Apakah Dia Sahabat Atau Calon Imamku?

Apakah Dia Sahabat Atau Calon Imamku?
Eps 13 Salah Langkah


__ADS_3

Steven tampak mondar-mandir di depan pintu ruangan IGD,


“stev lu makan dulu aja, tania biar gue yang jagain” ucap adit yang sedang duduk di kursi tunggu,


“lu makan duluan aja dit, nanti gue nyusul” jawab steven yang masih saja mondar-mandir.


Mungkin steven Lelah berdiri hingga akhirnya ia duduk disamping sarah dan intan,


“gue mau lu certain secara detail tentang apa yang terjadi sama kalian bertiga” tanya steven dengan tatapan yang serius,


kemudian intan dan sarah pun menceritakan apa yang terjadi di antara mereka, mereka merasa bahwa ini adalah ulah seseorang yang benci terhadap tania.


Steven yang bertanya-tanya siapa orang yang tega menyelakahi tania dan teman-temanya itu, steven mulai merasa kejanggalan pada saat tania ditemukan dengan sikap amira yang tadi ia lihat seperti ketakutan.


*Rumah Amira


“hallo sa, kita kerumah sakit sekarang yuk” pinta amira di dalam panggilan telepon,


“lu gila ya mir, lu mau kita ketawan gitu” jawab kesal clarisa,


“yaudah kalo lo ngga mau ngakuin ini semua, biar gua aja sa” ucap amira sembari menutup teleponya.


Amira yang ketakutan dengan perbuatan yang ia lakukan itu, langsung memberi tahu ibunya dan ibunya pun langsung memarahi amira dan meminta amira untuk segera meminta maaf kepada tania,


“pokoknya kamu harus pergi sama Muhammad, biar kamu ngga salah langkah lagi” pinta bu minah kesal.


Bu minah pun langsung menelpon Muhammad untuk segera menjemput amira dirumahnya,


30 menit kemudian Muhammad pun datang dengan menggunakan motornya dan langsung membawa amira ke tempat ibu minah menyuruhnya.


*rumah sakit


“tania udah sadar yah dok” tanya steven kepada dokter yang baru saja keluar dari ruangan tania, “keaddan tania baik-baik saja, dia Cuma mengalami trauma dan banyak luka kecil dibadanya” jawab dokter tersebut.


“tania udah sadar, dan sekarang gue mau nanya sama kalian semua, kalian tahu ngga siapa yang nyelakain mereka” tanya steven kepada rombongan yang mengantar tania kerumah sakit tadi, mereka pun menjawab dengan apa yang mereka lihat waktu kejadian itu.


Amira yang menguping dari sebelah dinding hanya maju mundur untuk menemui tania, ia masih takut akan apa yang ia lakukan terhadap tania,


“amira lu jangan takut, ada gue kok” ucap Muhammad disampingnya.


Amira pun langsung mendekatkan diri kepada steven,


“gua pelakunya stev, gua yang udah nyelakain tania dan temen-temennya” teriak amira dan membuat semua orang terpelongo setelah mendengar penjelasan amira barusan.

__ADS_1


Steven yang tidak percaya hanya tertawa terbahak-bahak sambil mengelus kepala amira dan berkata,


“apaan sih mir, lu bercandanya ngga lucu” jawab steven,


“gua serius stev, gua jujur sama kalian semuanya bahwa gua pelakunya” jawab amira sambil menangis.


Stev yang kaget dengan tingkah laku amira yang menangis seperti orang menyesal, “kenapa mir, kenapa lo lakuin ini semua” tanya stev kesal dan langsung meluapkan emosinya dengan memukuli dinding beberapa kali.


Adit yang tidak tega melihat sahabatnya itu menangis, langsung memeluk amira dan menenangkanya,


“gua tanya sama lu sekali lagi mir, kenapa lu lakuin ini semua” tanya steven,


“udah stev, dia udah jujur kok nanti juga dia cerita” sela adit.


