
BAB 9 : Bertemu nya Anya dengan Bintang
********
Kini Anya dan Alana sudah duduk di tempat yang kosong untuk beristirahat sambil menunggu makanan nya datang, Alana sedikit bertanya dengan Anya. "Anya, keluarga mu masih peduli kan dengan mu?" tanya Alana
"Hm, masih sih tapi semenjak kedatangan nya dia malah sedikit buyar." jawab Anya
"Aku sarankan kamu harus berbuat sesuatu," ucap Alana
"Berbuat apa maksud mu?" tanya Anya
"Simpan semua berkas penting keluarga mu dan simpan uang mu untuk berjaga-jaga." jawab Alana
"Aku paham maksud mu," ucap Anya
"Aku takut nya, Jihan berbuat nekat dengan keluarga mu apalagi dia belum tau kalau keluarga mu adalah seorang mafia, jadi kamu harus berjaga-jaga kalau nenek lampir itu membuat masalah." ucap Alana
"Siap, makasih ya saran nya." ucap Anya
Setelah lama nya menunggu akhirnya makanan yang mereka pesan pun datang, Anya dan Alana langsung memakan makanan nya.
Setelah selesai makan, Anya dan Alana berniat untuk kembali lagi ke dalam kelas nya tapi saat ingin masuk kelas, Anya tidak sengaja melihat Langit dan Jihan yang saling berciuman di kelas yang sepi. "Anya, kuatkan dirimu." ucap Alana
Anya dan Alana langsung masuk ke dalam kelas dan duduk di tempat, Alana juga langsung berteriak ke arah Langit dan Jihan. "Ini sekolah bukan tempat ciuman." teriak Alana
Sontak Langit dan Jihan langsung kaget dan merubah posisi duduk nya. "Apa-apaan sih lu!" ucap Langit
"Mau ngelak? Gw ada bukti nya loh, pas kalian sedang bermanja-manja an di kelas." ucap Alana dengan sinis
Langit dan Jihan langsung menghampiri Anya dan juga Alana di tempat duduk nya. "Maaf ya Anya, gw tadi gak bermaksud untuk berduaan dengan Langit." ucap Jihan dengan nada yang sok sedih
"Terus?" tanya Anya sambil menaikkan satu alisnya
"Biasa lah palingan lagi nyari muka." balas Alana
"Heh! Lu anak baru jangan tengil deh, dasar perusak suasana saja." teriak Langit
"Diam lu!" ucap Anya sambil menunjuk ke arah Langit
"Kok, kamu jadi gini sih?" tanya Langit
"Bacot, hm, lu pacaran saja sama ****** ini!" ucap Anya
"Anya, kamu kok jahat banget sih sama aku! Aku kan gak salah apa-apa." ucap Jihan
"Lu jangan kasar sama Jihan dong, bagaimana pun juga Jihan ini sodara lu sekarang." ucap Langit
"Sodara? Sejak kapan gw punya sodara kayak dia?" tanya Anya
"Hiks, kok Anya jahat banget sih sama Jihan." tangis Jihan
"Sudahlah, kamu jangan menangis ya lebih baik kita duduk kembali dari pada ngomong dengan orang seperti dia." ucap Langit
"Oh gitu? Baiklah mulai sekarang kita putus!" ucap Anya
"A-apa putus?" tanya Langit yang tidak percaya dengan perkataan Anya
"Urus saja nenek lampir mu, sebentar lagi Anya juga akan mendapatkan lelaki yang pantas untuk bersanding dengan nya." balas Alana
Langit hanya terdiam dan langsung duduk di tempat nya dengan Jihan, sedangkan Anya dan Alana hanya tertawa dengan riang karna ekspresi dari muka nya yang sok sedih.
********
Kring!
Kring!
Kring!
Bel pun berbunyi Anya dan Alana langsung duduk kembali dan bersiap-siap untuk belajar kembali. Tiba-tiba guru masuk dan langsung mengatakan untuk pulang lebih awal.
