Antara Aku,Kamu Dan Tuhan

Antara Aku,Kamu Dan Tuhan
Episode 27 : Mencoba menerima takdir(part 3)


__ADS_3

Alesha membuka pintu mobil kijang berwarna silver itu dengan malas lalu menutupnya kembali, kemudian dia menyandarkan tubuhnya dengan expressi murung.Gadis itu terlihat kurang bersemangat siang ini,hal itu membuat mang Udin yang sudah sekian lama bekerja sebagai supir pribadi keluarga Iskandar sedikit bingung karena biasanya Alesha selalu menampilkan wajah ceria,ramah dan murah senyum kepada orang orang yang sudah dekat dengatnya meskipun kebanyakan orang yang belum mengenal gadis itu akan mengira bahwa alesha adalah sosok yang dingin,datar dan sombong.


Belum sampai disitu keterkejutan mang Udin melihat raut wajah yang ditampilkan anak semata wayang majikannya itu,kini dia malahan dibuat semakin yakin karena alesha tidak mengucapkan salam ketika masuk dan pertama kali melihatnya setelah beberapa jam lalu berpisah.Berbagai pertanyaan pun muncul dalam benak hatinya mulai dari 'mungkinkah Alesha dibully lagi oleh temannya,mungkinkah Alesha kesulitan mencari teman dikampus barunya atau mungkinkah Alesha hanya sedikit kelelahan"


Namun mang Udin menepis kecurigaan buruknya tersebut dengan memilih opsi kemungkinan terakhir 'mungkin gadis itu sedikit lelah karena mungkin terlalu banyak tugas dan kegiatan yang dia lakukan'.


"Assalamu'alaikum non Alesha" ucap mang udin ramah sambil menolehkan kepalanya menghadap kebelakang setelah Alesha berhasil menyandarkan bahunya dan duduk manis dibelakang kursi kemudi.


"Wa'alaikum salam mang" jawab gadis itu singkat


"Kita langsung pulang non?" tanya mang Udin kembali


"Iya,langsung pulang aja mang.Alesha banyak tugas yang hatus diselesaikan dirumah"


"Oke.Kita berangkat yah non" ucap mang udin semangat sengaja untuk membuat alesha bersemangat kembali.


Mobil kijang silver itu melaju membelah padatnya kendaraan yang berlalu lalang ditambah lagi hujan deras yang mengguyur membuat para pengendara tak henti-hentinya membunyikan suara klakson kepada pengendara mobil yang ada didepannya.


"Non bukannya itu mas Harry yah..? teman non Alesha..?" Mang Udin tiba- tiba membuka suara ketika Alesha hendak menutup mata dan menyambut kantuk yang melanda disebabkan oleh kelelahan dan keadaan alam yang mendukung.


"Mana?" tanya Alesha mencoba mengikuti arah jari yang mang Udin tunjuk.


"Itu yang pakai jaket cokelat yang lagi mboncengin cewek" jawab mang udin mencoba menjelaskan.


Alesha menatap nanar dua sejoli yang sedang berada diatas motor besar yang sedang dikendarai lelaki yang baru kemarin mengobrak-abrik dan meluluh lantahkan hatinya sampai dia melupakan kenyataan pahit bahwa perbedaan ada diantara keduanya.


Pengendara motor hitam itu memakai setelan kaos berwarna hitam dan celana jeans sobek-sobek dibagian lututnya sedangkan tangannya memegang kemudi motor yang dia kendarai.Dan gadis yang dia bonceng memakai baju terusan berwarna hitam dengan motif bunga-bunga dan jaket cokelat sedangkan tangannya menggenggam erat tubuh pemuda yang ada didepannya.


Tunggu,jaket cokelat itu kalau tidak salah milik Park Harry.Tentu saja Alesha tahu siapa pemilik jaket ini karena harry mengenakan jaket itu ketika menjemput Monica.


Sekuat tenaga Alesha untuk bersikap biasa didepan mang Udin,menahan gejolak jiwa didalam hatinya yang membuat nyeri bagian dadanya ketika melihat pemandangan yang tersaji didepan matanya.Ditambah lagi kenyataan bahwa Harry merelahkan jaketnya untuk dipakai gadis lain sedangkan dia membiarkan tubuhnya terkena air hujan membuat hati Alesha dibakar rasa sakit yang dia sendiri sulit mengartikan apa maksud dari rasa yang saat ini dia rasakan.

__ADS_1


Tiba-tiba saja pemuda Park itu menoleh kearah Alesha.Pandangan mereka bertemu namun dengan cepat pemuda itu mengalihkan pandangnnya kearah tangan yang sedang menggenggam erat pinggangnya lalu mengelus tangan itu lembut yang dibalas dengan senyuman manis oleh gadis dibalik helm berwarna putih tersebut.


Entah apa yang dipikirkan pemuda itu,sejujurnya dia mengetahui keberadaan Alesha bahkan kedua bola matanya beberapa saat lalu bersirobok dengan kedua bola mata gadis itu tapi sepertinya pemuda itu lebih memilih tidak mempedulikan gadis itu malahan dengan tingkah lakunya yang seperti itu semakin membuat Alesha yakin bahwa Harry telah benar-benar melupakannya dan dia memilih kembali kedalam reality kehidupannya.


"Itu pacarnya mas Harry yah non..?"


