ANYA STORY

ANYA STORY
Rencana kedua


__ADS_3

BAB 12 : Rencana kedua


********


Saat Anya sudah memasuki kamar nya Lani tiba-tiba saja Lani datang menghampiri Anya dan menyentuh bahu nya. "Kak Anya?" panggil Lani


"Lani? Kamu kok ada di luar kamar sih? Kata kakak mu, kamu lagi sakit? Apakah benar?" tanya Anya


"Hehe iya kak, aku baru saja dari kamar mandi jadi aku gak ada di kamar, kakak kesini mau ngapain? Apakah mau bertemu dengan kakak ku?" tanya Lani


"Ah iya, tapi aku kesini dulu untuk bertemu dengan kamu dulu mau lihat kondisi kamu, kata kakak mu kamu mau di bawa ke rumah sakit kan?" tanya Anya


"Iya kak, tapi kata kakak, dia belum ada biaya makanya aku dan kakak ingin meminjam uang kepada kak Anya, apakah boleh?" tanya Lani


"Boleh kok, tapi kamu memang nya sakit apa kok bisa sampai di bawa ke rumah sakit sih? Apakah sakit nya parah ya?" tanya Anya


"Haha, iya kak sakit banget sampai-sampai ingin ketawa sambil kayang." balas Jihan yang muncul dari arah belakang nya Anya


"Maksud kalian apa hah? Lani kenapa nenek lampir ini ada di rumah kamu dan kakak kamu ada dimana apa jangan-jangan?" ucap Anya yang pura-pura panik


"Kakak bisa tanya dengan kak Jihan, yaudah kak bayaran ku sudah di transfer kan kalau sudah aku mau pergi." ucap Lani


"Hahaha, tenang saja bayaran mu sudah ku transfer dan kamu bisa langsung pergi lewat pintu belakang ya cantik, soalnya pintu depan sudah aku kunci." ucap Jihan


"Oke, yaudah kalau begitu aku pergi dulu ya dan kak Anya maaf ya aku harus pergi, bay." balas Lani yang langsung pergi meninggalkan Anya dan juga Jihan


"Jihan, mau lu apa lagi sih? Dan lu mau ngapain disini, dimana Langit apa jangan-jangan lu mau berulah lagi." ucap Anya


"Hm, seperti nya lu pengen tau banget ya gw mau bakar rumah ini dengan lu juga agar ayah dan bunda bakal jadi milik gw selama nya tanpa ada gangguan dari," ucap Jihan


"Heh mereka bukan orang tua lu, mereka itu orang tua gw dan lu hanya anak adopsi yang gak tau diri, sudah di baikin malah ngelunjak." ucap Anya


"Gw gak peduli yang pasti gw pengen lu mati dan semua harta nya bakal jadi milik gw termasuk cowo mu Bintang Dirgantara dia akan menjadi milik gw." ucap Jihan dengan percaya diri


"Maksud lu apa hah! Dan lu tau dari mana tentang Bintang? Lu boleh ambil orang tua gw tapi tidak dengan kekasih gw." ucap Anya dengan kesal nya


"Gw gak peduli, gw mau semua orang yang ada di hidup lu menjadi milik gw, dan gw bakal bikin hidup lu menderita sampai tidak ada orang lagi yang bakal percaya sama lu." balas Jihan


Tanpa pikir panjang Jihan langsung langsung mendorong Anya hingga terjatuh ke lantai dan Jihan langsung kabur keluar ke arah pintu belakang. "Jihan, lu mau kemana hah!" teriak Anya


Anya langsung mengejar Jihan, tapi tiba-tiba saja pintu nya terkunci dan membuat Anya terjebak di dalam rumah nya Langit. "Sial! Malah di kunci pintu nya." cerca Anya


Tapi tiba-tiba tercium aroma terbakar dari sisi rumah nya Langit, Anya yang pun langsung melihat nya dan benar saja ternyata rumah nya Langit sudah terbakar dan cukup besar api nya. Anya pun langsung batuk-batuk karna asap nya.


