ANYA STORY

ANYA STORY
Kebenaran tentang Jihan dan Langit


__ADS_3

BAB 16 : Kebenaran tentang Jihan dan Langit


********


2 bulan kemudian...


Anya yang sudah lulus sekolah dan sudah mempersiapkan untuk pernikahan nya, semua keluarga Anya pun sibuk untuk persiapan pernikahan nya Anya dan juga Bintang.


"Sayang, aku gak sabar deh besok kita akan menikah" ucap Anya


"Iya bocil, aku juga gak sabar untuk menikah dengan kamu apalagi sama bocil yang ngeselin ini." ledek Bintang


"Jangan ngeselin deh kamu, yaudah aku mau pesan makanan dulu, kamu tunggu disini dulu nanti aku pesankan juga untuk mu." ucap Anya


Bintang hanya mengangguk dan menatap kepergian nya Anya. "Huft, masi ada 2 bulan kok untuk bersama nya, gw yakin gw pasti bakal kuat dan penyakit gw sudah mulai menyebar, rasanya begitu sakit harus menahan rasa sakit." batin Bintang


Tapi tiba-tiba ada chat masuk dari dokter pribadi nya Bintang.


Ting!


[ Selamat sore tuan Bintang ]


[ Selamat sore juga, ada apa ya? ]


[ Saya ingin memberitahu untuk nanti malam tuan harus kontrol lagi karna penyakit yang ada di tubuh tuan sudah mulai menyebar ]


[ Ah baiklah, jika begitu saja akan kesana nanti malam, tapi sepertinya saya sudah tidak ada harapan untuk sembuh ]


[ Tuan tidak boleh berpikir seperti itu, peluang untuk sembuh memang kecil tapi kita harus berdoa agar tuan cepat-cepat bisa sembuh ]


[ Haha, tapi saya gak yakin untuk sembuh apalagi semua keluarga saya sudah pergi, pasti saya akan menyusul mereka ]


[ Apakah anda yakin? Apalagi saya dengar-dengar tuan akan menikah jadi tuan harus semangat untuk sembuh ]


[ ... ]


[ Jangan khawatir saya dan tim medis akan berusaha untuk menyembuhkan tuan Bintang agar anda bisa sehat kembali ]


[ Baiklah, saya akan berusaha sekuat tenaga saya untuk bertahan ]


[ Baik ]


Bintang pun mengakhiri chat nya dengan dokter nya, sedangkan disisi lain Anya yang baru datang sambil membawakan makanan yang, ia pesan tadi.


"Sayang, ini makanan kamu, kamu makan ya setelah ini aku ada urusan." ucap Anya


"Memang nya kamu mau kemana sayang?" tanya Bintang


"A-aku ada urusan sama teman ku." jawab nya berbohong


"Yaudah deh." ucap Bintang


"Iya." ucap Anya


"Maaf Bintang, aku harus berbohong sebenernya aku mau ke rumah sakit untuk mengecek sakit ku, sebenarnya aku takut apa penyakit selama ini parah atau tidak tapi aku harus tetap mengecek nya agar aku tau penyakit apa yang selama aku rasakan." batin Anya


Author : Saling tidak mengetahui kalau pasangan nya memiliki penyakit yang sangat serius:(


********


Setelah selesai makan Anya dan Bintang pun langsung pergi dari restauran tersebut, namun mereka pergi secara berpisah.


"Huh, gw takut banget gw selalu menunda untuk ke rumah sakit tapi hari ini gw harus tetap kesana." batin Anya


Anya pun naik taxi untuk berangkat ke rumah sakit, hampir memakan waktu sekitar 20 menit. Setelah sampai disana Anya langsung membayar taxi nya dan masuk ke dalam rumah sakit, untungnya Anya sudah membuat jadwal dengan dokter nya.


"Permisi." ucap Anya


"Iya kak, ada yang saya bisa bantu?" tanya suster yang berada di kasir


"Saya Anya Gabriela, saya sudah membuat janji dengan dokter Ryan, apakah beliau sudah ada di ruangan nya?" tanya balik Anya

__ADS_1


"Ouh, dokter Ryan sudah ada di dalam ruangan nya kak dan kakak juga sudah di tunggu oleh dokter nya jadi kakak langsung kesana saja." jawab suster tersebut


"Ouh begitu, terima kasih ya sus." ucap Anya yang langsung bergegas berjalan ke ruangan dokter Ryan


Tok!


