ANYA STORY

ANYA STORY
Lamaran


__ADS_3

BAB 15 : Lamaran?


********


Anya yang sudah berada di dalam mobil nya Bintang langsung bertanya kepada nya. "Sayang, tumben banget kamu ngajak aku jalan pagi-pagi ini biasanya kamu ngajak aku siang atau gak malam." ucap Anya


"Hehe, aku belum sarapan jadi aku mau ngajak kamu untuk sarapan bersama dan aku ingin ajak kamu ke kantor ku, kamu mau kan?" tanya Bintang


"Hm, tidak apa-apa kok, aku juga pengen lihat kantor kamu kayak apa dan aku juga belum sarapan, hehe." jawab Anya


"Oke, kalau begitu kita beli bubur yang di dekat sekolah dulu bubur nya kang Darman." ucap 8


"Lho, memang nya kang Darman itu masih jualan bubur disana ya, aku kira dia sudah tidak jualan lagi disana." ucap Anya


"Dia masih jualan, aku sering kok mampir kesana untuk membeli sarapan, tapi dia di bantu oleh anak nya yang perempuan." ucap Bintang


Bintang pun langsung bergegas kesana untuk membeli sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor, tidak perlu waktu yang lama akhirnya mereka sampai disana.


Bintang dan Anya turun dari mobil dan bergegas kesana untuk membeli bubur, namun kang Darman pun langsung menghampiri Bintang.


"Eh, ada den Bintang," ucap kang Darman


"Hehe, seperti biasa ya bubur nya dua tapi yang satunya gak pakai kacang." ucap Bintang


"Lho, bukan nya biasa nya pakai ya, memang buat siapa?" tanya kang Darman


"Buat, calon tunangan saya kang." jawab Bintang


"Ini siapa den?" tanya kang Darman


"Ini Anya loh, teman aku dulu yang sering beli bubur disini dan suka bolos sekolah itu masa kang Darman lupa sama Anya." ucap Bintang


"Oalah, ternyata ini neng Anya, kamu sudah besar ya dulu kan masih bandel masih suka bolos sekolah terus suka mampir kesini." ledek kang Darman


"Ih, kang itu kan sudah lama jangan di bahas dong, aku kan jadi ke inget lagi tau." ucap Anya


"Haha, maaf atuh, oh iya tapi neng Alana gak di beliin den?" tanya kang Darman


"Alana, sudah meninggal kang jadi aku sendiri." jawab Bintang


"Innalilahi, meninggal kenapa den?"


"Dia di culik dan di bunuh di sebuah hutan dan sampai sekarang penculikan itu masih belum di temukan." ucap Bintang


"Yang sabar ya den, neng Alana pasti sudah tenang disana bersama orang tua nya." ucap kang Darman


"Iya kang, yaudah bubur nya seperti biasa di bungkus ya soalnya mau di bawa ke kantor." ucap Bintang


"Siap, duduk dulu den, neng, saya buatkan dulu bubur nya." ucap kang Darman


Anya dan Bintang duduk di kursi yang kosong, tapi saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba anak Anya kang Darman muncul dari belakang dan langsung mencari perhatian nya Bintang.


"Hai, kakak ganteng kok baru dateng di warung bubur nya Eneng." ucap nya


"Iya, soalnya lagi sibuk banget jadi belum sempat kesini lagi." balas Bintang


Namun Anya hanya menatap tajam anak nya kang Darman dengan kesal nya. "Akang, kesini sama siapa?" tanya nya

__ADS_1


"Sama Anya," jawab Bintang


"Itu pasti ade nya kakak ganteng ya, cantik banget ya, oh iya dek aku suka tau sama kakak kamu, pasti kamu mau kan punya kakak ipar kayak aku apalagi aku jago banget masak." ucap nya dengan entengnya


Bintang hanya menahan tawa saja sedangkan Anya yang sudah kesal dari tadi ingin sekali membanting orang yang ingin merayu Bintang.


