
Sinar matahari pagi yang masuk lewat celah-celah kaca jendela apartemen monica membuat harry terbangun dari tidurnya.Pemuda itu nampak mengedarkan pandangannya kesegala penjuru meskipun kepalanya masih sedikit pusing,kornea matanya menangkap siluet bahwa kamar tersebut didominasi dengan warna pink.Jelas ini bukan kamarnya..! Tapi didetik berikutnya dia tahu dia ada dimana.Kamar dengan sentuhan warna pink sebagai cat dan warna ungu yang mendominasi barang-barang yang ada dikamar tersebut.Iya,kamar ini kamar monica..!
Pemuda park itu mengucek sedikit matanya dengan harapan dia bisa mengingat apa yang telah terjadi sebelum dia tidak sadarkan diri.
Dan yang dia ingat adalah kemarin dia pergi ke club malam dan minum banyak disana dan selebihnya ingatannya terputus-putus dan dia tidak ingat lagi sama sekali mengapa dia ada dikamar monica.
Ceklek..
Pintu kamar terbuka menampakkan seorang gadis cantik bersurai panjang memakai dress forral diatas paha.
"Oppa..Kau sudah bangun..?" Tanya gadis itu memastikan lalu berjalan mendekati harry dan duduk disampingnya
"Mianhe.." ucap harry merasa tidak enak telah merepotkan monica
"Anneyo oppa" balas monica sambil tersenyum
"Ayo keluar.Aku sudah menyiapkan sup untuk mengurangi rasa mual"
Monica bangkit dari duduknya dan menggandeng tangan harry keluar dari dalam kamar menuju ruang makan mini yang didesign menyatu dengan dapur apartemennya.Dengan telaten gadis itu mengambilkan mangkok dan menuang beberapa sup ke mangkuk harry.
__ADS_1
Harry mengambil sup yang diberikan monica dan memakan sup tersebut.Monica memandang raut wajah harry,pemuda tersebut sepertinya tidak terlalu berselera dengan makanannya.Monica Ingin memastikan masalah apa yang sedangdihadapi pemuda park tersebut namun dia sendiri pun terlalu canggung untuk menanyakannya jadi gadis itu memilih untuk berpura-pura tida tahu dan berfikir'Toh harry akan mengatakannya jika dia ingin mengatakannya'
Suasana diruang makan tersebut hening yang terdengar hanya bunyi mangkok yang beradu dengan sendok dan garpu yang menggema digendang telinga mereka.
"Ehem.."Monica berdehem untuk memecah keheningan
"Oppa..Hari ini oppa jangan masuk kuliah dulu yah biar kondisi oppa mendingan dulu baru berangkat kekampus lagi.Aku juga udah kasih tahu ke tante Marcella kalo oppa ada ditempatku" ucap monica hati-hati agar harry tidak tersulut emosi
"Hmm.." harry hanya berdehem dan menganggukkan kepalanya dengan tangan yang masih fokus kemakannanya.
"Oppa.." monica mendongakkan kepala dan menatap harry tajam.Lalu gadis itu meraih salah satu tangan harry dan berkata lirih "Oppa..Berjanjilah apapun yang terjadi jangan pernah menyakiti dirimu lagi.Tolong pikirkanlah juga perasaan orang-orang yang mencintaimu dengan tulus"
"Tidak peduli berapa banyak aku memperingatkanmu oppa..?
Tidak peduli berapa kali kamu harus terluka dengan luka yang sama,
Kamu tidak akan peduli bukan..?
Kau lemparkan seluruh hati dan jiwamu padanya,
__ADS_1
Mengapa kau begitu keras kepala oppa..?
Dan berani bermimpi dengan mimpi yang sangat berbahaya..? monica membatin.Gadis itu memandang lekat wajah harry yang terlihat sendu.
Setelah menghabiskan makannanya monica membawa piring kotornya kedapur memberikannya pada asisten rumah tangga yang dia percaya.
"Oppa..aku kekampus dulu yah.Oppa bisa tidur kembali kekamarku kalo masih pusing jangan dipaksain buat pulang dulu nanti habis pulang sekolah baru aku antar oppa pulang naik mobil aku soalnya motor oppa kemarin aku tinggal di club"
Setelah mengucapkan kata-kata itu kepada harry monica melambaikan tangannya dan beranjak pergi
Harry menganggukkan kepala dan membalas lambaian tangan gadis tersebut. kemudian dia beranjak kembali kedalam kamar monica untuk membaringkan tubuhnya dengan harapan dia bisa tidur beberapa jam lagi karena kepalanya masih merasa pusing.
Pemuda bermata sipit tersebut membolak-balikkan tubuhnya namun Setelah 5 jam lebih mata tersebut tidak kunjung terpejam akhirnya harry menyerah.pemuda park itu mendudukkan dirinya diatas ranjang dan meraih ponselnya yang ada diatas nakas meja sebelah ranjang yang kini dia duduki.
"Tolong ambil motor aku di club xxx dan antarkan ke alamat xxx segera"
send
Nampak pemuda itu menulis pesan kesalah satu anak buah papahnya untuk mengambil motornya yang tertinggal kemarin di club dan mengantarkannya kealamat apartemen monica.
__ADS_1
"Aku tidak tahu apa yang membuatmu begitu special dipelupuk mataku.Apa yang kamu miliki dan apa yang gadis lain tidak miliki darimu.Hingga sulit bagiku untuk melupakan bayang-bayangmu meskipun aku tahu dan sadar untuk meraihmu aku harus terlebih dahulu merobohkan dinding kokoh dihadapan kita yang berdiri atas nama perbedaan" harry tersenyum kecut