Antara Aku,Kamu Dan Tuhan

Antara Aku,Kamu Dan Tuhan
Episode 17 : Jujur pada diri sendiri


__ADS_3

Cinta itu bersumber dari hati.


Sedangkan hati adalah segumpal daging yang bersemayam dalam tubuh kita yang mudah sekali tersentuh karena kebaikan, sikap, tingkah laku atau perlakuan manis seseorang.


Kita tidak tahu kepada siapa hati ini akan terjatuh, adakalanya hati ini jatuh pada seseorang yang tepat namun tak menutup kemungkinan hati ini jatuh pada seseorang yang tidak tepat.


Terkadang Allah sengaja jatuhkan hati ini pada orang yang tidak tepat, seseorang yang Allah tidak ridhoi karena kriteria seseorang tersebut bertentangan dengan norma-norma yang Allah telah tetapkan dalam Al-Qur'an. Hal itu semata-mata untuk menguji kecintaan dan kesetiaan kita kepada Allah


"Apakah kita lebih mencintai Allah atau lebih mencintai makhluk-Nya"


*****


Alesha membawa hari ke taman belakang dekat kampus. Suasana disekitar taman nampak teduh mengingat sekarang adalah musim semi. Bunga-bunga bermekaran disekitar taman menciptakan suasana romantis. Sangat cocok bagi pasangan muda-mudi yang ingin menghabiskan hari liburnya dengan pasangan-pasangan mereka. Tapi tidak untuk hari ini,karena hari ini hari senin jadi suasana taman tidak terlalu ramai seperti biasanya hanya ada beberapa orang yang berlalu-lalang disekitar jalan trotoar atau sekedar duduk-duduk menikmati suasana sore.


Alesha mendudukkan dirinya disalah satu bangku kayu yang cukup untuk diduduki 3 orang dengan harry yang masih mengekor dibelakangnya.


"Duduklah" ucap Alesha lembut tanpa melihat lawan bicara yang sedang diajaknya.


Gadis itu membuka kotak yang dari tadi dia bawa dan dengan tangan kirinya dia mengambil kapas kecil sedangkan tangan satunya sibuk meneteskan beberapa tetes obat merah di kapas tersebut, setela dirasa cukup gadis itu mencondongkan tubuhnya mendekati wajah Harry kemudian tanpa memberi aba-aba Alesha mengusap-usap setengah menekan luka yang ada dibagian sudut bibir bawah Harry.


"Awww.." Ringis harry. Ketika dia mulai tersadar akan rasa sakit di sekitar area bibir bawahnya karena Alesha yang dengan tidak sengaja terlalu menekan luka tersebut dengan harapan obat tersebut bisa cepat menyerap.


"Sha. Bisa tolong pelan dikit nggak" pinta Harry dengan lembut setengah memohon. Harry tersenyum tipis tanpa Alesha sadari. Dalam hatinya pemuda itu merasa sedang meskipun gadis yang sekarang ada di depannya ini memasang raut wajah yang dingin dan cemberut namun dia masih melihat bahwa sebenarnya Alesha masih peduli dengannya buktinya gadis itu bahkan sampai rela meluangkan waktunya hanya untuk mengobati luka Harry yang menurut Harry sebenarnya luka tersebut termasuk luka ringan.


Alesha mendengar ketika Harry mengaduh sakit dan memintanya untuk memelankan gerakkan tangannya ketika mengoleskan obat pada lukanya, namun gadis itu memilih bungkam dan memilih untuk tidak menjawab satu kata pun ucapan pemuda tersebut hanya saja Alesha memelankan gerakkan tangannya dan lebih berhati-hati.


Gadis itu mengoleskan obat tersebut keseluruh sudut luka Harry tanpa terkecuali kemudian dia memasangkan plaster pada luka tersebut agar lukanya tidak infeksi.


"Udah selesai" ucap Alesha setelah dia selesai memasangkan plaster pada luka Harry. Gadis itu menutup kembali kotak p3knya dan hendak beranjak pergi tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada Harry meski hanya sekedar basa-basi.


"Sha. Kamu udah janji buat kasih aku kesempatan ngomong sama kamu kan..?!"

__ADS_1


Harry setengah berteriak dan beranjak dari duduknya mencoba mengingatkan Alesha yang saat ini sedang berdiri menatap sepatunya sendiri.


