ANYA STORY

ANYA STORY
Adopsi Jihan?


__ADS_3

BAB 8 : Adopsi Jihan?


********


1 bulan kemudian ...


Hari-hari pun berlalu, entah mengapa sejak 1 bulan ini terasa sangat berbeda semua orang malah menjadi cuek dan tidak ada kegembiraan di rumah nya, begitu pun juga dengan Langit yang sudah berubah drastis sikap nya.


Namun Anya hanya menggangap nya biasa saja dan seperti biasa Anya dan yang lain nya pun bangun pagi untuk berangkat ke sekolah nya, setelah selesai Anya langsung keluar dari kamar nya dan berjalan ke arah ruang makan.


Tapi saat Anya sudah ada di ruang makan tiba-tiba, ia melihat Jihan dan keluarga nya yang sudah duduk bersama di meja makan.


"Lho, kok lu ada disini?" tanya Anya


"Lu tanya saja sama bunda," jawab Jihan


"Bunda?" tanya Anya lagi


"Iya sayang, Jihan akan bunda adopsi, ayah dan juga kakak mu juga setuju kok." balas bunda nya


"Kok gak ada yang beritahu kepada Anya?" tanya Anya


"Ayah lupa sayang, yaudah mendingan kamu duduk dan sarapan." ucap ayah nya


Anya tanpa pikir panjang langsung duduk di samping kakak nya, entah kenapa tiba-tiba keluarga nya sedikit aneh. "Ada apa ini? Kok ada yang aneh ya." batin Anya yang masih binggung


Author : Ada yang bisa tebak dari cerita nya?


"Bunda, aku mau ayam itu lagi boleh gak?" tanya Jihan


"Tapi kan itu punya ku, lagian ayam di piring mu masih ada kan," ucap Anya


"Kasih saja sayang, lagian masih ada yang lain kan." ucap bunda nya


Anya hanya terdiam saja tanpa menghiraukan ucapan bunda nya. "Jangan ribet deh lu." balas Devano


"Sudah gw duga, ada yang gak beres." batin Anya


Tiba-tiba Anya langsung beranjak dari duduk nya dan bergegas pergi untuk pergi ke sekolah tanpa sarapan terlebih dahulu.


"Kamu gak sarapan sayang?" tanya ayah nya


Tapi Anya tidak menjawab pertanyaan ayah nya, ia malah melanjutkan jalan nya tanpa menoleh ke arah nya. Anya yang sudah di luar rumah hanya menatap motor nya sambil memikirkan sesuatu.


"Hm, ada apa ya? Aneh sekali, gw gak paham kenapa jadi seperti ini dan yang lebih parah nya ayah sama bunda malah adopsi Jihan." ucap Anya


"Gw baru ingat dengan ucapan orang yang dulu deh, tapi kok sekarang dia gak pernah telpon gw lagi ya?" batin Anya yang binggung


Anya hanya bengong saja tanpa berfikir lagi, ia langsung naik motor nya dan bergegas pergi ke sekolah.


Sesampainya disana, Anya langsung memakirkan motor nya dan bergegas berjalan ke arah kelas nya, terlihat Langit yang sedang duduk di kelas sambil memainkan hp nya, Anya pun langsung menghampiri nya dan menyapa nya.


"Pagi Langit," sapa Anya


"Hm, pagi juga." sapa balik Langit


"Oh iya, kamu kok sekarang jarang ada waktu?" tanya Anya


"Gw sibuk." jawab Langit


"Sibuk ngapain sih? Setiap hari bilang nya sibuk terus?" tanya lagi Anya


"Lu bisa gak jangan berisik, ganggu banget dah." jawab Langit dingin


Tiba-tiba saja Jihan datang dan langsung menghampiri Anya dan juga Langit. "Pagi Anya, Langit." sapa Jihan


"Pagi juga Jihan." sapa Langit


"Anya kok gak balas sapa gw?" tanya Jihan


"Pagi." ucap nya singkat


"Anya lu jangan kayak gitu sama Jihan, dia kan sudah baik nyapa lu." ucap Langit


"Maaf." balas Anya


"Sudah jangan seperti itu mungkin saja Anya sedang gak mood." ucap Jihan


"Jangan pikirkan dia, lebih baik keluar saja yuk." ucap Langit


Sakit sekali rasanya dengan kata-kata nya Langit, Anya yang dulu senang dengan sikap nya Langit dulu, malah berubah drastis. "Sebenarnya apa yang terjadi sih?" tanya nya


Tiba-tiba hp nya Anya berdering karna ada telpon masuk. "Lho, ini kan no orang yang dulu." ucap Anya


Anya langsung keluar dari kelas nya dan pergi ke atap sekolah untuk mengangkat telpon nya disana.


