
BAB 11 : Rahasia keluarga?
********
Semua keluarga Anya sudah berkumpul di sebuah ruangan rahasia yang tidak di ketahui oleh Jihan, karna ruangan tersebut adalah ruangan pribadi keluarga Anya walaupun Jihan sudah di adopsi, namun Jihan tidak di izinkan untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Ayah, bunda sekarang bagaimana? Apakah kita harus memberitahu kan kepada Anya tentang rencana ini?" tanya Devano
"Bunda gak tau nak, sebenarnya bunda hanya kasian dengan anak itu jadi bunda adopsi saja." jawab bunda nya
"Tapi kita semua sudah lupa dengan keberadaan Anya kan? Kita terlalu mendiamkan nya, hanya karna rencana yang kita harus lakukan." balas ayah nya
"Seharusnya dari awal kita memberitahu kepada Anya tentang rencana ini, mau bagaimana pun kan Anya tetap kesayangan kita." ucap Devano
"Kamu benar nak, tapi dari awal kita sudah merencanakan nya dari awal dan kalian tau kan kalau waktu itu Langit adalah pacar nya Anya." ucap bunda nya
"Iya aku tau, seperti nya Anya sangat sayang dengan nya jadi mana mungkin kita tega melukai Langit pasti Anya akan kesal kepada kita." ucap Devano
"Tapi jika kita biarkan terus Langit akan terus membohongi Anya dan pastinya Anya akan sakit hati, seperti Bintang yang sudah meninggalkan Anya dan sekarang." ucap bunda nya
"Huh, baiklah kita ikuti permainan mereka dulu, setelah itu kita akan membicarakan ini lagi." ucap ayah nya
Author : Hayo ada yang penasaran gak sama ceritanya?
Mereka semua langsung pergi ke kamar nya masing-masing, sedangkan disisi lain Anya yang sudah berpakaian rapi dan sudah membawa koper di tangan nya. "Semoga, ini jalan yang terbaik untuk gw." ucap Anya
Saat Anya ingin membuka pintu kamar nya tiba-tiba kepala menjadi pusing kembali dan membuat nya menjadi sedikit lemas. "Kenapa lagi sih, jangan sekarang bisa gak sih." ucap Anya sambil menahan rasa sakit nya
Anya langsung mengambil air putih di meja nya dan juga mengambil obat di laci nya agar rasa sakit nya sedikit hilang, setelah minum obat rasa sakit nya mulai mendingan dan Anya langsung bergegas keluar dari kamar nya.
Setelah keluar dari kamar nya Anya langsung bergegas keluar dari rumah Anya pergi melalui pintu belakang, ia sengaja tidak melewati pintu depan agar tidak ada yang mengetahui nya kalau dia pergi dari rumah.
"Huh, akhirnya bisa keluar juga dan sekarang gw bakal pergi dari sini untuk menenangkan diri gw dulu, untungnya gw sudah memesan taxi online jadi gampang deh." ucap Anya
Anya pun menunggu taxi online nya, setelah lama nya menunggu akhirnya mobil nya datang juga, Anya langsung naik ke dalam mobil tersebut dengan tenang. Tapi tiba-tiba hp nya berdering Anya bergegas melihat nya ternyata itu adalah telpon dari Bintang.
( Halo Bintang )
( Halo sayang, kamu ada dimana nih? )
"Aduh gw harus jawab apa ya, kalau gw bilang yang sebenarnya pasti Bintang bakal khawatir ini tapi kalau gw bohong pasti dia bakal marah." batin Anya
( Sayang, kamu masih ada disitu kan? )
( Eh iya, aku lagi di rumah kok, tapi hari ini aku gak mau di ganggu jadi aku mau tidur saja seharian ini, yaudah kalau gitu aku matiin ya telpon nya )
( A-anya-, )
Tut ...
"Kok di matiin sih, Anya baik-baik saja kan kok gw takut ya." batin Bintang
Sedangkan disisi lain Anya yang sudah sampai di tempat tujuan nya langsung turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam satu rumah yang cukup sederhana.
