ANYA STORY

ANYA STORY
Meninggal


__ADS_3

BAB 14 : Meninggal?


********


Setelah mengirimkan alamat lokasi nya Bintang langsung keluar dari gubuk tersebut untuk menenangkan diri nya, rasanya belum terima atas kematian ade nya. "Aku bersumpah siapa pun yang membunuh Alana gw pastikan orang tersebut akan tewas di tangan gw.


Hampir sekitar 1 jam Bintang menunggu akhirnya polisi pun datang dan langsung bertanya-tanya kepada Bintang. "Selamat malam tuan." ucap polisi tersebut


"Malam juga pak," balas Bintang


"Jadi bagaimana kronologi nya atas masalah pembunuhan ini? Apakah bisa di jelaskan secara detail?" tanya polisi tersebut


"Bisa pak, jadi begini saya dari siang pergi dan sekitar jam 17.00 sore saya baru pulang, namun saat saya sudah pulang tiba-tiba ada no masuk yang menelpon saya dan dia mengatakan bahwa dia menculik ade saya."


"Lalu?"


"Dan saya bergegas untuk pergi kesini tapi saat saya sudah sampai disini ternyata ade saya sudah meninggal di tempat dan orang yang menculik tadi sudah tidak ada." sambung Bintang


"Baik, masalah ini akan kami proses jadi anda tunggu saja Informasi dari kami dan jasad nya akan kami bawa ke rumah sakit untuk di selidiki atas kematian nya." ucap polisi tersebut


Bintang hanya mengangguk saja dan berjalan ke arah mobil nya, tapi saat Bintang ingin masuk ke dalam mobil nya tiba-tiba saja Bintang mendapatkan sebuah pesan dari no yang ia tidak kenal.


'Selamat ya atas kematian ade nya yang tersayang, pasti sekarang kamu sedang mencari orang yang telah membunuh nya tapi sepertinya kamu tidak akan mudah untuk menemukan nya. Tapi kalau di pikir-pikir jika kau tidak bertemu dengan pacar mu Anya pasti ade mu akan tetap hidup dan masih bersama mu. Jadi intinya kematian ade mu adalah dari pacar mu, dan sekali lagi selamat mencari orang atas kematian ade mu.'


"Apalagi ini kenapa jadi Anya yang di salahkan." batin Bintang yang cukup binggung


"Tapi sepertinya ada benar nya juga ya, kalau di pikir-pikir jika aku tidak menolong Anya tadi mungkin ade ku masih hidup sampai sekarang."


Tapi tiba-tiba Bintang langsung tersadar dari lamunan nya. "****, gak ini bukan karna Anya karna ade gw itu adalah pembunuh dari orang lain dan bukan Anya gw harus tetap berpikir positif." ucap nya


********


Keesokan harinya Bintang yang sudah siap-siap untuk pergi ke pemakaman nya Alana, rasanya ingin sekali Bintang mengajak Anya untuk pergi bersama nya tapi, ia tidak ingin membebani Anya lagi. Tapi tiba-tiba Anya datang ke rumah nya Bintang dan langsung memeluk nya.


"Bintang," panggil Anya sambil memeluk nya


"Anya, kok kamu bisa ada disini sih sayang? Kamu di antar dengan siapa?" tanya Bintang


"Sudah kamu tidak perlu aku kesini sama siapa yang pasti aku ingin di samping kamu karna aku tau apa yang kamu rasakan." jawab Anya


"Makasih sayang, kamu sudah mengerti perasaan aku sekarang, aku ingin bersandar di bahu kamu nya." ucap Bintang


Anya hanya mengangguk saja dan Bintang pun langsung menyederhanakan kepala nya di bahu nya Anya.


