
Semenjak monica pindah sekolah ke Los Angeles dan satu sekolah dengan Harry dan Randy, mereka jadi semakin akrab dan kerap pergi bersama. Mulai dari kekantin, nongkrong bareng, mengerjakan tugas, jalan bareng atau sekedar menonton movie di apartemen pribady randy.
Monica tidak terlalu akrab dengan teman teman perempuan disekolahnya karena sebagian dari mereka mendekatinya hanya karena ingin menggali informasi tentang kedua sahabatnya yang menjadi buah bibir disekolah karena ketampanan serta karismanya yang diatas rata rata.
Menjadi satu satunya gadis yang beruntung karena bisa dekat bahkan dengan ke dua laki laki paling populer disekolah membuat teman teman perempuan disekolahnya merasa takjub bahkan menaruh rasa iri padanya.
Banyak laki laki yang hanya bisa sekedar mengaguminya saja karena mereka tidak cukup berani menyatakan perasaan mereka kepada monica, Entah mereka takut ditolak atau karena takut kepada dua pemuda yang selalu bersamanya.
"Randy oppa. Palli Kajja"
(Kak Randy. Ayo cepat)
Secara tiba tiba seorang gadis menghentikan mobil sport merahnya tepat didepan randy yang sedang berdiri ditengah jalan depan sekolahnya sambil menatap ponsel pintarnya.
Randy mencari sumber suara dan membungkukkan badannya sedikit agar sejajar dengan sang pengemuni mobil tersebut lalu tersenyum setelah mengetahui siapa gadis yang ada didalam mobil tersebut.
"Wae..?"
(Kenapa)
"Just come in"
(Masuk saja)
Perintah Monica sambil melirik bangku kosong disebelah pengemudi lalu mengedikkan dagunya kearah tersebut sebagai pertanda agar pemuda tersebut duduk dibangku sebelahnya.
Alih alih Randy hendak masuk kedalam mobil namun dia enggan duduk disamping pengemudi. Dia memutar tubuhnya dan membuka pintu pengemudi
"Irrona..! "
(Bangunlah..!)
Pindah tempat duduk..!" Perintahnya tegas tanpa mau dibantah.
"Andwe.Wae..?! "
(Tidak mau. kenapa..?!)
Aku mau nyetir. Oppa aja yang duduk disana" jawab monica santai tanpa bergeser sedikitpun dari tempat duduknya.
"Gue gak biasa disetirin cewe..! Cepetan atau mending gue pake motor sendiri aja" Ancam Randy sambil menarik paksa tangan monica dan menyuruhnya untuk keluar dari mobil tersebut.
"Ih..oppa nih pemaksaan yah" protes Monica kesal tapi dia tetap menuruti keinginan randy
Dengan wajah yang tersungut sungut gadis itu berdiri lalu melangkahkan kaki jenjangnya kearah yang berlawanan dengan tempat duduknya semula, memasang wajah kesal sebagai ungkapan sikap protesnya atas sikap Randy yang suka mengatur dan memerintahnya sesuka hatinya.
Randy kini telah duduk di bangku pengemudi menggantikan Monica. Pemuda itu melirik gadis disebelahnya yang masih memasang raut wajah kesal lalu susut bibirnya mengulas senyum ketika menyadari betapa lucunya gadis disampingnya ketika sedang merajuk.
Diusapnya ujung kepala Monica dengan sayang seraya berkata "Jangan ngambek tuan puteri nanti bibirmu tambah dower" godanya yang langsung dihadiahi pukulan yang cukup keras oleh gadis tersebut.
"Oppa..!!!" Pekik Monica, menghardik pemuda tersebut.
__ADS_1
Melihat raut wajah Monica yang secara impulsif berubah tiba tiba semakin membuat Randy geli sampai dia harus menahan tawanya.
"Arrasso..Arasso..Mianhae.."
(Baiklah..Baiklah..Maafkan aku)
Ucap Randy tulus sambil menyatukan kedua tangannya didepan wajahnya, sebagai tanda permintaan maaf.
Mobil yang mereka kendarai kini sudah keluar area kampus
"Mau kemana..?" tanya Randy memulai perbincangan kembali
"Shopping mall" jawab Monica sambil bersenandung kecil
"Wae..?"
"Aku Mau membeli kado buat Harry oppa. Minggu depan kan Harry oppa ulang tahun" ucap Monica sambil tersenyum.
Randy mulai belajar bahasa indonesia dan bahasa hangeul(korea) karena dia sering merasa kesal dan frustasi ketika harry dan monica mengatakan sesuatu dengan bahasa yang dia tidak mengerti.
