
Kenapa kita terluka..?
Karena kurangnya hati untuk mensyukuri apa yang Tuhan beri,
Menuntut takdir agar sesuai dengan ekspektasi kita.
Lalu kenapa kita sering kali menyalahkan takdir..?
Mendokrin bahwa Takdir yang kita jalani ini sangatlah sulit ..?
Apakah Tuhan sedang mempermainkan kita..?
Percayalah Tuhan tidak pernah mempermainkan hamba- Nya,
Sekalipun hamba- Nya terus terusan berbuat dosa,
Dia akan tetap mencintai hamba- Nya.
Dan yang perlu kau tahu adalah "Bukan takdir Tuhan yang sulit, hanya saja keinginan kita yang terlalu rumit, terkadang kita menginginkan sesuatu namun kita enggan melepaskan sesuatu lain yang juga berharga untuk diri kita".
*****
Hati yang bergejolak dengan rasa gelisa
Tatapan mata yang sayu bercampur kecewa
Serta tubuh yang terkapar dikamar mandi seolah tak berdaya untuk menopang kedua kaki jenjangnya itulah yang terlukis dalam sosok pemuda berdarah Korea Indonesia itu.
Dia kembali melirik ponselnya berharap ada seseorang yang dia nantikan menghubunginya.
Tes..
Bulir air mata yang semenjak tadi dia tahan akhirnya jatuh juga ketika mengingat semua akun aplikasinya telah diblokir oleh gadis pujaannya. Gadis tersebut pun mengganti nomor ponselnya sehingga menyebabkan Harry sulit untuk menghubunginya.
Dengan sisa sisa tenaga yang masih dia miliki, lelaki Park itu berdiri untuk membasuh wajahnya.
Terlihat jelas sosok lelaki tampan bermata sipit dari pantulan cermin yang berada dikamar mandi kamar pribadinya. Ditatapnya kaca kamar mandi itu dengan tatapan nanar.
"Arrrgghh.."
PRANK..
Bunyi geraman dan dentuman kaca pecah menggema diseluruh ruangan kamar mandi bernuansa silver tersebut.Nafasnya masih tersengal-sengal menandakan ***bahwa saat ini dia tidak baik-baik saja.
"Apakah sesakit ini patah hati itu***..?" Harry melirik tangannya yang masih mengepal dipermukaan cermin kamar mandi. Tetesan tetesan darah kental pun masih menetes dari sela-sela jemari tangan kanannya.
__ADS_1
Tok..tok..tok..
Terdengar pintu kamar mandi harry diketuk oleh seseorang
"Harry kamu didalam sayang..?"
"Cepat buka pintunya..!" Suara marcella terdengar khawatir namun sedetik kemudian dia menyadari bahwa kamar mandi anak lelakinya ternyata tidak terkunci sontak wanita paruh baya tersebut langsung membuka pintu kamar mandi tersebut dengan sikap tergesa gesa.
"Sayang kamu kenapa..?" betapa kagetnya Marcella ketika pertama kali memasuki kamar mandi anaknya dia langsung disuguhi pemandangan beberapa serpihan kaca kamar mandi yang berserakkan dilantai dan sebagiannya masih bertengger ditempatnya meski bentuknya sudah tidak layak lagi untuk digunakan karena sebagian titik telah retak.
Lalu kornea mata wanita paruh baya itu tertuju pada anaknya yang masih berdiri dengan tetapan sendu dan darah yang masih mengucur disela-sela jemari pemuda yang terlahir dari rahimnya.
Sadar dengan keadaan anaknya yang sedang dalam mode down wanita tersebut mendekatkan dirinya dan memeluk anak laki-lakinya,simbol cinta dia bersama suaminya.
"Gwenchanna.."
(Tidak apa apa)
"Tenangkan dirimu sayang. Mamah disini,Semua akan baik-baik saja..!" Marcella berkata lirih sambil mengusap belakang kepala anaknya. Meyakinkan pemuda tersebut bahwa semuanya akan baik baik saja.
Wanita paruh baya tersebut menuntun anaknya keluar dari kamar mandi.
Dia mengambil kotak P3k dan mengobati tangan Harry, tak lupa dia pun memasangkan perban agar luka tersebut tidak infeksi.
"Kamu kenapa sayang..?"