"Bagaimana ade kamu mau di kubur jam berapa?" tanya Anya


"Nanti sayang, aku dan yang lain sedang mempersiapkan semua untuk Alana." jawab Bintang


"Yaudah kalau gitu, tapi kamu sudah makan belum kamu gak boleh sampai sakit ya." ucap Anya


"Hm, aku gak mau makan sayang," ucap Bintang


"Kenapa kamu harus tetap makan dong kalau kamu sakit bagaimana." ucap Anya


"Soalnya sekarang aku sendirian gak ada yang masakin aku dan rumah jadi bakal sepi." ucap Bintang


"Hm, kalau begitu kamu tinggal sama aku saja di rumah agar aku bisa ngurusin kamu dan aku juga bakal nemenin kamu." ucap Anya


"Aku gak mau karna kita belum sah menjadi suami istri jadi aku gak bisa tinggal bareng sama kamu takut ada omongan yang gak enak nanti." balas Bintang

__ADS_1


"Iya juga sih, terus bagaimana dong?" tanya Anya


"Kalau aku nikahin kamu, apakah kamu mau sayang?" tanya balik Bintang


Anya terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu untuk menjawab pertanyaan nya Bintang. "Haha, kamu bercanda kali ya." ucap Anya


"Apakah muka ku terlihat sangat bercanda? Tidak kan? Jadi setelah kamu lulus aku akan segera menikahi mu." ucap Bintang


"Apakah tidak terlalu cepat ya apalagi aku lulus sekita 2 mingguan lagi," jawab Anya


"Aku hanya ingin menghabiskan waktu ku bersama wanita kesayangan ku kalau misalnya aku sudah ti-,"


Tiba-tiba Anya langsung menutup mulut nya Bintang, Anya tidak mau kalau Bintang yang berkata yang tidak-tidak nanti nya. "Jangan pernah bilang kayak gitu lagi, kamu bakal selalu ada untuk aku kan Bintang." ucap Anya yang sudah mulai menangis


"Hehehe, Anya jangan nangis dong sini peluk." ucap Bintang sambil menenangkan Anya


"Maaf Anya, aku memang gak bisa hidup lama lagi, aku harap aku bisa menikahi mu dan bisa membuat kamu bahagia di sisa hidup ku ini." batin Bintang


********


Setelah penguburan Alana, Bintang dan Anya mampir ke rumah nya Anya untuk beristirahat sebentar disana. "Kamu mau minum apa sayang?" tanya Anya


"Aku mau teh hangat saja soalnya kepala ku agak pusing." jawab Bintang


"Yaudah aku buatkan dulu, kamu tunggu disini." ucap Anya yang langsung masuk ke dalam dapur


Sedangkan Bintang merebahkan tubuh nya di sofa, beberapa menit kemudian Anya pun datang sambil membawa teh hangat dan juga beberapa camilan.


"Sayang, ini teh hangat nya aku juga sudah membawa sedikit camilan untuk kamu." ucap Anya sambil meletakkan minuman nya di meja


"Hehe makasih ya, oh iya kamu bisa pijitan kepala aku gak? Pusing banget kepala ku." ucap Bintang


"Iya, aku paham kok tapi kan kamu tau sekarang aku jadi sendiri di rumah dan bakal gak ada yang ngurusin aku." ucap Bintang


"Iya sih, yaudah kita-,"


"Nikah," teriak Bintang


"Heh! Kok jadi nikah sih ada-ada saja kamu mah, lagian aku masih sekolah tau." ucap Anya


"Ihh! Besok kita ke rumah kamu, karna besok aku mau melamar putri cantik nya ini, tidak ada kata penolakan karna kamu akan tetap jadi milik aku." ucap Bintang


"Dih, yaudah lah aku ikut dengan kamu saja, lagian sebentar lagi aku juga bakal lulus kok jadi aman saja sih." balas Anya


Bintang hanya tersenyum dan sambil meminum teh hangat yang di buatkan oleh Anya tadi beserta camilan nya.


Waktu mulai menunjukkan pukul 20.00 malam, Bintang pun berniat untuk pulang sekarang agar tidak kemalaman saat di jalan nanti. "Anya," panggil Bintang


"Ada apa?" tanya Anya


"Sudah malam nih, aku pulang dulu ya cantik." jawab Bintang


"Eh iya ya, yaudah tapi kamu hati-hati ya sayang, jangan ngebut saat di jalan awas saja kamu." ucap Anya


"Iya, aku pamit ya jangan tidur terlalu malam dan jangan lupa di kunci rumah nya kalau ada apa-apa telpon aku." ucap Bintang


Anya hanya mengangguk saja dan langsung menutup pintu rumah nya tidak lupa untuk mengunci pintu nya. Setelah itu Anya langsung bergegas masuk kamar nya untuk tidur.