Sedangkan Monica, dia asli keturunan korea hanya saja sejak kecil dia sudah bersahabat dengan Harry dan sering melihat Harry berkomunikasi dengan mamahnya memakai bahasa indonesia dan sejak itulah dia mulai memiliki ketertarikkan untuk menguasai bahasa indonesia juga.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam kini mereka telah sampai disalah satu mall terbesar dikawasan tersebut.
Randy membukakan pintu mobil untuk Monica dan berjalan dengan tangan menggandeng tangan Monica.
Monica menyernyitkan sedikit dahinya sedikit heran dengan sikap Randy tapi dia membiarkan pemuda itu menggenggam tangannya.
"Wae oppa..?" tanyanya disela-sela langkah kakinya
"Oppa..!" teriak monica sambil berlari mengejar Randy
Setelah berkeliling beberapa toko akhirnya mereka mendapatkan hadiah yang cocok untuk diberikan kepada harry.
"Oppa kajja"
Tanpa aba aba Monica menarik tangan Randy membawanya masuk kesalah satu toko pakaian perempuan dengan brand terkenal.
"Oppa eotte..?"
(Kak bagaimana..?)
Tanya Monica. Dia memutar tubuhnya untuk meminta pendapat Randy
"Perfect" Jawab Randy tersenyum sambil mengangkat jempolnya
"Oppa serius..!" Protes Monica
"Masa semua dibilang bagus" nada suaranya sudah mulai kesal karena sudah lima baju yang ia coba dan jawaban Randy selalu perfect, amazing, dan wonderfull.
"Yaudah yang terakhir aja" Randy buru buru menjatuhkan pilihan sebelum mood Monica makin low
__ADS_1
"Oppa. pank" Monica mengangkat jari jempol dan jari manisnya untuk membentuk pistol
"Perfect aku juga suka ini"
Gaun warna merah maroon tanpa lengan dengan aksen pita besar dibagian belakang gaun dan mempunyai tali kecil dibagian leher menjadi pilihan mereka.
*****
Akhirnya pesta yang ditunggu-tunggu monica datang juga
Termasuk pesta yang sangat sederhana untuk golongan elit sesuai permintaan harry ia hanya mengundang teman teman sekelasnya dan teman teman terdekat saja.
Jarum jam sudah menunjukkan diangka 21.00
Satu persatu tamu undangan pun mulai berpamitan dan meninggalkan pesta
"Oke monica kamu pasti bisa" monica menyemangati dirinya kemudian melangkah mendekati harry
"Oppa. Bisa bicara sebentar" ucap Monica lirih. Malam ini ia terlihat sangat cantik dengan gaun warna maroon dan sepatu hight heel yang senanda dengan rambut hitam panjang yang dengan sengaja ia gerai ditambah jepit rambut kecil sebagai pemanis.
Monica menggenggam tangan Harry dan membawanya kebelakang taman keluarga Park. Dia meraih tubuh Harry dan memeluknya erat.
Tanpa disadari keduanya sepasang mata telah menatap intens kedua sahabatnya tersebut namun dia memilih untuk bersembunyi disalah satu belakang dinding
"Oppa. Aku sayang banget sama oppa.
seungil cukae oppa (Selamat ulang tahun kak) " ucapnya pelan
Harry tersenyum dan membalas pelukan Monica
"Gue juga sayang banget sama loe. Gue udah nganggap loe kaya adik gue sendiri" balas Harry lembut
Monica mengendurkan sedikit pelukkannya dan mencoba mendongakkan kepalanya untuk melihat Harry
"Tapi Monica gak mau kalau cuma dianggap adik sama oppa" ucap Monica lirih
"Monica..?!" gumam Harry tak percaya. Dia mengalihkan wajahnya kearah samping bingung harus bersikap bagaimna terhadap gadis itu.
Dilain sisi Harry tidak ingin menyakiti Monica namun disisi lain dia juga tidak bisa membohongi perasaannya,karena dia tidak pernah mengnggap monica lebih dari sekedar adik perempunya.
"Saranghae oppa" ucap monica lirih
"Maaf Monica. Gue gak bisa bales perasaan loe" ucap Harry lirih penuh penyesalan.
Harry mencoba melepaskan pelukkan Monica dan berjalan menjauhinya,
namun langkahnya terhenti ketika seseorang yang tadi menatap mereka berdua memukulnya tepat dibagian wajahnya.
Buggh..
"Ikut gue..!" gumam Randy sambil menyeret paksa tangan Harry agar tidak lolos dari cengkeramannya.
__ADS_1
Dia membawa harry masuk kemobil yang dia perkir dihalaman rumah Harry dan melajukan mobilnya kesuatu tempat.
Harry yang mengetahui sahabatnya itu sedang menahan emosi terhadapnya hanya bisa pasrah dan mengikuti intruksinya saja.