
BAB 18 : Tidak terselamatkan
********
Bintang langsung di larikan ke rumah sakit untuk mendapat pemeriksaan medis karena pendarahannya begitu sangat banyak di bagian tubuh nya.
Sesampainya di rumah sakit bintang langsung dibawa ke IGD dan dokter langsung memeriksa keadaannya namun saat hanya ingin masuk ke dalam dia dihalangi oleh suster.
"Nona anda tidak boleh masuk karena di dalam hanya boleh dokter dan suster saja saya harap anda bisa menunggu di luar." ucap suster tersebut
"Tapi saya mau bertemu dengan suami saya pasti dia butuh saya." teriak Anya
"Tolong anda dengarkan kami biarkan kami memeriksa pasien dan jangan membuat keributan di sini." ucap suster tersebut dan langsung masuk ke dalam
"Bunda aku pengen masuk ke dalam aku pengen lihat Bintang aku takut dia kenapa-kenapa." rengek Anya
"Sayang kamu harus dengerin kata suster tadi kita tidak boleh masuk ke dalam kita tunggu di luar saja ya dan menunggu dokter keluar." ucap bunda nya sambil menenangkan Anya
Tapi aku takut kalau Bintang meninggalkan aku lagi aku nggak mau itu terjadi lagi bunda." ucap Anya
"Anya tenangkan dirimu jangan mikir yang aneh-aneh Bintang pasti akan selamat." ucap bunda nya
Anya pun langsung duduk di samping bundanya dan menenangkan dirinya agar tidak terlalu panik namun hatinya begitu sangat sakit saat melihat suami nya terbunuh di depan matanya.
Hampir sekitar 2 jam dokter belum kunjung keluar tapi tiba-tiba dokter pun akhirnya keluar juga dan langsung menghampiri keluarganya Anya dan Anya yang melihatnya dengan antusias langsung menanyai tentang keadaan suami nya.
"Bagaimana dokter apakah suami saya baik-baik saja?" tanya Anya
"Keadaan suami Anda kritis," jawab dokter tersebut
"Tapi suami saya masih bisa diselamatkan untuk selamatkan dok?" tanya Anya
"Saya tidak tahu kesembuhan untuk suami anda hanya sekitar 10% saja tapi kita berdoa saja agar pasien akan pulih kembali." ucap dokter tersebut yang langsung pergi lagi ke dalam
Anya pun menangis dipelukan bundanya karena Anya takut kalau Bintang tidak selamat lagi. "Bunda bagaimana ini aku takut kalau bintang nggak bisa diselamatkan lagi." ucap Anya
3 jam berlalu tiba-tiba semua dokter masuk ke ruang lainnya Bintang dan mereka seperti terburu-buru untuk ke ruangan nya Bintang.
__ADS_1
Namun dokter tadi pun keluar lagi dan memberitahu kabar duka kepada keluarganya Anya. "Dokter apa yang terjadi kepada menantu saya apakah dia baik-baik saja?" tanya Ela yang mulai khawatir
"Saya dan yang lainnya ingin meminta maaf kepada keluarga pasien bahwa pasien tidak bisa diselamatkan karena penyakit sudah menyebar di seluruh tubuhnya," ucap dokter tersebut
"Penyakit apa yang dimaksud apakah penyakit itu berbahaya dan membuat suami saya meninggal?" teriak Anya
"Pasien memiliki penyakit kanker paru-paru dan juga jantung dan kanker tersebut sudah menyebar di seluruh tubuhnya." jawab dokter
Anya pun kaget karena mendengar ucapan dokter tadi entah kenapa Bintang menyembunyikan penyakitnya dari dirinya dan tidak pernah menceritakan apapun tentangnya.
"Nggak mungkin suami saya juga meninggal dia baru saja menikah dengan saya hari ini dokter pasti bohong kan." teriak Anya
"Anda bisa mengecek pasien di ruangannya." ucap dokter tersebut yang langsung pergi
Hanya pun masuk ke dalam ruangannya Bintang dan terlihat Bintang sudah ditutup tubuh nya dengan kain.