Sedangkan disisi lain Bintang yang masih menyetir tiba-tiba hp nya berdering, namun Bintang tidak menghiraukan nya sama sekali karna dia masih ingin fokus dengan menyetir nya.

__ADS_1


Tapi telpon tersebut masih tetap berbunyi dengan kesal, Bintang langsung mengangkat telpon tersebut dan memberhentikan mobilnya di pinggir jalan yang masih sedikit ramai.


( Ini siapa hah! )


( Jangan marah-marah dong sayang, aku kan kangen sama kamu )


( Jaga bicaramu ya, jangan pernah memanggil saya dengan sebutan seperti itu )


( Hahaha, memang nya kenapa kalau aku ngomong kayak gitu, toh sebentar lagi kamu kan bakal menjadi milik aku )


( Bacot, gw tanya lu siapa kalau tidak terlalu penting lebih baik jangan ganggu saya )


( Ah baiklah, aku langsung ke intinya saja kalau begitu deh )


( Cepat bicara sekarang, saya gak ada waktu buat meladeni kamu )


( Hm, oke kamu masih berhubungan dengan pacar kamu itu ya, siapa ya nama nya oh iya Anya Gabriela )


( Apa maksud anda! Kenapa anda bisa kenal dengan pacar saya jangan macam-macam ya dengan nya )


( Lihat lah pacar nya sangat lah marah saat kekasih nya di ganggu )


( Saya masih sabar ya, lanjutin apa yang kamu mau omongin )


( Aku hanya ingin kamu menjadi milikku dan kau meninggalkan pacar mu itu Anya )


( Siapa lu! Jangan pernah berbicara seperti itu lagi, memang nya kau siapa hah! )


( Begini saja, kalau kamu tidak ingin meninggalkan pacar mu itu aku bakal meneror hidup kamu dan juga pacar mu itu dan )


( Apa! Dan apa yang kamu bicarakan jangan macam-macam dengan pacar saya ya )


( Dan saya akan memberitahu penyakit kamu kepada nya agar kamu di tinggalkan dengan nya, bagaimana kamu mau? )


( Apa yang kamu maksud hah! )


( Kamu mengidap penyakit jantung kan? Dan hidup kamu sudah tidak lama lagi jadi kamu ingin segera menikah dengan pacar mu itu? )


( Bagaimana lu bisa mengetahui nya, sebenarnya lu siapa sih, dan yang tau penyakit gw hanya ade gw tapi )


( Ayo tebak, jika aku tau berarti informasi ini aku dapat kan dari? )


( Jangan-jangan lu yang bunuh ade gw Alana! Dasar gila siapa lu sebenernya )


( Hahaha, ternyata kamu pintar juga ya, tapi aku membunuh nya karna dia tidak ingin memberikan kamu kepada ku, jadi aku bunuh saja )


( Dasar gila! Gw nakal cepat-cepat mencari lu dan lu akan gw bunuh atas kematian ade gw )


( Selamat mencari ganteng, aku tunggu kamu ya )


Tut ...


"Huh! Gw harus tetap tenang dan gw bakal mencari dia, dan Anya ... Gw takut Anya kenapa-kenapa gw akan bergegas untuk menikahi nya agar dia tetap aman bersama gw." ucap nya yang langsung bergegas untuk pulang


********


Keesokan harinya Anya pun yang sudah bersiap-siap untuk pergi bersama Bintang, entah kenapa Bintang ingin sekali jalan-jalan bersama Anya. "Kenapa dia nekat banget mau jalan sama aku ya, aneh banget Bintang." batin Anya


Anya pun duduk di teras rumah nya sambil menunggu kehadiran nya Bintang, tidak butuh waktu yang lama akhirnya dia datang juga dan mereka bergegas masuk ke dalam mobil nya Bintang.

__ADS_1


__ADS_2