
Pagi yang cerah seakan membuat hari minggu ini menyenangkan untuk steven, ia berencana akan mengajak amira pergi jalan-jalan.
” Hem pake baju apaan nih bi” tanya steven yang kebingungan memilih baju yang cocok untuk dirinya.
“Kok tumben bingung milih baju stev, biasanya juga apa aja dipake” sahut bi susi heran,
“iya ini beda soalnya stev mau ketemu sama…” jawab stev.
“sama siapa hayo” tanya bi susi.
“halo mir, ini gue udah dijalan mau kerumah lu” ucapa steven di dalam panggilan yang sedang berjalan,
“apa stev? Lo serius mau kesini” tanya amira, “iya soalnya gue kangen sama lu mir” sahut steven. Amira yang mendengar ucapan stev langsung panik seakan- akan bertemu dengan seseorang yang special.
Mereka pun pergi ke suatu tempat yang jarang mereka kunjungi berdua,
“lo tumben pake mobil, terus ini mau kemana stev” tanya amira,
“kita mau ajak l uke kota tua , kita jalan-jalan kesana mir” jawab steven penuh antusias. Amira dan stev pun menikmati perjalanan sambil menyanyi di dalam mobil
Sesampainya di kota tua, mereka berkeliling memutari kota tua dengan sepeda yang diboncengi stev, sesekali mereka berselfi dan tertawa kegirangan seperti sepasang kekasih.
“stev makan yuk, gua laper” ajak amira sambil memegang perutnya, stev yang mengiyakan ajakan amira langsung menggandeng tangan amira menuju gerobak ketoprak telur didekat sana. Mereka pun makan dengan lahap.
Setelah mereka menghabiskan makananya mereka langsung beranjak pulang, tepat pukul 14:00 wib mereka sampai di rumah amira. “assalamualaikum bu” salam amira kepada ibunya yang terlihat sedang duduk di teras.
“ waalaikumsalam,baru mau ibu telpon, kalian dari mana aja sih soalnya tadi clarisa kesini nyariin kamu mir” jawab ibu minah .
amira pun langsung mengecek Hp dan ternyata banyak panggilan telpon dari clarisa dan ibunya.
“maaf bu, tadi mira ngga ngecek Hp lagi” jawab panik amira.
“yaudah ngga papa mir, tapi hubungi clarisa lagi yah terus mintak maaf” sahut ibu minah. “emm bu, stev pulang dulu yah tiba-tiba ada perlu mendadak” sela steven yang langsung memberi salam dan segera beranjak pergi.
Di dalam perjalanan pulang steven hanya bergumam di dalam hati,
“ni risa kenapa ngajak ketemu gue, ada perlu apa lagi sih”. Setelah sampai di taman dekat rumah amira Ia langsung menemui clarisa yang sedang duduk di tempat biasanya.
__ADS_1
“kenapa ngga ngajak gue stev” tanya clarisa tegas, stev yang kebingungan harus menjawab pertanyaan risa hanya diam dan menunduk. “jawab stev” Teriak clarisa
“lu kenapa sih sa lu cemburu sama sahabat lu yang udah lama nemenin lu, gue jelasin yah sa, gue yang ngajak amira buat jalan ke kota tua karena apa coba sa, karena gue mau minta maaf sama dia soal kemarin gue diemin dia, padahal dia ngga salah” sahut steven kesal.
Clarisa hanya diam dan menangis .
Steven langsung menempatkan bahunya sebagai tempat menangis clarisa dan mengelus rambut panjangnya clarisa.
Disisi lain ada adit yang lewat taman dan melihat kejadian itu langsung cemburu dan mempercepat gerak sepedanya,
“gilak stev, berani-beraninya dia megang-megang cewek gue” gumam adit kesal.
“Adit….” Panggil amira dari kejauhan, adit langsung menuju ke rumah amira,
“mir lu tau ngga tadi ada” ucap adit yang langsung di sela amira,
“ahh lu pasti mau ngomong ngga penting kan , mendingan ikut gue soalnya ibu baru buat pisang goreng enak banget”
adit langsung masuk kerumah amira untuk menikmati pisang goreng yang dibuat ibu minah.
