ANYA STORY

ANYA STORY
Nobar di kelas ygy


__ADS_3

BAB 3 : Nobar di kelas ygy


********


Keesokan harinya Anya bangun seperti biasa dan langsung mandi karna harus pergi ke sekolah, setelah selesai Anya langsung memakai seragam nya dan bergegas keluar dari kamar nya.


Anya langsung pergi ke sekolah tanpa sarapan terlebih dahulu, tapi tiba-tiba bunda nya menghampiri nya sambil membawa bekal untuk Anya. "Anya sayang." panggil bunda nya


"Kenapa bunda?" tanya Anya


"Ini bekal kamu sayang," jawab bunda nya


"Makasih ya bunda." balas Anya


"Hm, kamu tidak sarapan dulu nak? Nanti kamu sakit loh kalau gak sarapan." ucap bunda nya


"Aku kan bawa bekal jadi bisa aku makan saat sudah sampai di sekolah." balas Anya


"Baiklah, tapi jangan lupa makan ya." ucap bunda nya


Anya hanya tersenyum dan langsung pergi keluar, ia langsung mengeluarkan motor nya dari bagasi dan memanaskan nya terlebih dahulu, setelah selesai Anya langsung bergegas pergi ke sekolah.


********


Sesampainya di sekolah Anya langsung memakirkan motor nya dan bergegas pergi ke arah kelas nya, sebelum masuk kelas Anya tidak lupa untuk pergi ke perpustakaan dahulu untuk mengembalikan buku yang dia pinjam.


Setelah selesai Anya langsung masuk kelas nya dan terlihat Langit sudah duduk di tempat duduk nya sambil memainkan hp nya. "Pagi Anya," sapa Langit


"Pagi juga." balas Anya


Anya langsung duduk dan mengeluarkan bekal nya, ia memakan nya sambil memainkan hp nya, tapi tiba-tiba ada seorang laki-laki yang datang menghampiri Anya yang sedang makan.


"Hai cantik," ucap lelaki tersebut


"Lu anak sebelah ya?" tanya Anya


"Iya, gw anak sebelah dan gw ingin ajak lu jalan-jalan saat pulang sekolah nanti." jawab lelaki tersebut


"Maaf, tapi gw gak bisa lagian gw gak kenal sama lu." ucap Anya


"Hm, yaudah kenalin nama gw Dafa yang paling ganteng di sekolah ini." ucap Dafa dengan percaya diri


"Oh." jawab Anya


"Hah! Lu cuma jawab "Oh doang"?" tanya Dafa


"Ya." jawab Anya


Namun Langit hanya tertawa karna pembicaraan nya Dafa dan juga Anya. "Ngapain lu tertawa?" tanya Dafa


"Dih! Kepedean lu, gw saja lagi ketawa sama gambar di hp gw nih." ucap Langit yang berbohong


"Bacot!" ucap Dafa sambil memukul wajah nya Langit


Bruk!


Tapi tiba-tiba Anya langsung membalas pukulan tersebut ke arah Dafa.


Bruk!


Bruk!


"Jangan lu sakitin Langit! Kalau lu masih gangguin dia, gw bakal bikin lu mati." teriak Anya


Dafa yang mendengar nya langsung kabur dan tidak menghiraukan perkataan nya Anya. "Awas saja lu Langit! Gw gak bakal biarkan lu dekati Anya!" batin Dafa yang langsung pergi


Anya langsung membantu Langit untuk berdiri dan duduk di tempat duduk nya kembali. "Lu tidak apa-apa kan?" tanya Anya sambil melihat bibir nya Langit yang penuh darah


"Gw tidak apa-apa kok, cuma luka dikit saja." jawab Langit


Tapi Anya langsung mengambil sapu tangan nya dari saku seragam nya dan membersihkan darah yang yang ada di bibir nya Langit.


"Aww! Sakit banget." ucap Langit


"Sudah lu diam saja, ini hanya sebentar kok." balas Anya

__ADS_1


Anya juga mengambil air hangat di dispenser di dalam kelas nya dan di letakkan di dalam mangkuk setelah itu langsung di beri sapu tangan yang tadi dan di tempel kan di bibir nya Langit.


