Apakah Dia Sahabat Atau Calon Imamku?

Apakah Dia Sahabat Atau Calon Imamku?
Eps 2 Tambah Baper


__ADS_3

Walaupun amira sangat menyukai perhatian yang dilakukan oleh steven, amira tetap amira ia tidak mau terjebak dalam friendzone, ia selalu menarik hatinya untuk tidak terlalu baper sama steven.


yah walaupun sebenarnya ia sangat ingin mengungkapkan isi hatinya yang hampir satu tahun di tahanya. Bahkan saat ia terluka amira tetap berdiri sendiri dan tidak memintah bantuan steven.


*Di Halte


Clarisa yang masih kesal dengan tingkah laku amira yang meninggalkan dirinya saat sedang bersama kak tania sampai saat ini pun belum berbicara sedikitpun dengan amira, ia hanya menggunakan Gerakan badan saat di ajak ngobrol oleh amira.


“Risa cantik”panggilan berkali-kali amira untuk sahabatnya yang sedang merajuk itu sambil memegang Pundak clarisa. “hey apaan sih lu mir SKKSD tau” jawab clarisa dengan sinis samnbil melepas rangkulan tangan amira, langsung dijawab dengan nada kepo.


“en risa SKSD itu apa sih” tatapan clarisa yang gregetan mau mengoceh untuk menjelaskan arti SKSD tersebut kepada amira.


“bod***! SKSD aja ngga tau, Sksd itu kepanjangan dari sok kenal sok dekat” amira yang langsung tertawa mendengar penjelasan yang keluar dari mulut clarisa tersebut.


lalu tak lama clarisa pun ikut tertawa terbahak-bahak. Dan mereka pun akur kembali, karena pertengkaran ini sudah sering terjadi selama mereka bersahabat, jadi hal ini adalah hall umrah yang bisa diselesaikan dengan sendirinya.


Mereka pun mengobrol tentang yang terjadi kepada steven, dan memikirkan cara agar si kak tania itu kapok untuk tidak mengejar steven lagi.


Lalu munculah ide brilian dari seorang clarisa yaitu membuat steven untuk bertingkah seperti orang kudet terhadap penampilan gayanya.


“gimana mir lu setuju kan, jujur sih steven itu kek menang good loking aja, gantengan juga Muhammad kan mir, jadi kita harus buat dia kayak orang yang ngga tau fasion gitu loh mir, biar kak tania itu ngga ngejer sahabat kita satu itu” ujar clarisa dengan PD nya.


“hemmm menurut aku sih ide bagus, gimana kalo kita coba besok” jawab amira.


clarisa pun senang karena ide nya diterima amira.


Hari berikutnya steven siap-siap pergi sekolah, biasanya steven pergi dengan mengendarai motor vespa tua kesayanganya itu tapi baru mau mengendarai motornya tiba-tiba motornya tidak bisa menyala bahkan steven pun memanggil ayahnya untuk membantu memperbaiki motornya.

__ADS_1


“pah oh papa ini motornya kenapa yah, kok ngga bisa diidupin” tanya steven dengan nada kesal . “yah mungkin motornya udah minta ganti sama mobil kali stev” sahut pak Cristian sambil mengolok – olok steven yang ngga mau bawa mobil katanya nanti dikira sok jagoan.


Padahal sudah lama papanya membelikan ia mobil tetapi belum pernah ia pakai untuk sekolah padahal SIM mobil sudah ada.


“selamat pagi tante” ucapan yang diberikan kepada ibu minah yang sedang menyirami bunga-bunga di pinggir pagar rumah miliknya.


“pagi juga stev,ada apa stev? Mau nyari mira yah” sahut ibu minah.


Steven pun membalas dengan senyuman saja. Datanglah amira yang kaget dengan keberadaan steven pagi itu.


“ loh steven , kok lo disini sih emangnya motor lo mana,jangan-jangan mau bolos yah” ujar amira dengan nada keras.


