ANYA STORY

ANYA STORY
Bocah tengil


__ADS_3

BAB 2 : Bocah tengil


********


Saat malam hari nya Anya keluar dari kamar nya dan berjalan ke arah ruang makan, terlihat orang tua nya dan juga kakak nya sudah berkumpul di meja makan. "Anya," panggil ayah nya


"Kenapa ayah?" tanya Anya


"Setelah makan malam kamu keruangan kerja ayah ya," jawab ayah nya


"Oke." ucap Anya


"Mau ngapain mas?" tanya istri nya


"Gak ngapa-ngapain kok sayang, hanya ada urusan sedikit saja dengan Anya." jawab suami nya


Namun istri nya hanya mengangguk saja karna, ia sudah paham apa yang akan di bicarakan oleh suami nya kepada Anya, mereka pun langsung makan malam bersama-sama di meja makan tanpa ada pembicaraan.


Setelah selesai makan bunda nya langsung membersihkan piring kotor nya sedangkan kakak nya langsung kembali ke kamar nya untuk mengerjakan urusan kantor dan suami dan juga anak perempuan langsung pergi ke arah ruangan kerja ayah nya.


Sesampainya di ruangan ayah nya, Anya langsung duduk di sofa begitu pun juga dengan ayah nya. "Jadi ada apa ayah?" tanya Anya


"Ayah ada misi untuk kamu." jawab ayah nya


"Hm, misi apa? Membunuh orang atau apa?" tanya lagi Anya


"Tidak kok, kamu tolong cari orang ini," ucap ayah nya sambil memberikan sebuah foto


"Foto? Ini siapa ayah? Apakah ayah ingin aku mencari orang ini?" tanya Anya


"Iya kamu benar, cari orang ini karna dia telah menipu perusahaan ayah dan mengambil semua uang ayah saat kantor sedang kosong." jawab ayah nya


"Wah parah banget sih, kenapa tidak ayah saja yang mencari nya?" tanya Anya


"Tidak nak, semua anak buah nya sudah mengetahui wajah ayah serta anak buah ayah, mungkin kamu bisa menangkap nya karna, ia tidak mungkin kenal dengan kamu." jawab ayah nya


"Baiklah, aku akan mencari nya malam ini," ucap Anya


"Memang nya kamu mau kemana?" tanya ayah nya


"Nyari angin segar saja sih," jawab Anya


"Yaudah tapi hati-hati kamu." ucap ayah nya


"Iya tenang saja kok, btw gak ada orang yang bisa aku bunuh kah?" tanya Anya


"Hm, mendingan kamu bunuh saja para narkoba di luar sana, ayah pusing melihat mereka membuat ulah terus." jawab ayah nya


"Haha, itu mah gampang deh." ucap Anya sambil tertawa


"Yaudah sana, ayah mau melanjutkan pekerjaan ayah dulu." balas ayah


Anya hanya mengangguk dan bergegas keluar pergi dari ruangan ayah nya itu, Anya juga pergi ke kamar nya untuk mengambil jaket dan juga kunci motor nya, saat ingin pergi keluar tiba-tiba kakak muncul dari belakang dan bertanya kepada Anya.


"Mau kemana de?" tanya Devano


"Biasalah kak." jawab Anya singkat


"Oh, yaudah sana, eh iya gw minta tolong beliin martabak telor di depan komplek," ucap Devano


"Duit?" ucap Anya sambil menjulurkan tangan nya


Devano langsung mengambil uang dari saku celana nya dan memberikan uang itu kepada ade nya. "Tuh," ucap Devano sambil memberikan uang nya kepada Anya


Anya langsung mengambil uang tersebut dan lanjut berjalan ke arah luar, ia juga langsung menyalakan motor nya dan bergegas pergi. Saat di perjalanan Anya mendengar suara teriakan perempuan dari arah gang, dengan cepat Anya langsung berlari kesana dan melihat apa yang terjadi.


Terlihat seorang preman yang sedang mendekati seorang gadis yang sedang ketakutan itu, dengan cepat Anya langsung memukuli preman tersebut hingga babak belur.


Bruk!


Bruk!