( Halo )


( Hai Anya )


( Kenapa lu telpon gw lagi? Sudah lama sekali kan )


( Maaf, gw masih ingin memperingati untuk berhati-hati dengan Jihan dan Langit )


( Haha, seperti nya yang di katakan dengan lu benar deh, semua nya serasa sangat berbeda )

__ADS_1


( Anya gw sudah memperingati lu kan? Apa lu lupa apa yang gw bilang? )


( Gw tidak pernah menghiraukan ucapan lu, dan ternyata benar semua keluarga gw seperti sudah di rebut dengan Jihan )


( Bagaimana bisa? )


( Keluarga gw adopsi Jihan tanpa memberitahu gw sedikit pun )


( Gw gak tau, mungkin ini saat nya deh )


( Maksud lu apa? )


( Ya, sudah saat nya gw memberitahu identitas gw kepada lu karna sudah terlalu lama kan? )


( Hm )


( Lu masih ingat dengan danau yang di sekitar sekolah lu dulu? )


( Iya gw tau, ada apa memang nya? )


( Temui gw disana )


( Apakah lu benar-benar orang yang bisa gw percaya? )


( Yah sangat bisa di percaya )


( Baik gw akan kesana saat pulang sekolah )


( Aku tunggu kehadiran mu Anya )


( Iya )


Anya pun langsung mematikan telpon nya sambil menunggu bel berbunyi, Anya duduk sejenak disana sambil menenangkan dirinya.


Kring!


Kring!


Kring!


Bel pun berbunyi, Anya segera langsung bergegas berlari ke arah kelas, sesampainya disana Anya langsung duduk di tempat nya dan fokus kepada guru.


"Selamat pagi anak-anak," sapa guru tersebut


"Pagi juga bu," sapa balik anak-anak


"Hari ini kita kedatangan murid baru." ucap guru tersebut


"Silahkan masuk nak."


"Boleh bagi no wa nya gak cantik?"


"Kiw, cantik banget sih."


"Jadi pacar gw yok."


"Nikah saja yok sama gw."


"Stop! Kenapa kalian jadi berisik, sudah lebih baik kalian semua diam kalau mau berkenalan nanti saja." ucap guru tersebut


"Oh iya Langit, kamu duduk di samping nya Jihan ya biar Alana duduk di samping nya Anya."


"Oke bu," ucap Langit sambil berjalan ke arah nya Jihan


"Alana kamu duduk disana ya."


Setelah Alana duduk guru pun langsung mengajar pelajaran. "Kenalin nama ku Alana," ucap Alana


"Gw Anya." ucap Anya


"Nanti ikut aku ke atap sekolah mau gak?" tanya Alana


"Mau ngapain?" tanya balik Anya


"Sudah ikut saja ada hal yang penting yang harus aku bicarakan dengan mu." jawab Alana


"Oke." ucap Anya


"Kenapa nama belakang nya hampir mirip sama Bintang ya?" batin anya


********


Kring!


Kring!


Kring!


Bel pun berbunyi semua murid pun langsung istirahat, sedangkan disisi lain Langit yang masih sibuk berduaan dengan Jihan, Alana yang melihat Anya yang ingin menangis langsung menarik tangan nya Anya dan pergi dari kelas.


Sesampainya disana Alana langsung memeluk Anya. "Nangis saja, aku tau kok apa yang kamu rasakan sekarang." ucap Alana


Tiba-tiba Anya pun menangis dengan kejar, rasanya begitu sangat sakit orang tua nya sudah di ambil dan sekarang pacar nya pun ikut di ambil juga.