"Baik anak-anak, hari ini kelas 12 boleh pulang," ucap guru nya
"Lho, kenapa bu?" tanya Anya
__ADS_1
"Yah, karna sebentar lagi kalian akan lulus jadi tidak ada pelajaran lagi." jawab guru nya
Semua murid pun menjadi sangat senang karna mereka akan lulus sekolah. "Anya, berati kamu akan lebih cepat untuk bertemu dengan kak Bintang." ucap Alana
"Iya, kamu benar Alana." balas Anya
Anya bergegas cepat-cepat untuk pergi ke danau tapi sebelum itu, ia harus menelpon dulu agar Anya tidak lama menunggu disana, Anya mengeluarkan hp nya dan langsung menelpon nya.
( Halo )
( Halo, ada apa Anya? )
( Hari ini aku pulang cepat dan akan bergegas ke danau )
( Ah baiklah, aku akan bergegas kesana juga sampai jumpa di danau ya Anya )
( Hehe iya )
Anya pun langsung mematikan telpon nya dan bergegas naik ke motor nya, Anya pergi kesana hampir makan waktu sekitar 30 menit.
Sesampainya disana, Anya langsung memakirkan motor nya dan berjalan ke arah danau, terlihat dari belakang seorang lelaki yang sedang berdiri di tepi danau sambil memegang dua eskrim di tangan nya.
"Permisi," ucap Anya
"Hai." ucap Bintang
Anya yang melihat nya langsung kaget dan memeluk nya, terlihat Anya yang sangat merindukan nya dan menangis di pelukan nya Bintang. "Kamu jahat! Kenapa kamu bohongin aku hah!" ucap Anya
"Maaf cantik, aku minta maaf sama kamu tolong jangan marah dengan ku." ucap Bintang sambil menghapus air mata nya Anya
"Aku kangen sama kamu, aku kangen tentang mu." ucap Anya
"Dimana Langit? Apakah dia menjaga mu dengan baik? Aku tau dia bukan orang yang baik, tapi bukan nya kamu sering bersama nya?" tanya Bintang
"Aku sudah putus dengan nya dan dia sudah bersama dengan Jihan." jawab Anya
"Apakah kamu sudah mencintai nya?" tanya lagi Bintang
"Tidak! Walaupun dia selalu bersama ku, aku tidak pernah mencintai nya." jawab Anya
"Aku tidak ingin terulang kembali, mencintai seseorang dan kemudian dia pergi meninggalkan diriku." ucap nya
"Lalu apakah aku masih ada di hatimu?" tanya Bintang
"Iya, kamu masih ada di hatiku dan akan selamanya seperti itu." jawab Anya
"Tapi kamu sudah berciuman dengan Langit kan?" tanya Bintang
"K-kok kamu tau sih?" tanya Anya
"Aku selalu mengawasi dirimu cantik dan tidak kubiarkan kamu di dekati oleh pria lain selain diriku." jawab Bintang
"Haha, ternyata kamu menjadi stalker ku ya." ucap Anya
"Iya dong, oh iya aku sudah membelikan eskrim untuk mu." ucap Bintang
"Hehe, makasih Bintang eskrim nya kamu masih ingat ya eskrim kesukaan ku." ucap Anya
"Ingat dong apalagi untuk kekasih ku ini." ucap Bintang
"Dih, emang nya kamu pacar ku?" ledek Anya
"Oh jelas dong, aku akan tetap menjadi kekasih nya Anya Gabriela yang bawel ini." ucap Bintang
"Apa kamu bilang? Bawel? Dasar nyebelin." ucap Anya
"Cantik ku jangan ngambek dong, nanti aku beliin eskrim yang banyak deh." ucap Bintang
"Beneran ya, awas saja kamu bohong nanti aku lempar kamu ke danau." ancam Anya
"Kamu kok jahat banget sih, masa aku yang ganteng ini pengen di lempar ke danau." ucap Bintang
"Soalnya kamu ngeselin banget." ucap Anya sambil mencubit pipi nya Bintang
Anya lu kembali tertawa lagi dengan bahagia, mereka berdua sangat lah bahagia seperti tidak ada beban.
__ADS_1
********
Hari pun sudah mulai sore, Anya dan Bintang memutuskan untuk pulang karna takut kemalaman di jalan. Sesampainya di rumah Anya langsung masuk ke dalam dan ingin masuk ke kamar nya, tapi tiba-tiba bunda nya sudah menunggu Anya dari tadi. "Anya," panggil bunda nya
"Hm?"
