
BAB 19 : Rencana selesai
********
"Tolong kalian jangan halangi kami jalan," ucap Langit
"Kalau kami tidak mau bagaimana mau tetap terdiam di sini atau mati?" tanya nya
"Maksud kalian apa jangan macam-macam ya dengan kami atau kalian akan kami bunuh." teriak Jihan
"Ih takut masa dia mau bunuh katanya tapi mau bunuh dengan cara apa emang kalian buat senjata?"
Jihan dan Langit tercengang dan melihat bahwa dirinya memang tidak membawa apapun selain baju yang harus di tubuh mereka.
Tiba-tiba saja Anya muncul dari belakang dan langsung mengagetkan Jihan dan juga Langit yang masih berdiri di sana.
Jihan yang tadi merasa takut tetapi sekarang dia terasa sangat tenang karena di belakangnya ada Anya teman sekolahnya namun Anya hanya tertawa saat melihat Jihan dan Langit menghampiri nya.
"Bantuin kami lihat mereka masa mereka mau bunuh kami, kamu kan nolongin gw." ucap Jihan yang memohon
Namun Anya tidak menghiraukan ucapannya Jihan dia langsung berjalan ke arah teman-temannya sambil duduk di sebuah pohon yang rindang.
"Jihan gue nggak bisa nolongin lo karena lo adalah orang yang bikin suami gue mati dan juga adiknya dan Lo harusnya tanggung akibatnya dan gue yang akan bunuh lo secara langsung." ucap Anya
"Anya gue mohon jangan bunuh adik gua karena dia nggak bersalah sama sekali karena semua rencana ini gue yang ngelakuin gue yang memberitahu dia untuk membantu gue jadi please biarkan dia hidup dan lu boleh bunuh gw tapi biarkan dia hidup, perjalanannya masih panjang." ucap Jihan yang memohon
"Ternyata lu sayang juga sama adik lu, gimana ya tapi gua nggak bisa deh karena kalian harus mati karena gue sudah terlanjur sakit hati lo sudah mengambil sahabatku dan juga suami gua jadi maaf gue nggak bisa menuruti permintaan lo itu." balas Anya
"Grills pegang Kakak adik itu jangan sampai dia berlari," ucap Anya
Teman-temannya Anya langsung memegangi tangannya Jihan dan juga Langit dan Anya pun menyodori pistolnya di hadapan mereka berdua dan Anya pun langsung menembak kepala mereka secara brutal.
"Hahaha selesai juga hidup kalian dan gue berterima kasih kepada kalian yang sudah mau membantu untuk membunuh tikus-tikus ini tapi setelah ini gue nggak tahu gua masih bisa hidup tahu nggak tapi tenang aja gue akan tetap berusaha untuk tetap sembuh tapi hanya 5% kemungkinannya." ucap Anya
"Anya kita semua akan tetap dukung lu untuk tetap sembuh Dan aku nggak boleh menyerah begitu saja harus punya rasa semangat untuk tetap sembuh jadi tetap semangat." ucap Vania yang langsung memeluk Anya dan yang lain pun langsung mengikuti nya
********
Setelah itu Anya pulang ke rumah nya begitu pun juga dengan teman-teman nya. "Sayang, kamu dari mana saja kok baru pulang?" tanya bunda nya yang sangat khawatir
"Biasa lah bunuh tikus-tikus itu." jawab nya santai
"Jangan bilang lu bunuh Langit dan juga Jihan?" tanya Devano
"Mungkin,"
"Hm, padahal biar kita saja yang melakukan nya, malah lu yang bunuh." cerca Devano
"Sudahlah, yang terpenting semua sudah selesai dan gw mau istirahat." ucap Anya yang langsung pergi ke kamar nya
"Bun, setelah ini keluarga kita akan membaik lagi tapi Anya."
