Apakah Dia Sahabat Atau Calon Imamku?

Apakah Dia Sahabat Atau Calon Imamku?
Eps 14 Aku Tanggung Jawab


__ADS_3

Tok tok tok terdengar suara ketukan pintu di kamar amira,


“amira nak, ayo sarapan dulu” ucap bu minah, “iya nanti amira keluar bu” jawab amira pelan, bu minah khawatir akan sikap amira sejak pulang sekolah kemarin sampai sekarang tidak keluar kamar.


“assalamualaikum bu minah “ salam Muhammad kepada bu minah yang sedang duduk di depan teras,


“waalaikumsalam nak” jawab pelan bu minah, “emm mau tanya bu, amira nya udah berangkat sekolah belum” tanya Muhammad sambil mendekati bu minah.


Bu minah pun menjelaskan bahwa amira tidak masuk sekolah karena di skors dan membuat Muhammad kaget,


“wah wah seminggu itu lama bu, seharusnya Cuma tiga hari aja” jawab Muhammad,


“ibu ngga tau peraturan sekolah Muhammad, yang ibu khawatirkan sekarang adalah amira ngga mau keluar kamar dari kemarin” jelas bu minah lesuh.


Muhammad yang mendengar penjelasan bu minah pun langsung beranjak pergi ke sekolah, “bu saya berangkat sekolah dulu yah, assalamualaikum” ucap Muhammad, “waalaikumsalam hati-hati yah nak” jawab bu minah.


*Di Sekolah


“pak ihsan, maaf saya menganggu saya Cuma mau tanya soal amira” ucap Muhammad yang tiba-tiba datang keruangan pak ihsan, “Muhammad Muhammad kamu terlalu ikut campur sama peraturan sekolah kita yah” jawab pak ihsan kesal,


“emmm maaf pak , saya Cuma keberatan aja sama skor amira yang terlalu panjang” ucap Muhammad,


“sudah keluar saja kamu, tania saja meminta amira untuk dikeluarkan saja, tapi amira masih diberi keringanan”jelas pak ihsan.


Muhammad pun langsung keluar dan pergi menuju kelas tania,


“tania tan pliss lu jangan memperpanjang masa skornya amira, kasiahan dia ngga bisa ikut ulangan” ucap Muhammad,


“lu apaan sih Muhammad” sela steven,


“lu ngga mikirin sahabat lu yah stev, dia udah minta maaf kan sama kita semua, terus amira udah bertanggung jawab sama biaya rumah sakit tania dan sekarang dia harus di skors selama seminggu dan gue denger kabar kalo lu mau ngeluarin amira kan tan” jelas Muhammad kesal.


Steven yang kaget mendengar berita bahwa amira di skors seminggu dan kemungkinan akan dikeluarkan membuat steven menatap wajah tania sinis,


“emmm apaan si lu Muhammad, lu sukak sama amira sampe-sampe lu belain dia” jawab tania, “pokoknya gue mohon sama lu tan, jangan sampai tania keluar dari sekolah ini” ucap


Muhammad dan pergi meninggalkan mereka.


“lu serius tan, mau ngeluarin amira” tanya steven sambil memegang Pundak tania,


“gini stev, mama sama papa gue ngga rela kalo si amira itu di hokum skor seminggu aja, makanya orang tua gue minta sekolah untuk ngeluarin amira” jelas tania sambil mengelus-elus tangan steven.

__ADS_1


Steven pun langsung pergi dari kelas tania dan pergi menuju ruangan kepsek,


“permisi pak, saya boleh masuk”ucap steven, “pagi stev, yah silahkan masuk aja” jawab kepsek,


“saya mau tanya soal amira, bagaimana jalan keluar untuk amira pak” tanya steven,


“begini stev, kemarin bapak sudah memberi sanksi kepada amira agar di skors selama seminggu, tapi tiba-tiba orang tua tania datang kemari dan ingin menggugat sekolah jika tidak memberikan sanksi yang tepat sesuai perbuatanya” jelas kepsek,


“apakah tidak bisa dibicarakan lagi pak”tanya steven,


“tidak stev, bapak sudah berusaha untuk amira, tetapi sekolah lebih penting” jawab kepsek.