"Apa kamu bilang, kakak ipar? Aduh kamu jangan harap deh." sindir Anya


"Lho, memang nya kenapa? Kakak ganteng nya kan belum punya pacar jadi aku ada peluang untuk dekat dengan kakak kamu." ucap nya yang tidak mau kalah


"Aku bukan ade nya, aku adalah tunangan nya Bintang dan kamu jangan berani-berani nya untuk mendekati nya." ucap Anya dengan kesal nya


"E-eh."


Anya yang sudah kesal langsung masuk ke dalam mobil tanpa memperdulikan Bintang dan juga gadis tadi. "Den, ada apa ini?" tanya kang Darman


"Eh, tidak apa-apa kok, ini uang nya ya kang kalau gitu saya pergi dulu." jawab Bintang yang langsung pergi dan masuk ke dalam mobil nya


********


Sesampainya di kantor Anya dan Bintang turun dari mobil, terlihat muka Anya yang terlihat masih kesal karna masalah tadi. Namun saat ingin berjalan ke ruangan nya Bintang banyak sekali karyawan yang heran dengan bos nya karna datang dengan seorang wanita cantik.


"Hey, lihat lah bos kesini dengan wanita yang sangat cantik."


"Hm, tapi mereka sangat serasi kok apalagi dia cantik dan bos itu ganteng."


"Apa mereka pacaran ya."


"Mungkin sudah menikah."


Namun Anya dan Bintang tidak memperdulikan nya sama sekali mereka masih fokus untuk pergi ke ruangan nya Bintang. "Sayang, kamu masih marah sama kejadian tadi?" tanya Bintang


"Ih, kamu jangan marah dong, nanti cantik nya hilang loh, kalau gak gini bagaimana nanti sore kita datang ke rumah kamu." cerca Bintang


"Hah? Mau ngapain memang nya kesana? Kamu mau ketemu sama nenek lampir ya?" tanya balik Anya


"Hah? Nenek lampir siapa?" tanya Bintang yang binggung


"Itu si Jihan biang kerok, memang nya siapa lagi kalau bukan dia." ucap Anya


"Astaga, bocil aku ini cemburu banget ya kalau pacar nya dekat dengan yang lain." ucap Bintang


"Sudahlah jangan berisik, aku mau sarapan kamu juga langsung sarapan nanti malah kelaparan saat bekerja nanti." ucap Anya


"Hehe, iya sayang yaudah ayo sarapan dulu soalnya sebentar lagi aku mau ada meeting di ruangan lain." ucap Bintang


Anya dan Bintang langsung bergegas untuk sarapan, setelah lama nya sarapan Bintang pun bersiap-siap untuk pergi ke ruangan meeting. Sedangkan Anya duduk di ruangan nya Bintang sambil memainkan hp nya.


Tapi tiba-tiba saja ada seorang perempuan masuk ke dalam ruangan nya Bintang sambil membawa makanan di tangan nya. "Lho, kamu siapa kok duduk di bangku nya Bintang?" tanya perempuan itu


"Hah, memang nya kamu siapa?" tanya balik Anya


"Aku adalah tunangan nya Bintang dan aku bakal menikah dengan nya, lalu kamu siapa?"


"Tunangan? Sejak kapan kamu jadi tunangan nya Bintang? Kamu jangan sembarangan ya ngomong nya," ucap Anya


"Haha, kenapa kau terlihat sangat marah apakah kamu selingkuhan nya Bintang ya?" tanya nya dengan sinis

__ADS_1


*******


Plak!


Anya pun menampar pipi nya, hingga terlihat bibir nya sedikit berdarah, namun Anya tidak memperdulikan nya sama sekali. Anya langsung menarik kerah baju perempuan tersebut dengan kasar nya. "Jangan pernah macam-macam dengan ku, atau kau yang akan ku bunuh dan jangan pernah kau mengaku-ngaku sebagai tunangan nya Bintang!" ucap Anya


Perempuan tersebut yang sudah mulai takut langsung berniat untuk pergi dari ruangan nya Bintang, Anya langsung duduk kembali sambil menenangkan diri nya.


"Huh! Kenapa masalah ku semakin banyak sih, aku sangat lelah." ucap Anya


Tapi tiba-tiba saja kepala nya Anya pun kembali menjadi sakit tetapi rasanya sudah lebih sakit dari sebelumnya. "Kenapa kepala gw selalu sakit sih, apa gw cek saja ke rumah sakit besok agar gw tau." ucap Anya


Namun waktu berlalu, Bintang pun datang lagi ke dalam ruangan nya dan terlihat Anya yang sedang asik makan camilan sendiri di ruangan Bintang.


