela nafas karena sudah sampai dengan selamat tanpa kekurangan apapun.


Karena Andari takut mabuk saat naik pesawat. Nyatanya, Andari justru sangat bersemangat. Banyu yang terlihat lelah pun menjadi semangat kembali karena Andari menularkan semangatnya kepada Banyu.


"Aku laper deh, Dek." Ujar Banyu kepada Andari.


"Mau cari makan dulu? Atau gimana?" Tanya Andari.


"Mau mandi dulu. Nanti agak sore kita baru keluar jalan. Mau istirahat dulu." Ujar Banyu.


"Okay." Jawab Andari yang bangun dari tidurnya.


"Kamu mau kemana, Dek?" Tanya Banyu yang memegang pergelangan tangan Andari.


"Mandi." Jawab Andari.


"Bareng aja. Hehehe..." Jawab Banyu dengan cengiran kudanya.


"Hahaha..." Andari tertawa geli melihat ekspresi Banyu yang manja dan menggemaskan.


*Mandi berdua dong, thor? 🤔


*Hayoo... tebak... mandi berdua apa enggak? 😆


"Haiii... pengantin baru. Apa kabar Paris?" Tanya Andari meledek Dina yang saat itu mereka sedang video call.


"Indah, keren abiezzz!!! Ndariii...!!! Kangeenn!!!" Pekik Dina yang dengan wajah manjanya.


"Iya, gue juga kangen banget sama lo Din. Lo sampai kapan di Paris?" Tanya Andari.


"Semalem. Lo kapan? Apa kabar Madrid? Spain, right?" Tanya Dina bertubi-tubi.


"Lo tuh kebiasaan. Nanyanya kayak kereta. Gak pake jeda." Jawab Andari sambil tertawa.


"Gue nyampe tadi pagi. Belum sempet sightseeing. Nanti paling, sekalian nyari makan." Ujar Andari.


"Ohh... gitu. Adu romantis kita." Ucap Dina dengan binar matanya.


"Maksudnya?" Tanya Andari tidak mengerti.


"Kita berkunjung ke tempa-tempat romantis. Kita foto. Terus kita lomba." Ujar Dina.


"Yang menang dan dapet suara terbanyak yang menang. Yang kalah, harus traktir makan 20 orang. Hahaha... okay ya. Deal!" Jelas Dina panjang lebar yang tanpa mendengar pendapat Andari.


"Pengen banget ngebuktiin kalau Paris lebih romantis dari Madrid? Hahaha..." Tawa Andari yang mengundang Dina tertawa juga.


"Iya banget dong... secara Paris kan kota romantis. Kalau Madrid gue belum pernah tau." Ucap Dina.


"Justru karena banyak yang belum tau, makanya perlu diinformasikan. Kalau kata Mas Banyu meningkatkan rasa ketertarikan dari rasa keingin tahuan. Hahaha..." Terang Andari dengan tawa senangnya.


"Iya, juga ya. Tapi, pokoknya gue tetep berpihak ke Paris. Kota dengan keromantisannya plus Eiffel Towernya." Ucap Dina yang masih membanggakan Paris.


"Gue tetep cinta Indonesia lah. Paling romantis dari segala Negara. Wkwkwk..." Tawa Andari melihat ekspresi bad mood dari wajah Dina.


"Bagooss!! Lo membuat gue terlihat tidak ada rasa Nasionalisme." Ujarnya sambil bersungut.


"Lho, benar kan? Mau bagaimanapun Negara kita, kita hidup dan mati di Negara Indonesia lho." Ucap Andari.


"Negara Indonesia dengan segala kepelikannya yang memikat justru semakin menumbuhkan rasa Nasionalisme, seharusnya. Hahaha..." Jelas Andari yang membuat Dina tersenyum melihat kecerdasan Andari.


"Udah dulu ya. Mas Banyu udah selesai mandi. Nanti kita sambung lagi." Ucap Andari.


"Okay. Bye, Ndari." Ujar Dina yang melambaikan tangannya kepada Andari dan memberikan kiss bye jauhnya.


"Idiih." Ucap Andari yang merasa geli dengan kiss bye nya Dina.


"Byeee..." Ujar Andari dengan mengakhiri video call nya.


