
Seiring berjalannya waktu hubungan antara harry dan alesha berjalan dengan baik.Mereka pun sering terlihat melakukan aktivitas bersama seperti menghibur pasien-pasien dirumah sakit atau sekedar mengunjungi mereka untuk memberi mereka semangat.
*****
Kampus terlihat tidak terlalu ramai meski masih ada beberapa orang masih berlalu-lalang.Sorot matanya terhenti ketika ia melihat wanita yang akhir-akhir ini telah meluh-lantakkan hatinya.Alesha,gadis itu sedang duduk sambil membaca buku kecil yang lumayan tebal.Harry tahu buku apa yang ada digenggaman gadis tersebut.Al-Qur'an,Kitab suci umat islam yang berisi tentang Perintah dan larangan Tuhan mereka.
"Alesha.." Harry menghampiri alesha dan bergumam pelan takut kedatangannya mengganggu activitas gadis tersebut
"Harry..Kamu belum pulang "
"Aku baru saja mau pulang " jawab Harry. "kamu sendiri ngapain masih disini?" tanya pemuda itu " lagi nunggu mang udin..?" Harry celingukan mencari sosok pria yang dia cari.
"Harry berbicara padaku dengan kata "aku,kamu"batin Alesha
"Eh iya..Hari ini aku naik bus mang Udin gak bisa jemput, dia lagi nggak enak badan" jawab Alesha
"Mau pulang bareng naik mobil aku..?"
"Nggak apa-apa emang..? nggak ngerepotin?"
"Nggak lah kan rumah kita satu arah"
"Owh ya udah deh.."
Mereka berjalan kearah parkiran.Harry membuka pintu mobil tepat disamping kursi pengemudi untuk alesha,seketika alesha tersipu dengan sikap romantis harry.Setelah melihat alesha sudah duduk dikursinya harry berjalan menuju kursi pengemudi dan menstater mobilnya.
__ADS_1
Mobil Ferrary hitam itu kita tengah melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota los angeles.Kedua makhluk didalamnya bungkam,tak satupun dari mereka yang berani memulai pembicaraan.Alesha menggenggam erat rok jeans panjang yang ia kenakan hari itu,manik matanya mengedarkan pandangan keluar jendela sekedar menutupi grogi dihatinya.Begitu pula dengan harry ia menggenggam keras stir pengemudi mengatur perasaannya agar terlihat normal didepan gadis pujaannya.
"Alesha..mau dengerin musik" Harry memulai pembicaran,mencoba mencairkan suasana
"Boleh.."
Tit..
If I'do was your boyfriend never let's you go
Keep you in my arm girl never be alone
And I wanna be your gentleman anything you want
If I'do was your boyfriend never let's you go
I could be your buzz lightyear,fly across the globe
Never wanna fight yeah,you already know
I am'ma a make you shine bright like you are liying in the snow burr
Girlfriend girlfriend you could be my girlfriend
You could be my girlfriend until the world ends
__ADS_1
Make you dance do spin in and a twin and
Voice going crazy on this hook like a whirl wind swaggie
(Girlfriend by Justine bieber)
Lalu tak selang lama lantunan lagu tersebut berganti menjadi lantunan adzan
"Harry..kita mampir ke masjid dulu yah,aku mau shollat" ucap alesha
"owh iya..."
Harry menepikan mobil ferrary hitamnya dan memarkirkan dipelataran masjid
"Sya..Aku nunggu disini yah" ucap harry
Alesha hendak menarik safety belt yang melilit tubuhnya kemudian ia mendongak melihat harry
"Lho kenapa...? kamu nggak shollat?!" tanyanya spontan
"Aku christiani" ucap harry
Alesha diam sejenak lalu kembali berkata
"Ow..oke,aku masuk dulu yah" ia segera membuka pintu mobil dan menutupnya pelan,berjalan masuk kedalam mobil sedangkan harry terus menatap punggung alesha sampai ia tak nampak dari pandangannya.
__ADS_1
Ketika benih-benih cinta mulai tumbuh tapi satu kenyataan besar baru saja terkuak,membuat batas diantara keduanya.