Steven pun langsung pergi menuju kelasnya setelah mendengar penjelasan kepsek, ia merasa bingung harus berbuat apa untuk amira,


“hai stev, lu ngga belajar” tanya clarisa,


“emang ada apa sa” tanya steven,


“besok kan kita mulai ulangan semester genap” jawab clarisa, tiba-tiba steven langsung menarik tangan clarisa dan membawanya pergi dari kelas,.


“sa gue mau tanya sama lu” tanya steven kepada clarisa dan memegang tanganya,


“ha apa stev” jawab clarisa panik,


“gu gu gue ngga tau apa-apa stev, gue mau belajar dulu yah bay stev” jawab clarisa dan pergi meninggalkan steven.


*Rumah Amira


Amira masih termenung memikirkan kesalahan yang tidak pernah ia buat sebelumnya, bagaimana tidak seorang amira murid yang pintar dan rajin bisa membahayakan nyawa seseorang. Banyak orang yang tidak percaya dengan apa yang ia lakukan hanya demi membalas kecemburuanya terhadap steven.


“assalamualaikum bu minah Muhammad ada info terbaru mengenai masalah amira” ucap Muhammad yang langsung memasuki rumah amira,


“ada apa nak, jelasin sama ibu” jawab ibu minah. Muhammad pun menjelaskan tentang kelanjutan masalah amira.


Tiba-tiba bu minah syok dan membuat ia jatuh pinsan, Muhammad pun langsung lari menuju kamar amira dan berteriak memanggil amira agar membuka pintu kamarnya itu,


“mira mira ibumu pinsan, buka pintunya” teriak Muhammad,


“apa mad, ibu pinsan” jawab panik amira dan langusng membuka pintu kamarnya.


“ibuk kenapa mad” tanya amira sambil memeluk ibunya,

__ADS_1


“nanti gue ceritain, sekarang lu ambil minum sama minyak angin, cepet mir” jawab Muhammad.


Sekitar 10 menit kemudian bu minah pun sadarkan diri dan meminta amira dan Muhammad untuk meninggalkanya.


Amira langsung menarik tangan Muhammad menuju teras,


“sekarang lu duduk dan ceritain kenapa ibuk bisa pinsan” tanya amira,


“begini mir tadi gue certain tentang masalah lu yang semakin buruk”jelas Muhammad,


“stop mad gua tau apa yang mau lo certain, gua udah dihubungi kok sama kepsek barusan” jawab amira lesuh.


“lu ngga papa mir” tanya Muhammad panik,


“iya gue ngga papa, tapi ibu yang kenapa-kenapa” jawab amira,


“maafin gue mir udah bikin ibu pinsan” ucap Muhammad,


“udah ngga papa mad, ibu juga bakalan tau kok” jelas amira.


Amira pun langsung masuk dan meninggalkan Muhammad.


Muhammad tahu akan keadaan amira dan ibunya sekarang, tetapi ia tidak bisa membantu hingga akhhirnya ia pulang tanpa memberi tahu amira dan ibunya.


Malam hari kemudian ibu minah menyiapkan makan malam dibantu oleh amira,


“ibu marah” tanya amira,


”iya ibu memang marah, tapi ibu salut sama mira yang bisa jujur dan bertanggung jawab atas semua kesalahan” jawab ibu minah sambil memegang tangan amira. Mereka berdua pun menangis dan melanjutkan makan malam mereka.


Tok tok tok, “mir itu ada tamu, tolong dibukain pintunya” ucap bu minah,


“iya bu mira otw” jawab amira lalu beranjak membuka pintu.


Betapa kagetnya amira ketika membuka pintu ia melihat pria yang ia benci saat ini,


“hay mir” sapa steven sambil melambaikan tangan,


“gue lagi ngga nerima tamu” jawab amira pelan dan mengunci pintu,


”pliss mir gue mau ngomong sebentar” teriak steven dan berulang kali mengetuk pintu.

__ADS_1


Amira langsung pergi kekamarnya, ia tidak pernah menolak setiap kali steven mengajak berbicara kepadanya tapi untuk kali ini ia merasa sangat marah bercampur malu.


__ADS_2