"Hiks, kenapa jadi begini," ucap Anya

__ADS_1


"Sudah jangan di pikirkan dulu, yang terpenting adalah tenangkan diri mu dulu." ucap Alana


Anya langsung melepaskan pelukan nya dan duduk di kursi bersama Alana. "Kenapa lu peduli banget dengan gw? Padahal kita kan baru saja ketemu." ucap Anya


"Sebenarnya aku disini hanya ingin menjaga mu." ucap Alana


"Menjaga gw? Buat apa dan siapa yang suruh?" tanya Anya


"Aku ade kak Bintang," jawab Alana


"Lu serius? Lu gak bohong kan?" tanya Anya


"Sebenarnya kak Bintang masih hidup dan kami sedang bersembunyi jadi belum bisa menemui kakak." jawab Alana


"Hm, lalu om dan tante ada dimana? Kalian tinggal dimana?" tanya Anya


"2 tahun yang lalu keluarga kami mengalami kecelakaan, aku dan kakak ku menjadi yatim-piatu tapi syukurlah kami masih bisa bertahan." jawab Alana


"Bintang?" tanya Anya


"Iya kak, apakah kamu sering di telpon dengan no yang tidak di kenal?" tanya Alana


"Iya kok kamu tau?" tanya balik Anya


"Itu adalah kak Bintang, kekasih kakak dulu, kakak masih mengingat nya kan." ucap Alana


"Iya aku kenal, katanya dia mau ketemu aku di danau." ucap Anya


"Temuin lah, aku harap kakak kembali dengan kak bintang, karna dia sangat merindukan mu." ucap Alana


"Lalu bagaimana dengan Langit? Aku sangat menyayangi nya." ucap Anya


"Jangan pikirkan dia, kita lihat beberapa hari ini apakah dia masih mempedulikan mu, jika tidak putus saja." balas Alana


"Akan ku pikirkan lagi." ucap Anya


"Oh iya kakak mau telpon kak Bintang? Tapi pasti dia ngamuk kalau aku sudah memberitahu mu." ucap Alana


"Kau telpon saja, aku tidak akan berbicara." ucap nya


"Ah baiklah kalau begitu." ucap Alana


Alana langsung mengeluarkan hp nya dan menelpon kakak nya Bintang.


( Halo kak )


( Halo, bagaimana disana? )


( Disini baik kak, aku juga sudah bertemu dengan kak Anya kok )


( Benarkah? Bagaimana kondisi nya, apakah dia baik-baik saja? Tapi kamu telpon kakak tidak ada di bawel itu kan? )


( Sabar dulu dong masa nanya langsung semua )


( Hehe, kakak sangat merindukan nya, tapi Anya tidak apa-apa kan? )


( Tidak kok, kak Anya baik dan dia sedang berada di kantin )


( Ah, syukurlah kalau begitu, kakak merasa sangat tenang )


( Oh iya kakak gak ada niatan untuk ketemu dengan kak Anya? )


( Ada kok, setelah pulang sekolah, kakak akan mengajak nya ke danau )


( Yaudah, semoga bisa berdamai ya )


( Iya, kamu juga setelah pulang sekolah langsung pulang dan jangan kemana-mana )


( Iya )


( Yaudah kakak matikan dulu )


( Iya )


Alana langsung mematikan telpon nya dan langsung berbicara lagi dengan Anya. "Yaudah, mendingan kita ke kantin dulu yuk soalnya istirahat nya kan masih lama." ucap Alana


"Oke." ucap Anya


Mereka berdua langsung bergegas pergi ke kantin untuk makan bersama, sesampainya disana Anya menjadi sangat tidak mood karna pemandangan yang ia lihat. "Hai Anya, maaf ya aku dari tadi sama Langit terus." ucap Jihan


"Oh," ucap nya dengan singkat


"Lu marah ya? Tuh lihat Langit, Anya marah mendingan kamu minta maaf dulu." ucap Jihan dengan manja nya


"Sudahlah biarkan saja lagian dia tidak penting ini." ucap Langit


"Kok kamu gitu sih, padahal dia kan pacar kamu." ucap Jihan


"Heh ******! Mendingan lu diam saja deh." ucap Anya yang langsung pergi


"Anj! Jaga omongan lu." teriak Langit


"Sudahlah tidak apa-apa, mungkin aku pembuat masalah bagi nya." ucap Jihan


"Kamu gak salah kok, sudah kamu makan saja ya." ucap Langit

__ADS_1


"Ck, lihat saja lu nanti apa yang akan terjadi di rumah." batin Jihan dengan senyuman licik nya


__ADS_2