"Siapa, Dek?" Tanya Banyu yang baru keluar dari kamar mandi masih berbalut handuk putih dari pinggang hingga lutut.


"Dari Dina, Mas. Dia baru sampe Paris semalam katanya." Jawab Andari yang saat itu sedang memakai black short gown nya.

__ADS_1


"Mas, mau makan apa?" Tanya Andari yang duduk bersandar di sofa kamar tidurnya sambil menscroll handphone mencari tempat makan.


"Emm... apa ya?" Sambil memakai baju sambil mikir Banyu.


"Aku sebutin ya..." Ujar Andari yang duduk berpindah dari sofa ke tempat tidur.


"Ada Tortilla Espanola, Paella, Fabada Asturiana, Patatas Bravas, sama Pulpo a la Gallega. Ini makanan beratnya ya, Mas." Jelas Andari.


"Kalau makanan ringannya ada Churros con Chocolate, Tigres, Pan con Tomate, Empenadas, sama Cream Catallina." Ucap Andari.


"Itu yang makanan berat, dari nasi?" Tanya Banyu sambil duduk berdampingan dengan Andari di tempat tidur.


"Ada yang terbuat dari nasi kayak apa tadi ya? Oh, Paella. Itu em... kayak apa ya? Nasi goreng seafood?" Terang Andari.


"Ooh... okay. Yang lainnya?" Tanya Banyu lagi.


"Em... yang lainnya hampir rata-rata bahan dasarnya kentang." Jawab Andari yang merona wajahnya karena melihat Banyu masih telanjang dada.


"Hmm... okay. Boleh tuh. Kamu mau makan apa?" Tanya Banyu yang berdiri dan memakai T-shirt polos warna hitamnya.


"Pengen Churros con Chocolate. Hehe..." Ucap Andari dengan cengirannya.


"Hahaha... dasar. Chocolate maniak." Tawa Banyu sambil mencubit gemas pipi Andari.


"Aku juga mau cobain Pulpo a la Gallega, Patatas Bravas." Ujar Andari dengan binar matanya.


"Itu apa tuh?" Tanya Banyu.


"Kalau Pulpo a la Gallega itu gurita, Mas." Ucapnya.


"Oh... guritanya di potong kecil-kecil gitu ya?" Tanya Banyu lagi.


"Iya kayaknya." Jawab Andari.


"Okay, mau jalan sekarang?" Tanya Banyu.


"Nanti dulu. Aku ganti baju dulu." Ujar Andari yang langsung berlari mengambil baju gantinya. Banyu tersenyum melihat tingkah lucu sang istri.


Sore itu in Madrid, Spain.


Andari mengenakan white shirtdress dengan tas jinjingnya serta sepatu sendal. Sedangkan Banyu mengenakan white Tshirt dengan celana jeans panjang dan sepatu kets nya.


"Kita mau langsung makan aja atau gimana?" Tanya Banyu.


"Kita mau ke?" Tanya Banyu.


"Mau ke Market of San Miguel." Jawab Andari dengan smiling eyesnya.


"Okay. Let's go!!" Ujar Andari dan Banyu.


Market of San Miguel adalah salah satu pusat pasar makanan di Los Austria Madrid, dekat dengan Plaza Mayor. Di pasar ini banyak terdapat berbagai macam makanan seperti roti, buah-buahan, minuman, kue dan masih banyak lagi.


Andari dan Banyu mencicipi Paella, Pulpo a la Gallega dan Patatas Bravas. Untuk makanan beratnya. Sedangkan untuk dessert nya, Banyu mengajak Andari ke tengah kota Madrid sambil menikmati pemandangan malam disana.


"Aku pikir bakalan sepi. Ternyata rameee bangeett... haha..." Ujar Andari sambil melingkarkan tangannya di lengan Banyu.


"Menjelang weekend kali ya. Jadi banyak yang ngumpul-ngumpul disini." Ucap Banyu.


"Katanya Mas Banyu punya teman yang tinggal disini?" Tanya Andari.


"Iya. Rekan kerja. Dia tinggal disini."


"Orang Indonesia tinggal disini atau memang asli sini?" Tanya Andari sambil menyuapi Banyu dengan sepotong kentang.