"Wow, enak banget ya makan sendirian gak ngajak-ngajak aku." sindir Bintang


"Hehe, lagian kamu lama banget sih jadi nya aku makan sendirian deh tapi aku nemuin camilan di rak meja kamu." balas Anya


"Itu pasti punya aku, dasar bocil tau saja sih kalau ada makanan." ucap nya


Anya hanya menyegir saja, Bintang pun langsung menggandeng tangan nya Anya untuk keluar dari ruangan nya. "Ayo, aku sudah selesai kita langsung ke rumah kamu saja." ucap Bintang


"Oke deh." balas Anya


Anya dan Bintang langsung bergegas pergi dari kantor nya dan pergi ke rumah nya Anya untuk melamar Anya tanpa sepengetahuan nya. Saat di dalam mobil Anya masih asik dengan camilan nya dan juga hp nya, Bintang hanya tersenyum dan menatap Anya.


"Lucu banget sih, bocil ini rasanya pengen gw makan deh, tapi sayangnya hidup gw gak lama, tapi tidak masalah karna gw masih punya waktu 4 bulan untuk hidup dan gw bakal bersenang-senang dengan Anya di hidup gw yang terakhir." batin Bintang


Sesampainya di rumah Anya, mereka berdua turun dari mobil, namun Anya masih belum ingin masuk ke dalam rumah nya entahlah rasanya begitu sakit jika harus menemui orang tua nya.


Tapi Bintang langsung menyemangati Anya dan mereka berdua masuk. Terlihat di dalam rumah nya sedikit sepi tapi tiba-tiba bunda nya yang muncul dari dapur langsung terlihat senang saat Anya datang. "Anya," panggil bunda nya


"Hm, hai bunda yang lainnya pada kemana?" tanya Anya


"Mereka lagi pada di kamar nya masing-masing, yaudah ayo duduk dulu disini bunda bakal panggil ayah dan kakak mu." ucap bunda nya


Bunda nya pun langsung masuk ke dalam kamar nya untuk memangil suaminya dan juga anak nya begitu pun juga dengan Jihan.


Semua orang pun langsung menghampiri Anya dan juga Bintang mereka semua terlihat sangat bahagia saat Anya datang ke rumah, terkecuali Jihan dia sangat tidak senang saat ada Anya apalagi dengan Bintang yang selalu dekat dengan nya.


"Apa kabar sayang?" tanya ayah nya


"Aku baik." jawab nya


"Lu dari mana saja sih? Kita khawatir sama lu dan no lu saja sudah tidak aktif lagi." sambung Devano


"Hm, nanti aku ceritakan tapi alasan aku kesini sebenarnya bukan kemauan ku tapi Bintang." jawab Anya


Mereka semua langsung tertuju dengan Bintang dan langsung bertanya kepada nya. "Ada apa nak? Apakah ada hal yang penting yang ingin kau bicarakan kepada kami? tanya ayah nya


"Sebenarnya aku kesini ingin melamar Anya om dan aku ingin menikah dengan nya dengan waktu yang cukup dekat." jawab Bintang


Mereka semua pun menjadi kaget, begitu pun juga dengan Anya rasanya tidak percaya apa yang dikatakan oleh Bintang. "Kamu beneran mau melamar aku?" tanya Anya yang tidak percaya


"Iya sayang, aku benar-benar ingin menikah dengan mu." jawab Bintang


Ayah, bunda dan juga Devano terlihat sangat bahagia dan mereka sangat tidak menyangka karna putri kesayangan nya akan menikah dengan orang yang ia cintai nya. "Bagaimana kamu setuju?" tanya Bintang

__ADS_1


"Aku setuju." jawab nya


Mereka pun terlihat sangat bahagia keluarga nya pun menerima Bintang sebagai menantu nya, Bintang dan Anya pun juga bahagia. Tapi beda dengan Jihan, ia masih terdiam dan tidak ada ekspresi apapun itu.


__ADS_2