Pagi ini amira berniat untuk memaafkan clarisa karena ia tidak tega terhadap sahabatnya itu yang terlihat murung sejak didiami olehnya,
“sa yok kita bareng masuk kelasnya” ajak amira yang berjalan dibelakang clarisa.
“iya ayok mir” jawab clarisa sambil menunggu amira
“emm ngomong-ngomong lu kemarin ngapain kerumah gue sa” tanya amira,
“gue mau main aja, bolehkan mir” jawab clarisa sambil tersenyum. Amira langsung merangkul clarisa dan tersenyum lepas karena ia sudah baikan dengan clarisa.
“perhatiaan-perhatian diumumkan kepada siswa-siswi kelas 2 dan 3 selesai jam istirahat silahkan kumpul di aula karena ada pengumuman penting, terimakasih” suara yang keluar dari mic himbauan dan membuat semua siswa bertanya-tanya ada apa di aula nanti.
“kira-kira ada apa yah mir diauli nanti”tanya steven sambil menyantap bakso,
“kelas 3 ngadain camping” sela clarisa,
“kok lo tau sa, terus kenapa kelas 2 disuruh ikut” sahut amira bingung.
__ADS_1
“kemarin adit cerita sama gue tentang camping itu, kemungkinan kelas 2 disuruh ikut buat jadi panitia kali jelas clarisa.
Steven hanya memandang wajah clarisa, ia senang clarisa bisa berteman dengan adit siapa tahu clarisa bisa Bersama dengan adit dan melupakanya.
“yaudah nanti kita dateng aja ke aula” ajak amira kepada kedua sahabatnya itu.
Jam istirahat pun telah selesai, siswa-siswi pun berbondong-bondong menuju aula nuntuk mendengarkan pengumuman dari ketua kelas.
“hai stev, bareng yuk ke aulanya” ajak tania yang menunggu stev di depan pintu keluar kantin,
“hey tan, ayok barengan” jawab steven. Stev pun meninggalkan amira dan clarisa yang ada disampingnya.
“kayak ada yang aneh sama stev” ucap amira heran kenapa stev tidak menghindari tania,
”mungkin itu cara stev biar tania ngga ngejer- ngejer banget” sahut clarisa yang langsung bergegas menuju aula.
Semua siswa-siswi pun telah berkumpul dan ada beberapa guru juga yang ikut hadir , adit pun terlihat sudah siap untuk memberikan informasi terkait camping itu. Tak lama kemudian adit menjelaskan tentang persiapan-persiapan yang harus dibawah pada lusa besok. Disisi lain sekretaris ketos membagikan formulir izin orang tua.
“gue ngga ada orang tua disini, gimana nih” gumam Muhammad yang duduk di bangku belakang amira, amira langsung menoleh ke belakang dan berkata,
“udah sama ibu gue aja sebagai wakil walinya”, Muhammad langsung mengangguk dan tersenyum.
“lo ikut kan sa” tanya amira kepada clarisa yang kelihatan merenung sambil menatap formulir itu,
“hemm ngga tau nih mir, lu tau sendiri kan gue anak kesayangan papa gue, dia tu anti banget kalo anaknya pergi ke tempat kayak gitu”jawab clariss lesuh.
“lo tenang aja sa, papa lo kan percaya banget sama stev, jadi biar stev aja yang ngomong sama papa lo” saran amira .
clarisa hanya diam dan melihat stev yang duduk di samping tania , begitupun dengan amira yang terkadang memalingkan wajahnya seolah-olah tidak ingin melihat stev dan tania berdekatan seperti itu.
*rumah amira
“bu, bolehkan amira ikut camp” tanya amira, “tenang aja bu, nanti Muhammad yang jagain kok” sela muhamamad yang duduk di ruang tamu.
“iya iya kalo nak Muhammad ikut, amira juga ikut” ajwab ibu minah yang sedang menyiapkan makan siang untuk mereka.
Mereka pun makan siang Bersama, amira dan ibunya semakin dekat dengan Muhammad, ibu minah percaya bahwa Muhammad adalah anak yang baik dan bijak, ibu minah lalu menandatangani formulir izin orang tua itu. Amira dan Muhammad pun tampak senang karena tela diperbolehkan untuk ikut berpastisipasi dalam kegiatan camping.
__ADS_1