"Dari mana saja kamu? Kenapa pulang nya sampai sore? Kata Jihan kalian pulang lebih awal dari mana saja kamu hah!" bentak bunda nya
"Aku hanya menenangkan diri saja." jawab Anya
Plak!
Tiba-tiba bunda nya langsung menampar wajah nya Anya dengan keras. "Jangan bohong kamu." bentak bunda nya
"B-bunda nampar Anya ...," ucap Anya yang masih tidak percaya karna baru kali ini bunda nya menampar diri nya
"S-sayang bunda minta maaf, bunda gak sengaja nak." ucap bunda nya yang langsung sadar
"Haha! Ternyata bunda berubah ya." ucap Anya yang langsung pergi ke kamar nya tanpa memperdulikan bunda nya
"Anya." teriak bunda nya
"Apa yang aku telah perbuat, kenapa aku jadi kasar dengan putri kandung ku." batin Ela
Sedangkan disisi lain, Anya yang sudah berada di kamar nya langsung mengunci kamar nya agar tidak ada yang bisa membuka kan pintu nya.
"Apa! Sebenarnya apa yang mereka inginkan! Aku benci dengan kalian semua." teriak Anya
Tiba-tiba saja, Anya mendadak langsung pusing dan kepala nya juga merasa sangat sakit. "Aww, kenapa kelapa gw sakit begini ya." ucap Anya yang memegangi kepalanya
Anya langsung merebahkan tubuhnya di kasur agar rasa sakit di kepala berkurang, tapi tiba-tiba saja bunda nya mengetuk pintu kamar nya Anya, tapi Anya tidak ingin membuka kan pintu nya masih sangat sakit karna perlakuan bunda nya ke Anya.
"Anya, buka pintu nya sayang bunda mau bicara sama kamu." ucap bunda nya
Namun Anya tidak menghiraukan nya sama sekali, ia masih tidur di kasur. "Anya, bunda mohon tolong pintu nya." ucap bunda nya
"Bunda, Anya ingin tidur lebih baik kau pergi saja." teriak Anya
Bunda nya hanya terdiam dan pergi meninggalkan Anya yang masih berada di dalam kamar nya, Anya hanya bisa menangis sambil menahan rasa sakit di kepala nya itu. "Sakit banget, mungkin dengan tidur rasa sakit nya akan hilang." batin Anya
********
Hati mulai malam, Anya memutuskan untuk mandi terlebih dahulu rasa sakit nya pun juga sudah sedikit menghilangkan. Setelah selesai mandi Anya langsung duduk di tempat tidur nya sambil melihat hp nya, ia juga tidak lupa untuk memesan makanan untuk makan malam.
Anya sengaja tidak makan bersama keluarga nya agar mereka sadar, apakah masih ada rasa peduli untuk Anya atau tidak.
Hampir sekitar 45 menit Anya menunggu makanan nya, akhirnya datang juga Anya langsung keluar dari kamar nya dan bergegas keluar Anya juga melewati mereka tanpa menoleh sedikit pun.
Saat Anya ingin kembali lagi ke kamar, tiba-tiba saja bunda nya langsung memanggil nya. "Anya." panggil bunda nya
"Hm,"
"Kamu mesan apa sayang?" tanya bunda nya
"Makanan." jawab nya
"Lho, kamu ngapain beli makanan, bunda kan sudah memasak makanan." balas ayah nya
"Terus?" tanya Anya
"Kok Anya begitu sih kasian tau bunda sudah masakin makanan ini tapi Anya gak makan padahal Jihan juga sudah membuat kan makanan." ucap Jihan
"Oke." ucap Anya yang langsung pergi
"Anya, jangan kurang ajar kamu sama ayah dan bunda mereka orang tua kamu! Dan hargain Jihan sekarang dia adalah sodara kamu." teriak Devano
"Sodara? Sejak kapan? Oh iya untuk Jihan besok libur sekolah nya." ucap Anya
"Lho, kok aku gak tau sih." ucap Jihan
"Makanya lihat grub sekolah, bukan manja-manja di kelas, kalau mau nikah cepetan biar gak di katain ******!" balas Anya
"Maksud kamu apa hah?" tanya ayah nya
"Tanyakan saja dengan putri kesayangan mu." jawab nya
__ADS_1