
Hubungan ini harus diakhiri..!
Perasaan ini harus dihentikan secara paksa karena rasa ini tidak benar..!
Aku mencintai Tuhanku seperti dia mencintai Tuhannya.
Dia yang tak kuasa menghianati Tuhannya,seperti aku yang tak kuasa menghianati Tuhanku.
Tuhan yang telah disembah oleh kakek,nenek serta leluhurku.
Tuhan yang aku yakini dengan segenap jiwa dan ragaku akan kebenaran-Nya melalui kalam kalam-Nya.
*****
"Tuhan,aku mencintai dia.Tapi aku tak ingin mendustai-Mu.Mengatakan dengan lisanku "Aku mencintaimu" namun hati dan perasaanku enggan mematuhi aturan-aturan yang Engkau telah tetapkan atas diriku".
Dan hari ini aku putuskan Aku akan berhenti mencintainya agar aku tak dicap sebagai pendusta ketika mengaku "Aku mencintai-Mu Tuhan".
(Alesha Rahma Iskandar)
Kampus
Hari ini seperti biasanya alesha menjalani hari seperti tidak terjadi apa-apa.Gadis itu meyakinkan dirinya bahwa semua akan baik-baik saja.Tanpa ada niat untuk menghindar dari harry dengan pergi kekampus sedikit siang agar dia lebih mudah lolos dari pemuda park tersebut.
Otaknya terus mendokrin bahwa harry akan mengerti dengan keadaan ini, setelah semalam baik dia maupun harry tidak enggan untuk mengemukakan keluh kesah serta saling memberi penjelasan alasan mengapa selama ini dia menghindari pemuda park tersebut.
Kring..
Bunyi bell menggema diseluruh pelosok kampus menandakan jam belajar mengajar telah usai
Alesha bersiap-siap membereskan barang-barangnya dan berjalan menuju arah pintu keluar sebelum seseorang memanggil namanya
"Sha..Aku mau kita bicara" ucap harry pelan
"Semuanya udah selesai harry tak ada yang harus dibicarakan lagi..!"
Alesha pergi meninggalkan harry sambil berlari kecil
"Alesha tunggu" Harry mencengkram pergelagan tangan alesha
"Apaan sih ry..?!"
"Lepasin..!"
Alesha menarik paksa tangannya dari cengkraman tangan harry dengan sorot mata kesal sambil menatap ketanah
"Please sha.Aku tahu kamu pun merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan" ucap Harry lembut sambil terus menatap gadis yang saat ini masih menguasai hatinya.
"Cinta saja nggak cukup untuk membuat kita bersama ry.." ucap alesha lirih tanpa ada niat ingin menatap balik lawan bicaranya
__ADS_1
"Tapi seenggaknya dengan cinta kita masih punya kesempatan untuk bersama sha..?" jawab harry masih meyakinkan alesha
"Aku akui aku memang mencintaimu harry.Tapi aku juga mencintai Tuhanku"
"Dan aku memilih untuk tetap mencintai Tuhanku"
"Lupakan aku seperti aku yang mencoba untuk melupakanmu karena seberapapun keras kita mencoba kita tak akan pernah bersatu.Ada dinding pemisah diantara kita"
Tangan kanan alesha mencengkaram erat rok yang dia pakai sedangkan tangan satunya memegangi tas yang ada dibahunya dengan tatapan yang sulit dijabarkan sambil masih menundukkan kepalanya.
Harry menarik panjang nafasnya dan menghembuskan perlahan memaksa otaknya agar tetap jernih meskipun hatinya seperti sedang diremas-remas oleh tangan kasat mata.Pedih,perih,sakit,terluka namun tetap cinta seperti itulah perasaannya saat ini.
"Apa yang harus aku lakukan untuk mengubah keputusan kamu sha..?"
Kini giliran gadis itu yang menarik panjang nafasnya dan menghembuskannya perlahan.Lalu menatap tajam pemuda bermata sipit yang kini sedang menatap sendu dirinya
"Harry.Aku mencintai Tuhanku seperti kamu mencintai Tuhanmu"
"Dan aku tidak mungkin menghianati-Nya hanya untuk mendapatkan cintamu"
"Lupakan aku.Carilah wanita yang sesuai dengan keyakinan yang kamu yakini"
"Karena aku pun akan mencari lelaki yang sesuai dengan keyakinan yang aku yakini"
Setelah mengucapkan kalimat tersebut alesha beranjak pergi dari tempat tersebut.Namun baru beberapa langkah gadis itu berhenti ketika mendengar harry berkata sedikit dengan intonasi yang cukup keras
"Jadi itu permasalahannya..?!"
"Apa kamu akan merubah keputusanmu..?" Harry berkata lirih sambil tetap menatap alesha dengan kedua iris matanya.
