ANYA STORY

ANYA STORY
Pernikahan yang hancur


__ADS_3

BAB 17 : Pernikahan yang hancur


********


Anya pun terdiam dan langsung pergi ke kamar nya untuk menenangkan dirinya. "Baiklah, aku ingin ke kamar dulu, aku ingin menenangkan diri dulu lagian besok aku akan menikah jadi aku tidak ingin membahas tentang Jihan atau pun Langit


Anya pun langsung pergi, ayah dan bunda nya beserta dengan Devano langsung masuk ke dalam kamar nya masing-masing tanpa adanya pembicaraan.


Setelah Anya berada di kamar nya, dia pun merebahkan tubuh nya di kasur dan Anya berniat untuk menghubungi Bintang.


( Halo Bintang )


( Iya sayang, ada apa kamu telpon aku? )


( Kamu lagi ada dimana? )


( Aku lagi di luar rumah untuk membeli makanan, memang nya ada apa? )


( Hm, tidak apa-apa aku hanya merindukan mu, kalau begitu aku matikan dulu ya dan kamu cepat-cepat untuk pulang )


( Ah baiklah, jika aku sudah selesai aku akan menghubungi kamu lagi ya )


( Hm iya )


Tut ...


"Huh, pengen banget tidur tapi gak ngantuk padahal besok hari yang gw tunggu-tunggu, jadi gak sabar deh." ucap nya


"Eh iya, dari tadi gw belum di telpon sama Ryan, apa gw telpon saja ya." batin Anya


Namun saat Anya ingin menelpon Ryan, tiba-tiba Ryan sudah menelpon dirinya terlebih dahulu. "Lah, baru mau nelpon sudah duluan saja." ucap Anya


( Halo Ryan )


( Halo, Anya lu ada di rumah kan? )


( Iya, memang nya kenapa? )


( Gw sudah kirim surat pemeriksaan tadi dan sebentar lagi akan sampai jadi lu harus ambil sendiri jangan sampai ada yang ambil selain lu )


( Lho, memang nya kenapa? Kok lu kayak panik banget sih )


( Sudah jangan banyak tanya, setelah lu baca surat itu lu langsung ketemu sama gw besok setelah pernikahan lu )


( Yah gak bisa dong, gw kan pasti bakal di rumah sama Bintang )


( Ah baiklah, sehari setelah pernikahan kalian saja, soalnya ini sangat penting untuk kesehatan lu )


( Hm, yaudah deh, eh kayak nya ada tamu deh yaudah gw ke bawah dulu ya )


( Iya )


Tut ...


Setelah mematikan telpon nya, Anya langsung bergegas untuk keluar, namun saat sudah membukakan pintu tidak ada orang sama sekali hanya menemukan amplop saja dari rumah sakit.


"Lho, ini dari siapa ya kok nggak ada orangnya?" tanya nya yang sedikit binggung


Namun hanya tidak menghiraukannya dia langsung masuk ke dalam kamar untuk membuka amplop tersebut. "Kok gua deg-degan ya jadi penasaran deh." batin Anya

__ADS_1


Anya pun membuka amplop tersebut dengan hati-hati, tapi saatnya sudah membuka grup tersebut dia langsung membaca suratnya dan dia langsung kaget. "A-apa gue sakit kanker otak stadium akhir." ucapan nya dengan gugup


"Nggak mungkin gue pasti salah lihat kan gue, bagaimana besok padahal besok adalah hari pernikahan gue dengan bintang tapi, apa harus gue sembunyikan penyakit ini dari semua orang ya."


Anya pun terdiam rasanya tidak mungkin banget selama ini dia memiliki penyakit kanker otak stadium akhir. "Tapi kenapa bisa padahal gw baik-baik saja hanya sakit kepala saja apa selama ini aku terlalu menyepelekan penyakit ini ya."


Setelah itu Anya langsung merebahkan tubuhnya di kasur sambil menenangkan dirinya agar tidak terlalu pusing memikirkan penyakitnya. Dia pun tertidur pulas.