"Kasih tau aku Sha alasan kenapa selama ini kamu menghindar..?" cecar Harry


"Ayo Al**esha kamu bisa" batin Alesha menyemangati dirinya sendiri untuk tidak goyah dengan keputusan yang dia telah ambil.


"Harry. Maaf aku tidak bisa membalas perasaan kamu" gumamnya lirih tanpa mau melihat expressi wajah Harry.


"Apa kamu tidak menyukaiku..?" tanya Harry dengan sorot mata tajam seolah-olah dia sedang mengintimidasi Alesha.


"Bukan begitu" balas Alesha sambil membuang muka kearah lain


Kini Harry hanya bisa melihat belakang jilbab Alesha


"Lalu apa Sha..?!" Ucap Harry yang masih penasaran dengan alasan Alesha


Alesha memutar pandangannya kedepan, namun dia tidak bersitatap dengan wajah Harry karena posisi harry berdiri ialah disamping Alesha


"Harry. Meskipun aku menjelaskannya kamu tidak akan mengerti..!" ucap Alesha lirih penuh ironi. Gadis itu menghentikan kalimatnya sebelum kembali menyambung lagi kalimatnya.


"Maka dari itu jelaskan semua ke aku Sha. Buat aku mengerti akan semua hal yang tidak aku ketahui..!" ucap harry tak kalah tegas


"Aku tidak ingin membangun suatu hubungan dengan seseorang yang mana pada akhirnya hubungan tersebut harus kandas ditengah jalan" gumam Alesha lirih dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Aku benar-benar cinta sama kamu Sha" Harry berkata berapi-api. Sekuat tenaga dia berusaha untuk meyakinkan gadis pujaannya dengan ucapannya.


"Aku serius sama kamu dan aku gak ada niat buat memepermainkan perasaanmu"


"Aku bahkan berharap hubungan kita bisa benar-benar sampai kepelaminan" ucap Harry mencoba meyakinkan Alesha.


tes..

__ADS_1


Air mata yang sama sekali tidak ingin Alesha tampakkan didepan Harry akhirnya menetes juga.


Alesha menyeka cairan bening yang menetes dari kelopak matanya. Kemudian dia berdecak dan tersenyum kecut kearah Harry.


"Pelaminan..?!" ucapnya sinis setengah mencemoh jalan pikiran Harry yang tidak mengerti persoalan apa yang sedang menjadi momok diantara keduanya.


"Kamu benar-benar tidak mengerti dengan jelas posisi kita seperti apa saat ini Park harry..!" ucap Alesha dengan intonasi dingin.


Alesha beranjak pergi namun baru dua langkah dia menghentikan langkah kakinya ketika mendengar Harry kembali berucap


"Apa karena kita berbeda Sha..?"


Deg..


Hati Alesha sakit mendengar Harry mengingatkan kembali kenyataan pahit yang membuat dia memilih untuk menjauhi Harry


Harry melangkah maju mendekati Alesha. Dia kini berada dihadapan Alesha sedangkan Alesha masih setia menatap kebawah tepatnya menatap rerumputan disekitar sepatu snakernya.


"Lihat aku Sha. Dan jawab pertanyaanku..?!" Pekik Harry. Kini raut wajahnya telah berubah menjadi dingin


Alesha mendongakkan wajahnya mencoba menatap Harry meski tidak sepenuhnya menatap wajah lelaki dihadapannya tersebut.


"Jika kamu sudah tahu jawabannya kenapa masih bertanya..?!" jawab Alesha tak kalah dingin


Satu menit..


Dua menit..


Tiga menit..


Tiga menit berlalu.Tak ada satupun percakapan yang terlontarkan dari keduanya. Keduanya diam membisu mencoba mengontrol emosi yang menggebu dalam diri masing-masing.

__ADS_1


"Kalau tidak ada yang yang perlu dipertanyakan lagi aku mau pulang .Kasihan mang Udin udah lama nunggu"


Alesha berlari meninggalkan Harry. Sedangkan Harry, sepeninggal Alesha leleki tersebut menjatuhkan dirinya ketanah, dia duduk terjerembap dengan kedua tangan yang disatukan untuk memegangi kepalanya.Sungguh demi apapun leleki tersebut begitu sangat terlihat frustasi.


__ADS_2