"Bunda juga gak tau nak, tapi pasti masih trauma karena masalah tadi apalagi saat suami nya di bunuh itu di depan mata nya." ucap bunda nya
"Putri ku sekarang sudah menjadi janda muda, entahlah bagaimana masa depan nya, aku merasa gagal menjadi seorang ayah apalagi saat masalah Jihan kita selalu mendiamkan nya," balas ayah nya
"Mas, kamu jangan begitu mau bagaimana pun ini semua karna kita bukan kamu saja." ucap istri nya
"Yaudah dari pada sedih mendingan kita makan malam, aku akan mengajak Anya untuk kesini." ucap Devano
Sedangkan disisi lain Anya yang dari tadi duduk di dekat jendela nya hanya melamun sambil melihat foto-foto nya dan juga Bintang.
"Kamu kenapa pergi secepat ini sih, andaikan kamu gak masuk ke dalam hidupan aku pasti kamu masih ada." ucap Anya
Tapi tiba-tiba saja Devano masuk ke dalam kamar nya Anya dan menepuk pundak nya Anya. "De, makan dulu yuk, kamu dari siang pasti belum makan." ucap Devano
"Nanti kak, aku mau menenangkan diri dulu, aku masih pengen sendiri." ucap Anya
__ADS_1
"No, kamu harus tetap harus makan kalau kamu sakit bagaimana? Kakak tunggu di bawah kamu harus kesana." ucap Devano
"Yaudah deh, tapi kakak duluan saja, aku mau disini sebentar." ucap Anya
Devano hanya mengangguk dan langsung keluar dari kamar nya Anya sedangkan Anya langsung meletakkan foto nya di meja dan langsung bergegas untuk keluar dari kamar nya.
Tapi tiba-tiba saja Ryan dokter nya Anya menelpon nya dan Anya langsung mengangkat telpon tersebut.
( Halo Ryan )
( Halo Anya )
( Ada apa kamu telpon? )
( Hm, lu masih gak mau cek kesehatan lu lagi? Gw lihat-lihat kangker yang ada di tubuh lu sudah menyebar kemana-mana, apakah ku tetap mau mendiamkan saja? )
( Iya, gw tidak mau berobat apalagi sampai keluarga gw tau )
( Tapi kasian mereka nya, dan gw juga dengar-dengar Bintang telah meninggal )
( Haha iya, dan sekarang gw hanya ingin diam saja dan menunggu kematian gw )
( Anya tapi penyakit lu gak bisa terdeksi, karna bisa saja lu- )
( Kenapa? )
( Karna bisa saja lu meninggal di waktu kapan saja jadi gw peringati lu untuk segera kontrol )
( Maaf, gw tau lu mau nolongin gw untuk kesembuhan gw, tapi maaf gw tetep gak mau )
( Anya, lu kenapa jadi keras kepala gini sih! )
( Gw mau Bintang, sudahlah gw mau nenangin diri dulu )
Tut ...
Anya keluar dari kamar nya dan langsung bergegas untuk keluar dari rumah. Namun bunda nya langsung memanggil nya. "Anya," panggil bunda nya
"Hm?"
"Kamu mau kemana sayang? Kamu makan dulu ya," ucap bunda nya
"Nanti saja, aku mau keluar sebentar pengen nyari angin." balas Anya
"Tapi jangan jauh-jauh ya nak, bunda takut kamu kenapa-kenapa," ucap bunda nya
Anya hanya mengangguk saja dan langsung pergi dari sana, sedangkan ayah dan juga Devano merasa sakit karna melihat Anya yang terlihat sangat sedih.
"Aku gak tega ngelihat Anya sampai kayak gitu, apalagi ini sudah yang kedua kalinya Anya di tinggalkan oleh Bintang." ucap Devano
********
Sedangkan disisi lain Anya yang masih di luar rumah nya hanya melamun saja sambil melihat mobil dan motor yang berlewatan.
"Gw cape, gak ada Bintang disini gw pengen dia," lirih Anya
Anya pun terdiam sambil duduk di pinggir jalan, rasanya dia tidak peduli banyak orang yang melihat nya duduk sendirian. "Apa gw nyusulin Bintang saja ya." ucap Anya
Tiba-tiba Anya langsung menteskan air mata nya sambil melihat diri nya yang sudah kacaw. "Apa yang harus gw lakuin sekarang," lirih nya
Tiba-tiba saja Anya beranjak untuk berdiri dan langsung menyebrang dari kendaraan yang begitu banyak, tapi Anya yang berjalan tanpa memperhatikan ada nya mobil yang ingin menabrak nya.