“eh lu bukanya seneng gue ada disini, malah ngomong yang engga-engga. Dasar cewek sok kalem” jawab steven dengan nada jailnya itu.


Steven pun mulai berbicara kepada ibunya amira dengan berbisik, lalu amira mendekat ke arah mereka dan dikejutkan oleh steven


“bu, dian ngomong appan sama ibu, jangan percaya bus ama steven , stev emang gini suka ngarang cerita bu” sela amira.


“engga kok mir,itu sih stev mau pinjem motor kita, dia kan udah ada SIM jadi ngga papa mir sekalian bonceng kamu kesekolah biar ngga telat mir” amira yang langsung terheran-heran dengan tingkah laku steven.


“jangan-jangan ini pertandas stev udah mulai suka sama gua” ucap amira di dalam hati.


“hey mir ayok malah ngelamun aja, ayok kita bareng” ajak steven.


“ha apa, iya iya tungguin dong” sahut amira dengan berjalan malu-malu.


Di tengah-tengah perjalanan stev sering mengajak bicara amira tapi amira hanya menjawab iya atau tidak,

__ADS_1


amira merasa bahwa si steven mulai mendekatinya sampai suatu ketika saat lampu merah steven mengerem mendadak sampai akhirnya badan amira maju kedepan dan menempel bahu steven.


“ya allah stev”ucap amira dengan nada keras. “eh eh eh maaf mir, gua ngga fokus tadi, lu ngga papa kan mir”jawab stev dengan panik. Amira pun hanya terdiam disepanjang perjalanan hingga perjalanan berakhir di parkiran sekolah.


Di jalan menuju kelas amira melihat clarisa menuju ke arahnya, amira pun menutupi mukanya dengan tas nya dan berjalan seolah tidak mengenali clarisa.


“woyy besti lu dari mana aje nih, beramngkat ngga bareng gue, gue tungguin lu di halte ngga keliatan batang hidung loh” ujar clarisa sambil mengambil tas yang menghalangi muka amira. Amira pun hanya tersenyum dan bingung mau jawab apa, karena ia takut clarisa pasti akan ngambek lagi.


“udah jujur aja, kali ini gue ngga bakal marah kok tenang aja” sela santai dari clarisa.


“eh clarisa dsari mana lo dateng, tadi gua disuru ibu buat naik ojek aja, karena tadi gua bangun kesiangan he he he” jawaban amira dengan muka paniknya.


Clarisa pun percaya saja dengan alasan amira yang masuk akal itu, mereka pun beranjak menuju kelasnya.


*Di perjalanan pulang sekolah


“mira….” Suara panggilan keras steven untuk amira, tetapi amira malah menghindar dan segera pergi menuju halte Bersama clarisa.


“eh lu dipanggil stev tuh”ucap clarisa, “eh udah biarin aja, dia emang ngga jelas” jawab spontan amira.


Di dalam perjalanan pulang clarisa bertanya kepada amira tentang ide brilian cara menjauhkan steven dari kak tania, dan mengajak amira untuk kerumah stev sore ini.


“ duh liat nanti sore yang sa, gue ngga bisa janji nih” jawab amira dengan pipi yang masih merah.


Setelah sampai dirumah amira hanya bisa melamun dan sesekali menggaruk kepalanya, “eh kamu kenapa mir kutuan yah” tanya ibu minah . amira hanya mrnjawab dengan gelengan kepalanya dan beranjak pergi kekamar.


Sesampai dia dikamarnya dia melamun melihat foto-foto sahabatnya yang di pajang di dinding kamarnya sambil bicara dalam hati “kenapa gua baper banget sama steven, apa gua bener – bener jatuh cinta? Eh eh ngga mungkin yah, selama setahun ini gua selalu meyakinkan diri gua untuk mencari tahu tentang apa yang gua rasa sama steven. Kalo emang ini bener gua harus gimana ya allah, pusing deh dengan kehidupan percintaan gua”

__ADS_1


__ADS_2