__ADS_1
"Akhirnya sampai juga, rumah nya bagus banget, untungnya dari awal gw sudah mempersiapkan semua nya, jadi gw bakal aman disini." ucap Anya
********
Anya langsung masuk ke dalam rumah nya dan melihat sisi rumah nya terlihat sangat rapi dan bersih, setelah memeriksa semua ruangan Anya pun langsung masuk ke dalam kamar nya untuk membereskan pakaian nya.
"Gila sih, ini kamar nya bagus banget, gw gak nyangka bisa beli rumah sendiri hasil tabungan gw yang sudah kumpul dari dulu." ucap Anya yang begitu sangat senang
"Tapi gw laper, apa pesan makanan saja ya tapi gak deh mendingan gw ke supermarket saja sambil membeli bahan makanan untuk di dapur nanti." ucap Anya yang langsung bersiap-siap keluar
Saat ingin pergi ke supermarket Anya tidak lupa untuk memesan taxi online nya dan menunggu nya di depan rumah nya. Tapi hal tak terduga saat sedang menunggu taxi online tiba-tiba saja hp nya Anya berdering, Anya cukup kaget karna yang menelpon diri nya adalah Langit.
( Halo )
( Halo Anya )
( Ada apa lu telpon gw? Mau nyari ribut sama gw? Apa pacar ****** lu ngadu ya enggak-enggak ke lu? )
( Anya gw mohon jangan berpikiran kayak gitu dan gw juga minta tolong jangan bilang pacar gw ******, sebentar saja gw mau ngomong sama lu )
( Lu mau ngomong apa? Gw gak ada waktu buat ngobrol sama sampah kayak lu, lagian pacar lu kemana? Nanti gw di marahin lagi gegara telpon sama lu )
( Gw gak tau pacar gw ada dimana, tapi gw minta bantuan sama lu karna ini penting banget cuma lu yang bisa bantuin gw )
( Oke, lu mau apa )
( Lu bisa datang ke rumah gw gak? Soalnya ade gw lagi sakit dan harus di bawa ke rumah sakit sedangkan gw gak ada biaya jadi gw bisa gak minjam uang lu )
( Yaudah gw kesana, tapi gw gak lama karna gw masih ada urusan yang lain dan gw ingetin sama lu sampai lu berbuat yang enggak-enggak gw bakal bikin lu sengsara )
( Ya )
Tut ...
Setelah menelpon Anya, Langit langsung tersenyum dengan Jihan yang sudah ada di samping nya ternyata mereka lagi-lagi membuat rencana agar Anya terkena masalah lagi.
"Gimana sayang? Anya mau bantu kamu gak, atau bagaimana?" tanya Jihan
"Dia mau kok sayang dan katanya dia bakal kesini jadi kita tunggu saja dia setelah itu baru kita rencanakan hal yang lainnya." jawab Langit
"Haha, aku senang mendengar nya kamu memang pacar yang sangat terbaik sayang jadi makin sayang sama kamu." ucap Jihan dengan nada manja
Langit tersenyum dan langsung memeluk Jihan dengan erat begitu pun juga dengan Jihan sendiri, sedangkan disisi lain Anya tidak yakin apa yang di omongin dengan Langit.
"Hm, gimana ya masa gw percaya begitu saja sih kalau dia menjebak gw bagaimana, gak bisa gw harus minta bantuan dengan Bintang." batin Anya
Sebelum pergi Anya bergegas untuk menelpon Bintang terlebih dahulu agar Bintang bisa mengawasi nya dari jauh.
( Sayang, kamu bisa bantu aku gak? )
( Ada apa Anya? Kamu butuh bantuan apa? )
( Jadi Langit mau ketemu dengan aku katanya dia ingin meminjam uang padaku tapi aku gak yakin dengan omongan nya kamu bisa gak ikutin aku )
__ADS_1
( Ah baiklah, aku paham apa yang kamu maksud nanti aku akan kesana terlebih dahulu dan mengawasi kalian dari jauh )
( Makasih sayang, kalau begitu aku duluan ya naik taxi online dan kamu jangan sampai ketahuan dengan mereka ya )
( Iya aku paham )
Anya langsung mematikan telpon nya dan taxi online nya pun datang, Anya langsung masuk ke dalam mobil tersebut dan langsung bergegas pergi ke rumah nya Langit.
