
Sunyi dan hanya ditemani oleh suara jangkrik itu lah suasana rumah stev dimalam hari, steven anak tunggal yang setiap malam kesepian karena steven jarang sekali menghabiskan malam Bersama orang tuanya.
“eh anak pintar steven ngga tidur yah” tanya bi susi yang menghampiri steven yang termenung diteras rumah,
“bosen bi dirumah Cuma main hanphone aja, enakan disini duduk sambil nunggu mama papa pulang” jawab steven lesu.
Bi susi yang melihat steven hanya bisa diam dengan mata yang berkaca-kaca.
“bi, aku pamit mau kerumah amira aja deh soalnya disana rame ada amira sama ibunya yang perhatian sama steven ngga kayak dirumah yah kan bi” ucap steven sambil tersenyum.
Bi susi hanya mengangguk mendengar apa yang diucapkan steven.
Dalam perjalanan kerumah amira steven merasa sangat senang, tepat di gerobak nasi goreng pinggir jalan ia memberhentikan motornya lalu membeli 3 bungkus nasgor untuk dibawah kerumah amira.
Steven yang melihat pagar rumah amira terbuka langsung saja massuk kerumah amira, “Mira ini steven” panggil steven sambil berjalan menuju teras rumah amira.
“eh stev” jawab amira yang sedang duduk Bersama Muhammad.
Steven yang melihat ada Muhammad disana langsung kaget dan bertanya-tanya di dalam hatinya,
“nih anak baru bisa kerumah amira terus ngobrol punya nyali apa sama gue” steven yang terdiam sambil melihat mereka pun langsung didatangi ibu minah.
“ayo stev masuk, kok bengong ” ucap ibu minah
Steven lalu masuk keruang makan dan mengobrol dengan bu minah,
“bu, itu sih Muhammad udah sering main kesini yah “ tanya Muhammad,
“engga sih stev, baru dua kali kok” jawab santai bu minah sambil membuka nasi goreng yang dibawah steven.
“ini kan bawa nasgornya banyak banget, ibu ngga habis kalo ngga di bantuin sama mira, gimana kalo Muhammad diajak untuk makan yah stev’ pinta bu minah,
“ha apa bu, ini kan pas banget buat kita bertiga kan bu, kok malah mau dikasih sama muhammad sih bu” jawab steven dengan nada kesal.
“hey stev, ngga enak dong kalo kita makan, terus Muhammad ngga diajakin” kata bu minah lembut.
Steven yang mengiyakan permintaan bu minah pun membuat bu minah senang dan memanggil mereka berdua untuk makan nasgor di ruang makan.
“maaf bu sebelumnya, ini kan yang bawa steven, kok saya diajak makan bu” tanya Muhammad yang duduk disamping amira. “ngga papa Muhammad, emang stev kok yang nyuruh ibuk buat ajakin kamu” jawa ibu minah sambil tersenyum manis kepada steven.
__ADS_1
Mereka pun makan Bersama, di saat mereka mengobrol tentang pengalaman Muhammad ke Jakarta sendiri tanpa orang tua membuat steven terdiam dan tidak ikut mengobrol karena pembahasan semuanya tentang Muhammad.
“hemm bu minah, ini kan udah malem jadi Muhammad izin pulang dulu yah” pamit Muhammad,
“dasar pacet” sela stev dengan keras. Bu minah dan amira pun langsung memukul Pundak stevenn dan berkata,
“ biasalanh stev emang sering bercanda”
Muhammad pun tertawa sambil
menggelengkan kepalanya seakan-akan tidak tersinggung dengan perkataan steven kepada dirinya itu.
Muhammad pulang dengan mengendarai motor kingnya itu, kemuadin ibu minah masuk ke dalam rumah.
“kok lo begitu sih sama muhamamad” tanya amira kepada stev dengan nada ngeggas. Stev pun langsung menarik tangan amira menuju motornya yang terparkir di dekat pagar rumah amira.