"Tahan sebentar ya." ucap Anya


Langit hanya diam saja sambil menahan rasa sakit di bibir nya itu. Setelah selesai mengobati tiba-tiba saja Jihan datang dan langsung menghampiri Langit yang sedang terluka itu. "Langit." teriak Jihan


"Apa?" tanya Langit


"Kamu kenapa sayang? Kok bibir kamu berdarah sih?" tanya Jihan sambil melihat nya


"Singkirkan tangan lu itu, lu gak lihat ya gw lagi di obati sama Anya?" tanya Langit


"Pasti ini ulah dia kan sayang? Heh Anya! Lu jahat banget sih sama Langit." teriak Jihan


"Hah? Heh tante-tante lu kenapa dah?" tanya Anya dengan sinis


"Siapa yang lu bilang tante-tante hah?" tanya Jihan


"Lo." jawab nya dengan singkat


"Ih dasar cupu! Gw itu bukan tante-tante sudah cantik gini malah di bilang kayak gitu." ucap Jihan


"Tapi yang dikatakan Anya memang benar kok, lu kayak tante-tante, lihat deh make up lu menor banget." balas Langit


Jihan hanya terdiam dan langsung duduk di tempat duduk nya. "Yaelah, kena mental ya mba." ucap Anya


"Sudah jangan di katain lagi, kasian dia sudah mau nangis." balas Langit


Anya dan Langit langsung tertawa karna Jihan yang make up nya terlalu menor itu. Tiba-tiba bel berbunyi Anya langsung memasukan bekal nya ke dalam tas nya.


********


Guru pun masuk ke dalam kelas dan langsung memberikan kerja kelompok untuk murid-murid nya. "Oke anak-anak, karna ibu harus mengikuti rapat di ruang kepala sekolah, kalian akan ibu beri soal dan ini harus berkelompok ya." ucap guru nya


Guru nya langsung menulis soal di papan tulis ada beberapa soal. "Oke, ibu sudah menulis soal sekitar 20 soal dan kalian kerjakan secara kelompok, kalian bebas memilih kelompok siapa saja ya dan satu lagi 1 kelompok hanya dua orang saja tidak boleh lebih." ucap guru tersebut


Baik bu." ucap semua murid-murid nya


Guru nya pun langsung pergi dan para murid-murid langsung mencari teman kelompok nya. "Anya, lu mau gak kelompok sama gw ya." ucap Langit


"Makasih Anya." ucap Langit


Tapi tiba-tiba Jihan langsung menghampiri Langit dan mengajak nya untuk berkelompok bareng. "Langit, kelompok sama aku yuk, aku belum ada teman kelompok kamu mau ya." ucap Jihan dengan nada yang manja


"Maaf, gw gak bisa, gw sudah sama Anya jadi lu cari yang lain saja." ucap Langit


"Tapi aku mau nya sama kamu, kalau gak gini saja aku bareng kalian deh." ucap Jihan


"Jihan, lu tuli apa gimana, lu dengar kan apa yang guru bilang tadi kalau satu kelompok hanya boleh dua orang." balas Anya


"Hiks! Langit lihat deh Anya masa dia membentak aku." ucap Jihan


"Lagian yang di bilang Anya itu benar, lu nya saja yang terlalu memaksa kan diri." balas Langit


Jihan hanya menatap wajah nya Langit dan tiba-tiba Jihan menarik tangan nya Langit dan berjalan ke arah belakang, namun hal tersebut langsung di hentikan oleh Anya. "Mau kemana lu?" tanya Anya sambil menggenggam tangan nya Langit


"Lu jangan ikut campur ya, dan lepasin tangan nya Langit." ucap Jihan


"Hm, lepaskan Langit atau gw laporkan lu sama guru BK?" ancam Anya sehingga membuat Jihan menjadi takut


Jihan langsung melepaskan genggaman nya dan segera pergi ke arah luar kelas. "Makasih ya," ucap Langit


"Iya." ucap Anya


********


Disisi lain Jihan yang sedang duduk di atap sekolah sambil marah-marah sendiri. "Anya kenapa sih selalu saja dekat-dekat dengan Langit." teriak Jihan


Tapi tiba-tiba Dafa yang sedari sudah ada di atap langsung menghampiri Jihan yang sedang marah-marah. "Lu Jihan kan teman nya Anya?" tanya Dafa


"Lu siapa? Kok tau nama gw?" tanya balik Jihan yang merasa kaget karna kehadiran nya Dafa


