Antara Aku,Kamu Dan Tuhan

Antara Aku,Kamu Dan Tuhan
Episode 26 : Mencoba menerima takdir(Part 2)


__ADS_3

"Dan Dia mengetahui apa yang didaratan dan dilautan,dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahui(pula),dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi,dan tidak sesuatu yang basah atau kering melainkan tertulis dalam kitab yang nyata(Lauh Mahfudz)


(Qs.Al-an'am ayat 59)


Jika takdir harus berjalan sesuai ekpektasi dan keinginan kita,


lalu dengan apakah kita melatih diri kita untuk ***bersabar..?


Syukur dan sabar***..


Bersyukur ketika diberikan suatu anugerah dan


Bersabar ketika diberikan suatu cobaan dan malapetaka.


*****


Alesha Rahma Iskandar,setelah membereskan semua barang-barangnya kedalam tasnya gadis itu tidak juga bergeming dari tempat duduknya.Dilirik kembali sesosok makhluk disamping belakang tempat duduknya.Kini dikelas hanya tinggal dia dan pemuda tersebut.


Sosok itu masih berkutat dengan ponselnya.


sedetik kemudian gadis itu kembali mengalihkan pandangannya melihat kedepan,menggigit bibir bawahnya seolah-olah otaknya sedang menimang-nimang sesuatu.


Setelah berkutat dengan pikirannya sendiri akhirnya dia memutuskan untuk menanyakan sesuatu yang cukup membuatnya penasaran.


"Di.."


"Jangan liatin gua mulu,nanti loe naksir gue lagi yang repot..!"


Baru saja alesha ingin membuka mulutnya namun ucapannya terpotong karena pemuda tersebut dengan cepat mendahului ucapannya,namun kalimat yang diucapkan pemuda itu malahan membuatnya lbh tercengang karena dengan pede-nya pemuda tersebut menganggap dirinya sosok pemuda dengan sejuta pesona yang membuat siapapun akan dengan mudah jatuh cinta padanya.


"cih"


Mendengar ucapan pemuda tersebut yang terlalu terus terang membuat alesha tidak tahan mengeluarkan desahan dengan raut wajah mencemoh pemuda tersebut


"Gak usah diambil serius.Gue becanda kok..!" ucap dimas sambil tersenyum,kemudian dia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju tempat duduk alesha.Pemuda itu berdiri disamping alesha.

__ADS_1


"Loe mau tanya harry...?"Tanya dimas dengan tatapan mata menelisik


Alesha tak mengatakan sesuatu,dia memilih diam menyembunyikan rasa penasarannya.


"Dia gak masuk hari ini,katanya sih gak enak badan"


Pemuda itu kembali berucap setelah menunggu beberapa saat agar gadis dihadapannya itu mengatakan sesuatu,namun setelah menunggu alesha tetap tak bergeming dari kebisuannya.


"Yaudah gue balik dulu yah sha.Assalamu'alaikum"


Alesha kaget akan ucapan salam pemuda tersebut,sontak dia menengadakan wajahnya dan menatap pemuda didepannya.


"Kamu muslim..?"tanya alesha dengan rasa penasaran yang nampak jelas dari kedua bola matanya


Pemuda itu tertawa sambil memutar bola matanya jenaka,seolah menganggap pertanyaan yang baru saj dilontarkan gadis itu adalah sebuah lelucon.lalu berucap kembali


"Loe pikir cuman loe satu-satunya muslim yang tinggal dibumi los angeles..?"


"Bukan gitu maksud aku.."


Alesha tidak meneruskan kalimatnya,gadis itu menatap pemuda yang ada dihadapannya dengan ekspressi canggung.Lalu dia sedikit tersenyum hanya sekedar untuk membalas senyum yang dilontarkan oleh lawan bicaranya


pemuda itu nampak kembali tersenyum sebelum melanjutkan kembali ucapannya


"Jadi kita berteman"


Alesha tersenyum tulus sambil menganggukkan kepalanya.


*****


"Monica"


Harry memanggil monica sambil melambaikan tangan kepadanya.Gadis itu hendak berjalan menuju mobilnya anmun langkahnya terhenti ketika mendengar seseorang memanggil namanya.


"Oppa" ucapnya terkejut.Heran dengan sosok yang baru saja memanggilnya.Seribu pertanyaaan mulai memenuhi isi otak gadis tersebut tentang 'apa yang dilakukkan pemuda park tersebut?'.

__ADS_1


"Harry oppa..kenapa disini?Bukannya masih sakit...?kan udah aku suruh buat istirahat dulu...?!"


Monica dengan segera memberondong pertanyaan kepada harry setelah dia berhasil sampai didepan pemuda bermarga park tersebut.


"Gue gak apa-apa.Gue mau jemput loe.Buruan gih naik" Harry memberikan helm berwarna merah kepada monica sambil mengedikkan dagunya kebelakang jok sepeda motornya,menyuruh gadis tersebut untuk segera mengikuti arahannya.


Namun bukannya mengikuti arahan harry,monica malah menengok kebelakang dimana dia memarkirkan mobil sport merahnya,seperti ragu dengan apa yang akan dilakukkannya.


"Tapi mobil aku gimana oppa...?"


"Nanti gue suruh orang buat ngambil" ucap harry.Dia memasang kembali helm dan menstater motornya.


Monica tersenyum gembira dan mulai menaiki motor harry.


Dia menggenggamkan tangannya erat dipinggang sang pengemudi.


Motor harry melaju dengan pelan dari parkiran menuju pembatas pagar.Diliknya seorang gadis memakai khimar warna cokelat susu sedang berjalan dengan sahabatnya,Dimas Anggara.Tatapan mereka bersirobok namun dia enggan untuk menyapa gadis itu ataupun pemuda yang sedang berjalan dengan gadis tersebut.Dibiarkannya tangannya yang sudah setengah terkepal itu untuk meneruskan egony,meninggalkan pekarangan kampus.


*****


"Sha" Dimas berkata lirih


Suara diamas membangunkan alesha dari lamunannya tentang harry.


Harry.Tidak salah lagi pemuda yang makai jaket kulit warna cokelat yang barusan mengendarai motor dan melewatinya adalah Park harry Aditya.Meskipun pemuda tersebut mengenakan helm dan hanya memperlihatkan kedua matanya saja tapi alesha yakin dia adalah pak harry Aditya.Si pemilik mata sipit,namun mata itu memiliki ketajaman ketika mata itu menatap.


Namun bukan itu yang membuat alesha terenyah.Tapi kenyataan bahwa sesungguhnya pemuda itu adalah pemuda yang baru kemarin-kemarin menyatakan cinta kepadanya bahkan pemuda itu sempat terlihat terluka bercampur frustasi ketika terakhir kali bertemu dengannya,namun hari ini pemuda itu terlihat biasa-biasa saja bahkan ia sudah bersikap acuh kepadanya.Jangankan untuk sekedar menyapa melirikpun sepertinya pemuda tersebut tak sudi.


Alesha tidak mengerti apa yang diinginkan oleh hatinya.Yang dia tahu saat ini hatinya seperti sedang diremas oleh tangan kasat mata.


"loe gak apa-apa?"


Kembali suara dimas mengintrupsi lamunan alesha.Dengan sigap gadis itu tersenyum seolah menandakan 'dia sedang baik-baik saja'


"Gak apa-apa.Ya udah aku duluan yah,mang udin udah nunggu"

__ADS_1


"Assalamu'alaikum.." gadis itu menganggukkan kepalanya sambil berjalan menjauhi dimas


"Wa'alaikum salam" balas dimas dengan ramah


__ADS_2