Sarah yang geram melihat amira pun langsung menampar amira dan meninggalkanya,


“apaan sih lu sa, lu boleh kesel tapi ngga gini jugak” teriak adit kepada sarah yang pergi meninggalkan mereka.


“mira ngga papa” tanya Muhammad panik dan langsung mendekati amira,


“dia ngga papa, tania yang kenapa-kenapa” sela steven yang masih kesal melihat wajah amira.


“udah deh ngga usah acting gituh, pulang aja sana” pinta steven,


Clarisa yang ketakutan setelah ditelpon amira pun ia langsung beranjak menyusul ke rumah sakit, sesampainya ia kerumah sakit ia tidak menemukan amira tetapi ia hanya melihat steven yang sedang duduk.


“hai stev lu sendirian” ucap clarisa,


“iya gue sendirian, semua orang udah pulang buat istirahat” jawab steven.


Clarisa pun langsung duduk dan menemani steven,


“kenapa lu kayak panik banget stev “ tanya clarisa,


“gue panik karena tania masih ngga mau ditemuin” jawab steven,


“lu cerita aja deh sebenernya ada apa sama tania “ jawab clarisa.


Steven pun menceritakan semua yang terjadi kepada tania,


“gimana gue ngga marah sama amira, kalo sebenrnya dia pelakunya” ucap steven sambil mennagis,


“amira ngakuin kesalahanya tadi yah “tanya clarisa,

__ADS_1


“iya dia tadi kesini dan gue ngga mau liat mukanya lagi “ jawab steven.


Clarisa yang mendengar penjelasan steven pun langsung kebingungan dan ketakutan, jika ia mengakuinya maka steven akan marah kepadanya dan jika tidak mengakuinya amira yang bakal marah kepadanya.


“stev gue pulang dulu yah “kata clarisa dan langsung beranjak pergi untuk pulang,


“ya ampun gue harus apa nih, gue bingung ya tuhan tolong gue” gumam clarisa di setiap perjalanan menuju rumahnya.


*di sekolah


“kamu tau kan amira, kenapa pak ihsan panggil kamu di ruang Bk ini” tanya pak ihsan kepada amira yang duduk didepanya,


“iya pak, saya mengakui kesalahan saya” jawab amira sambil menunduk,


“nah terus sekarang apa maumu mira” tanya pak ihsan.


Di sisi lain ada clarisa yang mengintip di jendela ruang BK,ia mencemaskan hukuman apa yang akan diberikan kepada sahabatnya itu, “lu ngapain sa” tanya Muhammad yang kebetulan melewati ruang BK. Clarisa pun tidak menjawab dan langsung pergi.


“saya mau dihukum apa aja pak” jawab clarisa tegas,


“baiklah bapak akan skor kamu seminggu” jelas pak ihsan,


“baik pak, terimakasih” jawab amira dan langsung keluar ruangan.


Di dalam perjalanan pulang ke kelas, amira terlihat murung dan rasa sesal yang masih menyelimuti dirinya,


“ini dia pelakunya” cetus baim ketika amira sampai ke kelasnya, sontak membuat semua orang melihat amira dengan sinis.


Clarisa yang melihat amira hanya bisa berdiam diri seolah-olah tidak tahu apapun,


“apaan sih lu im” sela Muhammad,


“yah Muhammad ngga usah belain dia deh, dia itu diam-diam menghanyutkan” jawab baim dan membuat semua orang tertawa.


“Gua minta maaf sama kalian semua, aku tahu aku salah dan aku juga akan bertanggung jawab” teriak amira yang beranjak keluar dari kelas,


“mira” panggil steven dan mengejar amira yang berlari ke arah pulang.


Steven yang masih mengejar amira kemudian di tahan oleh sarah dan intan,


“lu mau ngejer dia” tanya sarah,


“iya emang kenapa” jawab steven,

__ADS_1


“tania tuh nyariin lu, dia ada dikelas” jelas intan, steven pun langsung menemui tania dan tidak mengejar amira.


__ADS_2