********


Keesokan paginya ayah bangun lebih pagi untuk bersiap-siap untuk pergi ke gedung, tapi tiba-tiba bundanya masuk kamarnya ayah sambil menyuruhnya untuk cepat. "Anya cepat ya sebentar lagi kita akan cepat pergi ke gedung pernikahan, bunda juga nggak sabar deh lihat kamu jadi pengantin di sana." ucap bunda nya


"I-iya bunda, gue harus tetap tenang dan gue nggak boleh terlihat panik setelah pernikahan ini selesai, gua akan pergi ketemu dengan Ryan dan membahas penyakit gue." batin Anya


Anya dan keluarganya pun langsung bergegas masuk ke dalam mobilnya dan bergegas pergi ke gedung pernikahannya. Di perjalanan hampir makan waktu sekitar 30 menit, setelah sesampainya di sana ayah dan keluarganya pun turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam gedung.


"Anya, kamu cepat langsung masuk duluan karena kamu harus make up dan juga memakai gaun pernikahanmu nanti." ucap bunda nya


"Iya, kalau begitu Anya a pergi duluan ya bunda jangan lupa menyusul Anya." ucap Anya


Bundanya hanya mengangguk saja, sedangkan ayah langsung ke ruang ganti untuk bermake up dan memakai gaun nya. "Selamat pagi nona Anya." sapa nya


"Selamat pagi juga," sapa balik anya


"Mana ayah duduk dulu di sini kami akan segera menyiapkan semua make up dan juga gaun pernikahannya." ucap nya


"Baiklah, Saya mau tanya apakah pengantin lelaki nya sudah datang?" tanya Anya


"Sudah kau nona dan dia sudah bersiap-siap." jawab nya


Ayah hanya mengganggu saja dan langsung fokus dengan hp nya. Setelah Anya selesai bersiap-siap dan memakai gaunnya hanya pun duduk di dekat jendela sambil menenangkan dirinya.


Tapi tiba-tiba saja kepala Anya kembali merasa sangat pusing sekali. "Astaga! Kepalaku kenapa pusing banget ya rasanya begitu sakit." batin Anya


Namun Anya langsung mengambil obat dari tasnya dan meminumnya agar rasa pusingnya menjadi hilang. "Huh, semoga dengan obat yang diberikan oleh Ryan rasa sakit kepala gua akan sedikit menghilang dan tidak mengganggu hari pernikahan gue." ucap Anya


********


Saat mempelai lelaki dan perempuannya sudah selesai bersiap-siap mereka pun keluar dari ruangannya masing-masing dan bergegas pergi ke tempat aula. Saat Anya dan Bintang saling berhadapan mereka pun menjadi sangat senang dan terlihat dari wajah nya ada senyuman yang sangat indah.


"Anya, kamu cantik banget sih hari ini." ucap Bintang


"Hahaha, terima kasih kamu juga tampan kok Bintang." ucap Anya


Setelah pernikahan mereka selesai Anya dan Bintang saling menyambut tamu yang hadir di pernikahan mereka berdua.


"Aku nggak sabar deh sama malam pertama kita." bisik Bintang


"Apaan sih baru saja nikah sudah mikir malam pertama, oh iya lagian ayah sama bunda pengen banget kita tinggal dulu di rumah mereka untuk beberapa hari jadi kamu mau nggak?" tanya Anya


"Aku ikut sama kamu saja yang penting bareng-bareng terus sama kamu," jawab Bintang


"Dasar gombal ya sudah kamu mau minum nggak aku mau ambilin minum dulu di sana." ucap Anya


"Boleh tuh ambilkan ya aku soalnya juga haus." jawab Bintang


Anya pun langsung mengambil air di meja sana Dan Bintang menunggunya namun tiba-tiba hp-nya Bintang berdering. "Kok dokter Mayang telepon gue ya." ucap nya


"Apa gue angkat dulu ya mumpung tanya tidak ada di sini." batin Bintang

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Bintang langsung mengangkat telepon tersebut dan langsung mengobrol dengan dokter Mayang, yaitu adalah dokter pribadinya Bintang.