Tok!


Tok!


Anya pun mengetuk pintu ruangan nya setelah itu dia masuk. "Selamat sore dokter." sapa Anya


"Selamat sore juga Anya." sapa balik Ryan


"Sudah lama ya kita tidak bertemu dokter Ryan yang tampan ini." ledek Anya


"Jangan seperti itu lah," ucap Ryan dengan kesal


"Ah baiklah, tapi aku langsung ke intinya saja ya, aku ingin mengecek keadaan tubuh ku soalnya beberapa bulan ini kepala ku suka sakit banget dan membuat mu terasa tidak nyaman untuk beraktivitas." ucap Anya


"Baiklah, kalau begitu kamu berbaring di tempat tidur aku akan mengecek keadaan mu." ucap nya


Anya pun hanya menuruti perintah Ryan, Anya berbaring di tempat tidur dan Ryan langsung mengecek keadaan nya Anya. Namun tiba-tiba Ryan seperti merasa ada yang aneh.


Setelah pengecekan Anya pun duduk kembali begitu pun juga dengan Ryan. "Anya, hasil tes pemeriksaan nya besok ya." ucap Ryan


"Besok? Aduh tapi aku gak bisa." ucap Anya


"Lah, memang nya kenapa?" tanya Ryan


"Soalnya besok aku menikah dengan Bintang, kalau nanti malam bisa gak?" tanya balik Anya


"Wih, ternyata seorang Anya yang tomboi ini akan menikah dengan Bin-,"


"Apa?"


"Siapa lu bilang? Bintang? Bukan nya di sudah?" tanya Ryan


"Susah untuk di jelaskan jadi gimana nanti malam bisa gak?" tanya Anya


"Iya bawel, ribet banget deh." sindir Anya


Namun Ryan hanya diam saja tanpa membalas Anya. Setelah selesai pengecekan Anya pun bergegas untuk pulang ke rumah karna hari juga sudah mulai malam.


********


Anya pulang ke rumah orang tua nya karna besok adalah hari pernikahan nya dia tinggal sebentar di rumah orang tua nya tentu saja berbarengan dengan Jihan.


"Kamu sudah pulang nak?" tanya bunda nya


"Sudah kok bun kalau begitu aku masuk ke kamar ku dulu ya." ucap nya yang langsung pergi meninggalkan bunda nya


Bunda nya hanya tersenyum melihat putri kesayangan nya karna sebentar lagi Anya akan menjadi seorang istri. Namun Jihan yang baru saja datang langsung menghampiri bunda nya.


"Bunda," panggil Jihan


"Ada apa Jihan?" tanya bunda nya


"Tadi itu Anya ya yang masuk ke dalam?" tanya balik Jihan


"Iya sayang, memang nya kenapa?"


"Hm, gak kok aku hanya bertanya saja, kalau begitu aku ke kamar dulu ya bun." ucap Jihan yang langsung pergi ke dalam kamar nya


Sedangkan bunda nya masih menatap kepergian nya Jihan, dan sedikit ragu karna pasti Jihan akan berulah lagi dengan Anya. "Apalagi yang di buat oleh nya, aku sudah tau semua masalah yang menimpa Anya adalah perbuatan dari dua tapi kalau dia masih membuat masalah aku tidak akan membiarkan nya terjadi." batin bunda nya


Saat malam hari nya semua keluarga Anya duduk di meja makan untuk makan malam. "Sayang, besok kan kamu akan nikah, jadi kamu nginap dulu disini ya beberapa hari saja." ucap bunda nya


"Hm, iya tenang saja kok asalkan gak ada yang gangguan dari rumah ini." sindir Anya sambil menatap Jihan


Jihan yang mendengar sindiran dari Anya pun langsung terlihat sangat kesal dan langsung teriak di hadapan semua keluarga nya.

__ADS_1


Brak!