“ibukk, amira aku ajak jalan dulu yah” teriakan stev sambil berlari menuju motornya itu.
kelakuan stev barusan sering terjadi karena stev menganggap ibu minah seperti ibunya sendiri.
“eh lo gila yah, main Tarik tangan orang aja, sakit nih” ucap amira,
“apaan sih lo, yauda ayok mau ajak gua kemana nih” kata amira sambil menarik tanganya.
Mereka pun pergi berdua, malam itu tepat jam 7 malam keadan jalanan pun masih sangat ramai. Motor berhenti dan ternyata stev mengajak amira disuatu tempa yang belum pernah amira kunjungi sebelumnya.
Tempat itu dikelilingi oleh banyak kucing disekelilingnya sekitar 20-an kucing yang terlihat tentram di tempat itu.
“ ya allah ni tempat siapa yang punya stev” tanya amira sambil mengelus- elus kucing. “gimana lu suka kan” jawab stev tersenyum, “ gue nanya ni tempat punya sape Bambang” sela amira ngeggas.
Steven kemudian berjalan menuju tempat dimana bayi kucing berada Bersama induknya, amira pun mengikuti steven.
“nih tempat punya gue, gue mintak sama papa untuk buat tempat kucing di dekat taman ini” jawab steven sambil mengambil salah satu anak kucing kemuadian memeluknya.
Amira yang merasa heran kenapa stev baru ngasih tau kalo dia punya tempat seindah ini untuk hewan kesukaan Mira,
“kok gua baru tau tempat ini yah stev, padahal deket rumah gua kan” tanya amira.
“ itu karena lu jarang keluar rumah nurhayati” jawab stev sambil mengusap kepala amira.
__ADS_1
“nurhayati, nurhayati itu nama nenek gua Bambang” jawab amira kesal.
“eh iya deng yaudah ganti Aminah” canda steven sambil tertawa.
“itu nama Panjang ibu gua stev! Ih kesel” jawab amira ngeggas dan berlari mengejar steven yang pergi keluar tempat itu.
Setelah mengunci tempat itu, mereka beranjak pergi mencari minum.
“yok kita ke coffee shop aja” pinta amira.
“iya nnati gue cari in dulu tempanya” jawab steven
Kemudian mereka berhenti di salah satu coffee shop yang kelihatan sepi, karena mereka tidak suka coffe shop terlalu ramai yang akan menganggu mereka untuk mengobrol.
“emm ada yang mau gue ceritain sama lu mir” cetus steven serius,
“ apa stev, sok serius lo” jawab amira. Stev langsung mendekatkan tempat duduknya di dekat amira agar terlihat kali ini apa yang ia bicarakan serius bukan candaan.
“nih orang bener-bener serius deh, jangan -jangan mau ngungkapin cintanya ke gua nih” gumam amira dalam hati,
“mir sebenernya gue” ucap steven lembut
“mas, mbak ini coffe nya silahkan dinikmatin” ucap pelayan yang mengantarkan coffe pesanan mereka, “ ganggu banget ni orang” jawab mereka kompak , pelayan pun langsung pergi seakan-akan tidak enak karena menganggu obrolan mereka.
Mereka pun saling menatap satu sama lain, “gue sebenernya udah…” ucap steven dengan terbata-bata,
“ahhh lo lama, gua minum dulu deh ni coffe” sahut amira kesal. Mereka pun meminum coffe secara bersamaan.
“udah lo to the point aja sama gua, lo suka kan sama gua” sahut amira dengan PD, steven yang mendengar ucapan Mira langsung tersedak saat meminum coffe.
Amira yang panik langsung mengelap dagu stev yang terkena coffe saat ia tersedak.
“eh lo ngga papa stev” ucap Mira panik, stev langsung memegang tangan amira yang berada di dagunya itu.
Tiba-tiba mereka berdua hanya terdiam dan saling menatap.
“eh gue kenapa tiba-tiba gemeteran nih” gumam steven dalam hati yang masih memegang tangan amira,
“lo apaan sih stev, gua Cuma becanda aja kok” jelas amira Panikp
__ADS_1