"Heh! Jangan dekati dia, lawan gw sini." teriak Anya

__ADS_1


Dengan cepat preman tersebut langsung mendekati Anya dan bertarung dengan nya, namun Anya yang sudah terbiasa dengan preman lemah ini, ia mampu mengalahkan mereka semua dalam waktu tidak lama. Preman tersebut juga langsung pergi dari sana, Anya langsung menghampiri gadis tersebut dan menolong nya.


"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Anya


"Aku tidak apa-apa kok kak." jawab gadis tersebut


"Kamu ngapain di tempat seperti ini? Apakah kamu tersesat?" tanya Anya


"Aku lagi lapar jadi pengen beli makanan di sekitar sini tapi malah tutup terus aku hampir saja di culik dengan orang yang tadi." jawab gadis tersebut


"Yaudah, mendingan aku antar kan kamu pulang saja, lagian ini sudah malam gak baik buat kamu yang masih di luar sini." balas Anya


"Hm iya kak, aku juga takut kalau kakak malah panik nyariin aku." ucap gadis tersebut


Anya tersenyum dan langsung kembali ke tempat tadi untuk mengambil motor nya sambil membawa gadis tersebut pulang ke rumah nya


********


Sesampainya di rumah gadis tersebut, Anya dan gadis itu langsung turun dari motor nya dan mereka berdua masuk ke dalam rumah. Terlihat rumah nya sangat cukup sederhana dan sangat nyaman jika tinggal disana. "Ini rumah kamu?" tanya Anya


"Iya kak, ini rumah aku, maaf jika rumah nya tidak nyaman." jawab gadis tersebut


"Eh tidak, justru tempat ini sangat lah nyaman, btw nama kamu siapa?" tanya lagi Anya


"Nama ku Melani Argantha, panggil saja aku Lani," jawab nya Lani


"Oh gitu, yaudah kenalkan nama ku Anya," balas Anya


Lani tersenyum dan mereka berdua duduk di sofa, Lani juga pergi ke dapur untuk membuatkan minum untuk Anya. Tapi tiba-tiba Langit datang dan membuat Anya terkejut begitu pun juga dengan Langit. "Heh ngapain lu masuk kesini?" teriak Anya


"Anya!" balas Langit yang begitu kaget


"Ini rumah gw, seharusnya gw yang tanya ngapain lu disini?"


"T-tadi-," ucap Anya yang terpotong karna ucapan nya Lani


"Lho, kakak sudah pulang ya?" tanya Lani


"Dek, dia kok bisa ada disini?" tanya Langit


"Memang nya kamu dari mana?" tanya Langit


"Jadi saat aku ingin keluar untuk mencari makanan, toko makanan nya tutup jadi aku memutuskan untuk pulang tapi tiba-tiba ada preman yang ingin menculik ku, tapi kakak ini langsung menghajar preman itu kak." jelas Lani


Langit tersenyum dan langsung mengucapkan terima kasih kepada Anya karna sudah menyelamatkan ade nya. "Kamu ke dalam sana, kakak sudah membelikan kamu makanan dan setelah makan kamu langsung tidur ya karna besok harus sekolah." ucap Langit


Lani hanya mengangguk dan langsung berlari ke arah dapur, sedangkan disisi lain Langit langsung mempersilahkan Anya untuk duduk lagi. "Terima kasih ya Anya telah menyelamatkan ade ku." ucap Langit


"Iya sama-sama, memang nya lu dari mana kok ade lu di tinggal sendiri?" tanya Anya


"Gw kerja, jadi setelah pulang sekolah gw langsung kerja di cafe dan pulang nya saat malam hari." jawab Langit


"Hm, orang tua lu kemana? Kok bukan mereka yang kerja?" tanya Anya


"Em, ibu gw sudah meninggal sedangkan ayah gw gak tau kemana, dia sudah ninggalin kami saat gw dan ade gw masih kecil." jawab Langit


"Eh maaf, gw gak bermaksud buat nanya kayak gitu." ucap Anya


"Sudah tidak apa-apa kok lagian itu kan hanya masa lalu saja," ucap Langit


"Kenapa lu gak cari ayah lu saja, dan tinggal bersama nya." balas Anya


"Gak deh, gw sama ade gw berniat untuk melupakan diri nya dan tidak ingin bertemu dengan nya karna dia juga membuat ibu ku menjadi meninggal." ucap Langit