Suara mang Udin berhasil merenggut kembali kesadaran Alesha secara paksa setelah beberapa detik lalu dia termenung dan sibuk berkutat dengan pemikirannya sendiri.Kemudian gadis itu kembali kedalam posisi duduknya semula.


"Nggak tahu tuh,emangnya aku ini siapa nya sampe aku harus tahu siapa saja orang-orang yang sedang dekat dengannya" jawab Alesha ketus.


"Kan non Alesha temennya.Mang Udin kira non cukup dekat dengan mas Harry karena beberapa kali mang udin lihat non Alesha pernah ngobrol sama mas Harry bahkan mas Harry juga kan sering datang menjenguk pasien-pasien dirumah sakit memposisikan dirinya sebagai relawan seperti non Alesha" jawab mang Udin antusias.


"Alesha gak cukup dekat sama dia mang" ucap Alesha kesal. "udah tuh mang udah lampu hijau" ucap alesha mengalihkan pembicaraan mereka.


Setelah menempuh perjalana yang cukup jauhditambah lagi kemacatan akibat hujan deras akhirnya mobil kijang silver itu bertanggar dengan selamat didepan pintu gerbang keluarga Iskandar.


Alesha mengucapkan salam dan terima kasih kepada mang Udin sebelum dia meninggalkan mobil itu.Lalu bergegas masuk rumah dan naik keatas melewati tangga untuk menuju kamarnya sendiri dilantai dua.Gadis itu meletakkan tas sekolahnya dan bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti seragam sekolahnya.


Gadis itu meraih ponsel genggamnya lalu mencari aplikasi instagram dan membuka aplikasi itu sebelum kembali berkutat dengan tugas-tugas yang menumpuk minta diselesaikan.


Tring..


Bunyi notifikasi yang berasal dari ponsel Alesha berbunyi


"20 minutes ago(20 menit yang lalu),


Park Harry Aditya mengunggah foto bergambar dua gelas cup capuccino dengan caption 'The eart is cold but my heart is warm (bumi terasa dingin,tapi hatiku hangat)'.


Alesha menscroll kebawah untuk mengetahui siapa saja yang telah mengomentari postingan Harry tersebut.Seperti biasa postingan Harry selalu dibanjiri oleh komentar-komentar gadis-gadis yang mengagumi sosok Park Harry Aditya.Namun ada satu komentar yang membuat Alesha menajamkan matanya,dan isi komentar itu adalah 'I was happy *while see yo**ur* smile back,my sunshine (aku senang bisa melihatmu tersenyum kembali,matahariku) ' .


Bukan.Alesha bukan terpaku karena komentar tersebut yang menyandingkan kata-my- yang berarti sebagai tanda kepemilikkan.Bukan pula karena komentar tersebut berasal dari seorang wanita tapi karena komentar tersebut berasal dari sebuah account bernama 'Princess Monica '.

__ADS_1


Monica..!


Mungkinkah dia adalah gadis yang sama yang dia lihat ketika dikampus dan ketika dijalan satu jam yang lalu tengah berboncengan dengan Park Harry Aditya..?


Untuk menghilangkan rasa penasarannya Alesha mengklik account nama tersebut dan dia mulai membuka galery-galery foto pemilik account tersebut.


Ada banyak foto monica dan berapa foto yang Alesha yakini itu adalah orang tua Monica,teman-temannya bahkan para asisten rumah tangganya.Tapi hampir tujuh puluh lima persen foto yang ada digalery monica adalah foto dirinya ketika masih kecil dengan seorang pria yang mungkin seumuran dengannya dengan background,activitas dan expresssi yang berbeda-beda.


Tentu saja Alesha langsung mengenali siapa anak kecil lucu yang didalam foto tersebut jika dilihat dari bentuk mata yang sipit namun tajam ketika menatap dan bentuk bibir yang tipis berwarna merah merekah ditambah dengan senyumannya yang manis yang membuat orang lain terpesona ketika melihatnya Alesha yakin anak kecil didalam foto tersebut itu adalah Park Harry Aditya.


Alesha tersenyum penuh ironi


"Pada akhirnya cinta sejati akan kembali kepada pemiliknya.Sebesar apa engkau berjuang untuk mempertahankannya semua itu akan sia-sia belaka,Karena sesuatu yang Allah telah takdirkan untukmu dia akan kembali kepadamu dengan jalan yang mungkin tidak akan bisa dicerna oleh akal sehat dan nalar manusia meskipun awalnya dia berada dalam genggaman orang lain.Dan sesuatu yang Allah tidak takdirkan untukmu sekuat apa engkau menggenggam maka dia akan pergi meskipun harus dengan cara hina yaitu engkau harus memuntahkannya. batin alesha bermunolog.


Nb:


Alhamdulillah...


Akhirnya bisa up juga setelah sekian lama heheheh...


maaf yah reader lama menunggu..😆


Jika ada waktu senggang silahkan baca novel ke 2 ku judulnya "Sang Pemilik Hati Aisyah",tinggal klik aja profil aku dan pilih opsi "Karya Author"


Akhir kata aku ucapkan banyak terima kasih untuk para reader yang sudah membantu menyumbangkan like,coment dan vote.


Like,vote,kritik dan coment sangat diperlukan agar author lebih semangat update part selanjutnya.


salam manis


❤Annisah❤

__ADS_1


__ADS_2