"Maksud lu apa hah! Lu nyindir gw!" teriak Jihan


"Eh, gak gitu kok Jihan gw kan cuma ngomong saja." ucap Anya


"Ngeles saja lu, gw itu tau lu itu pasti nyindir gw kan gak usah belagu deh mentang-mentang mau nikah sama cowo cakep saja langsung sombong." ucap Jihan


"Gak masalah dari pada lu sudah gak tau diri di kasih tumpangan malah ngebut pacar orang, dan yang lebih parah nya lagi, lu pernah main sama cowo kan di kamar." ucap Anya


"A-apa maksud lu?" tanya Jihan yang mulai gugup


Semua keluarga nya langsung kaget saat mendengar ucapan dari Anya barusan dan Devano pun langsung bertanya kepada Anya.


"Maksud nya gimana?" tanya Devano


"Kayak kalian masih ingat dengan kejadian saat ada cowo yang tidur bersama ku." ucap Anya


"Hah! K-kok lu tau sih, bukan nya lu masih dalam keadaan pingsan ya." ucap Jihan


"Gw gak bego, di kamar gw ada cctv dan di semua sudut rumah ini, tapi dengan bodoh nya lu gak mikir tentang semua itu." ucap Anya


"J-jadi maksud kamu, saat cowo itu di kamar kamu itu ulah nya Jihan?" tanya bunda nya


"Yes, bunda benar untung saja dia hanya tertidur yah walaupun dia sedikit menyentuh ku tapi itu sungguh menjijikan." ucap Anya


"Tapi kenapa tidak memberitahu kepada kami dan kamu juga tidak reaksi apapun." ucap bunda nya


"Haha, aku hanya ingin membuat Jihan senang saja." sindir Anya


"A-aku-,"


"Dasar tidak tau diri, sudah di kasih hati malah ngelunjak." teriak ayah nya


"Ayah, bunda maafkan Jihan." ucap Jihan yang memohon


"Tidak ada kata maaf untuk orang yang licik seperti mu." balas Devano


Jihan pun yang sudah menahan rasa kesal langsung menangis dan berteriak kepada keluarga nya Anya. "Ini semua juga karna ulah kalian semua.* teriak Jihan


"Apa maksud kamu Jihan?" tanya Anya yang sungguh tidak paham


"Karna orang tua lu, hidup gw menderita gw dan Langit jadi anak yatim piatu." jawab Jihan


Deg!


Anya pun sangat kaget saat mendengar ucapan nya Jihan, entahlah rasa binggung, marah dan semua menjadi campur. "Sebentar maksud lu apa? Kok bawa-bawa Langit? Bukan nya dia pacar lu?" tanya Anya


"GW DAN LANGIT ADALAH SAUDARA KANDUNG DAN ORANG TUA LOH SUDAH MEMBUNUH KELUARGA GW." teriak Jihan


"A-apa." ucap nya Anya yang tidak percaya


"Ayah, bunda, kakak apakah yang di katakan Jihan benar?" tanya Anya kepada keluarga nya


"Maaf sayang." ucap ayah nya


"Gw bakal merusak hari bahagia lu, dan juga keluarga lu ini, tunggu saja semua permainan yang bakal gw buat untuk lu." teriak Jihan yang langsung pergi dari rumah nya Anya


********


Semua keluarga nya Anya terdiam tanpa ada yang bicara sedikit pun. Tiba-tiba Anya pun langsung mengeluarkan suara. "Huh, sebenarnya apa yang terjadi? Bisa jelaskan kepada ku?" tanya Jihan


"Sebenernya Jihan hanya salah paham kepada kami dan tiba-tiba dia menjadi benci kepada kami Anya." jawab Devano


"Cerita kan secara detail." ucap Anya


"Sebenarnya beberapa tahun yang lalu ayah nya Jihan dan Langit bekerja di tempat kerja nya ayah, namun ayah nya malah ketauhan korupsi dan dia malah seenaknya sendiri, dan itu membuat ayah kesal dengan penuh amarah ayah langsung membunuh nya hingga tewas." jawab ayah nya


"Lalu?"


"Lalu, istri nya ingin menuntut ayah ke kantor polisi tapi bunda kamu tidak terima dan dia langsung membentak nya, dan istri nya malah terkena serangan jantung, lalu nyawa nya tidak bisa di selamatkan." sambung ayah nya

__ADS_1


"Jadi Jihan dan Langit adalah sodara kandung." teriak Anya


"Iya sayang, kamu benar dan sekarang mereka ingin membalas kan dendam nya kepada keluarga kita," ucap nya


__ADS_2