"Gw Dafa anak kelas sebelah, gw kenal lu juga karna nemtek di seragam sekolah lu." jawab Dafa


"Oh gitu, tapi kok lu sebut nama Anya sih? Lu kenal ya sama dia?" tanya Jihan yang sangat penasaran

__ADS_1


"Iya gw kenal sama dia, dari SMP gw sudah tau banyak tentang nya tapi gw gak pernah nyapa dia ataupun kenalan dengan nya, gw hanya memperhatikan nya dari jauh." jawab Dafa


"Hm, lu suka ya sama Anya?" tanya lagi Jihan


"Iya gw suka sama Anya, tapi ada Langit yang selalu ada di samping nya dan itu yang membuat gw kesal." jawab Dafa


"Langit? Iya gw tau lu pasti cemburu kan karna Langit selalu di samping nya Anya." ucap Jihan


"Begitu lah." balas Dafa


Tiba-tiba Jihan langsung memiliki ide dan ingin bekerja sama dengan Dafa. "Gw ada ide." ucap Jihan


"Ide apa?" tanya Dafa yang sangat penasaran


"Bagaimana kalau kita bekerja sama saja, untuk memisahkan Langit dan juga Anya. Lu rebut Anya dan gw bakal rebut Langit." jawab Jihan penuh dengan semangat


"Boleh juga tuh, tapi bagaimana cara nya?" tanya Dafa


"Begini saja, nanti malam kita ketemuan di cafe dekat sekolah dan kita akan membuat rencana nya setelah itu besok kita langsung melakukan rencana yang kita buat, paham kan maksud gw?" tanya Jihan


"Yaudah gampang, tapi gw bagi no lu biar bisa komunikasi sama lu." ucap Dafa


"Oke." balas Jihan


********


Sedangkan Langit dan juga Anya mereka yang masih sibuk untuk menyelesaikan tugas kelompok nya, hampir makan waktu 20 menit mereka mengerjakan nya dengan baik.


"Akhirnya kelar juga." ucap Langit


"Iya nih, tinggal tunggu bel istirahat saja." balas Anya


Kring!


Kring!


Kring!


Akhirnya bel pun berbunyi semua murid yang di kelas langsung berlarian ke arah luar kelas. Sedangkan Langit dan Anya masih duduk di tempat. "Lu gak ke kantin?" tanya Anya


"Gw bawa bekal." jawab Langit


"Yaudah makan bareng saja di kelas, sambil nobar." ucap Anya


"Nobar apa?" tanya Langit


"Hm, film setan mau gak lu?" tanya Anya


"Boleh juga tuh, pasti bakal seru apalagi kelas juga sepi jadi berasa lagi nonton di bioskop." jawab Langit


"Iyain deh." balas Anya


Langit dan Anya langsung makan bekal bersama sambil menonton film setan di kelas, bagi Anya rasa nya begitu sangat nyaman entah apa yang ada di pikiran nya Anya. Yang pasti ia sangat senang jika berada di dekat nya Langit.


Kring!


Kring!


Kring!


Sudah hampir 30 menit mereka makan bersama tapi tiba-tiba bel pun berbunyi, Anya dan Langit bergegas untuk meletakkan bekal nya ke dalam tas nya.


Setelah selesai semua murid pun langsung masuk ke dalam kelas nya masing-masing, begitu pun juga dengan guru nya. Tidak lupa Anya dan Langit langsung mengumpulkan hasil kerja kelompok nya kepada guru nya begitu pun juga dengan murid yang lain nya.


Tapi tidak dengan Jihan, ia dari tadi malah berkeliaran saja dan tidak mengerjakan tugas nya sama sekali. Jihan pun di hukum untuk membersihkan kamar mandi sendiri tanpa ada yang membantu nya.


"Jihan, kenapa tugas kamu tidak selesai?" tanya guru nya


"Maaf bu, saya tidak akan mengulangi nya lagi." jawab Jihan


"Tidak ada kata maaf untuk kamu, lebih baik kamu bersihkan kamar mandi sekarang." ucap guru nya


"Hah! Aku bersihkan kamar mandi gak mau ah, disana tuh jijik banget." balas Jihan


"Baiklah, jika kamu tidak ingin membersihkan nya panggil orang tua kamu kesini dan temui saya." ucap guru ny

__ADS_1


__ADS_2