Kurang lebih hampir memakan waktu sekitar 30 menit, akhirnya Anya pun sampai disana, terlihat Langit yang sedang berdiri di depan rumah nya, tapi saat Anya ingin menghampiri langit tiba-tiba Jihan muncul dari rumah nya Langit.
Anya pun langsung memberhentikan langkah nya dan mendengarkan semua percakapan nya Langit dan juga Jihan, sedangkan disisi lain Bintang yang dari tadi sudah ada disana langsung menghampiri Anya. "Bagaimana?" tanya Bintang
"Kamu lihat saja ternyata ada Jihan disana, aku sudah yakin kalau Langit dan Jihan sedang melakukan rencana untuk ku lagi." jawab Anya
"Haha, kita dengarkan dulu percakapan mereka dan setelah itu kamu langsung menghampiri nya dan aku akan tetap mengawasi kamu dari sini." ucap Bintang
Anya hanya mengangguk saja, sedangkan Langit dan Jihan langsung mengobrol bersama sambil menunggu Anya datang. "Dia kemana sih? Kok lama banget datang nya." ucap Jihan
"Sabar sayang, mungkin saja ada kemacetan di jalan jadi dia cukup lama. Memang nya kamu gak lihat dia di rumah?" tanya Langit
"Gak, soalnya dari pagi aku gak melihat dia, aku kira mah dia masih di kamar jadi aku tidak fokus dengan nya." jawab Jihan
"Yaudah tidak apa-apa, lebih baik kamu masuk saja dulu kalau nanti dia kesini dan melihat kamu jadi bahaya." ucap Langit
"Oke, aku tunggu di kamar kamu saja," ucap Jihan
"Oh iya, si Lani sudah bersiap-siap kan? Aku gak mau nanti malah kacau apalagi dia kan bukan ade ku hanya anak tetangga saja." ucap Langit
"Sudah kok, lagian dari pagi dia sudah ada disini jadi sudah bersiap-siap untuk berakting." balas Jihan
Setelah lama nya berbicara akhirnya Jihan masuk lagi ke dalam sedangkan Langit langsung berpura-pura berakting agar saat Anya sudah sampai di rumah nya tidak akan ada kecurigaan sedikit pun.
Namun Anya yang sudah dari tadi disana sudah melihat sifat asli mereka, sedangkan disisi lain Anya dan Bintang langsung tersenyum smirk.
"Astaga, lucu sekali mereka rasanya ingin ku matikan saja tuh orang." ucap Bintang
"Sudahlah kita cukup melihat saja dan berpura-pura tidak mengetahui apapun agar mereka senang." balas Anya
********
Anya tanpa pikir panjang langsung bergegas menghampiri Langit. "Hai Langit," sapa Anya
"Hai juga Anya, kamu apa kabar nih? Sudah lama ya kita tidak bertemu," ucap nya basa-basi
"Sudahlah gak usah basa-basi, lebih baik lu langsung ngomong saja soalnya gw gak ada waktu untuk bicara dengan ku." balas Anya
"Haha baiklah, kamu makin galak saja ya dan tambah manis saja sih mantan pacar ku yang cantik ini." ucap Langit
"Bacot, sudahlah lu perlu apa dari gw?" tanya Anya dengan kesal
"Oke-oke, aku mau kamu masuk dulu ke kamar ade ku agar kamu percaya kalau ade ku tuh sakit." ucap Langit
"Baiklah, tapi kalau lu bohong sama gw, gw gak segan-segan bakal hajar lu." ucap Anya
__ADS_1
"Iya cantik." ucap Langit
Anya langsung masuk ke dalam tapi tidak dengan Langit, ia malah langsung mengunci pintu nya dari arah luar. Bintang yang melihat kejadian tersebut langsung bergegas bersiap-siap untuk menyerang Langit, tapi Anya yang sudah mengetahui rencana mereka langsung berjaga-jaga agar dia tidak terkena jebakan nya