"Tolong! Bintang tolong aku!" teriak Anya sambil mencari pintu keluar

__ADS_1


Bintang yang dari tadi sibuk dengan Langit, ia kaget karna rumah yang di masukin Anya langsung terbakar dengan api yang sangat besar. "Anya." teriak Bintang yang langsung masuk ke dalam rumah tersebut


"Anya kamu ada dimana sayang?" teriak Bintang yang berjalan ke dalam rumah nya Langit, sedangkan disisi lain Anya yang sudah susah untuk bernafas langsung jatuh pingsan.


"Anya," teriak Bintang saat melihat tubuh Anya yang sudah tergeletak di lantai, Bintang langsung menggendong tubuh nya Anya dan membawa nya keluar dari rumah nya Langit


********


Setelah keluar dari rumah nya Langit, Bintang dan Anya langsung masuk kedalam mobil nya dan langsung bergegas pergi ke rumah sakit. Selang beberapa menit akhirnya Bintang sampai di rumah sakit.


Bintang langsung menggendong Anya ke dalam dan suster langsung membawa kan suster langsung membawa mereka ke ruangan UGD karna terlihat Anya yang sudah pucat dan lemah.


Sesampainya disana Anya langsung di periksa keadaan nya sedangkan Bintang menunggu nya di luar ruangan. "Awas saja kalian, sampai Anya kenapa-kenapa gak bakal gw biarkan kalian hidup dengan tenang." batin Bintang


Setelah lama nya menunggu akhirnya, dokter keluar sambil memanggil Bintang. "Permisi dengan keluarga pasien nona Anya?," ucap dokter tersebut


"Dokter, bagaimana kondisi pacar saya? Apakah dia baik-baik saja?" tanya Bintang yang begitu khawatir


"Nona Anya baik-baik saja dan untung saja langsung di bawa ke rumah sakit kalau tidak mungkin akan mengakibatkan nona Anya tidak bisa di selamatkan." jawab dokter tersebut


Bintang terdiam dan langsung pergi ke kamar nya Anya meninggalkan dokter disana. Disisi lain Anya yang sudah sadar dan langsung memeluk Bintang. "Sayang kamu tidak apa-apa kan?" tanya Bintang sambil memeluk Anya


"Aku baik-baik saja jadi kamu jangan khawatir ya Bintang, aku akan selalu baik-baik saja kok." jawab Anya


"Aku gak terima dengan kelakuan nya Jihan dan juga Langit, aku akan melaporkan mereka ke polisi dan juga orang tua kamu." ucap Bintang


"T-tapi-,"


"Bintang, aku mohon sama kamu biarkan aku saja yang urus mereka kamu jangan ikut campur ya aku tau kamu peduli sama aku tapi aku mohon biarkan aku yang membalas nya." ucap Anya


Bintang hanya mengangguk saja dan masih memeluk Anya rasanya begitu sakit sekali melihat kondisi Anya yang sekarang. "Maaf Bintang, bukan nya aku melarang kamu untuk membantu ku tapi biarkan aku saja yang membalas nya." batin Anya


Tiba-tiba saja kedua orang tua nya Anya dan juga kakak nya datang dan langsung menghampiri Anya. "Anya-," ucap bunda nya yang terpotong karna melihat seorang lelaki di samping putri nya


"Lu siapa? Kok ada di samping ade gw dan memeluk nya?" tanya Devano yang tidak suka ade nya di sentuh oleh pria lain


Bintang dan Anya langsung tersenyum dan Bintang langsung memperkenalkan diri nya kepada orang tua nya Anya. "Perkenalkan nama saya Bintang, Bintang Dirgantara." ucap nya


Mereka terdiam dan melihat penampilan nya Bintang dari atas ke bawah, rasanya tidak mungkin bagi mereka yang mereka tau Bintang sudah meninggal tapi kenyataan nya, dia malah ada di hadapan nya. "Bintang," panggil Devano


"Apa kabar Devano? Sudah lama kita tidak bertemu ya?" ucap Bintang


Devano langsung memeluk Bintang dan menangis karna dulu Bintang adalah sahabat satu-satunya Devano. "Apa yang terjadi sama lu? Kenapa lu bohongin gw!" ucap Devano


"Maaf Dev, tapi gw melakukan hal ini karna alasan tertentu jadi gw minta maaf sama lu karna sudah pergi," jawab Bintang menangis di pelukan nya Devano.

