Antara Aku,Kamu Dan Tuhan

Antara Aku,Kamu Dan Tuhan
Episode 15 : Jatuh cinta bukanlah sebuah dosa


__ADS_3

Kriteria suami idaman yang pantas menjadi syurga bagi isterinya menurut pandangan islam


1)Memiliki agama yang kuat dan akhlak yang kuat mulia,serta lemah lembut kepada isteri


2)Memiliki akal yang sempurna


3)Seorang alim(berilmu)atau muta'alim(yang gemar mencari ilmu)dan lebih istimewah apabila memiliki banyak hafalan Al-Qur'an


4)Ittiba(Mengikuti sunnah Nabi)


5)Layak dan mampu untuk menikah


6)Isteri merasa senang melihatnya


7)Tidak mandul


8)Sepadan atau setara


Alesha berhenti membaca bukunya,ia mengingat-ingat kembali awal pertemuan dia dengan Harry.


Dret..


Notifikasi ponsel Alesha berbunyi. Terlihat nama kontak didalam ponselnya dengan nama Harry mengirimkan pesan


"Hallo Sha,lagi apa..?"


Alesha buru-buru membalas pesan tersebut, gadis itu mengetik beberapa kata dan mengirimkan ke nomor yang sama.


"Lagi baca buku"


kemudian dia kembali memfokuskan matanya ke buku yang sedang dia baca, buku yang ada didepan meja belajarnya


Setelah sepuluh menit ponselnya kembali bergetar, notifikasi pesan balasan dari nomor yang sama


Dret..


Gadis itu kemb bali melihat isi pesan yang muncul pada layar ponsel pintarnya.


"Sha,aku pengen jujur sama kamu, boleh?"

__ADS_1


Alesha hendak membalas pesan dari Harry, namun pemuda bermata sipit itu lebih dulu mengirimkan pesan kembali untuk Alesha


"Sha, aku suka sama kamu" isi pesan itu sungguh membuat Alesha terkejut


Deg


Alesha membelalakkan mata sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya mencoba menafsirkan setiap kata dari pesan pemuda berdarah Korea Indonesia yang beranam Park Harry Aditya tersebut.


"Ya Allah..Apa yang harus aku lakukan" Tanpa terasa crystal bening menetes dari kedua ujung matanya gadis manis berlesung pipit itu.


Nano-nano. Seperti itulah perasaan Alesha saat ini.Di satu sisi dia senang Harry menyukainya, tapi dilain sisi dia juga bingung harus berbuat apa?Sebagai wanita dewasa, mendapatkan kepastian tentang sebuah hubungan adalah syarat mutlat untuk membangun komiten. Tapi apa yang harus dia lakukan dengan perbedaan antara dia dengan pemuda Park itu?


Alesha tak mungkin menjalin hubungan dengan seseorang, yang pada akhirnya hubungan tersebut akan kandas ditengah jalan, bukan?


Mencintai seseorang bukanlah sebuah dosa. Tapi tidak peduli bahkan seakan tuli dengan hukum agama yang ia anut adalah sebuah keegoisan.


"Ya Allah..apa engkau sedang mengujiku dengan hadirnya rasa ini?" gumam alesha lirih


Gadis itu menghapus sisa air matanya yang menetes tanpa bisa dia bendung, kemudian pergi mengambil air wudhu untuk melaksanakan shollat. Mengadu kepada sang Khalik tentang sesuatu yang mengganjal dihatinya adalah pilihan yang tepat yang dia pilih.


*****


Kampus


Karena ayah monica sedang pulang ke korea jadi dia menitipkan Monica di rumah keluarga Park. Seperti biasa gadis itu selalu terlihat bahagia ketika dia bersama dengan Park Harry Aditya.


Harry segera menghampiri Alesha, ketika dia melihat Alesha hendak keluar dari mobilnya. Pemuda bermata sipit itu ingin sekali melihat seperti apa reaksi di hari berikutnya setelah semalam gadis itu tidak kembali membalas pesan yang dikirimkannya.


Gadis itu benar-benar membuat seoarang Park Harry Aditya gelisah semalaman suntuk, dan pemuda itu hanya bisa menikmati tidurnya sekitar 2 jam'an saja. Benar kata pepatah bahwasanya 'cinta bisa membuat seseorang menjadi gila', gila memikirkan seseorang yang dicintainya. Entahlah, mungkin karena pesone gadis berjilbab itu yang terlalu kuat sehingga mempengaruhi syaraf motorik pemuda Park itu atau hanya pemuda itu saja yang senang menyiksa dirinya sendiri.