Alesha membalikkan badannya mencoba sekuat tenaga agar dia mampu menatap kedua bola mata pemuda yang masih mencoba membujuknya agar merubah keputusan yang telah dia ambil
"Aku tidak mau kamu meyakini Tuhanku hanya karena ingin memilikiku"
"Sekalipun aku menginginkan engkau meyakini keyakinanku tapi aku ingin kamu meyakini-Nya karena engkau telah jatuh cinta kepada-Nya bukan karena engkau telah jatuh cinta kepada makhluk-Nya"
"Urungkan niatmu..!"
"Jalan ini terlalu berbahaya untuk kita tempuh harry..!"
Alesha berkata lembut sambil sesekali mengatur ulang nafasnya yang tersenggal-senggal.
"Aku sudah memutuskan untuk memilihmu" gumam harry pelan
"Aku bukanlah sebuah opsi yang harus kau pilih.Jangan memilihku karena aku tidak ingin menjadi sesuatu yang kau pilih sebagaimana aku tak mungkin menjadikanmu sebagai sesuatu yang akan aku pilih" ucap alesha memperbaiki tas yang ada dibahunya dengan harapan sedikit bisa mengusir rasa gugup dalam hatinya.
"Aku janji akan berusaha sungguh-sungguh untuk bisa mencintai Tuhanmu sha" Harry masih kekeh
"Kamu tidak boleh egois harry..!"
__ADS_1
"Bagaimana dengan keluargamu..?!"
"Kamu harus memikirkan perasaan mereka juga harry..?!"
"Bagaimana perasaan mereka ketika tahu anak yang selama bertahun-tahun mereka didik dengan keyakinan yang sesuai dengan keyakinan orang tua serta leluhurnya tiba-tiba telah berpindah keyakinan..?" Alesha menghujam harry dengan pertanyaan-pertanyaan yang harry sendiripun tidak tahu jawabannya
Deru nafas keduanya berpacu memecah keheningan
"Urungkan niatmu harry.Marry kita kembali pada keadaan awal saat kita pertama bertemu..!"
"Ini belum terlambat untuk kita menghentikan secara paksa apa yang kita rasa..!" ucap alesha meyakinkan harry seolah berkata 'kita pasti bisa melakukannya'
"Sha.Aku tahu mungkin kamu bisa melupakanku dengan mudah tapi aku nggak bisa sha"
"Sha.Mengapa kita tak mencobanya..?"
"Ayo kita mencobanya sha.Aku yakin kita bisa melewatinya jika kita tetap bersama dan saling menguatkan" harry berkata dengan penuh keyakinan.
"Tapi maaf harry aku nggak bisa.Aku bukanlah sosok yang faham betul akan agama jadi aku membutuhkan seseorang yang faham akan agama agar bisa membimbingku untuk menjadi seseorang yang lebih baik"
"Seseorang yang kelak akan mengajarkannya pula kepada anak-anakku"
"Dan aku tidak melihat sosok tersebut ada dalam dirimu"
Harry kalah telak dengan kalimat terakhir yang diucapkan alesha.Pemuda bermata sipit tersebut mengepalkan kedua tangannya dengan nafas yang naik turun menandakan dia sedang menahan emosi yang berkobar dalam dirinya.
Sakit dan terluka atas ucapan alesha.Seperti dihujam oleh ratusan belati yang menyayat dan mencabik-cabik hati dan kulitnya namun ia mencoba untuk tetap tenang,mengontrol gejolak jiwa agar masih bisa dikategorikan dalam mode waras.
Setelah melihat harry tak bergeming dan seperti tak ingin mengatakan sesuatu lagi alesha membalikkan badannya dan kembali melangkahkan kakinya sambil menahan isak tangis yang dari tadi ditahan-tahannya.Gadis itu setengah berlari seolah tidak ingin menengok kebelakang lagi,agar seseorang yang beberapa detik lalu berbicara dengannya tidak melihat bahwa dia pun terluka.
Sejujurnya alesha tahu kata-kata yang terakhir terlontar dari bibirnya memang sedikit kejam.Dengan kurang ajarnya dia mengklaim seseorang dengan ekspektasinya sendiri.Demi apapun gadis itu pun terluka atas ucapan yang dia lontarkan sendiri kepada pemuda park tersebut,tapi mau gimana lagi baginya Terluka sekarang lebih baik daripada terluka nanti yang mungkin akan lebih banyak hati yang akan tersakiti.
Gadis itupun tahu betul seperti apa harry.Sosok leleki yang masih mempunyai ego yang tinggi tentang sebuah harga diri lelaki,harry bukanlah seorang psikopat yang suka memaksa kehendak seseorang agar orang tersebut mau mencintainya tak peduli dengan cara apapun sekalipun dia harus memaksanya dia akan melakukannya.
"Harry maafkan aku"
Tes..
Tes..
Alesha bergumam lirih sambil menetaskan air matanya.
Hai readers yang tercinta...
Minta kritik dan saran dong dengan coment dibawah agar aku tahu juga kalo kalian menikmati novel ku yang absurd ini.
Agar aku juga termotivasi untuk melanjutkan chapters selanjutnya
Serius kemarin pas hiatus sempet ada pikiran buat stop this story but I feel a bit sad too..ðŸ˜
__ADS_1
So...jangan lupa coment..🙆