( Halo dokter Mayang )


( Halo tuan Bintang )


( Ada apa dokter Mayang menelpon saya apakah ada hal yang penting yang ingin disampaikan kepada saya? )


( Saya hanya ingin memberitahu kepada anda kalau besok adalah pengecekan anda karena saya baru melihat penyakit anda sudah mulai menyebar di seluruh tubuh anda jadi anda harus berobat terlebih dahulu )


( Hm, harus banget besok ya dokter padahal besok kan masih hari-hari pernikahan saya apakah tidak ada hari lain? ?


( Oh iya saya lupa tapi ini penyakit anda sangat penting apakah anda mau menundanya terus jika anda terlalu menundanya akan membuat fatal dengan anda sendiri )


( Maaf dokter Mayang saya sepertinya sudah tidak terlalu memikirkan penyakit saya lagi karena saya akan terus bersama istri saya di akhir hidup saya )


( Apakah anda serius dengan perkataan anda sendiri tidak akan menyesal begitu? )


( Saya sudah yakin dengan omongan saya karena dari bulan kemarin saya sudah memikirkan hal ini dengan terus jadi saya lebih baik menunggu kematian dulu saya saja )


( Baiklah saya tidak bisa memaksa tuan tapi apakah tuan bintang masih mengkonsumsi obat dari saya? )


( Masih kodokter saya masih mengkonsumsi dokter dari dokter Mayang dan sampai saat ini walaupun tubuh saya sedikit sakit setiap saatnya )


( Baiklah kalau begitu saya matikan dulu teleponnya dan saya mengucapkan selamat hari pernikahan kalian tuan Bintang dan juga nyonya Anya )


( Iya dokter terima kasih banyak dan saya harap saya masih ada peluang hidup untuk istri saya )


( Iya tuan )


Tut ...


Telepon pun mati dan ayah pun kembali lagi dan langsung memberikan minuman kepada Bintang. Tapi hal tidak terduga tiba-tiba Jihan dan juga Langit datang sambil membawa pistol.


"Apa-apaan kalian ini, siapa yang membiarkan kalian masuk kesini?" tanya Anya


"Lihat sajalah Langit ternyata mantanmu tidak mengundang kita ya dan acara ini seperti yang sangat meriah." ucap Jihan


"Iya kak kamu sangat benar bagaimana kalau kita juga ikut dalam pesta pernikahan mereka pasti akan seru dengan pistol yang aku bawa ini." balas Langit


"Kalian semua jangan macam-macam ya atau saya laporkan kalian ke polisi." ucap Bintang


Tapi tiba-tiba saja Jihan langsung mengarahkan pistolnya ke dadanya Bintang dan Bintang pun tertembak oleh Jihan. "Bintang." teriak Anya


"Ya ampun kasihan sekali lagi ini sudah tewas mati, hahaha" tawa Langit


"Kamu beneran tapi mari kita dekatin dia Dan kita bahagia durasi kematiannya." balas Jihan


Tiba-tiba Langit maju dan mendekati Bintang dan langsung menembaknya sekali lagi setelah itu mereka pun langsung pergi tanpa rasa bersalah.


"Jangan pergi kalian," teriak Devano


"Kak, jangan dikejar mereka biarkan mereka pergi dan yang lebih penting adalah kita bawa dulu Bintang ke rumah sakit karena darahnya begitu banyak aku takut kalau Bintang tidak bisa diselamatkan." teriak Anya


Mereka semua hanya mengangguk dan langsung menggotong tubuhnya Bintang ke dalam mobil dan bergegas pergi ke rumah sakit. Setelah sampai di sana Bintang langsung dibawa ke ruang UGD dan dokter langsung mengecek keadaannya.


"Harap kalian di luar dulu karena kami akan mengecek keadaan pasien dan jangan ada yang masuk." ucap suster tersebut


"Bunda, aku takut Bintang kenapa-napa." tangis Anya

__ADS_1


"Jangan nangis sayang kita tunggu dokter dan setelah itu kita akan tahu." ucap nya


__ADS_2