Dari kejauhan pemuda berlari kecil dan tersenyum lebar kearah Alesha. mungkin pepatah 'cinta bisa membuat seseorang lupa' itu benar adanya, mungkin saja karena otak pemuda itu sekarang dipenuhi pertanyaan tentang gadis pujaannya, sampai dia lupa mengambil ponsel yang tadi dia letakkan di samping tempat duduknya. Tanpa dia sadari gadis yang tadi pergi ke kampus bersamanya sedang menangis sesenggukkan didalam mobil sport pribadinya setelah tidak sengaja membaca pesan percakapan dia dan Alesha semalam.


"Harry,segitu cintanya kah kamu sama dia..?" Air mata deras mengucur dari kelopak mata Monica. Dia tidak menyangka lelaki yang selama ini dia cintai, ternyata mencintai wanita lain. "Lalu kau anggap apa aku selama ini,Oppa?" Monica tak kuasa menahan tangis akibat luka lara mengetahui fakta bahwasanya Harry telah jatuh cinta kepada seorang gadis, dan itu bukan dia. Dengan sisa-sisa tenaga yang dia miliki, gadis itu membuka pintu mobil Harry dan berlari tergesa-gesa menuju ke arah toilet.


Bruggg...


Langkah Monica terhenti ketika dia merasakan tubuhnya menabrak seseorang


"Monica..?!" ucap pria yang menabraknya

__ADS_1


Monica mendongakkan kepala untuk memastikan siapa orang yang telah dia tabrak


"Oppa..?" ucapnya sambil masih menahan tangis


Randy William. Teman masa kecilnya dulu sekaligus seseorang yang pernah menyatakan cinta padanya, namun ia tolak karena dia lebih memilih mengejar cinta Harry,meskipun Harry tak pernah menganggapnya lebih dari sekedar sahabat.


Akhirnya ketakutan Randy yang selama ini menjadi kenyataan. Yang dikhawatirkannya kini terjadi, cepat atau lambat monica akan mengetahui hubungan Harry dengan Alesha dan kedekatan keduanya.


Hatinya tercabik-cabik melihat Monica menangis gara-gara seorang Park Harry. Meskipun dia sangat mencintai gadis yang ada didepannya ini tapi ia lebih memilih buat mengubur dalam-dalam perasaannya hanya demi kebahagiaan gadis yang sejak memasuki sekolah SMA telah memporak-porandakan hatinya.


Tangan kanan Randy meraih tangan monica sedangkan tangan satunya merangkul bahu gadis tersebut. Membawa gadisnya kedalam pelukkannya sesekali mengelus pucuk kepala Monica dengan sayang.


"Gwenchanna monica..gwenchanna"


(Tidak apa-apa Monica.. Tidak apa-apa)


Gumamnya lirih mencoba untuk menenangkan gadis yang saat ini dalam dekapannya


*****


"Alesha .."


Sedangkan diparkiran Harry menyapa Alesha sambil tersenyum,


"Eh kamu, Harry.." ucap Alesha. Dia tidak mau menatap harry karena dia masih belum yakin bisa mengontrol emosinya


"Nanti abis sekolah mau pulang bareng..?" Harry menawarkan diri


"Nggak usah Ry. Aku dijemput mang Udin" jawab Alesha sopan sambil melangkah meninggalkan Harry


"Ya udah nanti kekantin bareng yah" Harry masih belum menyerah


"Hari ini aku puasa sunnah Ry " jawab Alesha suaranya sedikit ketus


"Owh..." Jawab Harry


Harry mengerti dengan perubahan sikap Alesha, dia berfikir mungkin Alesha belum terbiasa saja dengan situasi canggung di antara keduanya akibat dia yang dengan tiba-tiba mengungkapkan perasaanya kepada gadis itu.


Kriiiingggg...

__ADS_1


"Alhamdulillah" batin Alesha. Sejujurnya dia merasa tidak nyaman saat ini, beruntunglah bell berbunyi membuat dia lebih mudah mencari alasan untuk pergi meninggalkan Harry, menghindari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin saja Harry lontarkan padanya disaat dia belum siap untuk menjawabnya.


"Udah bell tuh Ry, aku duluan yah" Alesha berlari meninggalkan Harry yang masih termenung. Sedangkan pemuda itu masih setia berdiri ditempat yang sama dengan sejuta pertanyaan yang ada di dalam otaknya.


__ADS_2