"Kenapa Kamu ninggalin aku kamu pura-pura lagi kan bangun Bintang bangun!" teriak Anya
Anya masih tidak terimanya langsung memeluk jasadnya Bintang dan pikirannya Anya tertuju dengan Jihan dan juga Langit.
"Aku akan membalas perbuatan mereka," ucap Anya
Anya keluar dari ruangan nya Bintang dan langsung pergi ke rumah untuk mengganti pakaian nya. "Anya kamu mau kemana nak?" tanya bunda nya
"Bunda aku minta tolong untuk urus pemakaman nya Bintang ya. Aku mau pergi sebentar jadi bunda bisa hendel semuanya kan?" tanya Anya
"Yaudah kami akan mengurusi pemakaman nya Bintang, Abang harap kamu akan berhati-hati." ucap Devano yang sudah paham maksud Anya.
Anya hanya mengangguk dan langsung pergi untuk membalaskan semua dendam nya kepada Jihan dan juga Langit. Sebelum memulai rencana nya Anya pulang ke rumah terlebih dahulu untuk mengganti pakaian nya dan langsung menelpon semua teman-temannya geng nya untuk membantu nya.
( Halo )
( Ada apa? )
( Sibuk gak? )
( Gak, kenapa? )
__ADS_1
( Ada tugas untuk kalian tapi kalian kesana dulu nanti gw kirim alamat nya )
( Gampang, lu kirim alamat nya nanti gw kesana dan menunggu lu )
( Oke )
Anya mematikan telpon nya kali ini Anya sudah terlanjur dendam dengan saudara kandung itu mereka sudah membuat hidup Anya berantakan.
Setelah sampai di rumah Anya langsung berlari ke arah kamar nya dan mengganti pakaian nya.
Setelah selesai Anya langsung bergegas pergi ke rumah nya Jihan dan juga Langit, sesampainya disana terlihat teman-teman nya Anya yang sudah berkumpul.
"Apa rencana nya?" tanya Vania
"Gw bakal bakar rumah nya dan pasti mereka akan kabur dan gw sudah perkirakan kalau mereka akan kabur ke hutan karna mereka tidak akan kepikiran untuk menaiki kendaraan nya." jawab Anya
"Wah ide bagus tuh, yaudah lu kesana dan gw yang lainnya bakal tunggu tikus-tikus itu." ucap Vania
Anya pun langsung menyelinap ke rumah nya Langit dan juga Jihan. Dia masuk melalui pintu belakang dan tidak lupa untuk merekam pembicaraan mereka agar menjadi bukti untuk menjebloskan mereka ke penjara.
Dan Anya juga sudah mempersiapkan bensin untuk di bakar nanti. Terlihat kedua kakak beradik itu sedang asyik-asyiknya ketawa.
"Gila tadi keren banget sih." ucap Langit
"Ade nya sudah terbunuh dan kakak nya juga sudah sumpah gw puas banget." ucap nya
"Dan sekarang Anya menjadi janda muda tanpa suami dan tanpa anak." tawa mereka
"Sialan ternyata dugaan gw benar kalau mereka telah membunuh Alana." batin Anya
Anya yang sudah sangat kesal langsung memulai rencana nya. Anya juga sudah menuangkan bensin di seluruh dapur dan tinggal api nya. "Dan bom." ucap Anya yang menjatuhkan korek nya ke lantai.
Ia pun langsung kabur dari sana dan menunggu tikus-tikus dari rumah nya. Mereka yang mencium aroma terbakar langsung mengeceknya. Alangkah kagetnya di dapur sudah ada api yang sangat besar.
"Langit ayo kabur." teriak Jihan yang langsung kabur bersama Langit
Dugaan Anya benar lagi mereka langsung berlari ke arah hutan dan teman-teman nya Anya langsung bergegas kesana untuk mencegat mereka.
__ADS_1
Jihan dan Langit yang melihat orang-orang yang ada di depan nya langsung kaget dan langsung mundur