"Mah aku mau sendiri. Mamah bisa keluar..?" ucap Harry lirih
Marcella berpikir sebentar namun tak selang lama dia pun menganggukkann kepalanya tanda setuju
"Tapi kamu jangan ngelakuin hal hal yang nggak enggak yah..!" perintah Marcella sambil menatap manik mata Harry bermaksud untuk mengultimatum pemuda tersebut.
Harry membalas dengan menganggukkan kepalanya menandakan dia pun setuju dengan permintaan lawan bicaranya
Marcella berjalan menjauhi ranjang harry dan membuka pintu kamar anaknya tersebut sambil melirik kembali sosok pemuda park yang kini masih duduk diranjang king sizenya dengan punggung yang bersandar didasbor ranjang tersebut. Meyakinkan dirinya bahwa anaknya tidak akan kembali melakukan hal hal buruk yang membuat kinerja jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
*****
Alesha telah mengganti nomor teleponnya dengan yang baru.Dia pun memblokir akun internet yang menghubungkan dia dengan harry,pemuda yang tanpa sengaja dia cintai namun terpaksa harus dia hindari.
Kini hanya akun instagram yang masih belum dia blokir.Namun ketika jemari-jemari lentiknya hendak melakukan apa yang beberapa detik lalu otaknya pikirkan tiba-tiba
Ting..
Notifikasi ponsel Alesha berbunyi
__ADS_1
(Park Harry Aditya 15 minutes ago)
(Park Harry Aditya 15 menit yang lalu)
"Engkau yang mengajarkan aku tentang cinta,maka janganlah kau siksa aku dengan pahitnya perpisahan"
"Astaghfirullahal'adzim.."
Alesha menutup mulutnya dengan tangan kanannya dengan sorot mata khawatir disertai rasa gelisa ketika dengan tiba tiba dia melihat diberanda Instagramnya muncul akun bernama Park Harry Aditya memposting caption tersebut dengan foto sebuah tangan yang mana jari jari tersebut masih mengeluarkan tinta kental berwarna merah darah yang ditempatkan diatas westafel,Disekitar westafel tersebut dapat dilihat dengan jelas serpihan kaca yang bercampur dengan darah si pemilik tangan tersebut.
Kemudian gadis itu terlihat menulis beberapa kalimat dan mengirimkannya kepada akun bernama Park Harry Aditya
"Jangan kamu sakiti dirimu dengan sesuatu yang tidak bermanfaat" send
Ting..
Tak selang beberapa menit muncullah pesan balasan
"Aku tahu kamu masih peduli kan sama aku..?"
"Aku peduli sebagai sahabat" send
"Kenapa..?Apa karena kita berbeda..?"
"Aku yakin kau pun tahu bahwa aku tidak bisa memilih dan meminta kepada Tuhan takdir seperti apa yang ingin aku jalani..?"
"Alesha,Tuhanku satu..Tuhanmu juga satu..Lalu dimanakah letak perberbedaannya..?"
"Harry,Engkau percaya bahwa Tuhanmu satu seperti aku percaya Tuhanku juga satu namun kita meyakini dengan keyakinan yang berbeda. Aku dengan keyakinanku dan kamu dengan keyakinanmu". send
"Alesha.Jika Tuhan itu satu lalu kenapa kita meyakini dengan keyakinan yang berbeda..?"
"Harry kamu tahu semua manusia mempunyai otak yang sama namun pemikiran merekalah yang berbeda-beda" send
"Lalu bisakah Tuhanku dan Tuhanmu itu bersatu sebagaimana perasaan kita yang menyatu meski dengan keyakinan berbeda"
Alesha menyeka air matanya yang terjatuh lalu kembali berkutat dengan ponselnya.
"Menurutmu apa yang akan kau rasa kan ketika engkau mempunyai dua orang atasan dan masing-masimg mereka memberikan intruksi yang berbeda-beda..?Aku yakin kamu pasti akan sangat bingung bukan..? send
"Alesha,tak bisakah kita bersatu tanpa mempedulikan perbedaan kita?
seperti masjid dan katedral yang sering terlihat berdampingan meskipun mereka berbeda..?Seandainya saja mereka mereka mempunyai hati tak menutup kemungkinan mereka akan jatuh cinta satu sama lainnya".
"Harry, Masjid dan katedral mungkin bisa berdiri berdampingan tapi tak mungkin mereka bisa bersatu karena mereka memiliki dan mengemban aturan aturan masing masing" Send
__ADS_1
Alesha meletakkan ponselnya dengan air mata yang masih mengalir deras di kedua iris matanya.