"Orang Indonesia Ibunya. Ayahnya orang Spain." Jawab Banyu yang terlihat kepedasan karena kentangnya yang diberikan Andari.


Andari yang melihatnya justru malah tertawa. Melihat imutnya sang suami jika kepedesan. Andari langsung memberikan susu cokelat pesanannya agar rasa pedasnya hilang.


"Maaf... hahaha... aku lupa. Kalau ini pedes." Tawa Andari sambil mengelus lembut pipi Banyu dan mengelap bibir Banyu dengan tisu.


"Kenapa gak di lapnya gini aja." Ucap Banyu yang langsung mencium Andari tepat di bibirnya.


Andari terkejut dengan Banyu yang tiba-tiba menyerangnya di tengah keramaian. Gak peduli juga dengan tatapan orang-orang yang melihat mereka sangat mesra dan romantis.


"Mas Banyuu..." Ucap Andari yang memukul dada bidang Banyu.


Tapi, Banyu justru malah tertawa karena melihat rona merah di pipi Andari yang menggemaskan.


"Mas, aku kan malu... diliatin banyak orang..." Ujar Andari sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Gak ada yang kenal juga, Dek sama kita." Ucap Banyu sambil tertawa lirih.


Andari menyandarkan wajahnya di dada bidang sang suami. Banyu mengecup singkat puncak kepala Andari sembari mengelus rambut Andari yang terurai panjang.

__ADS_1


Kulineran, jalan-jalan, foto-foto, sudah mereka lakukan semua hari ini.


Saat mereka duduk di taman, dengan segelas chocolate panas, mereka berbincang tentang masa depan.


"Mas Banyu" Panggil Andari.


"Hm?" Jawabnya.


"Makasih ya." Ujar Andari sambil menatap lembut Banyu.


"Untuk?" Tanya Banyu.


"Untuk semua kebahgiaan yang kamu berikan ke aku." Jawab Andari yang sukses membuat Banyu menatap lekat Andari.


"Excuse me, sorry. We have to clean up thia park, maybe both of you can move over there.?" Ujar petugas kebersihan di taman tersebut.


"Okay, sir. Sorry." Jawab Banyu dengan senyum ramahnya.


"Thank you, sir." Ujar Andari dengan smiling eyesnya.


"It's okay. You are welcome beautiful." Jawab Petugas kebersihan di taman tersebut yang usianya sudah setengah baya sepertinya.


Andari dan Banyu berjalan kembali menyusuri kota Madrid malam itu dengan bergandengan tangan.


"Aku dibilang beautiful... uwaahh... hahaha..." Ucap Andari dengan tawa lepasnya.


"Hahaha... dasar. Geer..." Ledek Banyu sambil mencubit pipi Andari.


"Hahaha..." Tawa Andari senang.


"Dek, bentar ya. Wait for minute. Don't go anywhere." Ujar Banyu kepada Andari. Andari hanya mengangguk meski dia tidak tau apa yang ingin dilakukan Banyu.


Tak lama kemudian, Banyu datang dengan berlari kecila sambil memegang satau buket bunga mawar putih.


"For you." Ucapnya kepada Andari yang sedang berdiri melihat gedung-gedung dengan keunikan bentuk bangunannya.


Banyu muncul dari belakang Andari dan menunjukan satu buket mini mawar putih di hadapan wajahnya.


"Oh My God!" Ujar Andari yang tidak percaya Banyu akan membawakan bunga tersebut untuknya.


"That's your favorite flowers. White Rose." Ujar Banyu dengan wajah merona merah karena malu.


Andari?


Tanpa basa-basi, ia langsung menautkan bibirnya di bibir Banyu.


"Thank you, so sweet." Ucap Andari sambil menunjukkan senyum lesung pipinya.


"I Love You." Ujar Andari sambil memeluk Banyu.


"I Love You more Andari." Ucap Banyu yang langsung mencium bibir merah merekahnya Andari.


*****


 


\-\-\-\-\-\- **THE END** \-\-\-\-\-\-


 


*****


Terima kasih banyak untuk para pembaca Noveltoon "Andari". Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati.


Tetap dukung terus karya author ya... 😉👍


Selalu jaga kesehatan guys. 👍😁


*****


**CHARACTER



**



**



**

__ADS_1



__ADS_2