"Maaf gw banyak tanya sama lu," ucap Anya


"Iya tidak apa-apa kok, santai saja." ucap Langit


"Oh iya, btw gw balik dulu ya." ucap Anya


"Eh iya deh, hati-hati di jalan ya, soalnya ini juga sudah terlalu malam." ucap Langit


"Gw sudah biasa kok," ucap Anya

__ADS_1


Langit hanya mengangguk saja dan menghantarkan Anya keluar, Anya langsung menaiki motor nya dan langsung pergi dari rumah nya Langit, sedangkan Langit langsung masuk ke dalam lagi ke rumah nya.


********


Saat Anya ingin pulang, ia tidak lupa untuk membeli martabak pesanan kakak nya tadi, setelah membeli nya Anya langsung pulang ke rumah.


Saat sudah sampai di rumah kakak nya yang sudah ada di ruang tamu sambil mengerjakan tugas-tugas kantor nya itu. "Tumben lu ngerjain di ruang tamu?" tanya Anya


"Gw nungguin lu, jadi gw ngerjain disini saja deh." jawab Devano


"Oh, yaudah nih martabak nya sesuai permintaan lu tadi." ucap Anya sambil memberikan martabak nya ke kakak nya


Anya duduk di samping kakak nya sambil memakan martabak nya itu. "Kak, gw dapat misi dari ayah." ucap Anya


"Misi apaan?" tanya Devano


"Nyari mayat." jawab Anya berbohong


"Yakali dah, ayah nyuruh lu nyari mayat." ucap Devano


"Iya beneran," ucap Anya


Tapi tiba-tiba ayah nya muncul dari arah dapur dan Devano langsung memangil ayah nya. "Ayah." panggil Devano


"Apa?" tanya ayah nya


"Emang ayah nyuruh Anya untuk mencari mayat ya?" tanya Devano


"Gak tuh, gak mungkin lah ayah nyuruh Anya untuk mencari mayat." jawab ayah nya


"Lah kata Anya." ucap Devano


"Silahkan berantem." ucap ayah nya yang langsung pergi


"Heh dasar bocah tengil lu ya! Malah bohongin kakak nya." ucap Devano


namun Anya langsung pergi ke arah kamar nya sambil tertawa puas karna bisa menjaihili kakak nya. "Awas saja lu, dasar bocah tengil!" teriak Devano


********


Anya yang sudah ada di dalam kamar nya langsung bergegas ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan setelah itu beristirahat karna besok Anya harus ke sekolah. Tapi Anya masih kepikiran dengan kehidupan nya Langit, entar mengapa pikiran nya hanya tertuju kepada Langit.


"Gw kenapa jadi mikirin dia sih, padahal kan gw kesal banget dengan nya tapi kenapa gw jadi mikirin dia ya." ucap Anya


"Apa jangan-jangan gw suka ya sama Langit! Ah gak mungkin, seorang Anya suka sama cowo nyebelin kayak dia, gak itu mustahil." ucap nya


Setelah selesai Anya langsung bergegas untuk tidur, tapi tiba-tiba telpon nya malah berdering dan Anya pun langsung mengangkat telpon tersebut.


( Halo Anya )


( Kenapa? )


( Hm, besok setelah pulang sekolah lu mau gak jalan-jalan sama gw? )


( Gak tau, bukan nya lu kerja ya? )


( Gak, besok libur karna cafe di tutup dulu )


( Oh )


( Bagaimana lu mau gak? )


( Yaudah, gw ikut saja )


( Hah! Lu beneran mau pergi sama gw? )


( Ya )


( Oke, kalau gitu sampai jumpa besok )


( Ya )


Anya langsung mematikan telpon nya, tapi tiba-tiba Anya malah seperti sangat senang saat Langit ingin mengajak nya jalan-jalan. "Kenapa gw jadi senang gini ya?" batin Anya yang binggung tapi dia tidak peduli sama sekali, ia langsung tidur saja tanpa memikirkan omongan nya tadi.

__ADS_1


Sedangkan disisi lain Langit sangat senang karna bisa jalan-jalan bersama Anya. "Asik, gw besok jalan-jalan sama Anya."


__ADS_2