"Akhhhh!" teriak Anya yang langsung terguling karna tabrak nya mobil.
Warga pun langsung berbondong-bondong untuk menolong Anya dan membawa nya ke rumah sakit. Sedangkan bunda nya yang yang sedang mencuci piring tiba-tiba saja foto Anya terjatuh dan bunda nya langsung mengambil foto Anya.
"Kenapa perasaan aku gak enak ya, Anya juga kenapa belum pulang sih." ucap nya yang begitu khawatir dengan Anya
__ADS_1
Sedangkan Anya yang sudah berada di rumah sakit sedang di tangani oleh dokter karna luka yang ada di kepala nya Anya cukup serius.
Dan untung saja warga melihat Anya membawa ponsel di saku celana nya. Dan salah satu suster disana langsung menelpon orang tua nya Anya dengan mengunakan hp nya Anya.
Ayah nya yang sedang menonton tv langsung di kagetkan dengan suara hp nya yang berdering, ayah nya yang melihat nama di hp nya langsung bergegas untuk mengangkat telpon tersebut.
( Halo dengan keluarga nya Anya? )
( Halo iya saya ayah Anya, ini dengan siapa ya kok hp anak saya ada di anda? )
( Mohon maaf sebelumnya, putri anda sekarang berada di rumah sakit dan sekarang sedang di tangani oleh dokter )
( Apa! )
( Iya pak, jadi kami harap bapak cepat kesini karna luka yang ada di tubuh pasien cukup parah )
( Baik saya akan segera kesana )
Ayah nya Anya langsung mematikan telpon nya dan langsung berteriak memanggil istrinya dan juga anak nya Devano.
"Ela! Devano!" teriak nya
"Kenapa mas?" tanya istri nya
"Jangan banyak tanya sekarang kalian ikut aku ke rumah sakit, Anya ada disana." ucap nya
"Apa!"
"Sudah kita harus segera kesana." ucap nya
Mereka bertiga pun langsung memasuki mobil nya dan juga bergegas ke rumah sakit. Sesampainya disana mereka langsung bertanya kepada suster yang menelpon nya.
"Dimana anak saya Anya!" tanya nya
"Anak bapak, ada di ruang UGD dan keadaan nya sangat kritis." jawab suster tersebut
Mereka pun langsung bergegas pergi kesana untuk menemui putri nya. "Dengan keluarga pasien?" tanya dokter tersebut yang baru saja keluar dari ruangan nya Anya
"Iya saya ayah dari pasien, bagaimana kondisi nya dok?"
"Anak bapak sangat kritis tapi dari tadi dia memanggil nama Bintang terus." jawab dokter nya
"Apakah kita bisa masuk?" tanya Devano
"Bisa kok tapi jangan berisik." ucap dokter nya
********
Mereka pun masuk ke dalam ruangan nya Anya dan terlihat Anya terbaring di kasur dengan keadaan nya yang sudah sangat lemah.
"Ayah, bunda, kakak," lirih Anya yang sedang menahan rasa sakit di kepala nya
"Apa sayang, kamu mau apa nak?" tanya bunda nya Anya
"Aku mau bilang kalau aku sayang banget banget sama kalian," ucap nya
Semua keluarga nya pun langsung meneteskan air mata nya dan tidak tega melihat putri kesayangan nya sakit seperti ini.
"Sayang, kami semua sayang banget sama Anya tapi kami mohon kamu harus tetap semangat untuk sembuh ya nak." ucap ayah nya
"Iya benar, nanti kita akan bermain lagi." balas Devano
"A-aku sudah tidak kuat lagi, a-aku harap kalian bisa bahagia tanpa aku dan makasih karna kalian sudah mau merawat ku dari kecil, a-aku pamit ya Anya sayang sama kali-," ucap Anya yang langsung menghembuskan nafas terakhirnya
"Anya!" teriak bunda nya
Author : Hayo penasaran ya...
__ADS_1