__ADS_1


********


Setelah usai melepas rindu, ayah nya Anya langsung menghampiri Anya dan memegang tangan nya sambil mengelus kepala nya, namun tiba-tiba Anya langsung menghindar dari sentuhan dari ayah nya.


"Bintang, aku mau pulang duluan jadi kalian pergi saja." ucap Anya yang langsung bangkit dari duduk nya


"Anya, biar aku anterin pulang ya soalnya kan kondisi kamu masih kurang baik jadi kamu pulang sama aku saja biar aman." ucap Bintang


"Gak usah, aku mau sendiri saja lagian kita beda arah aku juga sudah pesan taxi online jadi kamu pulang sendiri saja ya." ucap Anya


"Ah baiklah, tapi kalau ada apa-apa telpon aku ya sayang, aku takut kamu kenapa-kenapa di jalan." ucap nya dengan khawatir


Anya hanya tersenyum dan bergegas pergi meninggalkan semua orang yang masih ada di ruangan tadi. Tapi tiba-tiba bunda nya langsung menarik tangan nya Anya. "Ada apa?" tanya Anya


"Kamu gak menghargai bunda disini? Kamu kenapa jangan diamkan bunda seperti ini, kamu juga kenapa bisa masuk ke rumah sakit." ucap bunda nya


"Sudah selesai ngomong nya? Kalau sudah aku mau pergi, oh iya satu lagi yang menyebabkan ini semua adalah anak yang anda adopsi itu." ucap Anya yang langsung pergi begitu saja


"Apa maksud nya Anya? Bintang kamu bisa jelaskan apa yang di maksud dengan Anya? Kok dia bisa nuduh Jihan kayak gitu?" tanya Devano


"Maaf Dev, lu harus cari tau sendiri masalah ini soalnya gw gak bisa ngasih tau lu, karna kalau gw ngomong juga pasti kalian gak bakal percaya." ucap Bintang yang langsung pergi


Ayah, bunda nya beserta dengan Devano hanya terdiam sejenak dan Devano langsung berbicara dengan pelan. "Baiklah, kita percepat rencana ini agar Anya bisa kembali lagi ke kita." ucap nya


Mereka pun langsung bergegas pulang ke rumah, saat sudah sampai di rumah mereka semua duduk di ruang tamu sambil menunggu kehadiran nya Jihan. "Mungkin sebentar lagi dia akan datang." ucap bunda nya


Hampir sekitar 30 menit akhirnya yang mereka tunggu juga, Jihan yang sudah masuk rumah langsung menghampiri bunda nya dan duduk di dekat nya dengan rasa deg-degan. "Huft, gw harus tetap tenang agar tidak ada yang mencurigai gw." batin Jihan


"Jihan, kakak mau tanya sama kamu bisa?" tanya Devano


"B-bisa kak," jawab Jihan


"Pertama, kamu dari mana? Yang kedua kenapa kecelakaan nya Anya ada sangkut pautnya dengan mu? Apakah ada yang kau sembunyikan dari kami?" tanya Devano


"A-aku gak tau kak, dari tadi pagi aku sama Langit kok jadi aku gak ada sangkut pautnya sama masalah nya Anya." jawab Anya


"Ayah minta kamu jangan bohong ya Jihan," balas ayah nya


"Ayah, Jihan gak bohong kok aku beneran gak tau tentang Anya, coba saja ayah tanya sama Langit aku dari tadi jalan-jalan sama di." ucap Jihan berbohong


"Hm, sebentar kamu bilang lagi jalan-jalan sama Langit? Bukan nya Langit pacar nya Anya kok kamu malah berduaan sama dia?" tanya bunda nya


"A-aku-,"


"Jangan bilang kalian selingkuh?" ucap Devano yang memotong omongan nya Jihan

__ADS_1


Jihan hanya terdiam dan terlihat sangat panik, rasanya bercampur aduk. "Astaga, bagaimana ini kenapa rencana gw malah gini sih, gak gw harus berpikir dulu sebelum bertindak atau gak semua akan hancur." batin Jihan yang mulai resah


__ADS_2